
Sudah diperbolehkan untuk pulang, akhirnya kini Ibu baru itu telah tiba dirumah mereka. Awalnya mama Sonya menyarankan untuk tinggal bersamanya agar ada yang turut membantu dalam mengurus Ayura si bayi mungil. Namun Lulu enggan untuk menerimanya dan memilih tinggal dikediamannya sendiri. lagian dirumah juga ada kedua bibi yang siap membantunya kapanpun.
"Akhirnya kita sudah pulang sayang" ucap Lulu menggendong bayinya lalu memasuki pintu utama kediamannya bersama Daffa yang tengah menenteng tas dan diikuti keluarga keduanya dibelakang.
"Selamat siang Nyonya, Tuan dan Nona muda" sapa Bibi yang berdiri diambang pintu menyambut majikan dan nona muda Mahesa yang baru.
"Selamat siang Bibi" sahut Lulu tersenyum. Lulu pun berjalan menuju ruang keluarga dan alangkah ia terkejut, melihat ruangan itu yang telah didekorasi secantik mungkin bertema welcome nona muda Ayura dengan hiasan bernuansa merah muda dan biru langit. Lulu terpana, tercengang ditempat berdirinya, ia tak percaya bahwa para pekerjanya akan membuat surprise begitu.
"Sayang, lihatlah indah sekali" puji Lulu merasa takjub.
"Apa ini pekerjaan Bibi dan Mamang?" gumam Daffa yang ikut tercenung.
"Waah.. ide siapa ini yang buat seperti ini? ini keren" sahut mama Sarah yang ikut terpana. semuanya saling bertatap, seolah bertanya siapakah gerangan yang membuat ide seperti ini. tidak ada yang tau, hingga Lulu melihat Bi Tuti yang tengah berjalan melewati mereka.
"Bibi!" panggil Lulu lalu berjalan mendekati Bibi yang menghentikan langkahnya.
"Iya Nyonya?" tanya Bi Tuti.
"Apa Bibi yang buat dekorasi seperti ini?" tanya Lulu penasaran. Bibi pun hanya cengengesan, menggaruk tengkuknya sembari mengangguk.
"Hehehe iya Nyonya. Bibi dan Mamang yang memiliki ide ini. maaf Nyonya, kami gak ijin dulu" ucap Bibi menunduk. Lulu pun tersenyum lebar, ia merasa sangat senang dan gembira pekerjanya memiliki ide inisiatif seperti ini.
"Aah Bibi, justru Lulu senang dengan dekorasinya. pasti itu semua dari uang gaji Bibi kan?" tanya Lulu. tapi Bibi tidak menjawab dan hanya tersenyum.
"Aku harus menaiki gaji pekerjaku." gumam Lulu dalam hati.
"Yasudah Bi, buatin minum dan cemilan lain ya" ucap Lulu setelah tidak mendapat jawaban.
"Tenang saja Nyonya, sudah bibi siapkan semuanya. hidangan makan siang juga sudah" ucap Bibi tersenyum.
"Ah kalau gitu kita makan siang dulu" ucap Lulu lalu kembali pada keluarganya yang tengah duduk sembari mengobrol.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu?" ucap Lulu tersenyum.
"Aaah iya, kebetulan mama lapar nak" sahut mama Sonya. hingga mereka pun pergi ke ruang makan terlebih dahulu. sedangkan baby Ayura tengah tertidur didalam dekapan Bi Ningsih. mereka membawanya ke taman, memperlihatkan taman itu pada Nona muda mereka.
"Uluh-uluh comelnya Nona muda kita ya mbak" ujar Bi Ningsih menimang Ayura yang tersenyum tipis didalam tidurnya.
"Benar Ning, dia tersenyum" girang Bi Tuti menatap lekat wajah bayi mungil yang baru berusia tiga hari itu. Mereka begitu bahagia menatap wajahnya, Nona muda yang selalu ditunggu kehadirannya selama sembilan bulan ini. apalagi mereka berharap Nona muda akan berlari kesana kemari hingga rumah berserakan dan membuat bibi terpontang panting membereskannya. dimasa itulah yang mereka impikan, masa-masa penuh suka dan penuh keramaian suara anak kecil yang cekikikan. bagi Bibi, Nona muda Ayura adalah pelengkap seisi istana ini kelak saat ia mulai nakal dan aktif.
"Nona gak rewel ya Ning" ucap Bi Tuti.
__ADS_1
"Iya Mbak, enteng banget bobonya." ujar Bi Ningsih.
Lulu dan keluarga telah selesai menyantap makan siang, ia pun menghampiri kedua Bibi yang tengah duduk diayunan sembari mengobrol menatap buah hatinya. Lulu tersenyum, ia beruntung memiliki kedua Bibi yang begitu baik.
"Bibi, mari sini Ayuranya" ucap Lulu menyodorkan kedua tangan untuk menyambut sang buah hati.
"Ini Nyonya. Nona muda gak rewel. enteng sekali dia" ucap Bibi.
"Syukurlah bi, untung saja tadi di mobil udah Lulu nyusui. ternyata dia pelapar" ucap Lulu terkekeh membuat kekehan Lulu tertular pada Bi Ningsih dan Bi Tuti.
"Yasudah Lulu kedalam dulu ya.." ucapnya dan berlalu pergi. Lulu melangkahkan kaki menuju keluarga besarnya berada.
