Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
187. Jadilah imamku


__ADS_3

"Lekaslah berpakaian dan kita akan makan malam" suruh Daffa yang berselonjor diatas ranjang sembari menonton berita TVONE dilayar televisinya yang cukup besar. Lulu mengangguki dan segera memasuki ruang ganti.


Memakai baju tidur yang bermotif Volkadot, Lulu menghampiri meja rias dan mensisir rambutnya yang basah. Lulu tidak membutuhkan hairdryer sebab ia lebih betah rambutnya basah kalau didalam rumah.


"Sayang, ayo ke meja makan" ajak Lulu. Daffa mematikan televisinya dan bergegas menuju ruang makan sebab sedari tadi Daffa sudah merasakan cacingnya berdemo meminta asupan gizi.


Kini Lulu mengambilkan nasi juga lauk pauk untuk sang suami setelahnya untuk dirinya sendiri bersama sang jabang bayi. mereka melahap nasi dengan begitu nikmat hingga keduanya terus menambah porsi nasi sampai lambung tidak sanggup lagi menerimanya.


"Kenyanganya.." gumam Daffa.


"Jangan lupa minum kopimu sayang" peringat Lulu yang memegang gelas dan meminum air putihnya.


"Kamu juga sayang, habiskan susu hamilmu" ucap Daffa dan diangguki oleh Lulu.


Makan malam telah selesai, pasangan suami istri itu saling merasa kekenyangan hingga membuat Lulu tidak berdaya lagi dan membaringkan tubuhnya diatas sofa ruang keluarga. sedangkan Daffa lebih memilih duduk diatas karpet, bersandar pada sofa sembari menonton film action di televisi.


"Sayang, bisakah kau ganti yang lain? action sangat membosankan" ujar Lulu.


"Gak bisa sayang" jawab Daffa dengan mata yang masih menatap layar itu. Lulu menghembuskan nafas kasar dan memilih memainkan ponselnya mendengarkan lagu sholawat di Youtube.


"Dengerkan lagu ini nak, agar kelak kau mengerti apa itu sholawat" gumam Lulu dalam hati. namun tiba-tiba ia teringat akan barang belanjaan yang ia beli tadi sore bersama Daffa. Lulu pun bangkit dari baringnya, ingin beranjak namun ia mengurungkan niatnya sebab mendengar sholawat yang sudah merasuki hatinya.


"Mau kemana yang?" tanya Daffa.


"Eh, gak yang. gak jadi" ucap Lulu kembali membaringkan tubuh.


"Dengerin saja dulu sholawatnya, itu akan bagus untuk si ucul" ucap Daffa menatap televisi.


Hingga dua jam kemudian, film pun selesai. Daffa mematikan televisi dan mencium perut Lulu dengan begitu gemasnya. sedangkan Lulu tengah asyiik menonton channel Danpattie tv di Youtube. ya, sebuah channel youtube milik aktris thailand bersama kekasihnya. mereka sangat konyol dan somplak, begitu juga dengan pasangan Daffa dan Lulu yang tak kalah seru dengan mereka. Lulu tertawa ngakak melihatnya, hingga Daffa yang penasaran ikut andil menonton apa yang ditonton sang istri.


"Lihatlah, mereka seru sekali. hahahaha" ucap Lulu.


"Biasa saja, ayo kita ke kamar. sudah malam lho" ajak Daffa.


"Baiklah, tapi tunggu dulu! temani aku ke garasi" pinta Lulu.


"Mau ngapain?" tanya Daffa.


"Ambil sesuatu sayang" ucap Lulu mematikan ponselnya dan beranjak mengajak Daffa ke garasi.

__ADS_1


Setiba di garasi, Lulu mengambil kunci mobil milik Roni yang tergeletak dipenyimpanan kunci. setelahnya ia menghampiri mobil dan menekan tombol di kunci itu membuat mobil itu berbunyi. Daffa memerhatikan sang istri yang mengambil sebuah paperbag yang berlogo nama toko tadi yang ia singgahi. membuat Daffa penasaran, sebab ia tidak melihat Lulu berbelanja.


"Apa itu yang?" tanya Daffa menatap paperbag tersebut.


"Ini? hadiah untukmu. ayo ke kamar" ajak Lulu menutup pintu ruang garasi. Daffa semakin penasaran apa yang mau diberikan oleh Lulu padanya hingga Daffa mencoba untuk merebut paperbag itu.


"Eeeeits!! No hunny, nanti setiba dikamar" ucap Lulu memeluk paperbag tersebut.


"Kenapa dirahasiain sih" gerutu Daffa hingga akhirnya mereka menaiki tangga dan tibalah didepan kamar utama, mereka masuk dan Lulu memberi paperbag tersebut.


