Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
102. Menarik rambut Lulu


__ADS_3

Malam telah berlalu, pagi telah menggantikan malam. diatas ranjang berukuran king size tidurlah sepasang suami istri muda yang dengan pulasnya terlelap. matahari yang menyinsing dipermukaan bumi, menyirami sinarnya ke arah wajah cantik itu. Lulu yang merasa terganggu akan matahari yang menyorotnya, terlihat ia mengerutkan dahinya dan mengerjap-ngerjapkan matanya yang kesilauan.


"Eemh..." rintih Lulu lalu membalikkan badannya ke arah Daffa dan matanya menoleh ke arah jam yang dipajang. sontak Lulu bangkit dengan perasaan kagetnya


"Sudah jam tujuh?!" gumamnya keras.


"Sayang, bangun!!" panggil Lulu menggoyang-goyangkan tubuh suaminya Daffa. Lulu segera beranjak bangkit dan mengambil handuk segera masuk ke kamar mandi.


tok tok..


Ternyata Daffa yang mengetuk pintu kamar mandi karna ia yang telah terbangun oleh Lulu.


ceklek,


"Aku mandi dulu, kamu mandilah disebelah" perintah Lulu.


"Tidak mau, kita mandi berdua saja" ucap Daffa.


"Ta..tapi.." belum sempat bicara sepenuhnya, Daffa mendorong pintu itu lalu ia masuk. dilihatnyalah tubuh Lulu, membuatnya mendengkus kesal karna Lulu masih mengenakan pakaiannya.


"Sayang, jangan dululah kita harus bekerja" tolak Lulu.


"Tapi aku ingin" ucap Daffa.


"Tidak tidak tidak! yang ada kita telat" tegas Lulu. Daffa tidak menghiraukannya lagi, ia segera menerobos kamar mandi.


"Lihatlah ini yang, kau harus bertanggung jawab" ucap Daffa lalu memeluk istrinya dengan kuat. Lulu yang ingin mendorong tubuh Daffa, tetap tidak bisa karna tubuhnya yang kuat. Lulu kembali pasrah dan membiarkan Daffa sesuka hati.


"Daaf.." panggil Lulu. Daffa tak menyahutinya, karna sibuk dengan urusannya sendiri. Daffa sangat aktif dan lihai membuat diri Lulu rasanya seperti tersengat listrik, tak karuan hanya diam mematung merasakan sesuatu itu yang menjalar didalam dirinya. sesekali Lulu mengeluarkan suara merdunya.


Beberapa menit kemudian, Daffa yang sesuka hati pun selesai dengan aktivitasnya. Daffa dan Lulu segera untuk membersihkan diri mereka secara berganti-gantian. Lulu menyuruh suaminya untuk keluar dulu dari kamar mandi agar Lulu membersihkan badannya terlebih dahulu.


Setelah Daffa mandi, terlihat Lulu yang sedang mengambil pakaian kerja suaminya. Lulu sudah sangat rapi dengan pakaian kantor yang membuat aura diri istrinya terpancar dan tiba-tiba Daffa datang menghampiri sang istri dan mencium rambut Lulu yang masih basah.


"Kamu sangat wangi" ucap Daffa menyium rambut istrinya.


"Ini pakaianmu, pakailah jangan menggodaku lagi" ucap Lulu.


"Baiklah" ucap Daffa sendu ia segera mengambil pakaiannya dari tangan Lulu dan segera memakainya. begitu juga dengan Lulu.


Kini Lulu tengah merias wajahnya secantik mungkin, mengoleskan bibirnya dengan warna yang sangat mencolok.

__ADS_1


"Sayang, hapus lipstikmu itu terlihat sangat tebal sekali" suruh Daffa yang tidak suka.


"Gak mau ah, sesekali aku berdandan seperti ini" ucap Lulu masih fokus pada bibirnya. Daffa makin geram, istrinya tidak mau mendengarkan. ia segera mengambil tisu dan menghampiri istrinya.


Sreeeet...


"Sayang! apa yang kau lakukan!" ucap Lulu kesal karna Daffa tiba-tiba memegang tangannya dan menghapus olesan itu.


"Seperti yang kamu lihat, aku tidak suka. kau seperti mau merayu pria saja" ketus Daffa.


"Huh kau ini!" kesal Lulu lalu mengambil tisu untuk merapikan lipstiknya yang belepotan.


Daffa dan Lulu sudah berada dimeja makan, sebagai istri Lulu melakukan kwajibannya untuk melayani suami. Lulu sedang mengoleskan selai coklat kacang diatas roti dan memberikannya pada suaminya yang sedang duduk menyesap kopinya.


