
Daffa dan Lulu terlihat sangat menikmati hidangan sarapan pagi diatas balkon sambil memandang menara eiffell yang begitu sangat menarik. Lulu tidak pernah bosan untuk menatapnya, sesekali ia mengobrol bersama Daffa dengan mata yang tak lepas dari satu titik, yaitu eiffel.
"Sayang, kita mengobrol tapi kenapa kau tak memandangku?" tanya Daffa memerhatikan Lulu sedari tadi.
"Kamu mau tau apa jawabannya?" tanya balik Lulu.
"Tentu" sahut Daffa.
"Karna kau membosankan" ketus Lulu terkekeh menatap suaminya sekilas.
"Kurang asam kamu" ucap Daffa yang hampir tersedak.
"Hahahahaha, bagus dong kurang asam, berarti manis" sahut Lulu kembali.
"Huh sudahlah! habisin makananmu, dan kita akan jalan-jalan atau kau mau tetap diranjang" ucap Daffa.
"Eh, aku mau jalan-jalan dong" ucap Lulu segera menghabiskan makanannya dengan cepat.
Kini keduanya telah bersiap-siap untuk menghabiskan waktu satu hari dengan berjalan-jalan. Lulu mengambil tasnya dan memakai sepatunya.
"Are you ready?" tanya Daffa.
"Im ready, go!" ucap Lulu hingga mereka pun keluar dari kamar dan menguncinya.
Lulu menggandeng tangan suami agar terlihat romantis, keluar hotel dengan anggunnya. mereka berjalan kaki menyusuri setiap daerah yang mereka pijaki. Lulu tersenyum memeluk lengan suaminya, merasa gembira bisa menyusuri kota penuh cinta untuk segala umat. hingga tibalah mereka di jembatan sungai dekat menara eiffel.
"Keren banget yang" puji Lulu memotret menara eiffel.
"Ayo kita kesana lagi yang, biar lebih dekat" ajak Daffa.
"Hem, tapi sini bagus untuk berfoto. fotoin aku dulu" pinta Lulu memberikan kameranya pada Daffa. Daffa pun manggut asal istrinya bahagia. Lulu mencari tempat yang cocok untuk menghasilkan gambar yang bagus dan tentunya sempurna.
1..2..3... Cekrek
"Lagi-lagi!" pinta Lulu mengubah gaya modelnya.
Cekrek, cekrek, cekrek,
Sudah banyak Daffa memotret istrinya dengan berbagai gaya dan tempat yang berbeda, membuat Daffa sedikit bosan untuk melayani istrinya itu.
"Sudah ah, fotomu sudah banyak. ayo kita foto bareng" ajak Daffa yang juga ingin berfoto.
"Mau berfoto juga? tadi di ajak gak mau" ucap Lulu menghampiri suaminya hingga Daffa pun memotret diri mereka. beberapa foto yang diambil, Lulu merampas kameranya dan melihat hasil potret yang dilakukan Daffa.
"Cukup oke, tapi ini jelek banget yang" gerutu Lulu memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Hanya satu yang jelek kan? cuma blur doang kok" ucap Daffa.
"Kan iya jelek juga tau" merajuk Lulu.
"Sorry deh. ayo kita ke sana" ajak Daffa.
"Aku mau naik perahu yang" ucap Lulu menunjuk perahu yang sedang mengangkut penumpang.
"Baiklah, ayo cepat" ucap Daffa menarik tangan istrinya. mereka pun berlari untuk menuju perahu yang ingin menyusuri Sungai Seine.
"Pak, masih bisa lagi kan?" tanya Daffa.
"Bisa, ayo naik" suruh penjaga perahu itu. tanpa berlama-lama Daffa dan Lulu menaiki perahu itu yang telah ditumpangi beberapa orang.
Perahu membawa penumpangnya menyusuri setiap sudut sungai seine sambil menikmati alam yang begitu asri dengan ditemani menara eiffel yang bersebelah dengan sungai. Lulu terlihat sanngat euforia. ia asyik memotret dan terus memotret.
"Aku mencintamu" ucap Daffa memeluk istrinya dari belakang.
"Aku juga mencintaimu" balas Lulu yang masih asyik memotret. Daffa segera mengambil kamera itu, membalikkan tubuh istrinya lalu mencium bibir itu dengan lembut.
"Emh, malu yang" ucap Lulu.
"Tidak apa sayang, disini bebas. lihatlah pasangan itu, mereka lebih buas dari kita" ucap Daffa kembali melu*at bibir istrinya. Lulu semakin menikmati dan terbuai hingga berlangsung cukup lama.
"Ini sangat enak yang, kau harus mencobanya" ucap Daffa menyuapi makanannya kepada Lulu.
