Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
134. Timbun lemak


__ADS_3

Malam hari telah tiba, semua orang sudah meninggalkan aktivitas mereka pada pagi hingga sore hari dan kini saatnya bersantai menikmati waktu untuk diri sendiri, waktu untuk keluarga dan tentunya untuk yang kita cintai. seperti Daffa dan Lulu, mereka terlihat sedang melakukan workout berdua yaitu olahraga pembakar lemak dan berganti menjadi pembentukan otot-otot. Daffa mengajak istrinya untuk berolahraga agar istrinya tetap sehat walaupun banyak makanan sana sini yang dilahapnya. Daffa tidak mau makanan yang ditimbun menjadi penyakit maka dari itu ia mengajak Lulu untuk membakar lemak tentunya agar Lulu tetap menjaga berat badannya agar tetap sehat dan kuat apalagi diranjang, hihi.


"Aduh yang, capek banget" keluh Lulu menunduk memegang kedua lulutnya dengan nafas yang terengah-engah.


"Itu karna kamu belum terbiasa yang, ayo biasakan dari sekarang" seru Daffa menoleh ke belakang menatap istrinya yang lelah dan penuh keringat.


"Duduk dulu ya lima menit saja" pinta Lulu berdiri berkacah pinggang.


"Baiklah, aku ke belakang dulu buatin kamu juice" ucap Daffa lalu berjalan menghampiri pintu. namun langkahnya terhenti karna melihat Bibi yang baru tiba didepan pintu dengan membawa dua juice, cemilan juga air putih tentunya.


"Tuan, Ini saya bawakan juice-nya" ucap Bibi.


"Perasaan kami belum ada nyuruh Bibi lho" ucap Lulu tersenyum.


"Kebetulan saya tadi lihat Nyonya dan Tuan menghampiri ruang olahraga, makanya saya berinisiatif membuatkan minuman dan cemilan" ujar Bi Ningsih.


"Bagus bi. tanpa diperintah langsung dilakukan ya, salut deh" ucap Daffa memuji Bi Ningsih. setelahnya Bibi menaruh sajian itu di atas meja dan ia segera pergi. tanpa menunggu lama Lulu langsung menyeruput juicenya menyedot dengan cepat.


"Kamu haus banget ya yang" tanya Daffa yang memerhatikan istrinya.


"Haus banget lah, lihat ini keringatku deras banget keluarnya" ucap Lulu menunjukkan keringat dileher dan diwajah.


"Kayak hujan saja pake deras" ledek Daffa yang sedang memakan kue brownies.


"Lah, emang hujan aja yang pake deras? keringat juga kok" ejek Lulu.


"Ya ya ya.. setelah ini akan ku buat makin deras lagi keringatmu" seru Daffa tersenyum seringai.


"Caranya?? emang bisa?" tanya Lulu yang polos membuat Daffa makin gemas.

__ADS_1


"Aduh yang, udah sering masih juga tidak mengerti" gumam Daffa menepuk jidatnya.


"Caranya.... aduh yang, aku malu nih ungkapinnya ke netijen, ntar aku praktikkan biar kamu tau" ucap Daffa.


"Kau ini, buat penasaran saja" dengus Lulu. membuat Daffa makin terheran-heran dengan otak istrinya yang lemot itu.


"Sudah istirahatnya kan?? ayo kita lanjut" suruh Daffa dan dituruti oleh Lulu. mereka pun mulai melakukan gerakan-gerakannya secara berulang hingga setengah jam kemudian aktivitas mereka pun selesai. Lulu yang malang, ia terbaring dilantai dengan nafas yang terengah-engah, merasa sesak melakukan workout yang harus menahan tubuhnya. Daffa menghampirinya menduduki tubuhnya di lantai tepatnya diatas kepala Lulu yang berbaring. ia elus dahi istrinya mengelap keringat yang banyak itu lalu mengecup keningnya dengan penuh cinta.


"Gadisku yang malang" ucap Daffa menatap wajah istrinya yang mungil.


"Semalang itu ya?" tanya Lulu menatap suaminya.


"Iya, akibat tidak pernah olahraga sungguh sangat malang" ledek Daffa.


"Nyebelin! aku mau mandi ah" ucap Lulu segera bangkit dari lantai lalu membuka pintu segera menuju ke kamarnya dengan diikuti oleh Daffa. setiba dikamar, Lulu meraih handuk dan memasuki kamar mandi. sedangkan Daffa memainkan ponselnya sembari menunggu Lulu.


