
Lulu pun kembali membuka laptop miliknya semasa kuliah, memperlihatkan sang suami dari layar itu.
"Whaaaaat!!!!!!! bisa-bisanya dia malah berenang!" teriak Lulu terkejut melihat suaminya yang bersantai ria didalam kolam itu.
"Gak sadar dia yaa aku memantaunya dari sini. lihatlah nak, appi mu kayakmana, malah bersantai tinggalkan pekerjaannya" ucap Lulu pada sang jabang bayi. Lulu pun mengambil ponsel miliknya dari dalam tas, mencari kontak suaminya lalu menelepon suami tercinta yang pemalas.
Drrrrrt... drrrrrrt... drrrrrrt...
"Tidak diangkatnya, angkat dong. ponsel kan letaknya ditepi kolam" gerutu Lulu memerhatikan suaminya yang sedang berselonjor ditepi kolam tepat dekat ponselnya. mungkin saja Daffa sengaja untuk mengubah mode dering menjadi mode getar. Lulu pun berdecak kesal dan kembali menghubungi suaminya. Namun sayang, beberapa kali ditelepon juga tak kunjung diangkat.
"Sial! telpon rumah saja" gumam Lulu kembali menelepon nomor rumah.
Tring tring tring
"Hallo" sahut Bibi yang sepertinya diangkat oleh Bi Ningsih.
"Hallo Bibi, ini Lulu" ucap Lulu.
"Iya Nyonya, ada apa? apa ada yang ketinggalan?" tanya Bibi.
"Tidak bi. bisa berikan telepon pada Tuan?" ucap Lulu.
"Bisa nyon, ini bibi ke tempat Tuan" ujar Bibi lalu ia berlari menuju Tuannya yang tengah bersantai didalam air.
"Tuan, ada telepon" ucap Bibi memberikan gagang telephone pada Daffa. Daffa pun mengernyit heran, lalu meraih telepon itu dan menempelkan gagangnya pada telinga.
"Hallo" ucap Daffa.
"Hebat kamu ya malah bersantai di sana!! telponku juga gak diangkat! bangun dan kerjakan tugasmu. bisa-bisanya kau melanggar aturanku" omel Lulu diseberang sana. Daffa yang mendengar teriakan istrinya langsung menjauhkan sedikit dari telinganya.
"Ya ampun yang, aku lagi kerja lho ini, makanya gak lihat ponsel" ucap Daffa berbohong.
"Kerja kepalamu! kau bersantai didalam air kolam kan? jangan mengelak lagi, aku bisa mengetahuimu" ujar Lulu. Daffa pun heran bagaimana istrinya bisa tau tentang posisinya sekarang.
"Bagaimana dia bisa tau" gumam Daffa yang dapat didengar oleh Bibi.
"Itu Tuan" ucap Bibi menunjuk pada CCTV yang terpajang tepat mengarah padanya.
"Ya ampun" ucap Daffa menepuk jidat. lalu kembali berbicara pada sang istri.
"Iy---" ucap Daffa dipotong oleh Lulu.
__ADS_1
"Sekarang sudah tau kan aku melihatmu darimana??? ---" ucap Lulu terpotong karna ada ketukan pintu. Lulu pun menyahutinya disela-sela bicara pada Daffa.
"Iya masuuuuuk!!" teriak Lulu. seseorang masuk yang tak lain adalah Roni.
"Lu, ini--" ucap Roni juga terpotong oleh Lulu.
"Duduklah dulu disofa" suruh Lulu dan dianggukinya. Lulu pun kembali berbicara pada suaminya lewat telepon.
"Sekarang cepat kerjakan tugasmu Tuan Daffa!" teriak Lulu.
"Iya-iya baiklah cerewet. siapa yang datang? apa Roni?" tanya Daffa.
"Iya" ucap Lulu.
"Jangan macam-macam kalian diruangan itu, suruh dia segera pergi" ujar Daffa.
"Kau kira aku apa haa! bangkitlah! masih asyik didalam kolam" ucap Lulu menatap lekat pada laptopnya. Roni yang duduk hanya menatap heran istri Tuannya yang naik darah.
Disana, Daffa langsung menutup telepon secara sepihak tanpa menggubris istrinya lagi. ia pun segera naik dan mengeringkan tubuhnya pada handuk.
"Main mati-matikan saja!" gerutu Lulu setelah tak mendapat respon dari suaminya. Lulu pun menyimpan kembali ponselnya dan beralih menatap Roni yang tengah heran.
"Ada apa Ron?" tanya Lulu menduduki tubuhnya di kursi kebesaran itu.
