
Setelah mereka selesai dengan mata kuliah bersama Dosen killer yang nyebelin banget, Mereka pun keluar dan langsung Ke kantin untuk makan karna tenaga meraka telah terkuras habis oleh hukuman Sang dosen garang.
"Sial.. badanku sakit semua gara tu Dosen " keluh lulu.
"Bener nih pengen pulang gue" ucap tari yang tak kalah capeknya.
"Sudah ah, kantin yuk pengen isi tenaga gue" ajak lulu.
Lalu mereka pun kekantin memesan makanan yang biasa mereka makan dan sebotol minumn dingin untuk menghilangkan dahaganya.
Lalu Nathan pun ikut nimbrung menghampiri mereka.
"Kalian kenapa kok kelelahan gitu?" tanya Nathan.
"Ah sayang.. Kami habis dihukum sama Dosen killer" adu Lulu dengan perkataan sayangnya pada Nathan dan itu membuat Tari tersedak dan menyemburkan minumannya yang sedang ia minum. Lulu dan Nathan pun saling menatap Tari.
"Eh sorry-sorry" ucap tari.
"Kurang asam tu Dosen sudah buat kekasih tercintaku merasa lelah begini " ucap Nathan dengan kasihannya pada Lulu.
"Lebay amat sih" batin tari.
Lalu pesanan mereka pun datang sekalian dengan pesanan Nathan. Mereka pun menikmati makanan mereka tanpa bersuara. Disela-sela makan ada bunyi ponsel yang berdering disalah satu milik mereka.
"Rinaaaa" ucap Tari pada Lulu.
"Angkat angkat" ucap Lulu dengan semangatnya.
Lalu Tari pun mengangkat Video call dari Rina,
"Hai rinaaa....." ucap Tari dan Lulu bersamaan sambil melambaikan tangan mereka.
"Guuuys, kalian sedang apa... Aah gue kangen banget" ucap Rina didalam ponsel.
__ADS_1
Lalu Tari pun memencet kameranya untuk menampilkan kamera belakang.
"Kami sedang ini.. dan disini ada ini" ucap Tari yang menunjukkan makanan mereka dan juga Nathan yang duduk bersama mereka.
"Haaaay" ucap Nathan melambaikan tangan.
Lalu kembali kameranya menghadap depan,
"Wah.. Kalian bersama cowo populer yang sombong itu yaaa" ucap Rina yang membuat Nathan kedengaran dan Ia tersedak dengan makanannya. Sontak membuat Lulu menyodorkan air putih pada Nathan.
"Huuuus... Dasar mulut. Sekarang dia sudah menjadi kekasih Lulu lhooo" ucap Tari dengan mulut embernya.
"Apa! tapi bukannyaaa...." ucapan Rina berhenti karna mata Tari yang melotot dan Lulu yang melotot juga .
"Kenapa??" tanya Rina tanpa bersuara.
" Tidak ada. Sudah dulu yaaa kami lanjutkn makan lagi " ucap lulu.
"Eh tunggu! tunggu! gue mau bilang kalau minggu depan gue dan dia akan menikah. Kalian datang yaaa guys... Pliiiis " ucap Rina dengan nada memohonnya.
"Wah selamat yaaa Rina sayang sahabatku selamanya... Kami pasti datang" ucap Tari dan Lulu dengan girangnya.
Seketika membuat Rina sedih karna Ia tidak mau menikah dengan Lelaki yang bukan pilihannya.
"Sudah.. jangan sedih.. Kami doain dia terbaik buatmu Rin.. Kami pasti datang " ucap Lulu.
"Terima kasih, aku sangat merindukan kalian" ucap Rina dengan sendu.
Setelah itu mereka mematikan sambungan Video call nya dan kembali memakan mie yang sudah mengembang.
"Kasihan Rina" ucap Tari.
"Iya... Dia harus menerima perjodohan dengan lelaki itu" balas lulu.
__ADS_1
Nathan pun penasaran dengan perkataan mereka
"Ada apa dengan sahabat kalian?" tanya Nathan.
"Tidak ada" ucap Lulu dengan senyumnya.
Setelah itu mereka kembali Ke kelas untuk melanjutkan Mata kuliah terakhir. Setelah selesai dengan Hari ini mereka pun berencana untuk pergi mencari Kado pernikahan Rina
"Kira-kira kita berikan kado apa yaaa" tanya lulu.
"Gue tidak tahu.. Kita ke mall saja yuk buat cari yang bagus" ajak Tari.
"Oke, tapi kita kerumah ku dulu yaaa antar motor" ucap Lulu.
Lalu mereka pun pergi kerumah Lulu untuk mengantar motornya. Setelah itu langsung ke mall untuk mencari kado yang akan mereka berikan untuk Rina dan Suaminya
°
°
°
°
°
°
°
°
°
__ADS_1