Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
171. Tentang Dimas


__ADS_3

"Lulu???" teriak seseorang memanggil nama Lulu. Lulu menoleh ke belakang dan melihat siapa seseorang yang memanggilnya.


Betapa kagetnya Lulu bahwa yang memanggilnya adalah seseorang yang pernah menyakitinya di masa lalu. Lulu segera mempercepat langkahnya untuk pergi dari sana. namun seseorang itu tetap mengejar Lulu dan meraih pundaknya. seketika Lulu terdiam, mematung dan tak berkutik lagi.


"Lulu, aku memanggilmu" ucapnya.


"Ada apa lagi kau mengejarku, Dimas!" ujar Lulu memejamkan matanya sejenak tanpa berpaling menatap pria itu.


"Aku tidak bermaksud apa-apa. hanya saja ku melihatmu dalam keadaan susah begini" ujar Dimas menatap tangan Lulu memegang sepeda motor miliknya.


"Tidak usah bersimpati. bagaimana dulu?? kau bahkan bersikap biasa saja!" ujar Lulu meninggikan suaranya masih tidak ingin menatap Dimas.


"Maaf. Apa kau tidak bisa memaafkanku?" tanya Dimas dan Lulu hanya bisa diam tak menjawab.


"Baiklah, aku mengerti." ucapnya dengan wajah sedu.


"Aku akan membawa ini, bensinmu habis ya" ujarnya langsung menyelonong merebut motor itu dari Lulu dan menyeretnya hingga pertamini yang berada beberapa meter lagi. sedangkan Lulu hanya terpaku pada tempatnya menatap tanah dan mengingat masa lalunya. seketika air mata itu terjatuh lagi dan Lulu segera sadar dan menghapusnya. dilihatnya motor, sudah tidak berada digenggamannya. Lulu memandang ke depan ternyata Dimas yang membawanya.


"Berani sekali dia!" gumam Lulu segera mempercepat langkahnya menghampiri Dimas.


"Hai! kembalikan motorku!" teriak Lulu. Dimas menghentikan langkahnya dan menatap ke belakang.


"Tenang saja, aku tidak mencurinya. hanya membantu" ujar Dimas tersenyum.


"Baiklah, kali ini saja kau membantuku dan menemukanku! sial, kenapa dia bisa ada di Jakarta ini" gumam Lulu dalam hati. hingga dilihatnya Dimas telah hampir tiba di Pertamini tersebut.


Lulu kembali berjalan namun dengan santai sembari memegang perutnya. Lulu menatap perut itu dan mengajaknya mengobrol.


"Sayang, terima kasih ya telah hadir pada ammi. berkat kamu, cinta ammi semakin kuat pada appi, sayang" ucap Lulu pada perutnya sesekali menatap Dimas dengan sorot mata yang tajam.


"Kamu tenang saja, ammi slalu cinta pada appi. tidak akan pernah goyah walau mantan telah menghampiri ammi" ucapnya tersenyum.


Hingga telah tiba di Pertamini tersebut, tampak Dimas membuka penutup tempat bensin. setelah beberapa detik, selesai. ia kembali menutupnya dan kursi tempat duduk pun juga ia tutup dengan kuat.


"Berapa mas?" tanya Dimas.


"Dua puluh ribu, mas" ucap penjual itu dan Dimas segera meraih dompet dan membayarnya.


Dimas kembali menatap Lulu yang berdiri melihat jalanan, ia menghampiri Lulu untuk mengatakan bahwa motornya telah beres.


"Lulu, motornya telah selesai" ucap Dimas.


"Terima kasih. aku akan mengembalikan uangmu nanti" ujar Lulu segera menaiki motornya dan memasang helm.

__ADS_1


"Tidak perlu" elak Dimas. namun Lulu tidak menghiraukannya dan segera menancap gas meninggalkan Dimas di Pertamini tersebut. Dimas terpaku menatap kepergian mantan kekasihnya tersebut hingga Lulu tidak terlihat lagi pada pandangannya.