"Ya benar, ini sangat enak. bagaimana dengan punyaku ya?" tanya Lulu pada dirinya sendiri. segera ia mencoba makanan yang dipesankannya, mengunyah sambil merasakan bumbu-bumbunya. Lulu tersenyum puas, bentuk dan rasanya juga sangat cocok. Lulu mengacungkan jempol kepada Daffa.
"Punyaku juga enak banget yang, coba deh" ucap Lulu menyuapi Daffa.
"Aaak.... hem lumayan juga" ucap Daffa. hingga mereka pun menikmati makan siang dengan lahap. hingga menu terakhir telah tiba, sebuah desert dan salad buah yang menggiurkan. Lulu segera melahapnya, membuat Daffa memerhatikan Lulu semakin gemas dengan tingkah istrinya.
"Kamu tampak senang banget ya yang, belum pernah ke paris?" tanya Daffa.
"Belum yang, terakhir kali keluar negeri cuma ke Amerika sih itu pun waktu aku masih SMP" ujar Lulu menikmati desertnya. Daffa pun mengangguk tanda mengerti.
"Kamu tenang saja, aku akan membawamu mengelilingi dunia ini" ujar Daffa merangkul bahu istrinya.
"Ya ya ya, apalagi kalau kita sudah punya anak. mereka pasti antusias sekali" ucap Lulu membayangkan anak mereka.
"Oyah yang, kita akan kunjungi berapa negara lagi?" tanya Lulu menatap suaminya.
"Empat lagi sayang. Swiss, belanda, dan negera yang kamu inginkan" jawab Daffa.
"Berarti bentar banget dong kita disini" ucap Lulu sedu.
__ADS_1
"Ya begitulah yang, kita tidak bisa berlama-lama meninggalkan perusahaan" jelas Daffa kembali memakan saladnya.
"Baiklah" pasrah Lulu.
Setelah menyelesaikan makan siang, Daffa mengajak Lulu ke sesuatu tempat yang indah. Lulu merasa penasaran, namun Daffa enggan untuk memberitahunya.
"Kita mau kemana sih yang?" tanya Lulu penasaran.
"Surprise dong" jawab Daffa memegang tangan sang istri.menyusuri jalanan yang begitu terik oleh matahari namun inilah yang dicari oleh penduduk lokal merasakan musim panas.
"Oke sekarang kamu harus tutup mata dengan ini" ucap Daffa menunjukkan sebuah kain.
"Aah yang, kenapa harus ditutup segala" gerutu Lulu memanyunkan bibirnya.
"Menurut saja! cerewet" ketus Daffa lalu menutupi mata istrinya dengan kain berwarna hitam. Daffa menggiring Lulu untuk berjalan, Lulu hanya diam menuruti instruksi suaminya. hingga mereka pun telah tiba ditempat tujuan.
"Sudah sampai?" tanya Lulu yang merasakan Daffa menghentikan perjalanannya.
"Sudah, aku akan membukanya" ucap Daffa membuka penutup kain. Lulu mengerjap-ngerjapkan matanya, sayup-sayup ia melihat pemandangan berwarna-warni.
"Jardin du luxembourg" sorak Daffa memeluk istrinya dari belakang.
"Waaaaah.... indah sekali" puji Lulu tersanjung dengan indahnya taman disekitar museum Jardin du Luxembourg.
"Disini sangat bagus untuk bersantai yang, apalagi menikmati sore hari. banyak orang duduk disini menghabiskan waktu bersama orang terkasih" jelas Daffa membuat Lulu bahagia.
"Terima kasih yang. ayo kita berkeliling, bunganya cantik banget. pengen deh bawa pulang" ujar Lulu sambil melangkahkan kakinya memegang bunga.
"Tapi sayangnya gak boleh" ujar Daffa mencubit kuat pipi istrinya lalu berlari menghindari serangan Lulu.
"Daffaaaaa!!! sakit tau!" teriak Lulu memegang kedua pipinya yang perih lalu mengejar suaminya yang sudah berlari duluan. Daffa menghentikan dirinya, menduduki bokong direrumputan hijau itu. Lulu menghampirinya dengan nafas yang terengah-engah merasa lelah, lalu menduduki tubuhnya disamping Daffa.
"Menyebalkan! capek tau" keluhnya memukul bahu Daffa.
"Hahahahaha, habisnya kamu itu asyik banget lihatin bunga daripada suamimu yang tampan ini" ujar Daffa mencubit kembali pipi sang istri.
"Sakit lho.. jangan kuat-kuat nyubitnya" gerutu Lulu dengan suara yang paling imut.
"Ooh sayangku, maafkan suamimu yang tampan ini" ujar Daffa memeluk istrinya. mencium pucuk rambut dengan penuh cinta. Lulu merasa nyaman berada di pelukan Daffa, mengambil kamera lalu memotret diri mereka yang sedang berpelukan.
°
°
__ADS_1
°