Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
247. Papan bunga Nathan


__ADS_3

Lulu melajukan mobilnya dengan cepat pada siang itu, membelah jalanan Jakarta yang berisik akan kendaraan disekitarnya. Lulu teringat kejadian barusan, bahwa area kediamannya tengah heboh akan perampok wanita yang begitu misterius.


"Gak malam, gak siang, gak pagi, ada saja perampok merajalela. apa mungkin karna hujan tadi ya? orang-orang kan pada bersemayam dirumahnya" gumam Lulu bicara sendiri sembari memerhatikan jalan raya.


"Mamang harus siaga ekstra nih, bahaya juga. semoga motor pria itu cepat ketemu" lanjutnya.


Hingga tibalah di Sekolah Swasta Internasional yang ditempati Yura, tidak hanya SD, namun juga SMP dan SMA bergabung menjadi satu didalam sana. Sekolah yang sangat luas dan sangat bagus dalam bentuk arsitekturnya. Tidak berapa lama, bell sekolah pun berbunyi kuat digendang telinga Lulu. Anak-anak SD berbondong-bondong untuk segera keluar dari pekarangan sekolah itu. Ada yang berjalan santai, ada yang berjalan cepat dan ada juga yang berlari. Hingga tak jarang juga Lulu menemukan anak yang usil mendorong tubuh kawannya. Begitu pun Yura, tampak merangkul pundak Sakha dan Aamira. sedangkan Sakha memegang tangan adiknya Shera agar tidak lepas dari genggaman bocah itu.


Yura celingak celinguk kesana kemari, mencari mobil appi yang biasanya menjemput Yura. Namun Yura malah melihat mobil amminya yang terparkir tepat dihadapannya yang hanya berjarak beberapa meter.


"Mira, itu ammi. ayo..." ajak Yura.


"Kak Sakha dan Shera gimana?" tanyanya bingung.


"Oh iya, Om Ferdi belum jemput ya?" tanya Yura. sedangkan Sakha hanya mengangkat pundaknya.


"Sakhaaa!!" teriak seseorang bersuara orang dewasa, Sakha menoleh mencari asal suara tersebut dan melihat Papanya memanggil dari dalam mobil yang baru saja tiba di sekolah itu.


"Itu Papa, byeeee...." pamitnya pada Yura dan Mira. Setelahnya kedua bocah perempuan itu berlari menuju mobil Lulu.


"Ammi....." teriaknya.


"Ayo masuklah" ajak Lulu. Mereka pun bergegas memasuki mobil dan menduduki bangku belakang tepat di belakang Lulu. Lulu menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan pelan, sebab masih banyak anak-anak yang berlalu lalang di sekitar tempat itu.


Lulu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, memecah jalanan Ibukota yang sudah padat akan banyaknya anak sekolah yang berlalu lalang dan orang-orang yang tengah istirahat untuk makan siang. seketika Lulu teringat akan suaminya, Lulu pun memiliki ide untuk membawakan makan siang untuk sang suami.


Tetap diruanganmu!


Lulu mengirim pesan itu kepada Daffa, Daffa yang mendengar ponselnya berbunyi segera membuka pesan masuk dari sang istri.


"Emang dia mau kesini?" gumam Daffa mengernyitkan dahinya.


Baiklah


Lulu pun tersenyum lebar membaca pesan itu, mencari rumah makan padang yang tiba-tiba ingin ia santap. Saat sedang celingak-celinguk kesana kemari, tiba-tiba Lulu melihat papan bunga yang bertulisan "Turut berduka cita atas meninggalnya Tn. Nathaniel Samuel". Lulu pun terperanjak kaget, papan bunga itu berada diatas mobil pick-up yang baru saja diangkat oleh para pekerja yang membuat papan itu.


"Ammi, kenapa berhenti?" tanya Yura bingung.

__ADS_1


"Eh, tidak nak. Mira mau pulang atau ke kantor papa dulu?" tanya Lulu pada Mira.


"Pulang saja tante, papa sakit jadi gak masuk kantor" ucap bocah yang kalem itu.


"Oh iya, tante lupa. tapi kita ke rumah makan dulu ya, tante mau beli makan siang buat om Daffa" ucap Lulu lalu diangguki oleh Aamira. Lulu pun tersenyum kepadanya, lalu meraih ponsel dan melihat banyaknya pesan singkat dari grup WA teman-teman kuliah. Lulu pun penasaran dan membuka pesan itu.


