Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
167. Surprise Lu_Daf


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul dua siang, Papa Mahesa dan Mama Sonya pun sedang dalam perjalanan menuju hotel yang disebutkan oleh seseorang tersebut. beberapa menit kemudian, keduanya telah tiba dengan diikuti oleh anak buah papa dibelakang mobil. jantung Mama sudah berdetak tak karuan, Mama Sonya dan papa Mahesa pun segera memasuki hotel namun tiba-tiba langkah mereka terhenti sebab seseorang memanggil mereka.


"Jeng Sonya!" teriak seorang wanita. mama Sonya pun menoleh ke samping untuk melihat siapa yang memanggil dirinya.


"Jeng Sarah? kenapa ada disini?" tanya Mama Sonya.


"Ini jeng, ada seseorang yang menyuruh kami ke hotel ini. dia mengancam anak kita" jelas mama Sarah dengan wajah yang sedu. mendengar itu tiba-tiba mama Sonya pun terperangah sekaligus kaget sebab mereka sama-sama mendapatkan pesan itu.


"Apa ini nomornya jeng?" tanya mama Sonya menunjukkan nomor seseorang itu.


"Iya, jeng juga?" tanya mama Sarah dan diangguki oleh mama Sonya.


"Astaga..." gumam Mama Sarah kaget.


"Ayo kita masuk, tunggu apa lagi?" desak papa Adi. secara bersamaan, orang tua Daffa dan Lulu pun segera memasuki hotel tersebut, papa Mahesa segera menuju resepsionis untuk menanyakan letak kamar tersebut.


"Permisi, kamar 224 berada dilantai mana?" tanya papa Mahesa.


"Ada dilantai empat tuan" jawabnya. papa pun segera menghampiri istri dan besan lalu memasuki lift yang mengantarkan mereka pada lantai tersebut.


"Kok bisa bersamaan ya jeng, siapa sih orang itu" gerutu mama Sarah.


"Entahlah, sebenarnya malas meladeni orang ini. tapi anak kita jadi kena imbasnya jeng" sahut mama Sonya.


Ting


Pintu lift pun terbuka, mereka segera mencari nomor kamar itu sesuai urutan yang ada. hingga tibalah dikamar 224, papa Mahesa segera mengetuk pintu namun tidak ada jawaban sama sekali.


"Pa, buka sajalah.. mungkin tidak dikunci" suruh mama Sonya.


"Benar mas, buka saja" timpal mama Sarah. papa Mahesa pun segera membuka pintu kamar hotel itu. mereka terperangah menatap kamar itu sangat gelap sekali, tidak ada cahaya lampu maupun matahari yang menyoroti. mama Sarah merasa takut, ia pun meraih lengan suaminya dan memegang tangan itu.


"Kenapa gelap sekali, pa?" tanya mama Sarah. namun tiba-tiba lampu menyoroti sebuah foto yang berukuran A4. mama Sonya segera meraih foto yang disoroti lampu itu dengan diikuti mama Sarah dan kedua suami mereka.


"Ini kan hasil USG ya" ujar mama Sarah.


"Benar jeng, ini seperti USG janin ya" ucap mama Sonya menilik lebih dalam lagi.


tring tring tring


Lampu dikamar itu pun langsung menyala, kedua orang tua Daffa dan Lulu merasa terperangah dengan lampu yang telah menyala dan mereka melihat kamar itu yang penuh dengan dekorasi.


Pruuut pruuuut..

__ADS_1


Daffa dan Lulu pun datang dari kamar mandi dengan membunyikan teropong hingga memekikkan telinga. mama Sonya dan Mama Sarah sangat terkejut akan keberadaan anak mereka ada dikamar ini.


"Tadaaaaa.... surprise surprise..!!!" sorak Lulu dengan senyum cerahnya.


"Lulu, Daffa.." sahut mama Sonya tak kalah terkejutnya dengan yang lain. Lulu langsung memeluk sang mama dan beralih pada mertuanya, sedangkan Daffa memeluk papanya dan papa Adi.


"Kapan kalian pulang?" tanya mama Sarah pada anaknya.


"Dua hari yang lalu ma" jawab Lulu tersenyum.


"Jadi semua ini kalian yang mengerjai kedua ibu kalian ya?" tebak papa Mahesa.


"Hehehe iya pa, ini ide Lulu tuh" ujar Daffa menunjuk istrinya.


"Is bukanlah, ini ulah ucul" seru Lulu mengelus perutnya.


"Ucul???" tanya mereka semua dengan serempak. Daffa menghampiri Lulu lalu berjongkok mencium perut istrinya yang sedikit membuncit.


