Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
144. Kaget melihat kain tipis


__ADS_3

Pfffft....


Hahahahahahaha..


"Kena deh kalian, rasain tu gak bisa nonton lagi" ledek Tari melempar remote kepada Lulu, Lulu segera menyambutnya.


"Sayang, berikan remotenya" pinta Daffa menengadahkan tangan.


"No! Kejar aku dulu,,weeeek.." ucap Lulu lalu berlari mengelilingi rumah ini.


"Sayang, ayolah.. Jangan seperti anak kecil saja" ucap Daffa yang sedang mengejar Lulu.


"Gak mau, tangkap dulu" ucap Lulu tersenyum puas dan ia kembali berlari lagi untuk memghindari Daffa.


Taaak!!


Kaki Lulu kepentok meja ruang tamu hingga ia terduduk di sofa sambil memegang jemarinya yang perih akibat tidak sengaja kepentok. Daffa segera menghampirinya dengan perasaan senang tak terkira bisa mendapatkan remote itu namun ia harus pura-pura simpati dulu terhadap sang istri.


"Sayang, kamu tidak apa-apa??" Tanya Daffa menunjukkan wajah khawatir.


"Tidak, hanya sakit sedikit" jawab Lulu lalu meraba sofa untuk mengambil remote agar ia bisa menghindar lagi, namun sayang, Daffa telah mengambilnya duluan.


"Kamu cari ini??" Ucap Daffa menunjukkan benda itu diatas udara.


"Aaah sayang.. Kau merebutnya!" Gerutu Lulu cemberut.


"Hahahahaha.. makanya jangan coba-coba menghindar dari suamimu, kena kan!" ledek Daffa menunjuk jari kaki Lulu dengan matanya. Daffa menatap Ferdi dengan menunjukkan remotenya sambil tersenyum lalu ia segera berjalan menuju ruang keluarga untuk melanjutkan tontonan mereka yang tertunda. Sedangkan Lulu mencak-mencak kesal tidak berhasil memyimpan remote itu.


"Menyebalkan!" ucap Lulu pada Tari yang menghampirinya.


"Yasudah, ayo kita gabung dengan mereka" ajak Tari yang sudah menyerah lalu mereka menghampiri suaminya dan duduk diatas karpet sambil mengemil.


"Mending drama romantis, ini mah membosankan" gerutu Lulu pada Tari.


"Entah apa bagusnya ini ya" sambung Tari dan diangguki oleh Tari.


Hari sudah sore, jam telah menunjukkan pukul lima. Daffa dan Lulu berpamitan kepada empu rumah untuk segera pulang. Diliriknya langit, tampak sangat mendung sebentar lagi hujan akan turun. Lulu memeluk sahabatnya sebentar untuk melepaskan kerinduan apalagi selama dua minggu esok mereka akan berbulan madu keliling dunia.

__ADS_1


"Tar, kalau kami sudah pulang, lo harus janji bakal datang ke rumah gue!" pinta Lulu.


"Siap itu mah, aman" jawab Tari.


"Doain gue pulang dari honeymoon bakal punya ucul kayak lo" ucap Lulu tersenyum memegang perut Tari.


"Aamiin.. asal kalian rajin mengobrak-abrik punya lo, hahaha" ucap Tari terkekeh.


"Sial lo! gue balik dulu, byeee" pamitnya melambaikan tangan lalu menghampiri mobil yang sudah ada Daffa didalamnya tengah menunggu sang istri.


"Lama amat" gerutunya setelah Lulu mendaratkan bokong dibangku itu.


"Sabar kenapa!" ketusnya memasang seatbelt. Daffa menekan pedal gas lalu melajukan mobilnya keluar dari pekarangan rumah Tari dan Ferdi.


Sesuai perkiraan, akhirnya rintik-rintik hujan telah turun dari atas langit hingga menjatuhi dirinya di atas aspal jalanan ibukota. suaranya yang membuat pendengar merasa nyaman hingga membuat terlena akan rintikan itu termasuk Lulu yang tiba-tiba tertidur merasa terbuai dengan rintikan hujan deras yang memecahkan jalanan ibukota. Daffa melirik istrinya, merasa gemas melihat Lulu yang terpejam. ia raih pipinya lalu mengelus lembut pipi chubby itu.


Hingga akhirnya mereka telah tiba dikediaman Daffa, tampak mang Asep dan mang Fais sedang mengobrol lalu melihat mobil tuannya telah pulang, mang Fais segera membuka gerbang dengan mengenakan mantel yang sempat dibawa oleh mang Asep dari rumahnya.


