Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
126. Makan siang romantis


__ADS_3

"Hehe, tidak tuan. saya sama si anu saja" jawab Rani.


"Anuuuuu????????????" ucap mereka serempak. dibalas dengan anggukan oleh Rani yang malu-malu.


"Siapa???" tanya Lulu


"Giib..."


"Aku!" sahut seseorang dari belakang. Lulu dan Daffa pun menoleh sedangkan Rani tersenyum pada seseorang itu.


"Gibran??? jadi kaliaaan...???" ucap Lulu melirik Gibran dan Rani.


"Haha.. jangan salah sangka dulu, kami berteman kok" sahut Rani yang emang benar adanya.


"Berteman yaa??" ucap Gibran dalam hati.


"yaaaaaaaach kecewa penonton" ucap Lulu memanyunkan bibirnya.


"Jangan berteman mulu, jadilah seperti kami yang berteman sampai kapanpun, ayo sayang kita pergi" ajak Daffa menarik tangan istrinya dan Lulu pun mengikuti langkah kaki suaminya. tinggallah Rani dan Gibran yang sedang salah tingkah, dari hari berhari mereka semakin akrab slalu jalan bersama layaknya kekasih hingga Rani hanya menganggap itu sebuah pertemanan daripada kekasih. memang benar juga, Gibran tidak pernah menyatakan cinta.


Lulu dan Daffa baru saja menaiki mobil dan melajukannya ke sebuah tempat yang paling romantis. surprise katanya, dan Lulu belum boleh tau kemana mereka akan pergi


"Sayang, kita kemana sih?? kok dari tadi jalan mulu" rengek Lulu.


"Sabar sayang, sebentar lagi sampai" ucap Daffa.


"Sekarang tutup dulu matamu".sambungnya lalu menghentikan mobil di tepi jalan.


"Haaa.. kok pake tutup segala sih" heran Lulu.


"Pokoknya tutup dulu, hadap kesana" suruh Daffa, Lulu pun manggut dan membelakangi suaminya. Daffa mengambil kain dari sakunya dan memasangkan ke mata Lulu agar Lulu tidak dapat melihat.


"Sudah" ucapnya dan kembali memegang setir mobil lalu melajukannya. dalam hitungan beberapa menit akhirnya mereka pun telah tiba.


"Sudah sampai yaa??" tanya Lulu.


"Sudah sayang" jawab Daffa lalu turun dari mobil, berlari menghampiri istrinya.


"Turunlah, hati-hati" ucapnya. Daffa pun memggiring Lulu kesesuatu tempat yang sudah dipesannya untuk mereka berdua. tempat ditepi dedanauan yang telah berdiri tegap sebuah meja dan dua kursi, begitupun hidangan sudah tersajikan.


"Lama amat sih yang" keluh Lulu.


"Ini sudah sampai, bawel amat sih" gerutu Daffa. Daffa membuka kainnya yang menempel menutupi kedua mata Lulu. pelan-pelan Lulu mengerjap, sayup-sayup melihat danau dan mengucek-ngucek matanya agar terlihat lebih jelas.


__ADS_1


"Waaaah yang, keren banget.. kamu yang siapin??" tanya Lulu menatap suaminya.


"Tentu. emang siapa lagi?" tanyanya balik.


"Heemmm... aku gak sabar mau makan" seru Lulu lalu berjalan menghampiri meja yang telah menghidangkan makanan.


"Pelan-pelan sayang, dasar bocah" ucapnya yang melihat Lulu berlari terburu-buru. Daffa pun menghampirinya dan duduk dikursi menatap wajah cantik istrinya yang sedikit menor.


"Ini yang, makanlah..kau jangan terus melihatku. aku tau aku cantik" celotehnya sambil menaruh makanan untuk suaminya.


"Aku tak melihatmu" jawab Daffa.


"Lalu???" tanyanya menyendok steak kedalam mulut.


"Melihat alismu yang terlalu tebal, hahahaha" ledeknya membuat Lulu langsung cemberut.


"Is menyebalkan. jadi hilang nih romantis-romantisnya" gerutu Lulu.


"Becanda sayang. jangan ngambek dong.. ayo kita makan" ucap Daffa menghentikan tawanya dan beralih pada steak yang dihidangkan. nyam nyam nyammy...


Mereka pun makan dengan nikmat, sesekali mereka saling suap-suapan layaknya remaja yang baru jatuh cinta. kadang Daffa dengan jahilnya memberi steak ke mulut Lulu tetapi beralih kembali memasuki mulutnya. membuat Lulu memanyun bibir dan Daffa yang tertawa.


"Aaaak sayang.....".ucapnya mengarahkan sendok pada Lulu.


"Gak mau! nanti malah gak jadi. kamu nyebelin!" rajuknya.


"Yaudah, aaaak" ucap Lulu pasrah lalu memangapkan mulutnya.


"Aaaaaaak... enakkan" ucap Daffa setelah makanan mendarat kedalam mulut istrinya.


"Heemmmm.. steaknya emang enak bukan suapan kamu" jawab Lulu. Daffa pun tersenyum seringai tanpa sepengetahuan Lulu, ia kembali menyendokkan steak dan mengarahkannya pada Lulu


"Ini sayang sekali lagi" ucapnya.


