Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
145. Menonton TMTM


__ADS_3

"Sayang, kamu ngapain?" tanya Daffa yang baru keluar dari kamar mandi. ia memandang Lulu yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Aa...aaa... gak ada. kamu gak lihat apa apa tadi kan?" tanya Lulu yang terlihat cemas.


"Tidak, hanya saja kau sedang berlenggak lenggok didepan cermin itu. kamu ngapain sih pakai ditutupi selimut segala?" tanya Daffa heran. Lulu menyipitkan matanya seolah bingung kenapa Daffa berlagak tidak melihat apa-apa.


"Apa dia tadi tidak melihatku memakai pakaian ini?" gumam Lulu dalam hati.


ya, Daffa tidak terlalu jelas melihat Lulu karna tetesan air dirambut membasahi bulu matanya jadi Daffa hanya melihat samar-samar sosok Lulu yang tampak sedang bergoyang-goyang.


"Aa..aku.. aku berak celana tadi, gak tau kenapa tiba-tiba mencret. awas-awas!!" ucap Lulu yang gugup, segera ia berlari hingga menabrak tubuh Daffa dengan balutan selimutnya. setelahnya Lulu segera menutup pintu, melepaskan selimutnya diluar kamar mandi, tak lupa ia juga mengunci pintu agar Daffa tidak masuk dan mengganggunya lagi. Lulu sudah sangat lelah bila harus melayaninya dengan memakai pakaian ini.


"Haah.. syukur.. gara-gara pakaian sialan ini!" gumam Lulu yang masih bersedekap didepan pintu. Lulu segera melepaskannya dan memasuki ke dalam ranjang yang berisi pakaian kotor.


Sedangkan Daffa merasa bingung dengan ucapan Lulu, diambilnya selimut yang tergeletak dilantai lalu mencium seluruh permukaannya. mendengkus untuk menemui sisi mana yang bau akibat pup yang dikatakan Lulu.


"Mana ada bau pup, bohong ni orang yaa" gumamnya menatap pintu kamar mandi, lalu menaruh selimut di atas kasur.


Daffa tak mempedulikannya lagi, segera ia keruang ganti dan mengambil baju kaos dan celana pendeknya untuk ia kenakan sepanjang malam ini. setelahnya Daffa membaca buku tentang bisnis diatas kasur sembari menunggu istrinya.


Lulu berendam didalam bathup sambil memikirkan dirinya memakai pakaian itu, merasa geli sendiri menatap dirinya yang bergaya sensual membuat bulu kudunya berdiri. bagaimana nanti bila didepan Daffa?? bisa-bisa ia akan pingsan duluan.


"Aku harus sembunyikan lingerie itu! aduh, tapi bagaimana?? aku lupa menyimpannya lagi. Daffa pasti sudah menemukannya duluan. aaaaakh!!" gumamnya mencak-mencak didalam air.


Daffa teringat akan lingerie yang ia beli tadi, segera ia taruh bukunya dan berjalan menghampiri sofa. tampak paperbag yang sudah dibongkar-bongkar, Daffa mencari lingerie disalah satu paperbag.


"Astaga, sudah dibongkarnya juga?? kenapa hanya ada dua, mana yang warna putih tadi?" gumamnya menatap pakaian itu. cukup lama berfikir, akhirnya Daffa teringat akan tingkah istrinya yang kocar-kacir dibalik selimut. Daffa tersenyum seringai, ternyata Lulu sempat mencobanya tadi dan tampak gugup saat dirinya datang.

__ADS_1


"Lulu-lulu, sudah kelewat nakal ya.. beraninya dia mencoba gaun ini disaat aku sedang mandi" gumamnya terkekeh. Daffa berinisiatif untuk menunggu istrinya didepan kamar mandi. sangat lama, hingga ia merasa lelah terus berdiri. betapa bodohnya Daffa mau menunggu Lulu yang jelas berjam-jam didalam sana. Daffa menduduki tubuhnya diranjang, belum ada tanda-tanda istrinya akan keluar. hingga tak berapa lama pun Daffa tertidur saking lelahnya menunggu sang istri.


"Sudah aman gak yaa, sampai lupa bawa handuk lagi" ucap Lulu pada dirinya sendiri. ia buka sedikit pintu, menatap luar dari celah pintu, tampak Daffa yang tertidur diatas ranjang. Lulu beryes-ria, segera ia langkahkan kaki dengan pelan agar Daffa tidak terbangun. akhirnya Lulu bisa bernafas lega, ia berhasil lalu meraih handuk didekat lemari dan mengelap tubuhnya yang basah.


