Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
87. Daffa Murka


__ADS_3

Daffa duduk termenung dikursi kerjanya, ia berfikir sudah satu bulan Lulu mendiamkannya. mungkin ucapan Roni benar, Lulu sakit hati melihat ia dan Sheilla bersama. Daffa pun juga menyadari bahwa ia mulai punya perasaan pada Lulu. tapi soal Sheila, Daffa kurang yakin. mengingat cerita Roni, bisa saja terjadi. Roni tidak mungkin mengada-ada. Daffa percaya pada sahabatnya itu. Perkataan Roni membuat Daffa bimbang, bingung, siapa yang harus ia percayai. Roni atau Sheilla???? pikiran itu memenuhi otaknya hingga ia tidak bisaa melanjutkan pekerjaannya.


Daffa pun memilih kembali kedalam kamarnya dan terlelap hingga ia bisa melupakan pikirannya sejenak.


Sedangkan Lulu dikamarnya, ia sedang menonton drakor dikamarnya sambil ngemil. menonton dapat melupakan masalahnya sejenak. bukan drakor yang memiliki peran pelakor, melainkan drakor komedi membuatnya terhibur dan tertawa ngakak. Hingga acaranya pun selesai dan cemilannya juga ikut habis tanpa sisa, Lulu pun memilih tidur tapi sebelumnya ia menggosok gigi terlebih dahulu agar sisa makanan yang menempel di giginya tidak ada lagi.


"Uuuh melelahkan" gumamnya. lalu berbaring dengan posisi miring agar bahunya tidak terasa sakit. tak berapa lama ia pun tertidur dengan cepat.


*


*


*


Pagi hari telah tiba, matahari sudah menunjukkan wujudnya walaupun belum sepenuhnya terik. Lulu pun terbangun dengan tubuhnya yang terasa rileks. Lulu pun meregangkan tubuhnya dan kedua tangannya.


"Aduh" gumamnya yang merasa bahunya sakit. ternyata Lulu tidak sadar kalau lengannya terluka.


"Ya ampun aku lupa ini sakit sekali" gumamnya kembali dan ia pun segera mandi untuk kembali kerutinitasnya.


Dikamar Daffa, ia seperti entah mendapatkan firasat apa, tiba-tiba hatinya tersentuh untuk mematai Sheila hari ini. entah mungkin karna pikirannya masih terpaku akan perkataan Roni atau kah ada sang malaikat yang memberikan wahyu padanya untuk menyelidiki Sheila. Daffa pun merasa bingung.


"Kenapa hatiku berkata aku harus mengikuti Sheila yaa?? seperti ada yang menyuruhku" gumamnya.


Daffa pun lebih memilih mandi untuk menyegarkan pikirannya daripada memikirkan tentang Sheila. setelah mandi, ia pun mengambil baju kerjanya dan mengenakannya. disaat ingin mengambil tas kerjanya, tiba-tiba Daffa ragu harus bekerja atau mengikuti Sheila.


"Ini membuatku pusing! aaaah!" ucapnya sendiri.


Dengan wajah kesalnya yang pagi-pagi begini membuatnya pusing dan gelisah, Daffa pun segera berangkat tanpa sarapan dulu. Daffa pun memasuki mobilnya lalu menekan pedal gas dan mengendarainya. hingga diperjalanan, tiba-tiba ia membelokkan mobilnya ke arah kiri padahal menuju tempat kerjanya hanya melewati jalan lurus. Daffa pun terus mengendarai mobilnya tanpa sadar ia telah tiba diperumahan tempat tinggal Sheila.


"Kenapa aku malah kesini" gumamnya heran.


"Ah sudahlah, nanggung. sekalian ke rumah Sheilla" ucapnya kembali. hingga ia hampir tiba dipekarangan rumah Sheila, tapi dari jauh ia melihat ada sebuah mobil didepan rumahnya.

__ADS_1


"Siapa yang datang?" gumamnya heran hingga Sheila pun keluar rumah, kali ini Daffa dibuat terkejut melihat pakaian Sheila yang begitu seksi. roknya sangat mini sekali, dan belahan dada sepenuhnya terlihat. Daffa pun menelan ludah kasar melihatnya. Sheila pun memasuki mobil dan mobil itu berjalan meninggalkan rumah Sheila.


"Mau kemana dia?? harus gue ikuti" ucap Daffa lalu menekan pedal gasnya buru-buru sebelum kehilangan jejak Sheila.


Daffa terus mengikutinya, matanya slalu memandang mobil itu hingga mobil berhenti disebuah hotel mewah di ibukota.