Malam telah tiba, yang tadinya masih memancarkan cahaya matahari kini telah berubah menjadi kegelapan yang berganti dengan lampu pijar. didalam kamar, Lulu tengah menyusui baby Ayura sembari mengelus rambut tipisnya. Lulu tersenyum, bahagia telah menjadi Ibu untuk anaknya dan berjanji akan menjaga dan merawat titipan Tuhan padanya.
"Sayang, siap ini kamu ngapain?" tanya Daffa menatap gunung yang disedot.
"Tidur" ketus Lulu singkat.
"Heem, aku harus berpuasa sampai kapan?" tanya Daffa.
"Sampai Yura tiga tahun" ucap Lulu asal.
"Ada-ada saja kamu yang" ucap Daffa menyentil dahi istrinya.
"Kamu sih.. Yura lama banget mimiknya. appi mau lho sayang" ucap Daffa mengecup kepala Ayura.
"Ngacok! udah ah tidur sana. yang ada dia bangun" ucap Lulu kesal.
"Apa itu air susunya banyak? gunung kamu terlalu kecil" oceh Daffa memencet gunung merapi itu dengan telunjuknya.
Plak!!
"Jangan sentuh milik Yura! tidurlah!" gertak Lulu dengan suaranya yang tidak terlalu besar. melototkan matanya menatap Daffa yang mengelus punggung tangannya.
"Eeeek...oeeeek... oeeeek....."
"Cup..cup..cup sayang.." Lulu menenangkan bayinya yang menangis akibat kegaduhan Daffa yang terus mengganggunya. Lulu mengangkat Yura, menimangnya sembari menyusui. Lulu menatap Daffa dengan tajam, ingin menghajarnya yang sudah membuat ia kesusahan harus menidurkan Yura kembali.
"Cup.. cup.. bobo lagi ya sayang" ucap Lulu pada putrinya. sedangkan Daffa hanya gigit jari melihat pandangan sang istri yang tajam ke arahnya seakan ingin membunuh.
Baby Yura telah tertidur dan melepaskan pagutan bibirnya pada anak gunung itu. Lulu menutupi dengan sangkarnya kembali lalu menaruh Yura didalam ranjang tidurnya khusus baby dengan dibaluti kelambu berwarna putih agar ia terlindungi dari nyamuk atau binatang terbang lainnya.
__ADS_1
"Jangan menggangguku! aku lelah" ucap Lulu menyibakkan selimut membaluti tubuhnya.
"Mau cucu boleh ya" pinta Daffa dengan wajah imutnya.
"Minta sama Bibi bukan samaku" ucap Lulu lalu menyampingkan tubuhnya menghadap ranjang Yura. Daffa semakin gemas melihat sang istri yang telah ia jahili, ia terkekeh dari belakang tubuh Lulu..Daffa pun mendekatkan tubuhnya dan memeluk sang istri dari belakang.
"Astaga, apalagi dia ini. Minta anu? mana mungkin jelas aku baru saja melahirkan" gumam Lulu dalam hati memutar bola matanya jengah.
Daffa memeluk istrinya sangat lama sembari mendengkus tengkuk leher Lulu yang wangi. tiba-tiba hasratnya meronta-ronta ingin menghasutnya batalkan saja puasa tapi itu sangat mustahil untuk seorang suami yang baru saja memiliki bayi. Daffa pun berfikir, ia memiliki ide, lalu menarik pundak Lulu untuk menghadap dirinya.
"Emmmh yang, aku ngantuk" gumam Lulu dengan mata yang baru terpejam. Daffa tak menghiraukannya, ia langsung menindih dan melahap santapan malamnya. Lulu terkaget, matanya melotot dengan perlakuan itu, mulutnya tak bergerak dan tak bermain namun Daffa memaksanya hingga Lulu membuka sedikit celah membiarkan lidah itu menari-nari.
"Eemh, lepas!" berontak Lulu.
"Kita tak boleh melakukannya" peringat Lulu disela bermainnya.
"Aku tau." ucap Daffa.
"Tapi kenapa itu sangat keras?" tanya Lulu yang merasakannya.
"Shit!!!" umpat Daffa lalu beranjak bangun melepaskan pagutannya. Lulu pun merasa lega sang suami menghentikan aksinya. namun Lulu kembali melotot melihat Daffa membuka sarung tongkat sakti lalu mendorong kepala Lulu untuk menatapnya lebih dekat dan sangat dekat.
"No!!" ucap Lulu yang tampak tak ingin menatapnya walau ia melihat lebih jelas.
"Came on, pleaseee" pinta Daffa terdesak.
"Ba--
Oeeek oeek...
Ucapan Lulu terpotong sebab Baby Yura menangis, Lulu pun berdiri dan mengambil bayinya. Daffa bedecak kesal dan harus menuntunnya untuk bersolo ria dikamar mandi.
"Yuraaaa... kau mengganggu appi!" gerutu Daffa dalam hati memasuki kamar mandi. seketika tangisan Yura pun berhenti saat baru saja Lulu mengambilnya. tampak jelas Yura tersenyum lebar menatap amminya yang tercengang lalu kembali memejamkan matanya.
"Dia tersenyum setelah menangis? Good girl, Yura. diam-diam kamu mengerjai appimu" gumam Lulu dalam hati lalu menaruh kembali anak mungil miliknya.
"Sekarang aku harus kembali tidur sebelum monster itu keluar" gumam Lulu menatap pintu kamar mandi. ia pun menyibakkan selimut membaluti tubuhnya dan tertidur dalam sekejap.
Β°
Β°
__ADS_1
Β°
Jangan lupa Like, Koment, Hadiah bunganya ya..ππ