
Dua bulan kemudian, dimana hari ini adalah Hari wisuda juga hari kelulusan Lulu, Tari dan Nathan. mereka sedang bersiap-siap untuk mengenakan baju yang membuatnya tampak elegan, anggun. sedangkan Nathan tampak sangat tampan. Lulu dan Tari pun sedang duduk manis didepan cermin yang banyak lampu-lampu di sekeliling bingkainya.
Hingga saatnya tiba, semua para Mahasiswa dan Mahasiswi sudah berkumpul dan duduk dikursi yang telah disediakan digedung tersebut. begitu juga dengan keluarga Lulu, sudah duduk manis dikursinya dengan perasaan yang sangat bahagia karna anak mereka akan lulus dibangku kuliah dan akan menempuh dunia kerja yang sangat keras.
"Pa, lihat Lulu disana dia cantik sekali" ucap Mama sarah yang menunjuk ke arah Lulu berada.
"Iya ma, anak itu tidak pernah berdandan, sekali berdandan cantiknya luar biasa seperti kamu" ucap Papa yang ujung-ujungnya menggombalin Mama membuat Mama malu merasa malu karna tidak sengaja Mama sonya yaitu Mamanya Daffa ikut mendengar.
"Ih Papa apaan sih.. Malu dong dilihat jeng sonya ini" ucap Mama sebal bercampur malu dengan pipi merona diwajahnya.
"Tidak usah malu jeng, jeng emang cantik banget lo sampai melahirkan menantu yang cantik untuk saya" timpal Mama Sonya.
"Ah jeng bisa saja" ucap Mama Sarah hingga semuanya tertawa kecil.
Ditempat Lulu, Tari tampak gelisah karna kedua Orangtuanya dan juga sang Kakak belum juga datang menghadiri acara Wisudanya. sekali-kali Tari tampak kesal entah kemana mereka berada membuat Tari celingak celinguk mencari keberadaan keluarganya dan juga Ferdi yang ia nantikan.
"Kamu kenapa Tar? kok gelisah gitu" tanya Lulu yang disampingnya daritadi memparhatikan Tari.
"Keluarga gue tidak juga datang" ucap Tari dengan nada sedihnya.
"Palingan sebentar lagi.. sabar yaa" ucap Lulu menenangkan Tari.
"Ferdi juga.. dia kemana" gumam Tari didalam hatinya.
Hingga pembawa acara pun naik keatas panggung pertanda bahwa acara akan dimulai sedangkan Tari belum juga melihat tanda-tanda keluarganya datang. Satu per satu Nama mahasiswa dan mahasiswi pun dipanggil untuk sidang dan penyerahan nilai. kini giliran nama Tari yang dipanggil untuk menuju ke atas panggung.
__ADS_1
Mendengar namanya dipanggil pun Tari pun menoleh ke Lulu untuk meminta semangat darinya.
"Pasang senyumnya.. lo harus tetap ceria. pergi sana" ucap Lulu.
"Huuuh baiklah" ucap Tari lalu langsung berdiri dengan memasang senyum manis yang dipaksanya.
Kini giliran Lulu pun yang dipanggil namanya setelah Tari turun dengan membawa dokumen nilai dirinya.
"Luthfiana vanesa anak dari bapak Adi wijaya tempat lahir Jakarta, 24 Agustus 1997" ucap pembawa acara memanggil nama Lulu untuk segera ke atas panggung. Lulu pun berdiri dengan senyum cerahnya dan berjalan dengan langkah gontainya yang membuat dirinya tampak anggun dengan gaun yang dikenakannya.
Acara wisuda pun telah selesai, kini Lulu dan sekeluarga brfoto bersama mengambil moment sang Anak sulung yang sudah selesai dengan kuliahnya. setelah mengambil foto bersama keluarga Lulu, kini keluarga Daffa juga ikut turut untuk berfoto setelah Daffa baru saja datang dengan membawa buket bunga. telah selesai, Lulu pun berfoto berdua dengan Daffa.
Tari yang masih bingung dan kesal hanya sendiri menanti keluarganya yang tidak datang. ia merasa iri dengan semua orang bisa merayakan bersama keluarga hingga kekasih.
"Mama.. Papa.. kenapa tidak datang.. hiks hiks" ucapnya sendu mata yang berkaca-kaca.
"Happy Graduation sayaaaang" ucap Mama Diva, Papa Seto juga Gilang secara serentak dan itu membuat Tari kaget dan terkejut di tambah lagi Gilang dan Mama membawa Balon yang berwarna warni bertulisan Mentari cahyani dan papa yang membawa buket bunga untuk sang Anak tercintanya. melihat itu Tari sontak mengeluarkan air matanya yang ia bendung sedari tadi.
"Mama, Papa, kakaaaaak" ucapnya lirih memeluk mereka bertiga yang ia sayangi.
"Kalian jahat! membiarkan Tari sendiri disini" ucapnya dengan deraian air mata.
"Maafkan mama sayaaaang.... Ini rencana kakak kamu yang membuat semuanya begini" ucap Mama mngarah Kak gilang. Tari yang kesal pun langsung menatap tajam ke arah Kakaknya Gilang.
"Kakak jahat!!!! tega semuanya" ucap Tari yang makin emosi bercampur bahagia karna mendapat surprise yang tak diduga. Lalu memukul dada Gilang dengan kuat membuat Gilang terkekeh.
__ADS_1
"Hehe maaf adikku.. ini sepenuhnya bukan rencana kakak" ucap Gilang yang sebenarnya dan Tari pun mengacuhkan kalimat terakhir dari kakaknya dan beralih memeluk orang tuanya kembali.
Hingga Lulu dan keluarganya yang sengaja mencueki Tari dengan asyik berfoto foto kini menghampiri Tari dan keluarganya dengan kebahagiaan yang tak terhingga.
"Ciyeeee yang udah disamperin keluarga dan sudah tersenyum" goda Lulu
"Apaan sih! ngapain lo samperin gue.. sampai lupa sama sahabat sendiri dan membiarin gue sendiri" ucap Tari memanyunkan bibirnya dan memasang wajah jutek.
"Hihi maaf sayaaaang.. jangan marah lagi dong.." ucap Lulu merasa gemas dengan sahabatnya. Tari pun tersenyum kecut dan memeluk Lulu dengan penuh haru campur bahagia.
"Ini lagi si Ferdi tega banget tidak datang" gumam Tari dalam hatinya.
°
°
°
°
°
°
°
__ADS_1
°
Jangan lupa Like ya teman-teman, beserta koment dan Votenya 😊🙏🙏