"Ini sarapanlah biar kamu kuat sayang" ucap Lulu lembut.


"Terima kasih istriku" ucap Daffa. kini mereka sedang sarapan pagi dengan lahap.


~


~


Lulu dan Daffa telah tiba digedung perusahaannya untuk melanjuti pekerjaan mereka yang ditunda kemarin. Daffa menggandeng tangan istrinya membuat Lulu salah tingkah karna semua orang tengah memandang mereka. semua para pegawai menunduk hormat pada presdir perusahaan itu.


"Setahu gue itu sekretaris barunya tapi kok bisa yaa.. itu wanita pakai ilmu apa sih" ucap teman disebelahnya.


Pagi-pagi sudah menjadi bahan gosipan, begitulah kalau menjadi orang nomor satu diperusahaan itu yang sudah seperti selebriti yang slalu disoroti dimanapun berada.


Daffa dan Lulu baru saja keluar dari lift dan berjalan santai menuju ruangannya.


"Sayang, lepas ih.. malu tau" ucap Lulu yang melihat beberapa pegawai memandang mereka.


"Tidak apa, nanti mereka juga tau" ucap Daffa santai. Lulu hanya pasrah dan membalas senyum oleh sang pemilik mata. untungnya mereka juga membalas senyum Lulu.


Sesampai dimeja kerjanya, Lulu menaruh tas miliknya dan menyuruh Daffa untuk masuk keruangannya sedangkan ia mau ke pantri untuk membuatkan kopi sesuai rutinitas paginya.


"Sayang, masuklah dulu aku akan membuatkanmu kopi" suruh Lulu.


"Baiklah jangan lama-lama" ucap Daffa dan berlalu masuk kedalam ruangannya.


Selang beberapa menit, Lulu datang memasuki ruangan suaminya membawa dua buah gelas berisi kopi. Lulu menaruhnya diatas meja dan memberikannya pada Daffa.

__ADS_1


"Ini presdir, kopi anda" ucap Lulu memakai bahasa formal.


"Ck, astaga kau ini sayang, tidak usah memanggilku seperti itu" ucap Daffa yang tidak suka istrinya memanggil presdir. ia berjalan menghampiri Lulu yang berdiri didepan meja kerjanya lalu. memeluknya dari belakang.


"Tapi ini diwaktu kerja sayang" ucap Lulu.


"Kau itu Nyonya Daffa jadi harus memanggil suamimu dengan sayang, cintaku, dalam setiap waktu" ucap Daffa menaruh dagunya dipundak sang istri, menggoyang-goyangkan tubuhnya kekanan kiri seolah sedang mendengar alunan lagu.


"Baiklah kalau itu maumu" ucap Lulu lalu mencium pipi kiri suaminya.


Dari luar, Sheila baru keluar dari lift dan berjalan cepat. dia sangat tidak sabar untuk menjambak rambut Lulu.tetapi tiba-tiba langkahnya terhenti karna Rani yang melihatnya segera menghentikan langkah wanita itu.


"Kau mau apa nona?" tanya Rani merentangkan tangannya.


"Siapa kau berani sekali menghalangiku" bentak Sheila.


"Disini tempat bekerja bukan untuk ribut, sebaiknya pergilah nona" ucap Rani.


"Beraninya kau!" berang Sheila kesal lalu mendorong tubuh Rani hingga ia tersungkur untung saja pegawai wanita yang lainnya dengan sigap menangkap tubuh Rani.


"Kau tidak apa-apa?" tanya pegawai wanita itu.


"Tidak apa cin, waduh mau apa sih perempuan itu" gerutu Rani.


"Ayo kita keruangan presdir untuk menghentikannya" ucap pegawai wanita itu dan diangguki Rani.


Sheila sudah masuk keruangan Daffa, wajahnya merah padam melihat Daffa tengah memeluk Lulu dari belakang. melihat lulu mencium pipinya, ia segera berjalan cepat dan menarik rambut pendek itu.


"Aaaw!" rintih Lulu. Daffa yang sedang terhanyut dalam kecupan istrinya dibuat terkejut oleh rintihan Lulu.


"Sini kau wanita perebut!!" ucap Sheila menarik rambutnya.


"Apa-apaan kau ini Sheila!!" bentak Daffa.


Plaaaak!! Daffa menampar pipi Sheila yang berani-beraninya menarik rambut Lulu. Lulu segera merapikan rambutnya yang berantakan oleh wanita itu. tiba-tiba pintu dibuka masuklah Rani dan teman sejawatnya.


°


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2