Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
96. Daffa bahagia


__ADS_3

"Maaf, karna aku tuan kehilangan kerja sama ini" lirih Lulu.


"Tidak masalah, bagiku kau lebih berharga dari apapun. bahkan kulit mu disentuh sedikitpun aku rela kehilangan apapun untuk melindungimu" ucap Daffa.


"Ehem!!" dehem Roni. Lulu dan Daffa pun menoleh ke arah suara, Daffa pun menyuruhnya untuk pergi. menurutnya ini moment untuknya meminta maaf pada Lulu.


"Pergilah!" usir Daffa kepada Assistennya itu.


"Baik tuan" ucap Roni dan berlalu pergi meninggalkan ruangan itu. setelah Roni pergi, Lulu juga ikut beranjak untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Tunggu Lu" ucap Daffa menghentikan langkah Lulu.


"Yaa???"


"Hmm, Aku mohon maafkan aku dimasa lalu sudah menyakitimu, Lu. aku merasa mulai mencintaimu sejak kamu dekat dengan Gibran. Lu, aku akan lakukan apa saja perintah mu asal kamu mau memaafkanku" ucap Daffa berlutut memohon maaf pada Lulu. melihat itu hati Lulu luluh walaupun masih ada rasa kesal dihatinya. tapi Lulu akan mencoba memaafkan suaminya demi rumah tangga yang ingin ia bangun.


"Berdirilah, aku memaafkanmu" ucap Lulu. sontak Daffa bahagia mendengarnya ia pun langsung berdiri.


"Benarkah???" tanya Daffa sumringah. Lulu mengangguk angguk tersenyum tanda ia benar-benar memaafkannya.


"Terima kasih sayang, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Daffa memeluk Lulu.


"Asal kau menepatinya" ucap Lulu membalas pelukan suaminya. mereka berpelukan cukup lama untuk meredam rasa kerinduan masing-masing.


"Sudah ah, aku mau bekerja" ucap Lulu melepas pelukannya dan melangkahkan kakinya. baru dua langkah, Lulu langsung terhuyung kebelakang dan membentur dada suaminya. ternyata Daffa menarik tangannya kuat hingga membentur dadanya membuat Lulu terkejut. Daffa langsung mencium bibir istrinya, mengulumnya dan melum*tnya. Lulu menyukai itu ia pun terbawa arus dan membalas ciuman itu. Daffa yang sudah merasa istrinya begitu menikmati itu, ia segera mengangkat tubuh Lulu dan meletakkannya diatas meja rapat masih dalam pagutan bibirnya.


"Emh" desah Lulu. lalu mengalungkan tangannya dileher Daffa.


"Boleh kah??" tanya Daffa yang ingin membuka kancing baju Lulu.


"Ta..tapi nanti ada yang masuk bagaimana?" tanya Lulu khawatir.


"Sebentar" ucap Daffa lalu pergi ke arah pintu dan menguncinya. setelah itu ia kembali ke istrinya.


"Sudah, kau tak perlu khawatir" ucap Daffa yang segera membuka kancing baju Lulu. setelahnya ia mencium dada istrinya hingga memberi sebuah tanda membuat Lulu mengerang. tak lupa Daffa juga merem*s gunung Lulu yang datar itu.


"Kenapa sangat kecil, aku akan membesarkannya" ucap Daffa penuh goda.


"Kau ini" rajuk Lulu. Daffa kembali mencium bibir istrinya sambil meremas kuat. Lulu menikmatinya, darahnya berdesir. ini pertama kalinya baginya.


"Sayang, sudah ah.. aku mau melanjutkan pekerjaan dulu supaya kita cepat pulang" ucap Lulu menghentikan Daffa.

__ADS_1


"Baiklah" turut Daffa. mereka pun merapikan pakaiaanya dan segera keluar dari ruangan itu.


Didalam ruangan Daffa, ia sangat bahagia sekali hari ini. ia sudah mendapatkan permaafan dari Lulu. dengan semangatnya, Daffa kembali melanjutkan pekerjaannya supaya cepat selesai dan kembali pulang kerumah bersama istrinya.


Ditempat Lulu, ia tersenyum-senyum sendiri. hatinya lega karna sudah tidak ada lagi rasa kebencian itu. Lulu segera menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


Hari tak terasa sudah sore saja, Lulu segera membered-,bereskan pekerjaannya begitu Daffa yang berberes-beres. setelahnya Daffa langsung keluar ruangan dan menyamperin istrinya.