"Ini, ambillah" ucap Lulu tersenyum memberi paperbag itu pada suaminya. Daffa membuka, hingga ia tertegun menatap isinya.


"Al-qur'an, sajadah, sarung, baju koko, dan topi?" gumam Daffa mengeluarkan isinya satu persatu.


"Iya sayang, kamu harus menggunakan ini semua seumur hidupmu" ujar Lulu tersenyum senang sembari memeluk suaminya dari belakang.


"Artinya aku harus sholat dan mengaji?" tanya Daffa tercengang.


"Tentu saja. kenapa? apa kau tidak seorang muslim?" tanya Lulu memerhatikan raut wajah suaminya yang tercengang.


"Tentu saja aku muslim! aku merasa senang menyentuh al-qur'an ini" ucap Daffa menatap lekat mata sang istri.


"Masya-Allah sayang, aku tidak pernah berfikir bahwa kamu akan memberikanku ini" ucap Daffa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Kau terharu sekali yaa" ucap Lulu menatap mata bening itu.


"Tentu, sudah lama aku tidak memegang kitab suci ini" ucap Daffa.


Lulu penasaran berapa lama sih Daffa tidak menyentuh kitab itu hingga Lulu pun ingin mempertanyakannya.


"Berapa lama tidak menyentuhnya?" tanya Lulu.


"Semenjak aku mengenal She--la" ucap Daffa terbata.


"Ya ampun, sampai segitunya karna perempuan itu" ucap Lulu.


"Aku terlalu sering menghabiskan waktu bersamanya hingga aku meninggalkan sholat dan mengaji sebab Sheila slalu mendatangiku" jelas Daffa mengingat hari-harinya bersama wanita itu.


"Wanita itu membawa pengaruh buruk" gerutu Lulu memandang sinis ke arah lain.

__ADS_1


"Hingga kau tidak sadar dan malah memujinya hingga enggan melepaskan wanita jalang itu. pantasan saja Papa Mahesa menginginkanku bersamamu" gumam Lulu dalam hati.


"Halo sayang, kenapa melamun? ayo kita sholat lalu mengaji. Aku akan membawamu menuju syurga kita" ucap Daffa tersenyum sumringah.


"Ah sayang, kenapa sekarang jadi aku yang terharu" ucap Lulu memeluk suaminya.


"Karna kau yang membuka kembali hatiku dari kegelapan. terima kasih telah memberikan ini, Aku mencintaimu" ucap Daffa mengecup kening sang istri.


"Aaah sayang , ayo berwudhu. Kau masih ingat cara berwudhu kan?" tanya Lulu melepas pelukannya.


"Tentu saja, Wudhu dan Sholat tidak boleh terlupakan" ucap Daffa.


"Dan hanya mantan yang boleh dilupakan" sambung Lulu hingga Daffa mengacungkan dua jempol membuat mereka tertawa ngakak.


Lulu dan Daffa telah selesai berwudhu, kini keduanya mengibarkan dua sajadah, dan Lulu memakai mukenanya yang tersimpan lama dilemari dari hasil mahar yang diberikan Daffa saat menikah. Daffa memulai memimpin sholah hingga Lulu mengikuti imamnya.


Allahuakbar..


Daffa dan Lulu melaksanakan sholat isya dengan begitu khusyuk, hingga tidak terasa air mata Lulu tumpah saat bersujud dihadapan Allah. entah kenapa, tiba-tiba hatinya terenyuh saat melaksanakan sholah bersama sang suami yang dulunya sangat menyebalkan.


Daffa dan Lulu telah selesai sholat, mereka berdoa dan kemudian membuka Al-qur'an dari halaman depan yaitu surah al-baqoroh ayat satu. Lulu menatap suaminya, mencuri pandang sambil tersenyum. Daffa mulai membacakan ayat pertama itu dan diikuti oleh Lulu.


...Shodaqallah hulazhim...


Mengaji selesai, hanya dua lembar yang mereka lantuni dan memberi tanda pada ayat tersebut. kemudian, Daffa dan Lulu menutup kitab tersebut hingga Lulu menyalimi punggung tangan suaminya.


"Bagaimana rasanya melantuni ayat suci?" tanya Lulu.


"Sangat menentramkan hati dan membuatku nyaman saat membacanya" jawab Daffa duduk berhadapan didepan Lulu dengan beralas sajadah.


"Itulah yang kau tinggalkan dulu hingga kau menjadi pria yang menyebalkan" ucap Lulu terkekeh lalu Lulu berdiri, membuka mukenanya dan melipat mukena tersebut bersama sajadah. Lulu mengambil kitab itu dan menaruhnya pada tempat yang bersih.


Β°


Β°


Β°


Β°

__ADS_1


Jangan lupa LIKE, KOMENT dan HADIAH BUNGANYA yaaa πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2