"Ada sih beberapa, ini dia. aku benar gak ngerti. kamu kerjain yaa" suruh Lulu.
"Baiklah. tapi berkas yang ku berikan, rundingkan dulu pada Daffa baru ditandatangani" ucap Roni.
"Baiklah, aku akan menelponnya lagi nanti" ucap Lulu sesekali melirik laptopnya.
"Apa yang sedang kamu lihat?" tanya Roni penasaran.
"Tuanmu. itulah yang ku omelkan daritadi" ucap Lulu membalikkan laptopnya ke arah Roni. Roni pun memerhatikannya, tampak Daffa yang sedang menyemen batu bata untuk membuat tembok. seketika Roni tertawa lebar melihat bos sekaligus sahabatnya.
"Hahahahahaha, dia nguli?" ujar Roni sembari tertawa.
"Begitulah. aku pernah ngidam minta buatin gazebo, jadi sampai sekarang belum juga siap. kebetulan dia keganjenan sama pelakor yaudah kesempatan nyuruh bosmu buat lanjuti nguli" jelas Lulu pada Roni.
"Hmmm, jadi ceritanya sekarang kena hukuman ni" ucap Roni.
"Pikir saja sendiri. pergilah, biar aku hubungi Daffa dulu" usir Lulu.
__ADS_1
"Kayaknya gak perlu. aku yang akan antar kesana" ucap Roni memungut kembali berkas itu lalu melangkahkan kaki untuk pergi.
"Bilang saja kamu mau meledeknya" teriak Lulu.
"Tepat sekali" ucap Roni mengacungkan jempol lalu membuka pintu dan menghilang dari pandangan Lulu.
"Hahahahaha, dasar. aduh aku ini istri apaan yaa, senang amat ngerjain suami" ucapnya terkekeh. lalu kembali pada pekerjaannya yang lain pada laptop suaminya.
"Ternyata gak gampang jadi CEO, ada beberapa yang rumit." gumam Lulu menatap laptop itu.
"Its okey, tenang Lulu. ntar malam suruh Daffa untuk lembur" ucapnya bicara sendiri sambil terkekeh.
Roni mengendarai mobilnya dengan cepat, tidak sabar untuk melihat sahabatnya yang sedang dihukum sang istri plus ngidam yang tertunda pada tempo lalu. Roni tersenyum-senyum hingga tertawa sendiri membayangi Daffa yang tengah nguli bangunan membuat gazebo ditepi kolam. Lulu berharap saat berkumpul dengan anak mereka, mereka bisa berduduk santai di gazebo tersebut.
Tidak berapa lama, Akhirnya Roni telah tiba diperkarangan kediaman Daffa.
Tok tok tok
Ting tong
Pintu utama dibuka oleh Bibi, Bibi mempersilakan Roni masuk yang tengah mengedarkan pandangannya pada rumah itu.
"Dimana Daffa bi?" tanya Roni.
"Di samping Tuan. saya panggilkan dulu" jawab Bibi segera melangkah namun langsung dihentikan oleh Roni.
"Eh jangan Bi. saya saja yang kesana" ucap Roni.
"Baik Tuan, saya buatkan minum dulu" ucap Bibi dan segera berlalu pergi. Roni pun bergegas dengan langkah cepatnya untuk menemui Daffa. tampak sekali ia tidak sabar untuk melihat langsung bagaimana sang Presdir yang berkuasa digedung kini menjadi kuli bangunan di istananya sendiri. sangat lucu bagi Roni hingga ia hanya bisa menahan tawa untuk beberapa saat. Roni telah tiba di pintu samping yang terhubung langsung pada kolam renang. tampaklah Daffa yang tengah serius sembari mengelap keringatnya di dahi. Roni melangkahkan kaki dengan pelan, pelan dan sangat pelan, untung saja posisi Daffa tengah membelakanginya. sang mandor yang turut membantu dengan mengaduk semen menatap Roni yang datang. Roni langsung menaruh jari telunjuknya tepat didepan bibir, Mandor pun mengerti dan melanjuti pekerjaannya. Roni berfikir sejenak, ingin mengerjai seorang Daffa. Ia pun tersenyum seringai, menjongkokkan tubuhnya tepat dibelakang Daffa yang tengah berdiri menyusun batu bata dilapisi semen.
Tanpa berlama-lama, Roni langsung menjahili sahabat sekaligus Tuannya.
"Paaak!! jangan kurang ajar!"
Β°
Β°
Β°
Apa ya yang dilakukan Roni?? Hahaha ππ
__ADS_1
Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa ππ