
Lulu telah tiba di kediamannya dengan sepeda motor buntutnya. segera ia memasuki rumah dan menuju dapur namun langkahnya terhenti sebab Daffa sudah menunggunya di sofa ruang tamu sembari berselonjor.
"Darimana saja!" tanya Daffa mengagetkan Lulu dan menghentikan langkahnya.
"Dari pasar yang, mencari pesananmu" ujar Lulu mendekati Daffa dengan perasaan gugupnya.
"Selama itu? sudah satu jam lho kamu keluar" ujar Daffa dengan tatapan yang sengit.
"Sayang, jangan marah.. aku beli gorengan dan sekalian beli baju ini. terus diperjalanan mau pulang, motorku kehabisan bensin" jelas Lulu yang benar adanya.
"Lalu?" tanya Daffa.
"Is yaang, motornya ya ku isi bensin dong makanya lama harus mendorongnya dengan tangan" ujar Lulu kembali dan Daffa pun manggut-manggut.
"Baiklah, lain kali pakai mobil saja. motornu itu harus dipensiunkan" ujar. Daffa.
"Enak saja" ketus Lulu lalu segera beranjak dari sofa dan pergi ke dapur. sedangkan Daffa beralih pindah ke ruang keluarga untuk menonton televisi. ingin beranjak dari duduknya tiba-tiba Daffa melihat kantong kresek, Daffa segera membukanya dan mengeluarkan isinya. ternyata baju kaos yang diucapkan Lulu. sembari berjalan menuju ruang keluarga ia terus menatap kaos itu hingga ia ingin mencobanya.
"Lumayan, bagus juga" puji Daffa membentangkan pakaian itu.
"Coba ah" gumamnya kembali menduduki diri diatas sofa ruang keluarga lalu membuka kaosnya dan memakai kaos baru tersebut.
Lulu mendatangi suaminya setelah dari dapur dengan membawa piring berisi gorengan yang diinginkan Daffa. Ia tersenyum melihat suaminya memakai kaos baru tersebut dan Lulu segera menuju meja untuk menaruh piringnya.
"Kau tampan sekali. ini makanlah pesananmu bukan" ujar Lulu.
"Terima kasih yang, ini bajunya lumayan juga kita bisa couple-an" puji Daffa.
"Tentu. ayo bukalah biar dicuci dulu sama bibi." suruh Lulu dan Daffa pun menurutinya dan memasuki baju itu kedalam kresek. Lulu meraih remote dan memasang televisi lalu menduduki tubuhnya di dekat Daffa.
"Eeiiit! jangan duduk didekatku sayang" usir Daffa yang sedang memakan resoles.
"Masih mual apa?" tanya Lulu.
"Iya, ini saja perutku rasa diaduk-aduk" ujarnya memegang perut yang ingin mengeluarkan isi perutnya. Daffa segera berlari menuju toilet dan memuntahkan isi perutnya.
__ADS_1
Uweeeek uweeeeek
"Waduh, kasihan banget sih suamiku itu. aku yang hamil dia yang mual" gumam Lulu menatap punggung Daffa dari jauh.
"Aduh cul, jangan siksa appimu lagi" gerutu Lulu memegang perutnya. Daffa pun membersihkan mulutnya dan segera keluar kamar mandi. dilihatnya Lulu menatapnya dengan sedu, Daffa merasa kasihan telah menjauhi sang istri. namun bagaimana lagi, efek kehamilan itu Daffa yang terkena imbasnya.
"Sayang, aa..aku.. ke taman belakang dulu" pamit Lulu dan segera pergi meninggalkan suaminya. Daffa menatap punggung istrinya yang telah pergi, Daffa benar-benar merasa iba dengan kondisinya.
"Maaf yang" gumam Daffa dan segera kembali ke ruang keluarga.
Di taman belakang, Lulu menatap bunga-bunganya yang cantik beragam warna menghiasi taman itu. Lulu menduduki tubuhnya diayunan sembari menatap kolam ikan dengan air pancur yang mengguyuri ikan tersebut. taman yang indah dipenuhi kerikil berwarna-warni yang mengelilingi bunga-bunganya. kecuali pepohonan buah hanya dikelilingi oleh rerumputan. Lulu memiliki pohon mangga, jambu, rambutan walaupun belum memiliki buah.
