
"Oh astaga.. sudah sebulan yang lalu" ucap Lulu dan membuat semuanya menoleh kearahnya.
"Lo kenapa lu?" tanya Tari.
"Hehe.. Tidak apa-apa" jawab Lulu cengengesan
Tak terasa hari pun sudah senja, langit sudah mulai mengurangi cahayanya. Lulu dan yang lainnya pun sedang berkemas siap-siap untuk pulang karna juga sudah sangat lelah. sedangkan Ferdi sudah pergi daritadi kembali ke kantornya karna ada panggilan dari Asistennya. setelahnya mereka pergi meninggalkan taman kampus itu yang hanya menyisakan anak kuliah malam. sembari berjalan menuju kendaraan mereka di parkiran, Lulu mencurahkan isi pikirannya pada Tari tentang kerinduannya pada Sahabatnya, Rina.
"Tar, sudah sebulan Rina tidak menghubungi kita, gue jadi kepikiran sama dia" ujar Lulu memandang jalanan dengan wajah yang sendu.
"Gimana kabarnya sekarang yaa.. gue merasa perasaan gue tidak enak memikirkannya" ucap Tari yang membayangkan Rina yang tidak bahagia disana.
"Wa-nya sudah tidak aktif lagi.. apa mungkin tempat tinggalnya sekarang tidak ada sinyal?" tanya Lulu bingung.
"Mungkin saja. yang penting kita berdoa saja semoga Rina bahagia dengan pernikahannya" tutur Tari pada Lulu untuk menepiskan pikiran negatif tentang Rina.
~
~
~
Lulu pun telah sampai di rumahnya dan ia segera memasuki kamarnya melewati tangga dan membuka pintu yang tidak ia kunci. sejenak ia membaringkan tubuhnya diatas kasur yang masih belum melepaskan sepatunya.
"Melelahkan sekali.." gumamnya lalu membanting tubuhnya diatas kasur.
"Sangat nyaman" ucapnya kembali pada diri sendiri.
Merasa nyaman diatas kasur membuatnya enggan untuk beranjak karna rasa lelah ditubuhnya yang membuat ia harus bersedekap di tempat tidur. memejamkan mata untuk menenangkan kedua bola matanya yang sudah bekerja menatap layar laptop seharian tadi. Hingga lulu sadar tubuhnya terasa sangat lengket dan bau, ia pun bangun dan melepaskan sepatunya, meletakkan laptop juga tasnya diatas meja belajar, Lulu pun segera mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah mandi, Lulu pun memakai baju santainya dan kembali memanjakannya tubuhnya diatas kasur sambil memeluk boneka kesayangannya hingga tak terasa sudah memejamkan matanya.
__ADS_1
Hari pun sudah malam dan waktunya untuk makan malam bersama, sedangkan Lulu masih tertidur dengan sangat pulas. saking lelahnya membuat Lulu tidur sambil mengorok kecil. untung tidak ada yang mendengarnya hingga ia tidak merasa malu.
Di meja makan, Mama, Papa dan Vivi baru saja menduduki tubuhnya diatas kursi. tanpa menunggu lama, Mama sarah pun segera mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Papa Adi juga Vivi. membuat Papa heran mengapa Mama tidak menunggu Lulu terlebih dahulu.
"Ma, Lulu belum pulang yaa??" tanya Papa Adi.
"Sudah pa, dia sedang tidur sekarang. kasihan sekali pasti dia sangat lelah." jawab Mama Sarah yang sudah melihat Lulu sedari tadi.
Kini tanpa kehadiran Lulu dimeja makan, semuanya menikmati makan malam dengan hening. Mama Sarah tidak tega melihat anaknya yang tertidur sangat pulas harus ia bangunkan. biarlah nanti jika Lulu sudah bangun, ia akan turun sendiri untuk makan malam.
*
*
*
Dirumah Rina, malam ini mereka tampak akur tidak ada keributan lagi yang dibuat oleh Rina hingga membuat Agus memarahinya. Hanya hening yang menghiasi rumah itu, hingga hari semakin larut Rina menunggu Agus pulang sambil menonton televisi indosiar akhirnya Agus pulang dan langsung ke kamar untuk istirahat. melihat Agus sudah pulang, Rina langsung mematikan televisi dan menghampiri agus. rencana ia akan memberitahu kabar gembira pada suaminya.
"Heeem" ucap Agus yang memejamkan matanya.
"Aku mau ngomong" ucap Rina terbata bata.
"Ya katakan saja! kenapa lama sekali" ucap Agus yang tak sabar.
"Aku hamil" ucap Rina dengan senyum sumringahnya dan mendengar itu kedua mata Agus pun membelalak.
"Apa??? kau hamil??" tanya Agus memastikan. Rina pun hanya balas mengangguk.
"Hahahaha...... Akhirnya aku akan mewariskan ke kejamanku di kampung ini" ucapnya. membuat Rina kaget akan perkataannya.
__ADS_1
"Apa kamu bilang mas?? kamu bakal membuat Anak ini akan menjadi dirimu??" tanya Rina tak percaya.
"Ya, tentu" ucap Agus tanpa berdosa.
"Gila kau mas! Aku tidak akan membuat anak ini menjadi dirimu!" bentak Rina untuk pertama kalinya. membuat Agus kembali murka karna ia tidak suka ada yang melawannya.
"Berani sekali kau membentakku!" ucap Agus menarik rambut panjang Rina. lalu Agus pun mendorong tubuh Rina ke kasur. untung saja Rina sudah bersiap siap akan didorong, kalau tidak pasti perutnya akan sakit karna ulah Agus.
"Aw maaas".rintihnya.
Agus pun langsung mengunci tubuh Rina dan membuka celananya setelah itu membuka paksa baju yang dikenakan Rina, hingga akhirnya Agus memaksa masukin tongkatnya ke dalam goa milik Rina.
"Pelan maaaas.....aaaah anakku" desah Rina sembari memikirkan anak dirahimnya.
"Ini sudah pelan. Aaaaaah...." desah Agus.
Eeeemh.....aaaah
Mereka pun menikmatinya dengan desahan yang sangat merdu keluar dari mulut mereka. hingga cukup lama, mereka pun tertidur dengan pulas.
°
°
°
°
°
__ADS_1
Aku sudah update lagi nih.
Jangan lupa yaa Like, koment,Vote juga di favorite kan 😊😊😊😊🙏🙏🙏