Daffa memasuki pekarangan rumah, mang Asep segera meraih payung yang berada dekat dengan posnya lalu berlari menghampiri tuannya yang baru membuka pintu mobil.


"Mari tuan" ucapnya memayungi Daffa. Daffa segera turun dan menghampiri pintu sebelah untuk menggendong sang istri yang tampak terlelap hingga enggan terbangun saking lelahnya.


"Ohya mang, tolong bawakan barang belanjaan saya didalam mobil kursi belakang" sambung Daffa melempar kunci mobil kearah mang Asep.


"Siap Tuan" ucapnya.


Daffa segera berjalan memasuki rumah, menatap wajah istri yang begitu manis saat diam begitu.


"Kau ini manis kalau diam begini, tapi manismu hanya sementara apabila kau sudah bangun" gumam Daffa terkekeh menatap wajah itu kemudian ia menaiki tangga dengan cepat agar segera melepaskan tubuh berat itu.


Daffa membaringkan Lulu diatas kasur, melepaskan sepatunya dan menaruh sepatu itu pada tempatnya. saat hendak meraih handuk, tiba-tiba pintu kamar diketuk, jelas Daffa tau siapa yang datang dan segera membukanya.


Ceklek,


"Ini tuan, paperbagnya" ucap mang Asep.


"Terima kasih mang" ucap Daffa mengambil paperbag itu. setelahnya mang Asep pergi meninggalkan kamar utama, begitu pun Daffa segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket dan sedikit basah akibat hujan yang mengenakan tubuhnya.

__ADS_1


Lulu terbangun, ia mengerjap-ngerjapkan kedua matanya dan menatap dimana ia berada kini. Lulu segera menduduki tubuhnya setelah dirasa ia telah berada didalam kamar.


"Ah sudah pulang rupanya" gumam Lulu meregangkan otot tubuhnya. tak sengaja matanya beralih ke paperbag yang berada di sofa samping tempat tidurnya. Lulu segera turun dan berjalan tergopoh-gopoh menghampiri sofa.


"Kenapa ada enam yaa? perasaan mbak itu berikan tiga paperbag padaku" gumam Lulu yang sedikit bingung.


"Ohiya, dua lagi kan mantel dan kemeja Daffa, tapi satu lagi apaan yaa?" gumamnya kembali. karena penasaran, Lulu membuka paperbag satu per satu untuk melihat isinya. sudah tiga paperbag yang ia buka ternyata dres-dres pilihannya. dan tersisa satu paperbag lagi yang berlogo sama, segera ia buka dan Lulu terkejut akan apa yang ia lihat.


"Astagaa..... lingerie???????" ucapnya kaget.


"Daffaaaaaa!!!" teriak Lulu menatap tajam pintu kamar mandi.


Sedangkan Daffa yang berada didalam, dibuat terkejut oleh suara yang memekikkan telinganya itu. Daffa yang baru memejamkan mata merasakan sensasi air hangat, seketika ia terbangun mendengar teriakan menyebut namanya.


"Daffaaaaaaa....!!" teriakan sekali lagi. Daffa segera menutup kedua telinganya. suara Lulu sangat mengelegar, entah volume keberapa yang ia keluarkan membuat telinga Daffa sakit mendengarnya.


"Apaaaaa!" teriak Daffa dari dalam kamar mandi.


"Kau menyebalkan!" teriak Lulu kembali.


"Astaga wanita itu, baru bangun sudah mengganggu" gumam Daffa menggeleng-gelengkan kepalanya. segera ia pejamkan lagi mata itu dan membiarkan Lulu yang berteriak.


Lulu mengeluarkan semua lingerie itu dari dalam paperbag. melihat modelnya membuat Lulu menelan air liur dengan susah. Lulu membayangi tubuhnya yang dibaluti oleh lingerie itu, sangat memalukan. segera ia masukkan lagi ke dalam paperbag namun ia tahan, sebab Lulu penasaran apabila baju itu ia kenakan.


Lulu beranjak dari duduknya, berjalan menghampiri meja rias dan melihat bayangan lingerie dari dalam cermin.


"Astaga daff, untuk apa kau membelikan ini padaku. lihatlah, ini begitu seksi dan sangat tipis." gumamnya menggerutu.


"Cobalah ku pakai, dia pasti sudah tertidur" lanjutnya melirik pintu kamar mandi. segera Lulu melepaskan pakaiannya, dan mengenakan lingerie itu. Lulu yang melihat tampilan dirinya seketika pipinya bersemu merah melihat bayangan dirinya dicermin itu. Lulu memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan, tersenyum melihat tubuhnya yang bohay nan seksi.


Ceklek,


Aaaaaaaaaaa.............


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2