"Huuf, andaikan aku tidak berbuat begitu. ku pastikan kau sudah menjadi milikku, Lu." gumamnya menghembuskan nafas kasar.


"Tapi aku berdoa semoga rumah tangga kamu dengan pria itu tetap langgeng, harmonis dan tidak terjadi seperti dulu lagi" ucapnya tersenyum namun berubah sedu. Dimas pun kembali berjalan kaki menghampiri motornya yang ada disana dan bergegas untuk pergi ke pasar membeli kebutuhannya. Dimas hanya anak piatu yang tinggal bersama sang Ibu sedangkan ayahnya telah meninggal mendengar anaknya telah dipecat dari perusahaan di Jambi dan rumah kos yang ia tempati terbakar, entah siapa yang melakukannya hingga Dimas harus mengganti rumah itu pada Ibu kos dengan uang hasil kerja yang ditabungnya. pada saat itu Dimas baru pulang dari Bar untuk menenangkan pikirannya yang telah di pecat.


#Flashback On#


Dimas yang berjabatan sebagai Assisten bos di perusahaan kota Jambi dan menjalin hubungan dengan Vera yang berjabatan sebagai sekretaris bos tersebut. hingga suatu hari, Dimas dan Vera mencuri kesempatan untuk bercinta didalam ruangan Dimas. dengan keasyikan mereka dan pintu tidak terkunci, tiba-tiba Bos mereka memasuki ruangan itu dan terkejut melihat Dimas dan Vera melakukan hubungan terlarang.


"Dimas! Vera! apa-apaan kalian!" teriaknya hingga permainan diatas sofa pun selesai. Vera segera berdiri dan merapikan penampilannya, begitu pun dengan Dimas langsung menunduk.


"Vera! aku ini calon suamimu! berani-beraninya kau selingkuh dibelakangku!" bentak bos yang diketahui adalah tunangan Vera. sontak mendengar itu, Dimas terkejut dan wajahnya memerah mendengar penuturan itu.


"Apa???? jadi Vera calon istrimu pak?" tanya Dimas menghampiri mereka.


"Ya! dia tunangan ku! berani sekali kalian!" ucapnya ingin menonjok Dimas.


Bruaaaak!!!


Dimas pun tersungkur ke lantai sedangkan Vera bergidik ngeri. Pria itu pun menatap Vera dengan perasaan marahnya dan segera menampar wanita itu namun sayang, Vera langsung memeluk tunangannya.


"Aku tidak salah yang, pria itu yang menggodaku dan memaksaku berhubungan seperti itu" ujar Vera mengeluarkan air mata buayanya.


"Sayang, sudah. tak ada guna kamu menghabiskan tenagamu untuk pria semacam itu. ayo kita pergi" lerai Vera mengajak pria itu keluar dari ruangan Dimas.


Tidak terlihat lagi Vera dan bosnya, Dimas segera bangkit dan menduduki diri diatas kursi.


"Jadi selama ini mereka berpacaran dan bertunangan? bagaimana aku bisa tidak tau?" gumam Dimas memegang luka di bibirnya.


"Vera pengkhianat! berani sekali dia membohongiku!" berang Dimas mengepalkan tangannya.


"Lihat saja nanti!" sambungnya kembali.


Jam istirahat, Dimas segera ke meja kerja Vera dan menyeretnya membawa wanita itu ke tempat yang sepi. bos yang baru saja keluar dari ruangannya melihat Vera yang dibawa Dimas entah kemana. ia mengikuti mereka dan mendengar pembicaraan itu.


"Berani sekali kau membohongiku, Vera! kau bilang kau mencintaiku dan tidak punya kekasih selain aku!" ucap Dimas menghimpit tubuh itu di tembok.