Lulu bersyukur, Daffa belum juga bangun. perutnya yang lapar membuat cacingnya meronta-ronta. segera ia ke dapur untuk menemui bibi. terlihat bibi yang sedang memasak menu nanti malam.


"Bi, Lulu lapar nih" rengeknya.


"Eh nyonya, sebentar ya.. sebentar lagi selesai" ucap Bi Tuti.


"Ada cemilan gak bi?" tanya Lulu.


"Ada nyonya, kebetulan istri mang Asep membuat kue jadi si mamang bagikan ini buat nyonya" ucap Bi Ningsih memberikan kue bolu pandan pada Nyonya-nya.


"Wah, terima kasih ya bi, sampaikan pada mang Asep nanti yaa" ucap Lulu tersenyum sumringah. ia pun membawa kue itu di atas meja makan, lalu menyomotnya dengan lahap hingga tanpa tersisa sedikitpun.


"Kenyangnyaa... enak juga nih" gumam Lulu menjilat jarinya.


"Pakai tidur segala lagi! kemana si Lulu?" gumamnya turun dari ranjang. memeriksa ruang ganti, tidak terdapat apa yang ia cari. segera keluar kamar dan menuju dapur, hatinya lega melihat Lulu yang sedang duduk dimeja makan.


"Sayang, ngapain disini?" tanya Daffa memegang kedua pundak Lulu dari belakang.


"Haa... aku baru selesai makan kue" jawabnya menoleh kebelakang.


"Beraninya kamu kabur dariku dan enak-enakan disini ya, mana untukku?" pinta Daffa.


"Disini" jawab Lulu menunjuk perutnya. membuat Daffa menyunggingkan bibirnya sedikit menatap perut itu.

__ADS_1


"Jangan cemberut, kamu kan bisa beli. diluar hujan sudah reda kayaknya" ucap Lulu.


"Baiklah, aku keluar dulu. kamu mau pesan apa?" tanya Daffa. Lulu berfikir apa yang ingin ia makan, kebetulan suaminya mau keluar kesempatannya meminta ini dan itu.


"Aku mau brownies, chocolava, bakso, martabak" pinta Lulu tersenyum sumringah.


"Banyak sekali yang, nanti masakan bibi tidak kamu makan" ucap Daffa heran.


"Makan kok, kamu tenang saja" ucapnya mengedipkan mata sebelah.


"Baiklah, aku pergi dulu" pamit Daffa lalu berlari menaiki tangga untuk mengambil kunci mobilnya. Lulu tersenyum senang, malam ini ia akan makan enak. segera ia ke ruang keluarga untuk menonton televisi sembari menunggu makan malam, Lulu menekan remote kesana kemari untuk mencari tontonan yang seru. akhirnya ketemu, film romantis berjudul terpaksa menikahi tuan muda. membuat Lulu kaget membaca judul film itu.


"Ini kan, novel karya la_sheira.. apa sudah difilm kan?? aaah ya ampun, aku ngefans sekali dengan karya ini, sekarang sudah difilm kan. aah nontonlah" ucapnya bicara sendiri dengan senyum antusiasnya.


Lulu tengah asyik menonton sinetron terbaru dari Sctv itu, kebetulan baru episode satu membuat Lulu semakin girang karna ia tidak terlewatkan adegan dari awal.


Lulu mencak-mencak kesal pada ayahnya daniah yang menyuruhnya menikah dengan tuan arrogant, terlihat daniah sangat sedih, ia seperti dibuang oleh ayah kandungnya yang lebih menyayangi ibu dan adik tirinya.


"Sayang, kenapa menangis?" tanya Daffa yang baru saja tiba dengan tentengannya ditangan.


"Itu, Daniah kasihan sekali, hiks hiks" adu Lulu.


"Yaelah yang, drama juga. belakang kamera mereka tertawa-tawa, nah kamunya malah nangisi mereka" gerutu Daffa menatap istrinya.


"Kamu gak nonton dari awal sih, sedih tau. bakal dijodohkan dengan orang sombong gak ketulungan, bikin naik darah. hiks hiks Daniah, sabaar.." ucap Lulu bicara pada suaminya lalu beralih ke televisi. sedang Daffa, segera ke dapur.


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2