Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
139. Kedatangan Mama


__ADS_3

Alunan musik hip hop yang keras dan gemuruh tepuk tangan para pegawai riuh menggema di atas pasir pantai. beberapa dari mereka yang memiliki pasangan sedang menari dengan diiringi musik yang dimainkan DJ termasuk tiga pasangan itu.


Dengan lihainya Daffa dan Lulu menari seiring dengan musik yang menggema, tidak disangka selain pintar bernyanyi mereka juga sangat lihai menari. banyak yang memuji pasangan itu, menurut mereka pasangan Lulu dan Daffa sangat sangat serasi walaupun mereka sering ribut dalam hal yang tidak penting namun tingkah somplak mereka selalu ada.


Tidak terasa acara party telah selesai, kini mereka sedang dalam perjalanan bersama Roni dan Karin dalam satu mobil. Daffa melirik Lulu, ia sedang tertidur pulas pasti karena kelelahan seharian ini. dalam hati, Daffa sangat was-was takut akan Lulu mengeluarkan suatu hal buruk dari dirinya. Daffa merasa lega menatap intens wajah itu, tidak ada tanda-tanda bahwa Lulu akan mengeluarkan aibnya. Daffa kembali bersandar, memejamkan matanya sejenak, namun sesuatu membuatnya terkejut.


Krook.. krok..


Mendengar suara itu, Karin dan Roni menghadap ke belakang dan kaget mendengar istri Presdir itu mengorok. begitu pun Daffa yang langsung tersentak, baru saja memejamkan mata sudah ada suara yang tidak ia inginkan.


Pfffft...


"Bini lo ngorok yaa daf" ledek Roni terkekeh. Daffa hanya cengar cengir menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Lulu benar-benar tidak bisa bersahabat dengan situasi.


"Sayang, jangan ejek dong. malu kan abangnya" ujar Karin yang secara halus juga meledek Daffa sambil terkekeh.


"Lucu banget yang dengernya, hahaha" ledek Roni. Daffa menatap mereka berdua dengan tajam, lalu menekak kepala Roni yang sudah mengejek istrinya.


"Kurang ajar kalian! berani sekali ngatai istriku" berang Daffa kesal.


"Hahahaha.. jangan marah bos, kidding" ucap Roni tidak merasa bersalah.


"Istri gue yang lo garahkan, huh! assisten tidak ada akhlak" gerutu Daffa.


Krook.. krok..


"Hahahahahaha" tawa mereka pecah kecuali Daffa yang mengusap wajahnya.


"Aduh lu, kenapa pakai ngorok disini sih yang" gumam Daffa dalam hati.


"Heh! kalian! berhentilah tertawa! nyalakan musik!" perintah Daffa.


"Gaklah, enakan dengerin ngoroknya Lulu" tolak Roni.


"Sialan" dengus Daffa. dan membiarkan suara itu menggema didalam mobil. kini telah hening, hanya ada suara itu. begitu pun Karin yang telah tertidur setelah menguap. Roni melirik istrinya lalu tersenyum menatapnya.


Satu jam didalam perjalanan, akhirnya mobil yang membawa mereka telah tiba dikediaman Daffa. Daffa menoleh kearah sekitar dan merasa lega akhirnya ia telah tiba. diliriknya Lulu yang masih tertidur, mengangkatnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Thanks yaa.. byee" seru Daffa lalu segera memasuki rumahnya. Roni dan Karin pun meninggalkan kediaman itu menuju rumah orang tua Roni.


Daffa menaiki tangga menggendong istrinya yang terasa berat, badannya kecil namun berat membuat Daffa semakin heran. ia berjalan pelan menaiki tangga, menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh.


"Sayang, kenapa kau begitu berat" gumamnya menatap wajah itu. akhirnya, ia telah tiba didepan pintu kamar. membuka gagang pintu dan memasuki kamar mereka. Daffa menaruh istrinya diatas kasur dengan pelan agar ia tidak terbangun. dilihatnya pakaian Lulu, sedikit kotor. Daffa berinisiatif untuk mengganti pakaian istrinya. ia berjalan menuju lemari, mengambil baju daster untuk ia kenakan ditubuh mungil itu.


"Sayang, begitu pulasnya kah kau tidur sampai tidak sadar aku mengganti bajumu?" ucap Daffa berbicara pada Lulu yang terlelap.