*Kalian tau? Nathan yang terkenal dikampus itu meninggal,


Meninggal? innalilahi, karna apa?


Ku dengar-dengar terkena penyakit gitu


Ya ampun, kapan nih melayat?


Entahlah, kita diskusikan dulu sama anak lainnya. jenazahnya juga baru datang dari rumah sakit kepolisian


Polisi?


Iya, kalian gak tau? dia kan di penjara sudah beberapa tahun ini*


Begitulah isi pesan singkat dari teman-teman kuliahnya. Lulu pun memejamkan mata sejenak dan beralih melihat mobil pick-up yang akan berlalu pergi. Lulu kembali membuka kontak Tari, dan mengirim pesan padanya.


"Ammi, kapan jalannya?" tampaknya Yura sudah mulai jengah menunggu mobil yang tak kunjung jalan. Lulu pun melihat putrinya dari balik spion dan mulai menyalakan kembali mesin mobilnya hingga mobil pun melaju sedang. Lulu mencari letak rumah makan hingga beberapa meter berjalan akhirnya ia menemui rumah makan padang yang cukup ramai itu.


"Waduh, ramai banget." gumam Lulu lalu memberhentikan mobilnya.


"Kalian tunggu disini yaa" perintah Lulu dan diangguki oleh kedua bocah itu. Lulu pun memasuki rumah makan tersebut dan mengantri terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian, Lulu menunggu sudah cukup lama hingga akhirnya sudah cukup sepi dan Lulu pun mulai memesan makanan yang lauknya sangat menggugah selera itu.


"Ammi lama banget" gerutu Yura yang sudah sangat lelah menunggu.


"Sabar, Ra.. mending kita baca buku cerita yang kita pinjam di perpustakaaan tadi" saran Mira.


"Benar juga, Mir" ucap Yura berubah senang. Mereka pun mengambil buku dari dalam tas dan mulai membaca buku cerita dongeng yang mereka pegang.


Lulu pun akhirnya selesai memesan makanan, ia kembali ke mobil dengan satu kresek yang berisi dua bungkus nasi padang.

__ADS_1


"Maaf ya, lama" ucap Lulu masuki mobil.


"Tidak apa tante" sahut Mira tersenyum lalu beralih pada bukunya kembali.


Kini Lulu dan Yura telah tiba didepan gedung Mahesa 2, setelah mengantarkan Mira kerumahnya, Lulu pun langsung menancap gas ke kantor milik sang suami. Lulu memarkirkan mobil diparkiran, Yura sangat bersemangat sekali memasuki gedung itu.


"Yeaaaay, jumpa appi" soraknya gembira.


"Ayo cepat mi" desak Yura yang tampak tak sabar.


"Iya sayang" ucap Lulu lalu meraih tangan anak gadisnya. Mereka pun berjalan dengan langkah gontainya memasuki gedung itu. tampak cukup sepi sebab para karyawan tengah berbondong-bondong mengisi perutnya dengan asupan gizi.


"Eh nyonya, nona, selamat siang" sapa salah satu dari mereka yang berpapasan dengan Lulu.


"Siang juga" sahut Lulu tersenyum.


Tibalah di lantai tempat ruangan presdir berada, Yura berlari kencang meninggalkan amminya yang membawa tentengan kresek nasi padang.


Ceklek,


"Appi....." teriak Yura menyelonong masuk kedalam ruangan Daffa. Daffa yang sedang menyusun berkas-berkas yang berserakan pun sontak terkejut mendengar suara sang anak sulung.


"Yura, sama siapa kesini nak" tanya Daffa mengecup pipi Ayura.


"Sama ammi dong" jawabnya tersenyum. Tiba-tiba pintu pun terbuka lebar, menampakkan Lulu yang baru saja masuk keruangan itu.


"Tadaaaa... aku bawa makan siang untukmu" ucap Lulu mengangkat kantung kresek itu ke atas, memperlihatkannya pada sang suami.


"Waah, nasi padang ya yang? kebetulan lapar banget ini" seru Daffa mengelus perutnya.


Bruk!!


Tiba-tiba Yura meninju perut yang keroncongan tersebut.


"Aduuuuh......


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2