"Kenapa dia kesini?? Ini seperti dejavu saja, seperti aku pernah mengalami ini" ucap Daffa heran apalagi melihat nama hotelnya dan pakaian yang dikenakan Sheila, seperti Daffa pernah mengalaminya tapi tidak tau kapan.


Sheila pun keluar dari mobil dan memasuki hotel tersebut. Daffa segera turun dan mengikuti kemana Sheila pergi. untung saja Sheila tidak sadar bahwa ia tengah diikuti oleh seseorang. Sheila pun sudah tiba disebuah pintu salah satu kamar dan memasukinya, begitu pun Daffa juga ikut menyusul. Daffa pun terpaku sebentar didepan pintu itu dan ia melihat pintu tidak tertutup rapat. Ya, karna Sheila lupa menutupnya saking terburu-buru. Daffa pun mengintip dari celah pintu itu dan melihat seorang lelaki parubaya sekitar empat puluhan tahun. Daffa menilik mengamati dan ternganga melihat Sheila merangkul leher pria itu dan membuka bajunya.


"Apa om sudah lama menungguku??" ucap Sheila duduk dipangkuannya dan melingkari tangannya dileher Pria itu.


"Sangat lama sayang, kamu wangi sekali" ucapnya penuh goda mencium aroma belahan dada milik Sheila. Sheila pun segera membuka pakaian Om itu lalu membuka pakaiannya hingga polos tanpa benang sedikitpun. Daffa yang melihatnya langsung mengepalkan tangan dan wajahnya yang memerah padam menimbulkan urat kasar diseluruh wajahnya.


"Kurang ajar!!" gumam Daffa memukul mukul tembok. Daffa pun tetap sabar, menahan amarahnya. Sekali lagi ia ingin melihat permainan Sheila kekasihnya itu.


"Bahkan dia sangat lihai sekali!" gumam Daffa kembali yang melihat Sheila duduk diatas pangkuan pria itu dan bergoyang penuh nikmat.


Daffa yang tidak tahan lagi langsung menerobos masuk dan menampar pipi Sheila dengan keras tanpa sepengetahuan kedua orang itu.


"Sheila kurang ajar sekali kau!!" ucap Daffa berang.


"Daffa?" gumam Sheila terkejut Daffa ada disampingnya.


"Apa-apaan ini!!! Sheila, siapa dia! mengapa kau bawa pengganggu!" bentak Pria parubaya itu.


"Sheila tidak tau Om" ucap Sheila bingung.


"Hei kau tua bangka!! apa kau tidak punya istri yang memuaskan kau haa!!" ucap Daffa geram menunjuk jarinya ke depan wajah pria itu.


"Kurang ajar sekali kau mengataiku!! Sheila, kau tidak akan ku beri uang sepersen pun satu bulan ini!" ucap Pria itu dan berlalu pergi. Sheila pun langsung sedih, kerjanya satu bulan ini bersama Pria itu hanya sia-sia, ia hanya mendapat uang tips yang tak seberapa baginya.


"Oooow jadi ini pekerjaanmu?? Astaga!" ucap Daffa frustasi mengacak rambutnya.

__ADS_1


Plaaaaak!! sekali lagi Daffa menampar Sheila dengan kuat hingga menimbulkan memar dipipinya.


"Maaf Daf, aku tak akan ulangi lagi" ucap Sheila berlutut meminta maaf.


"Dasar jal*ng, mur*han, ko*or!!!! sungguh makhluk hin* !!" bentak Daffa mengucap sumpah serapah pada Sheila.


"Maaf daf, jangan tinggali aku!!" ucap Sheila mengeluarkan air mata buayanya.


"Aku bahkan menyiakan istriku demi kamu!" ucap Daffa mengingat Lulu. ia merasa sangat bersalah.


"Istri??" gumam Sheila langsung mendirikan tubuhnya.


"Ya istri, aku sudah menikah!! dan kau penyebabnya aku menyiakannya." ucap Daffa dengan keras.


Sheila pun marah dan langsung mengangkat tangannya untuk menampar Daffa tetapi tamparan itu langsung ditahan oleh Daffa.


"Berani sekali kau mau menamparku! bahkan tangan ko*or kau ini tidak pantas menyentuh kulitku!" ucap Daffa menghentakkan tangan Sheila.


"Mulai sekarang, rumah dan barang-barang yang kau kenakan itu harus kau lepaskan!!" bentak Daffa marah.


"Tapi Daf..." ucap Sheila terpotong karna Daffa telah berlalu pergi meninggalkannya.


°


°


°


°


°


°

__ADS_1


Digantung dulu yaaa 😅😅🙏🙏


Jangan lupa Like, Koment dan Vote nya. 😊🙏


__ADS_2