"Kau ini, seperti mayat hidup saja" gerutunya. lalu memasang daster itu setelah melepaskan baju seharian tadi.


"Ah sayang, kau begitu menggoda" lirihnya menatap tubuh polos yang hanya ditutupi dengan pakaian dalam.


Setelah mengganti pakaian istrinya, Daffa bergegas mengambil handuk dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket dan bau. hanya sebentar saja, menyirami tubuhnya dengan shower lalu menyabuni tubuh dan rambutnya. setelah mandi selesai, Daffa menyempatkan waktu untuk menonton televisi yang menayangkan film action.


Huwaaaaa......


Menguap telah menyapa, rasa kantuk sudah menjalar, segera ia raih remote Tv dan memencet tombolnya hingga televisi pun tidak menyala lagi. Daffa pun tertidur sambil memeluk istri tercintanya.


°°


Pagi telah menyapa, matahari sudah menyinari sinarnya yang tembus dibalik gorden kamar mereka, namun pasangan itu masih enggan bangun dari lelapnya padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. namun tiba-tiba pintu diketuk dari luar, tidak ada sahutan dan memaksa seseorang itu untuk membuka pintu. syukur saja pintu tidak dikunci dari dalam, jadi ia lebih leluasa masuk ke kamar itu.


Mama Sonya membuka kain gorden lebar-lebar agar sinar mentari lebih leluasa masuk ke kamar itu. setelahnya menghampiri Daffa yang terlelap, menduduki tubuhnya di ranjang dan menepuk paha sang putra.


"Daff, bangun.." panggil Mama Sonya.


"Eeemh.. masih malam sayang, tidur dulu" gumamnya.


"Hei! ini sudah siang, kenapa masih malam dipikiranmu. bangunlah" ucap Mama memukul paha anaknya. sontak Daffa terkejut dan terbangun.


"Mamaa?? kenapa bisa disini?" tanya Daffa meregangkan otot tubuhnya.


"Papa mau bicara, bangunlah! kita sarapan dulu" ujar Mama.


Daffa menoleh memandang istrinya yang masih tertidur, merasa bingung.dengan wanita itu sangat lelap sekali. Mama sonya membuyarkan lamunan anaknya yang begitu memandang Lulu.


"Istrimu lelah sekali, kau begitu menghajarnya hingga ia lelah gitu yaa" ketus Mama.

__ADS_1


"Eh gak kok ma, kami tidak lakukan apa-apa" ucap Daffa yang benar adanya.


"Dia kelelahan kami party dipantai.seharian" jelas Daffa kemudian.


"Kau ini benar-benar! kasihan sekali menantuku" ujar Mama kemudian berjalan ke sisi sebelah, mengusap rambut yang hitam itu.


Merasa rambutnya diusap, Lulu menggeliat dan membuka matanya perlahan. mengucek matanya agar bisa melihat lebih jelas. dilihatnya mama yang sedang duduk diatas kepalanya, sontak Lulu menduduki dirinya lalu memeluk Ibu mertuanya itu.


"Mama, sejak kapan disini?" tanya Lulu lalu memeluk mertuanya.


"Daritadi sayang, kau tidur begitu pulas" ucap Mama tersenyum.


"Apa Daffa membuatmu lelah semalaman?" tanya Mama melirik anaknya.


"Gak tau ma,, Lulu tidak ingat apa-apa. perasaan tadi malam Lulu didalam mobil" ucapnya polos.


"Yaiya didalam mobil, orang kamu tertidur dan aku menggendong tubuh mu yang berat itu hingga tiba di kasur ini" timpal Daffa.


"Hah?? benarkah?" tanya Lulu dan diangguki oleh suaminya.


"Syukur deh, aku tidak perlu berjalan lagi hingga kesini" ucapnya tersenyum.


"Kurang asam kamu! tubuhmu berat, dasar raksasa" ejek Daffa melemparkan bantal ke wajah Lulu.


"Daff!! kamu ini yaa, gak sopan!" berang Mama.


"Iya nih ma, suami tidak ada akhlak" timpal Lulu melempar balik bantal ke arah suaminya namun Daffa langsung berlari keluar kamar sambil menjulurkan lidah kepada sang istri.


Weeeek weeeek weeeek...


"Daf-daff, seperti bocah saja" gumam Mama melihat tingkah anaknya.


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2