
Ayura Izzati Mahesa, itulah nama gadis mungil yang baru saja terpancar dari mulut rahim sang Ibu. begitu bahagianya kedua suami istri yang baru saja sah menjadi orang tua untuk Ayura. tidak hanya orang tuanya, kakek, nenek, tante atau seluruh keluarga pun juga ikut berbahagia atas kelahiran malaikat kecil yang bersih dan mungil itu ke dunia ini. tampak Daffa sang Appi memberikan sang anak pada Mama Sonya, Mama Sonya sangat girang sekali menggondong cucu pertamanya yang tengah tertidur pulas setelah diberi ASI pertama. Daffa sangat bersyukur, kini kebahagiaannya berkali-kali lipat apalagi melihat istrinya yang tengah berbaring tampak sehat dan bugar, padahal Daffa sudah sangat shock melihat istri tercintanya menahan sakit yang teramat sakit seperti tulang belulang yang akan retak dan patah. melihat senyuman Lulu, hatinya begitu bahagia dan cintanya akan terus bertambah untuk sang istri.
"Jeng, lihatlah pipinya bulat sekali" ujar Mama Sonya gemas dengan cucunya.
"Iya jeng, persis kayak Lulu waktu bayi" ujar Mama Sarah tersenyum.
"Jeng, sepertinya dia haus ya, lihatlah mulutnya" ucap Mama Sonya.
"Berikan pada Lulu, Ma" pinta Lulu merentangkan tangannya untuk mengambil sang bayi.
"Yura mimik dulu ya sayang" ucap Mama lalu memberikan cucunya pada Lulu. Lulu mulai membuka sangkar gunungnya dan memberikan pada baby Yura untuk ia sedot dan melahap ASI yang begitu nikmat itu. Daffa antusias ingin melihat sang ucul tengah mimik, membuatnya tergiur ingin mencobanya.
"Maaauuu" bisik Daffa di telinga sang istri.
"Kamu sudah sering, ini jatah Yura sampai dua tahun" ketus Lulu memutar bola matanya.
"Tapi ini beda, aku ingin coba" ucap Daffa mengelus kepala anaknya yang dibaluti bedung.
"Gila kamu! awas ah, nanti Yura terganggu lagi" gerutu Lulu.
"Ayura gak ada bedanya saat masih di perut. udah lahir pun masih juga congok minta makan" ucap Daffa gemas. Ya, padahal baru lahir tadi langsung diberi ASI pertama, setelah Lulu memasuki ruang rawat inap sang ucul pun mulai kehausan kembali membuat Daffa gemas pada anak pertamanya itu.
"Dia anakku, doyan makan" ujar Lulu tersenyum melihat bayinya.
"Daaaaaaf!! kemarilah jangan mengganggu putrimu" panggil Papa Mahesa.
"Gak pa, Daffa mau lihat si ucul" elak Daffa. Papa menggelengkan kepala melihat anaknya itu, namun ia juga bahagia melihat Daffa yang begitu bahagia dan antusias melihat sang bayi mungil tersebut.
Tidak terasa hari pun sudah sore, pasti semua karyawan Mahesa 2 sudah pulang meninggalkan gedung itu. Rani yang sempat ke rumah sakit setelah melihat putri pertama sahabat dan Presdirnya, ia terpaksa kembali lagi menyelesaikan tugasnya yang belum kelar. Kini Rani dan Gibran tengah berada didalam mobil, bersiap-siap menancapkannya, dan melaju sedang dijalanan yang padat akan orang-orang yang telah selesai bekerja.
"Mas, kita beli buah dulu yuk sana beberapa roti" ucap Rani.
__ADS_1
"Siap Tuan putri. pas sekali itu ada Supermarket" ucap Gibran lalu melajukannya cepat menuju Supermarket tersebut. Rani dan Gibran pun turun dari mobil, memasuki supermarket tersebut dan mulai mencari buah tangan yang akan ia bawa untuk Lulu.
Setelah selesai berbelanja, mereka kembali lagi ke mobil untuk mengantarkannya ke rumah sakit tersebut. hingga tibalah mereka di rumah sakit tempat persalinan sahabatnya, mereka segera turun dan dengan tak sabarnya, Rani berjalan lebih cepat.
"Rani!" panggil seseorang dari belakang. Rani dan Gibran pun menoleh, terlihatlah Tari dan Ferdi dengan membawa baby Sakha dalam dekapannya.