"Aaaaaak...." pelan-pelan Daffa melajukan sendoknya membuat Lulu yang mangap sedikit kesal hingga sudah hampir didepan mulut Lulu, Daffa dengan jahilnya mengarahkan kembali ke dalam mulutnya. gool... Lulu semakin kesal dia dikerjain lagi oleh suaminya yang menyebalkan itu.


"Sial!" decak Lulu.


"Hahahaha, tampangmu sayang.. makin jelek kalau cemberut terus" ucap Daffa.


"Biarin! emang gue pikirin!" balasnya lalu menyendok steak dengan cepat hingga habis. tinggallah spagethy dan dessert, Lulu mengambil spagethy dan melahapnya dengan cepat membuat Daffa memggeleng-gelengkan kepalanya.


Hening, tidak ada lagi canda tawa dan kekesalan, kini mereka berdua sibuk melahap hidangan dengan hening hanya dentuman sendok yang menggema. Lulu yang makan dengan cepat, meneguk air putih tetapi matanya menatap dessert yang menggiurkan itu.


"Istirahat dulu biar gak terlalu kekenyangan" ucap Daffa yang masih menyendokkan spagethy. sedangkan Lulu hanya diam, berdiri menatap danau yang indah itu. menghirup udara yang jauh dari kendaraan sehingga tidak ada asap polusi disekitaran danau itu.

__ADS_1


"Heeeem.... nyamannya" gumam Lulu merentangkan tangannya. Daffa hanya tersenyum melihat punggung istrinya. segera ia lahap habis spagethynya lalu menghampiri Lulu dan memeluknya dari belakang.


"Aku suka aroma tubuhmu" ucap Daffa menghirup tengkuk leher istrinya.


"Aah sayang geli ih" ucap Lulu mendelik geli.


"Aku lebih nyaman begini" ucap Daffa dengan nada sesualnya. Lulu memilih membiarkan saja. ia menikmati alam sekitar dan Daffa memejamkan mata dibahu istrinya.


"Sayang.." panggil Lulu


"Ya sayang?" sahut Daffa.


"Terima kasih yaa sudah ajak kesini" ucap Lulu.


"Kamu menyukainya?" tanya Daffa dan Lulu hanya mengangguk.


"Lihat aku sayang" pinta Daffa memutar tubuh Lulu menghadap dirinya. Lulu menatap wajah suaminya yang tampan itu, terlihat ketulusan dimatanya membuat Lulu semakin jatuh hati. Lulu pun beralih menatap bibir yang seksi itu begitu pun Daffa yang menatap bibir merah istrinya. pelan-pelan dan semakin pelan, mereka saling mendorong kepala mereka kedepan hingga beberapa senti lagi bibir mereka hampir bersentuhan dan akhirnya yang ditunggu pemirsa, kedua bibir itu sudah bertemu, menempel dan dengan jahilnya lidah mereka saling bertemu, menyesap, *******, hingga keduanya saling menikmati. Lulu semakin terbawa arus begitu pun Daffa langsung merangkul pinggang istrinya dan Lulu mengalungkan tangannya dileher Daffa. semakin memanas, panas, dan panas, ciuman itu semakin memanas. ciuman yang berlangsung lama dan sangat intens. desiran darah berdesir ditubuh mereka. Lulu melayang semakin melayang dibuatnya untung disana sepi tidak ada orang satupun. Daffa makin leluasa melahap istrinya.


"Eeeemh.. aku tidak bernafas sayang" keluh Lulu melepas pagutannya


"Kau sangat menggoda" ucap Daffa lalu menelusuri leher istrinya membuat Lulu semakin terpana dan melayang menikmati sentuhan suaminya.


"Sayang, sudah.. aku pengen dessert itu" ucap Lulu mendorong Daffa dan berjalan menuju meja makan mereka. Lulu menatap dessert itu sungguh sangat menggoda, ia menyendokkannya dan melahapnya dengan nikmat.


"Sayang, kamu gak makan desert?" tanya Lulu yang melihat Daffa memerhatikannya.


"Aku kenyang sayang, habiskanlah" ucap Daffa tersenyum hingga hampir sedikit dessert itu, Lulu menyendokkannya kembali dan Lulu tiba-tiba terdiam merasa ada sesuatu dimulutnya, Lulu mengambil sesuatu itu dengan jari mungilnya dan terkejut terdapat sebuah cincin berlian didalam kue itu.


"Ini apa??" tanya Lulu.


"Cincin, kamu suka kan??" tanya Daffa tersenyum.


"Kamu yang memasukkannya??" tanya Lulu dan diangguki oleh Daffa.


"Ya, kemarilah berikan padaku" pinta Daffa dan Lulu memberikannya. Daffa pun membersihkan cincin itu dengan air putih lalu berjalan menghampiri istrinya. meraih tangan kirinya dan langsung menyematkan cincin itu dijari manis istrinya.


"Daaf.... kamu so sweet banget" puji Lulu menatap jarinya.


"Ya, itu karna aku sangat mencintaimu sayang" ucap Daffa menarik pinggang Lulu dan kembali mendaratkan bibirnya hingga mereka saling menikmati.


Eeeeemh.....


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2