Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
181. Shopping day


__ADS_3

Setengah hari bekerja telah membuat seluruh pegawai mulai kelelahan, ditambah lagi dengan perut yang sudah keroncongan akibat cacing yang berdemo didalamnya. sama seperti Lulu yang sudah mulai kelaparan. ia pun segera mematikan komputernya dan beranjak menuju meja Rani.


"Lapar banget.. ucul juga lapar ya? sebentar lagi kita makan" ucap Lulu pada perutnya. ia edarkan pandangan, sudah banyaak pegawai yang berlalu lalang untuk segera ke kantin. Lulu segera beranjak dan mengambil tiga paperbag yang ada disampingnya. setelah itu, ia pun berjalan menuju meja kerja Rani.


"Ran!" panggil Lulu saat melihat Rani masih fokus pada pekerjaannya.


"Rajin amat Ran, yang lain saja pada selesai" ujar Lulu.


"Ini udah siap kok" ujar Rani mematikan komputernya.


"Ada apaan?" tanya RAni.


"Ini ada oleh-oleh, ambillah" ucap Lulu memberi sebuah paperbag pada Rani.


"Waaaah... ya ampun Lu.. thank you banget yaaak" girang Rani hingga ia berteriak heboh sampai mengundang teman-teman lain yang masih sibuk bekerja.


"Heboh banget lo Ran" timpal teman sejawatnya.


"Biasalah baru dapat hadiah,, ini untuk kalian. bagi-bagi yaa" ujar Lulu memberikan dua paperbag lagi kepada mereka. mereka semua heboh mendapatkan oleh-oleh dari istri Presdirnya hingga berebutan untuk merogoh isi paperbag tersebut.


"Terima kasih ya Nyonya" ujar salah satu mereka. sedang Lulu tersenyum melihatnya.


Lulu memandang mereka, tampak heboh dan merasa gembira dengan hadiah yang diberikan Lulu berupa dress. ditolehnya Rani, tak kalah antusias hingga ia merogoh semua isinya.


"Keren-keren banget Lu, cantik deh" pujinya melihat seluruh barang itu.


"Wah gila, ada baju couple!" ujar Rani lagi menatap Lulu.


"Tentu saja, berikan itu pada Gibran" suruh Lulu.


"Siap bos" ucap Rani menyimpan kembali isi paperbag itu. Dari belakang, seseorang datang hingga membuat semua yang heboh tadi membungkam melihat sosok orang tersebut hingga Lulu yang tengah berbicara pada Rani pun merasa kaget pundaknya ditepuk. Lulu menoleh ke belakang dan ternyata adalah Daffa.


"Sayaaang...." ucap Lulu dengan nada manjanya.


"Sudah ku tebak, pasti disini. ayo kita makan" ajak Daffa.


"Ya, ya, ayoo!! Ran, ayo makan bareng. Daffa bakal neraktirin lhoo" ujar Lulu.


"Boleh juga, tapi susul Gibran dulu yaa" ucap Rani.


"Telpon saja dia suruh ke lobi segera!" perintah Daffa hingga Rani pun menganggukinya.


Kini ketiganya sudah berada di lobi dan Gibran menghampiri mereka.


"Selamat siang pres, nyonya" ucapnya menundukkan sedikit kepala.


"Hm. ambil kunci ini" perintah Daffa memberikan kunci mobil pada Gibran.

__ADS_1


Tibalah di sebuah foodcourt area Mall, Daffa sengaja mengajak istrinya makan ke Mall agar sekalian membeli alat makeupnya yang sudah hancur akibat perbuatan Daffa tadi pagi. kini Rani dan Lulu tengah duduk menunggu para pria itu yang tengah memesan makanan sembari mengobrol tentang honeymoon yang mereka lakukan.


"Seru bangetlah yaa jalan-jalan ke seluruh Negara" ujar Rani.


"Heeeh, bukan seluruhnya juga kali. beberapa" ujar Lulu meralat omongan Rani.


"Ya itu maksud gue, jadi pengen lho liburan ke Paris melihat menara eiffel" ujar Rani membayangi menara tersebut.


"Gue do'ain deh semoga bisa kesana ntar" ujar Lulu.


"Aamiin, ohiya tumben tu bibir gak merah lagi?" tanya Rani memerhatikan bibir Lulu.


"Gue hapus. Ternyata benar warnanya merah. heran lho gue, padahal batangnya warna orange" ujar Lulu mengeluh pada Rani hingga ia mengeluarkan lipstick tersebut dari dalam sakunya.


"Ini lihatlah" ucapnya menyerahkan lipstick tersebut. Rani mengambilnya dan membuka penutup lipstick tersebut. memang benar warnanya saja orange namun Rani curiga dengan warnanya hingga ia mencoba mengoles di punggung tangan kirinya. tidak ada perubaan, hingga warnanya tetap sama berwarna orange.


"Kan benar tetap orange" ujar Lulu.


"Gak deh Lu, lihat deh ini warnanya semakin terang." ucap Rani memerhatikan warna lipstick itu. warnanya pun berubah, tidak sesuai ekspetasi hingga menjadi warna merah menyala nan pekat.


"Astaga Lu, Lihatlah jadi merah banget" ujar Rani.


"Ya ampun kok bisa gitu yaa" heran Lulu.


"Ini namanya lipstick angin, sayang. Lo sih gak periksa dulu ditangan" gerutu Rani memberikan lipstick itu pada Lulu.