"Haah, itu ya.. sebenarnya aku hanya ingin menghabiskan uangmu saja. cinta??? mana mungkin aku mencintaimu sedangkan kekasihku saja memiliki uang yang sangat banyak" ujar Vera tersenyum seringai.


"Kekasihmu memiliki uang yang banyak tapi kenapa kau mendekatiku haa! gara kau, aku dan Lulu berpisah!" bentak Dimas.


"Hahahahahaha, kaunya saja yang bodoh lebih memilih aku daripada wanita malang itu. kau tau?? aku lebih suka menghabiskan uang orang lain daripada uang orang yang aku cintai!" ujar Vera mendorong tubuh kekar itu dan ia pun pergi berlalu. Dimas segera meraih tangan Vera dan langsung menamparnya.

__ADS_1


"Wanita biadap!!"


Plaaaak!! plaaaak!!


Vera terjatuh tersungkur ke lantai, pria yang sebagai bos dan tunangan Vera pun segera menghampiri Vera dan menatap tajam pada Dimas. ia pun langsung menonjok Dimas tanpa ampun. Dimas pun hanya diam saja menerima pukulan itu sebab ia masih ingin bekerja diperusahaan itu.


"Kurang ajar kau menampar calonku!! mulai hari ini, kau, aku pecat!!" ujar pria itu dengan perasaan marah. Dimas yang mendengar penuturan itu, menatap lekat wajah bosnya dan mengepalkan tangan bersiap untuk meninju wajah itu.


Bruaaaak!! bruaaak!!!


Dimas menghajar habis pria itu hingga terjadilah perkelahian diantara mereka. Vera yang melihatnya semakin ngeri, wajah keduanya sudah bonyok-bonyok dan Vera pun segera memanggil security untuk mencegat keduanya.


"Sudah sudah! stoooop!!!" lerai Vera namun keduanya tidak menghentikan perkelahian itu. hingga beberapa menit kemudian dua security telah tiba dan melerai keduanya.


"Tuan, hentikan" ucap salah seorang security.


"Keluarkan dia dari gedung ini!! jangan biarkan brengsek itu memasuki gedung ini lagi!" titahnya pada dua security tersebut.


Dimas telah dibuang mentah-mentah oleh bosnya, kini ia pergi meninggalkan gedung itu dan pergi menenangkan diri disebuah Bar.


Didalam gedung, Vera mengobati luka tunangannya. pria itu tampak termenung dengan perasaan marahnya.


"Aku tidak menyangka kau mengkhianatiku Ver" lirihnya.


"Aku hanya bersenang-senang menghabiskan uangnya sayang" ucap Vera.


"Kau tau? uangku lebih banyak darinya!" ucap pria itu.


"Tapi kau pernah hampir mengalami kebangkrutan bukan? kau tau sendiri gaya hidupku bagaimana? maka dari itu aku tidak ingin memakai uangmu" jelas Vera.


"Baiklah, lalu sudah berapa kali kalian berhubungan seperti itu?" tanya pria itu dengan tatapan lekat menatap mata Vera.


"Hanya sekali tadi, dia benar-benar memaksaku. padahal keperawananku hanya untukmu tapi dia merenggutnya" ujar Vera yang jelas saja itu berbohong. ia tidak ingin tunangannya tau bahwa Vera sudah berkali-kali melakukan hubungan itu pada Dimas walau memang benar bahwa Dimas pertama kali memaksa Vera memuaskan hasratnya hingga Vera menjadi candu dan mengulanginya beberapa kali selama dua tahun ini.


"Biadap!! apa dia tidak tau kalau kau kekasihku?!" berangnya kembali.


"Tidak. jelas kita jarang bersama. kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu yang mengurusi perusahaan hampir bangkrut ini" ujar Vera. pria itu pun terdiam mencerna ucapan Vera. benar sekali, ini juga salahnya yang tidak menghiraukan Vera karna lebih mengurusi perusahaan itu.


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2