Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
133. Mencoba baju pantai


__ADS_3

Daffa dan Lulu sudah berada di kantor, mereka melanjutkan lagi pekerjaan yang bertumpuk. empat hari lagi mereka akan terbang untuk honeymoon di beberapa negara yang diinginkan Lulu. Daffa harus banting stir apalagi Roni tidak ada, ia ingin disaat pergi nanti pikirannya tenang tanpa beban. dengan dibantu sang istri membuat Daffa sedikit berkurang beban.


Di meja kerja Lulu, ia juga tengah sibuk dengan pekerjaannya. sebagai sekretaris CEO, sudah menjadi kewajibannya membantu tugas bosnya di perusahaan. disaat sedang serius, tiba-tiba teleponnya berbunyi. Lulu melirik telepon itu dan segera mengangkatnya.


"Hallo.. dari sekretaris Lulu disini" ucapnya.


"Hallo nyonya, saya dari resepsionis memberitahukan ada kurir yang mengantar paket" sahut pihak resepsionis kepada Lulu.


"Ah baiklah, suruh saja dia masuk dan ke lantaiku" ucap Lulu.


"Baik"


Setelahnya panggilan telepon pun ditutup, Lulu kembali fokus pada komputernya mengerjakan tugas Daffa yang sangat banyak. Beberapa menit kemudian, kurir yang mengantar pesanan Lulu pun menghampirinya.


"Permisi.." ucapnya.


"Eh iya mas, apa mau mengantar pesanan saya?" tanya Lulu menatap pria itu.


"Iya Nyonya, ini pesanan anda" ucapnya.


"Baiklah. berapa ongkirnya?" tanya Lulu sambil merogoh uang didalam tasnya.


"Tiga puluh ribu Nyonya." ucapnya.


"Ini mas, terima kasih ya" ucap Lulu mengambil pesanan berbentuk paket itu. Kurir itu pun pergi, segera Lulu membukanya, dilihat isinya sesuai dengan yang diinginkan.


"Wah keren-keren.. ini punya Rani juga bagus. ah dasar anak itu suka yang tertutup" gumam Lulu menatap baju mereka. Lulu pun menyimpan lagi pakaiannya dan segera ke tempat Rani untuk menunjukkan pesanan mereka yang telah tiba. dengan perasaan senangnya, Lulu sampai melupakan pekerjaan yang menumpuk itu.


Tibalah ia di meja kerja Rani yang tampaknya juga sibuk. dengan jahilnya, Lulu menyibakkan baju itu ke depan wajah Rani. sontak Rani terkejut melihat baju yang diinginkannya telah berada didepan matanya.


"Wooow.... Lulu.." ucapnya terpukau lalu menoleh menatap Lulu yang ada dibelakangnya.


"Bagaimana? suka ga?" tanya Lulu tersenyum sumringah.


"Suka bangeeet..." ucap Rani heboh hingga anak lainnya menatap mereka dan terpukau dengan pakaian yang dipamer Lulu. semuanya pun pada menghampiri Lulu dan Rani, dan menanyakan beli dimana.


"Wah Nyonya, ini bagus sekali" puji teman sejawat Rani.


"Iya Nyonya, kamu beli dimana?" tanya teman yang lainnya menyentuh pakaian itu.

__ADS_1


"Di Shopee" jawab Lulu tersenyum.


"Kalian sudah ada baju untuk besok?" tanya Lulu balik.


"Sudah, kami beli di mall sih kemarin. tapi punya kalian cantik banget" serunya.


"Iya Cin, kenapa kita gak beli di Shopee aja ya kemarin" gerutu temannya.


"Lo sih gak sabaran mentang mendengar kita bakal party" gerutu temannya yang bernama Cindy.


"Hahahahaha..." tawa Lulu dan Rani yang melihat mereka menjadi ribut perihal baju yang akan dikenakan esok.


"Yasudah, kapan-kapan kalau Presir adakan acara lagi kita beli bareng-bareng" sanggah Lulu. mereka pun saling menatap merasa kegirangan.


"Asyiiiiik...." hebohnya.


"Tenyata Nyonya Lulu baik banget ya" puji temannya. Lulu pun hanya tersenyum.


"Lu, ayo dong kita cobain.. gue gak sabar nih" ucap Rani.


"Iya-iya.. dasar lo ini. kalian mau ikutan ga??" tanya Lulu pada dua orang pegawai itu yang bernama Cindy dan Clara.


"Tidak apa-apa.. hitung-hitung kalian jadi jurinya" ucap Lulu.