"Tari??? waah kamu sudah lahiran juga? kok gak bilang" gerutu Rani lalu mengelus baby yang baru berumur seminggu itu.
"Gak sempat pegang ponsel. udah jarang sejak punya baby Sakha" ujar Tari tersenyum kecut.
"Sakha namanya? comel sekali. ayo kita masuk" ajak Rani kemudian. hingga dua pasangan itu pun memasuki lobi dan menuju ruangan Lulu yang masih berada dilantai satu.
tok tok tok
Ceklek,
"Eh kalian, ayo masuk" ajak Daffa membuka pintu lebar-lebar. ruangan itu tampak sepi, hanya ada Lulu, Daffa dan baby Yura. ya, kedua orang tua mereka baru saja pulang karna mama Sarah harus menjemput Vivi yang merengek minta di jemput karna Vivi baru saja pulang sekolah. sedangkan mama Sonya, mengambil pakaian Lulu dan cucunya dirumah sang anak.
"Terima kasih semuanya, tidak perlu repot-repot bawa ini segala" ucap Daffa cengengesan.
"Gak mungkin gak bawa. toh itu untuk Lulu agar nutrisinya tercukupi" ketus Tari membuat Daffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tari, Rani, akhirnya kalian datang" girang Lulu merentangkan tangan menyambut mereka.
"Lulu, alhamdulillah selamat ya beb" ucap Tari memeluknya lalu beralih pada baby Yura yang berada didalam ranjang kecil khusus bayi.
"Boleh ya aku menggendongnya?" tanya Tari dan diangguki oleh Lulu sembari tersenyum. Tari
"Benarkan tebak gue, pasti Yura akan lahir pada waktu itu juga" ucap Rani.
"Iya, iya, Yura menuruti kemauanmu" ucap Lulu tersenyum lalu memeluk kembali sahabatnya. Tari mengangkat bayi cantik itu, menggendongnya didalam dekapan sembari tersenyum melihat pipi chubbynya. bisa dibayangkan, baby Yura sangat cantik seperti Lulu, memiliki kulit putih, pipi yang merah dan berchubby, badannya juga yang cukup besar dibandingkan Sakha. Tari membawa baby Yura pada suaminya, memperlihatkan teman baru pada baby Sakha yang berada digendongan Ferdi. mereka senang sekali melihat kedua baby yang tengah tertidur itu.
__ADS_1
"Yang, lihatlah mereka comel sekali. baby Sakha sudah punya teman nih" ucap Tari tersenyum.
"Punya teman yang cantik ya nak, kalau udah besar langsung diembat Yuranya" ucap Ferdi terkekeh.
"Hahahaha.. jangan dong. baby Yura punya appi Daffa gak boleh diembat sebelum waktunya" sahut Daffa melihat baby mereka.
"Dasar appi yang overprotektif" gerutu Lulu membuat mereka manggut-manggut setuju.
"Harus dong. baby Yura kalau sudah besar gak boleh disentuh apalagi diembat" ucap Daffa terkekeh.
"Huuuuuuuuuu........." sorak mereka semua menyudutkan Daffa.
Oeeek... oeek..... oeeek....
Tangis kedua bayi itu pun pecah didalam ruangan itu atas kebisingan yang orang tua mereka lakukan. seketika mereka terdiam dan menoleh pada kedua bayi itu. Tari dan Ferdi pun mendiamkan baby mungil itu namun Yura juga tidak mau diam membuat Daffa ingin merebutnya.
"Tar, sini gue yang gendong" ucap Daffa mengambil alih sang putri. baru dipegang oleh Daffa, Yura langsung terdiam dan kembali tertidur membuat mereka keheranan.
"Wah, sama appinya langsung diam yaa" sahut Rani.
"Yaiya, namanya juga milik appi ya gak boleh rewel" ucap Daffa pada anaknya.
"Eeh,,,emmh" sahut baby Yura menggeliat, mengeluarkan suara mungilnya dan tersenyum dengan matanya yang terpejam.
"Waah, dia menyahutiku dan tersenyum. kamu benar-benar kebanggaan appi" ucap Daffa terharu lalu menyium pipi gembul sang putri. Lulu yang melihatnya pun tersenyum, kebahagiaannya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Lulu merasa kini hidupnya telah lengkap setelah kehadiran sang putri Ayura. hidupnya lebih berwarna dan tidak sabar lagi untuk keluar dari rumah sakit ini dan menghabiskan waktu dirumah bersama suami dan putri tercintanya.
°
°
°
__ADS_1