"Anakku pa, ma, kalian akan mendapatkan cucu" ujar Daffa memeluk pinggang istrinya. Lulu tersenyum senang sambil mengelus rambut suaminya.


Mama Sarah, Mama Sonya, papa Adi, dan papa Mahesa saling menatap satu sama lain, mereka terperangah akan penuturan Daffa. Lulu segera meraih foto hasil USG itu dan menunjukkannya pada orang tuanya.


"Lihatlah, ini si ucul ada dirahimku ma, pa" ujar Lulu tersenyum. mama Sonya segera memeluk Lulu hingga beralih pada perut menantunya.


"Selamat ya sayang, gak sia-sia honeymoon kalian" ujar Mama Sarah memeluk anaknya.


"Sekali honeymoon langsung jadi ya" ledek papa Adi tersenyum.


"Ah gak kok pa, ini usianya sudah enam minggu lho" jelas Lulu menatap papanya.


"Apa? jadi kamu sudah hamil duluan sebelum honeymoon?" timpal mama Sonya.


"Iya mamaku sayang, pantasan porsi makannya nambah terus lho.. dan mama tau??" ucap Daffa sengaja terpotonng.


"Apaan?" tanya Mama Sonya.


"Aku mual kemarin sebab ada janin didalamnya" ujar Daffa.


"Astaga,, pantasan ya.. Mama sampai tidak pernah kepikiran kalau itu efek istrimu hamil" ujar Mama Sonya terkejut.


"Hehehe" cengenges Daffa dan Lulu.


Kini mereka semua telah pergi dari hotel tersebut dan menuju kediaman Lulu dan Daffa. mama Sonya sudah menyuruh anaknya untuk tinggal dulu dirumahnya, alih-alih merasa khawatir dengan menantu dan cucunya tersebut apabila Lulu terjatuh atau terjadi sesuatu yang tidak ingin terjadi. namun Lulu tetap kekeh untuk pulang ke rumahnya. ia tidak mau bila nanti akan merepotkan mertuanya.

__ADS_1


Mobil telah membawa mereka ke kediaman pasangan muda itu, mang Asep dengan rasa gembiranya menyambut kedatangan majikan segera ia membuka pintu gerbang tersebut. mobil memasuki perkarangan rumah, telah terlihat bi Ningsih dan bi Tuti telah menunggu majikannya diambang pintu. sedang mang Fais membuka bagasi mobil dan mengangkut koper milik majikannya dan disusul oleh mang Asep yang membawa kotak bingkisan yang cukup berat.


"Selamat datang kembali Tuan, Nyonya" ucap bi Tuti dan bi Ningsih dengan serempak.


"Terima kasih bi" ucap Lulu tersenyum dan memasuki rumah dengan diikuti oleh orang tua mereka.


"Mang, semuanya masukin ke kamar saja ya" suruh Daffa.


"Baik Tuan" ucap mang Fais membawa koper dan diikuti oleh mang Asep dibelakangnya.


Semuanya beristirahat di ruang keluarga sembari menonton televisi, Daffa tiada henti-hentinya mengelus perut istrinya hingga mama Sonya pun terheran-heran.


"Jangan dielus terus, nanti ucul bosan samamu" ketus Lulu merasa jengah perutnya dielus daritadi.


"Betul itu Daff" seru mama Sonya mengedipkan sebelah matanya pada Lulu.


"Ih mama, iri saja" ujar Daffa lalu menciumi perut sang istri.


"Ih apaan sih Daffa ini bikin malu saja. sok-sok romantis" gumam Lulu dalam hati.


Bi Tuti menghampiri majikan-majikannya dengaan membawa minuman dan cemilan lalu menaruhnya diatas meja.


"Silakan Tuan besar, Nyonya besar" ucap bi Tuti menaruh minuman itu.


"Terima kasih ya bi, kebetulan saya kehausan. hihi" ucap mama Sarah cengengesan dan mengambil minuman dingin tersebut. setelahnya bi Tuti segera pergi ke dapur dan buru-buru menemui bi Ningsih yang sedang memasak..


"Ning ning!!" panggi bi Tuti menepuk bahu bi Ningsih.


"Eh iya, ada apaan mbak?" tanya bi Ningsih.


"Kamu tau gak, sepertinya Nyonya Lulu sedang hamil" ucap bi Tuti.


"Emang mbak tau darimana?" tanya bi Ningsih.


"Mbak lihat Tuan asyik menciumi perut Nyonya lho" ujar bi Tuti dengan senyum sumringahnya.


"Alhamdulillah, semoga saja benar ya mbak. Ningsih gak sabar deh nunggu bayi mereka lahir" seru bi Ningsih membayangi anak majikannya yang akan lahir.


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2