"Baiklah" turut mereka berdua lalu mengikuti Lulu yang berjalan menuju toilet. setiba di toilet, Lulu dan Rani masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Cindy dan Clara bercermin menatap wajah mereka.


"Rani beruntung banget ya bersahabat dengan Nyonya Lulu" ucap Clara.


"Iya, Nyonya Lulu orangnya baik banget. sebenarnya kita segan ya berbaur dengan kekasih presdir" timpal Cindy. mereka hanya tau kalau Lulu adalah kekasih Daffa tidak ada yang mengetahui bahwa Lulu adalah istrinya .


"Presdir beruntung sekali punya Nyonya Lulu. untung saja sama Sheila udah putus. sombong banget" ucap Clara. hingga obrolan mereka pun terhenti sebab Lulu dan Rani keluar secara bersamaan. Cindy dan Clara yang melihat mereka pun merasa terpukau.


"Wah, bagus banget" ucap Cindy.


"Ayo siapa yang paling cantik?" tanya Lulu memutar tubuhnya. sebagai juri yang ditunjuk Lulu, mereka pun berfikir sejenak.


"Aku suka bajumu Nyonya" jawab Clara.


"Kalau aku sih suka punya Rani, lebih tertutup. hehe" jawab Cindy dengan hati-hati. Lulu dan Rani pun tersenyum lalu bercermin untuk melihat bayangan mereka dibalik cermin itu. sangat bagus dan anggun.

__ADS_1


Ceklek,


Ada yang membuka pintu, mereka semua pun menoleh dab terkejut melihat orang nomor satu itu datang ke toilet mereka.


"Astaga, kenapa banyak sekali" gumam Daffa terkejut lalu menutup kembali pintunya. para wanita itu tak kalah kagetnya, wajah mereka sudah pucat pasi karna Presdir memergoki mereka didalam toilet sedangkan Rani dan Lulu hanya bersikap biasa saja.


"Aduh Nyonya, kami permisi dulu deh.. ketahuan kan" gerutu Cindy.


"Tenang saja, dia gak akan marah" ucap Lulu tetapi dua wanita itu tetap bersikeras untuk kembali ke meja kerjanya. membuka pintu dengan rasa gugupnya dan terkaget lagi melihat Presdir yang berdiri diambang pintu.


"Pres...dir, maaf. kami akan bekerja lagi" ucap Clara yang deg-degan. sedangkan Daffa hanya mengangguk. ia pun segera masuk kembali ke kamar mandi dan melihat hanya istrinya saja yang sedang berdiri di depan cermin.


"Yang, kamu ngapain disini?" tanya Daffa.


"Cobain baju ini, baguskan? untukmu ada juga lho kita couple" ucap Lulu menari-nari. lalu mendekati suaminya dan mengecup bibir itu. Rani yang telah selesai berganti pakaian, segera keluar namun sayang, ia melihat pemandangan yang tidak sedap.


"Astaga, mereka berciuman" gumam Rani melotot. segera ia berjalan mengendap-ngendap agar mereka tidak mengetahui kalau dirinya telah melihat.


"Eeemh sayang" desah Daffa. lalu kembali ******* bibir istrinya. Rani yang sudah berhasil keluar dari toilet hanya mengelus dada merasa tenang kemudian ia menggeleng-geleng melihat pasangan itu, tiba-tiba jiwa jomblonya meronta-ronta menyaksikan dua insan yang sedang dimabuk cinta. Rani yang melihat seseorang berjalan menghampiri toilet segera ia cegah untuk tidak memasuki toilet.


"Mbak, jangan masuk kesini. toiletnya sedang rusak" ucap Rani kepada pegawai wanita itu.


"Waduh gimana ini, kebelet pulak. terima kasih ya" ucapnya segera pergi entah kemana untuk mencari toilet lainnya. Rani pun lega setelah wanita itu pergi.


"Dasar mereka, tidak tau tempat" gumam Rani menatap pintu lalu segera pergi meninggalkan mereka.


Didalam toilet, Lulu segera melepaskan pagutannya dan segera menyuruh Daffa untuk keluar.


"Yang, pergi sana! nanti ada yang lihat bagaimana!" gerutu Lulu.


"Baiklah sayang, cepat ganti bajumu" suruh Daffa. Lulu pun segera ke dalam kamar mandi, dlihatnya pintu terbuka semua. ia periksa satu per satu kemana Rani berada.


"Astaga Rani... apa dia sudah keluar?? berarti tadi, ia memergokiku??" ucap Lulu menggigit bibirnya.


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2