"Sayang, apa kau sudah selesai??" tanya Daffa.


"Sudah sayang, ayo" ucap Lulu.


"Tunggu, kau panggil aku apa tadi?" tanya Daffa penuh selidik.


"Sa..yang. uuupz" jawab Lulu lalu menutup mulutnya keceplos.


"Hahahaha wajahmu lucu sekali sih. aku menyukai panggilan itu" ucap Daffa meledek lalu berbisik ditelinga istrinya.


"Apaan sih geli, jangan lebay ayo pulang" ajak Lulu menarik tangan suaminya.


Rani yang ingin menyamperin Lulu, tiba-tiba terkejut melihat Lulu menggandeng tangan suaminya. Rani pun menghampiri lulu dan Daffa lalu menggoda mereka.


"Is apaan sih" ucap Lulu lalu menoleh wajah suaminya yang tersenyum mengembang.


"Cepatlah nikah Rani, biar kau merasakannya" timpal Daffa.


"Hehe, belum waktunya tuan" jawab Rani cengengesan.


"Kau sudah tua, itu sudah waktunya" timpal Lulu. Rani hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. bukannya menggoda pasangan itu, malah dia yang terpojokkan.


Kini mereka sudah keluar dari lift dan berjalan menuju lobi.


"Wah ada apa itu.. kenapa Presdir menggandeng tangan wanita itu" bisik seseorang pada temannya.


"Entahlah, apa mungkin itu selingkuhannya?" tanyanya mengada-ngada.


"Hus mana mungkin. tapi akhir-akhir ini nona Sheila tidak pernah kesini lagi. apa mungkin sudah putus yaa dan nona itu kekasih barunya?" ucap temannya.


"Mungkin saja. syukur deh Presdir melepaskan perempuan itu. semoga wanita yang bersama Presdir adalah wanita baik-baik yaa... dari gelagatnya sih dia jauh sekali dari Sheila" ucap temannya.


Para pegawai yang melihat Daffa dan Lulu bersama pun merasa keheranan. mereka sudah mengira bahwa Lulu adalah kekasih baru Presdir. mereka juga berharap Lulu memiliki sifat yang tidak seperti Sheila yang angkuh.

__ADS_1


Kini Daffa dan Lulu sudah ada diparkiran, Daffa membuka pintu depan untuk istri tercintanya itu.


"Silakan masuk Nona" ucap Daffa membuat Lulu tersenyum.


"Terima kasih tuan" balas Lulu dan segera masuk. Daffa pun kembali mengitari mobilnya dan segera masuk. Daffa pun menekan pedal gas lalu melajukannya.


Dari jauh, seseorang sudah mengintai Daffa dengan teropongnya. nasib baik malah dipihak mereka karna mereka sudah menemukan wajah yang mirip dengan fhoto itu.


"Itu dia, ayo kita ikuti" ajak si gondrong. mereka pun menyalakan mobilnya dan mengikuti Daffa yang sudah keluar gedung.


Dengan tergesa-gesa, Daffa melajukan mobilnya dengan kencang membuat Lulu kaget.


"Sayang, pelan-pelan dong" ucap Lulu.


"Aku tidak sabar sayang" ucap Daffa yang masih fokus mengemudikan mobilnya.


"Haaa?? emang apa yang kau cari dirumah?" tanya Lulu heran.


"Memakan yang sudah menjadi milikku" ucap Daffa tersenyum seringai. sedangkan Lulu merasa bingung makanan apa yang diinginkan suaminya itu.


"Oh.. apa mungkin bibi membuat cake yaa?" ucap Lulu mengira-ngira. sedangkan Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya merasa heran dengan kepolosan istrinya.


"Dasar polos" bathin Daffa. hingga mereka pun telah tiba dikediamannya. Daffa pun keluar dan membuka pintu untuk Lulu.


"Silakan nyonya" ucap Daffa.


"Apaan sih" ucap Lulu yang merasa geli melihat tingkah suaminya. Daffa pun segera menggendong istrinya membuat Lulu terkejut.


Dari jauh, seseorang sudah merekam mereka. mereka pun tersenyum puas karna sudah mendapatkan wajah istri Daffa dengan jelas. ya mereka sangat yakin wanita itu adalah istri Daffa karna perilaku Daffa yang sangat romantis.


"Akhirnya kita mendapatkannya, Ayo segera ke tempat bos" ajak pria itu pada temannya. dan mereka pun pergi meninggalkan kediaman Daffa.


°


°


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2