"Mantap.. ini baru kenikmatan yang hakiki berendam dalam air hangat" gumam Lulu memejamkan matanya hingga ia terlelap. Daffa yang sudah setengah jam menunggu istrinya yang sedang mandi pun merasa heran kenapa dia lama sekali, di taruhnya ponsel lalu mengetuk pintu.


"Sayang, lama amat sih.. aku sudah gerah nih" teriak Daffa namun tidak ada sahutan dari dalam.


"Apa dia tertidur??" gumam Daffa.


Lalu ditekannya gagang pintu, tidak terkunci lalu Daffa memasuki kamar mandi dan berkacah pinggang melihat istrinya yang tertidur. segera ia buka pakaiannya lalu menghampiri Lulu dan turut berendam juga.


"Sayang, bangun" ucap Daffa lembut.


"Emh, siapa sih mengganggu saja?" sahut Lulu dengan suara yang tidak jelas dan mata yang terpejam. Daffa dengan isengnya memasuki jarinya kedalam sesuatu yang sensitif untuk membangunkan istrinya secara halus. Lulu yang merasakan sensasi itu tampak menggeliat, mendesah, Daffa mempercepat volumenya hingga Lulu merasa kesakitan, ia pun terbangun.


"Eemh yang, aaah..." desahnya.

__ADS_1


"Bangunlah, enakkan?" tanya Daffa. Lulu pun segera berdiri karna terkejut melihat suaminya berada didepannya, Daffa yang melihat tubuh istrinya yang polos membuatnya mengerang hingga yang dibawah pun ikut tegang.


"Astaga yang, itu kenapa jadi bangun?" ucap Lulu terkejut tak sengaja matanya melirik ke bawah sana. segera ia ambil handuk dan meliliti tubuhnya, Lulu pun berlari menuju pintu namun sialnya Daffa segera menangkap istrinya, melepas lilitan itu lalu memeluk Lulu.


"Ini semua ulahmu karna tertidur, kau tau? aku daritadi menunggumu dan akibatmu adikku juga ikut mengerang" bisik Daffa di telinga istrinya dengan nada yang dingin.


"Sayang, lepasin ih.. aku capek" pinta Lulu.


"Sebentar saja ya yang, sekali menuju puncak" pinta Daffa. dengan malasnya, Lulu pun menyanggupi permintaan itu hingga terjadilah pertempuran panas di dalam kamar mandi.


Satu jam kemudian permainan mereka telah selesai, Daffa menggendong istrinya menuju ruang ganti dan menaruhnya di sofa. Lulu tampak sangat kelelahan, ia kesal bukannya sebentar tapi durasinya semakin lama dari perkiraan. Daffa benar-benar membohonginya.


"Ini pakailah, jangan pasang wajah cemberut mu terus." ucap Daffa.


"Kau pembohong! katanya sebentar ternyata lama" gerutu Lulu menekuk wajahnya.


"Tapi kau juga menikmatinya kan?" tanya Daffa, Lulu pun hanya bisa diam. sebenarnya Lulu juga menikmati permainan itu. Daffa yang menatap istrinya hanya diam langsung berasumsi bahwa benar adanya kalau Lulu juga menikmati itu.


"Hahahahaha, kau diam berarti iya. jangan sok kamu sayang, ingatlah bulan madu nanti, kau habis ku makan" ucap Daffa tertawa merasa lucu melihat ekspresi istrinya itu.


Kini kedua insan itu sudah berada di meja makan, perut Lulu yang keroncongan memaksanya untuk segera turun dan menghampiri ruang makan. kini mereka tengah menikmati makan malam yang bermenu rendang membuat Lulu gembira hingga ia makan dengan porsi nasi berkali lipat.


"Sayang, kau sudah nambah empat kali apa kau tidak kekenyangan?" tanya Daffa heran.


"Tidak, malah aku ingin makan lagi dan lagi" jawab Lulu menyuapi nasinya.


"Kau ini aneh sekali, porsi makan mu ngeri sekali yang" gerutu Daffa namun ia juga turut senang melihat istrinya selahap itu. apapun yang dilakukan istrinya, Daffa membiarkannya saja asalkan Lulu bahagia tetapi ia juga harus memerhatikan kesehatan Lulu yang sepertinya ingin timbun lemak.


"Pantasan kebanyakan wanita banyak lemak, begini toh kerjaannya hanya makan dan makan"

__ADS_1


__ADS_2