"Hadeeeeeuuh Lu, belajar gih bahasa luar." gerutu Rani merasa kesal melihat Lulu yang sedikit bego. hingga yang ditunggu pun tiba, kedua pria itu membawa nampan berupa makan siang mereka. Lulu yang saking girangnya, menaruh lipstick itu diatas meja hingga membuat mata Daffa teralihkan pada benda mungil itu.


"Kau kesini bawa lipstick?" tanya Daffa menduduki dirinya.


"Eh, enggak kok" jawab Lulu cengengesan.


"Itu apaan?" tanya Daffa menunjuk benda itu dengan sorot matanya.


"Eh, hmmm.. gak sengaja terbawa" jawab Lulu salah tingkah hingga ia mengambil lipstick itu dan memasukinya ke saku rok yang ia kenakan. Rani dan Gibran yang melihat keduanya hanya menggeleng-gelengkan kepala menatap kecerobohan Lulu.


"Sudah ah yang, ayolah kita makan" ajak Lulu yang merasa jengah melihat suaminya yang sangat possesif hari ini. semuanya pun melahap hidangan itu dengan begitu nikmatnya tanpa bersuara sedikitpun.


Makan siang pun telah selesai, semuanya merasa kekenyangan. Gibran yang menatap wajah cantik kekasihnya menangkap sesuatu yang menempel di bibir Rani.


"Ran, itu" tunjuk Gibran dengan jarinya bahwa ada bekas makanan yang menempel di ujung bibirnya.


"Apaan?" tanya Rani yang bingung.


"Ini sayang, ada nasi yang menempel" ucap Gibraan mengambil nasi tersebut pada bibir Rani.


"Aah Ran, pura-pura gak tau. nunggu si Gibrannya bertindak ya" ledek Lulu memerhatikan mereka.

__ADS_1


"Gak ah, untuk apa begitu" elak Rani yang sebenarnya memang gak tau.


"Ya deh, sayang, siap ini kita kemana lagi?" tanya Lulu menatap suaminya.


"Shopping, beli semua kebutuhanmu termasuk bedak mu itu" ujar Daffa mengelus rambut istrinya.


"Ah suamiku yang pengertian. ayooo" ajak Lulu segera berdiri.


"Aaaish, gak duduk dulu? kamu baru siap makan lho" ujar Daffa.


"Gak. aku gak sabar mau shopping. Ran, ayooo" ujar Lulu lalu mengajak Rani untuk beranjak. kedua wanita itu pun pergi dari mereka membuat Daffa menggeleng-geleng.


"Lihatlah wanita itu, giliran belanja nomor satu" gerutu Daffa pada Gibran.


"Aneh kadang ya bos, gercep amat" ujar Gibran segera berdiri dan diikuti oleh Daffa. kedua pria itu pun mengejar pujaannya yang sudah diambang pintu menuju keluar.


Kini mereka tengah memilih sepatu, Lulu ingin sepatu high heels yang model terbaru sebab sudah lama sekali ia tidak pernah membelinya. bagaimana tidak, terakhir kali membeli sepatu saat ia mulai interview di perusahaan suaminya. sebelum itu, Lulu hanya memakai sepatu kets kemana saja baik di kampus maupun saat hangouts bersama teman.


"Ran, lihat deh ini bagus banget. couple yuk" ajak Lulu mencoba high hells tersebut.


"Gaklah Lu, gue gak punya uang. ini pasti mahal banget" elak Rani yang memikirkan keuangannya.


"Aku yang belanjain kamu sayang" ujar Gibran yang berdiri disamping Rani.


"Eh, gak usahlah" tolak Rani.


"Gak apa-apa. pilihlah sayang, uangku masih banyak juga" ujar Gibran hingga Rani menganggukinya dan mengambil sepatu yang persisi dengan Lulu dan mencobanya. Fix, keduanya memilih high hells yang berwarna dongker tersebut dan segera membayarnya ke kasir.


Setelah sepatu, Lulu juga membeli dress, tas dan alat makeup. kedua wanita itu sangat gembira sekali walaupun Rani terus menolak namun Lulu tetap memaksanya dan Gibran pun menyanggupinya. Kini beralih pada hypermart dimana disana menjual berbagai makanan dan cemilan. masalah cemilan, Lulu nomor satu! tidak ada yang menandingi apapun. apalagi tiap ke mall, Lulu dan kawan-kawan hanya memilih membeli cemilan, bioskop dan makan di foodcourt. dengan antusiasnya Lulu mengambil keranjang dorong, sedangkan Rani mengambil keranjang pegangan berwarna biru. keduanya mulai memilih cemilan dan perlengkapan lainnya.


"Lelah gue ikuti dua wanita itu" keluh Daffa.


"Kita duduk saja yuk, itu ada kursi" ajak Gibran dan Daffa pun menganggukinya. Daffa tetap memerhatikan istrinya dari jauh, namun saat memerhatikannya Lulu tampak menghampiri seorang pria.


"Siapa itu? apakaah........


Β°


Β°


Β°


Ayooo... siapa ya yang disamperin Lulu???? πŸ˜…


Hai readers, terima kasih sudah membaca kisah Lulu dan Daffa sejauh ini. jangan lupa beri LIKE, KOMENT, DAN HADIAH BUNGANYA yaaa πŸ™ 😊 kalau Vote, aku tidak terlalu berharap karna masih banyak karya lain yang lebih bagus 😁


Selamat beraktivitas πŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2