"Sepertinya taman ini masih ada yang kurang" gumam Lulu berfikir.
"Anakku sayang, menurutmu apa yaa yang kurang dari taman kita ini?" tanya Lulu pada janinnya.
"Ucul juga tidak tau mi, kan ucul belum keluar" jawab Lulu seolah uculnya yang berbicara.
"Iya juga ya nak, ammi lupa" ucap Lulu terkekeh. segera ia beranjak dari duduknya dan pergi berjalan-jalan menngelilingi taman belakang ini. sebelah kiri tadi terdapat pohon buah-buahan dengan rumput yang mengelilinginya, ditengah berbagai macam bunga yang berwarna warni yang ditanam langsung pada tanah, ada juga yang memakai pot bunga dan dikelilingi oleh kerikil warna warni yang sengaja di cat hingga kolam ikan yang cukup besar juga dikelilingi kerikil itu. tibalah disamping kanan terdapat kolam renang yang lumayan besar, kolam renang yang didesain sangat bagus namun di tepinya masih ada tanah kosong yang belum dibuat apapun. Lulu menatap tanah itu, ia berfikir sejenak, apa yang akan dibangun hingga taman belakang menuju samping itu terlihat lebih bagus.
"Kolamnya dalam gak yaaa... takut tenggelam nanti padahal pengen nyebur lho" gumam Lulu menatap air biru yang bening itu hingga terlihat sampai permukaannya.
Dari balik pintu menuju taman, tampak seseorang celingak-celinguk mencari sesuatu. tidak ada apapun, ia berjalan ke samping kanan ternyata yang ia cari berada disitu. ia mendekatinya dan memegang pundaknya.
"Sayang!" panggil Daffa. Lulu terkejut hingga ia terjatuh ke dalam kolam renang tersebut. Lulu tenggelam, ia mencoba menjangkau kakinya ke dasar permukaan, syukur saja kolam itu tidak sedalam yang dibayanginya hingga Lulu mencoba berdiri dan meraih besi penyangga untuk memegang tepian kolam.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Daffa yang sudah menyebur saat melihat istrinya tampak kesusahan.
"Tidak apa yang, untung saja kolamnya tidak dalam ternyata hanya sedagu ku doang" ujar Lulu terkekeh.
"Kamu buatku takut saja. aku mengira kamu bisa berenang" ujar Daffa.
"Tidak yang" ucap Lulu.
"Tapi dilautan itu, kamu menyelamatkan Rani" heran Daffa.
__ADS_1
"Waktu itu entah kenapa aku merasa panik hingga aku langsung nyebur saja tanpa memikirkan nasibku. untung aja speedboat kita tidak jauh dari Rani hingga aku bisa langsung merangkulnya" jelas Lulu dan Daffa pun manggut-manggut.
"Ya ya ya, aku kaget banget yang, ku kira kamu tenggelam" ujar Daffa.
"Aku pun juga gitu, untung kolamnya gak dalam amat" gumam Lulu dalam hati.
"Sudah sudah, im oke. ayo kita main air" ajak Lulu menyimpratkan air ke wajah suaminya. hingga mereka tertawa cekikikan didalam air tersebut.
Merasa lelah bermain air hingga waktu sudah menunjukkan untuk makan siang dan cuaca yang sudah sangat terik, Lulu dan Daffa menaiki tubuhnya ke atas dan beristirahat. Lulu menaruh kepalanya di pundak Daffa sembari menatap langit. namun Lulu teringat bahwa Daffa mudah mual bila berada didekatnya.
"Astaga yang, pergilah menjauh!" usir Lulu.
"Emang kenapa?" tanya Daffa heran.
"Kamu kan mual kalau didekatku" ujar Lulu bergeser sejarak satu meter.
"Sudah tidak lagi yang, mungkin karna tubuhmu bau keringat bermain diluar dengan cuaca yang terik ini" ledek Daffa.
"Kurang asam! udah ah aku mau mandi sekalian makan siang" gerutu Lulu segera beranjak dari duduknya ditepian kolam.
"Tunggu!! kita mandi sama" teriak Daffa.
"No!! no mandi sama-samaan!"
°
°
°
°
°
Bila suka berikan Like, Hadiah bunga berupa poin dan komentarnya yaa 😊🙏 tidak terlalu berharap vote karna karyaku hanya kaleng-kaleng 😅
__ADS_1