Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
162. Ingin figura ucul


__ADS_3

Siang hari yang terik namun Daffa dan Lulu tidak akan melewati salah satu wisata belanda tersebut. dengan girang dan antusiasnya Lulu menelusuri sekitar tempat wisata tersebut. banyak yang mengabdikan moment dengan berfoto-foto, ada yang bermain tik tok dan ada juga duduk sambil mengobrol. Seperti Daffa dan Lulu memotret diri mereka dengan kamera yang ia bawa ditengah-tengah bunga tulip tersebut. sangat indah sekali.


Disela-sela berselfie, tiba-tiba ponsel Daffa berdering. ia segera meraih ponselnya di dalam saku dan segera melihat siapa yang tengah mengganggu dirinya dengan Lulu.


"Siapa sih yang?" tanya Lulu memotret dirinya.


"Roni yang, kenapa lagi dengan dia" gumam Daffa.


"Mungkin ada yang perlu, angkat saja" sahut Lulu dan Daffa pun menurutinya lalu segera mengangkat telpon itu.


"Hallo, ada apaan?" tanya Daffa menempelkan ponsel pada telinganya.


"Gue ganti video call ya" sahut Roni mengalihkan panggilan menjadi video call hingga terlihatlah wajah Daffa yang tampan itu namun sedikit mengerutkan wajahnya.


"Lagi dimana tu bro?" tanya Roni melihat sekeliling Daffa terdapat bunga.


"Di taman. ada perlu apa?" tanya Daffa.


"Gabut gue, enakan ganggu lo aja" jawab Roni seenak jidatnya.


"Sial lo, mana bini masa pengantin baru malah gabut" ledek Daffa.


"Biasa, dinas bro.. gue tinggal sendiri dikamar" sahut Roni malangnya ditinggal istri bekerja.


"Hahahahaha.. rasainlah nikah sama polwan" ledek Daffa tertawa keras hingga mengundang Lulu untuk menghampiri suaminya.


"Sayang, kenapa ketawa? ada yang lucu? jangan kayak orang gila disini, malu tau" seru Lulu yang belum tau bahwa suaminya tengah menertawakan sang Assisten. Roni yang mendengar ucapan Lulu pun terkekeh disebut orang gila.


"Ah yang, aku itu tertawakan si Roni, ini lihatlah" ujar Daffa menunjukkan ponselnya. Lulu pun meraih ponsel Daffa dan melihat Roni yang sedang melambaikan tangan sambil tersenyum.


"Aaaaaish Roni.. kenapa kau telanjang dada" ucap Lulu mengalihkan pandangan dari ponsel itu. Daffa yang mendengar gerutuan istrinya segera ia rebut ponsel itu kembali dan melihat Roni yang menutupi dadanya.


"Hai Assisten sialan! kenapa kau tunjukkan dadamu pada istriku!" teriak Daffa sedikit kesal.


"Aaaaish kau ini! aku dari tadi emang bertelanjang dada, kau saja yang tidak perhatikan dan langsung memberikan ponsel pada istrimu" ujar Roni mencebikkan bibirnya. sedang Daffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kau mengganggu saja! bye! nikmati kesendirianmu" ucap Daffa lalu segera mematikan panggilannya dengan mulut yang berkomat kamit.


"Mulut gak usah begitu, ku sumpel juga nanti" sahut Lulu menggoda suaminya

__ADS_1


"Kau lihat dadanya saja kan?" tanya Daffa.


"Yaiya, emang apalagi?! sungguh lucu" ketus Lulu. Daffa pun hanya manggut-manggut.


"Siapa tau ada yang terlihat" ucap Daffa.


"Ada, hutannya" ketus Lulu dan berlalu pergi berlari merentangkan kedua tangannya menikmati bunga-bunga yang indah itu.


"Hutannya??????"


~


~


Tidak terasa hari pun sudah gelap, sudah seharian mereka bermain di The Royal Palace tersebut. kini Lulu meminta untuk berjalan-jalan menelusuri jalanan yang ramai oleh penduduk lokal yang berjalan kaki.


"Sayang, pengen jajan itu" pinta Lulu menunjuk jajanan pinggir jalan.


"Tak sehatlah yang, kasihan si ucul diberi makanan yang gak bergizi" ucap Daffa.


"Pokoknya aku mau itu! ini juga kemauan si ucul tau!" ujar Lulu memanyunkan bibirnya, setelahnya ia berjalan melewati kerumunan orang untuk membeli jajanan tersebut. Daffa mengikuti istrinya, pasrah dengan kekerasan kepala sang istri.


"Sayang, jangan merajuk. kamu mau yang mana?" tanya Daffa.


"Baiklah" ucap Daffa merangkul sang istri menuju tempat jajanan itu



Daffa memberikan ice cream kepada Lulu, Lulu tampak antusias menerimanya apalagi ditangan sebelah kiri juga terdapat jajanan yang ia inginkan sedari tadi.


"Ice creaam.... terima kasih sayang" ujar Lulu penuh gembira.


"Biar kamu gak merajuk lagi" seru Daffa tersenyum.


"Aaah so sweetnya" puji Lulu membalas senyuman suaminya. Lulu melahap nikmat miliknya, sedang Daffa membeli cemilan lain untuknya sendiri setelah melihat cemilan itu tampak sangat lezat. diliriknya Lulu sebentar, masih menikmati ice cream yang dipegangnya. Daffa tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


"Ini Tuan" ucap penjual membuyarkan lamunan Daffa.


"Aah terima kasih" sahut Daffa mengambil cemilan itu lalu membayarnya. Daffa berjalan menghampiri Lulu yang tengah menunggunya. melihat cemilan itu, Lulu juga ingin mencobanya.

__ADS_1


"Sayang, cobain dong, aaaak" sahut Lulu yang tak pernah ada puasnya.


"Yang punyanya saja belum mencobanya lho" ujar Daffa.


"Gitu ya, perhitungan sama istri" ucap Lulu merajuk.


"Ya ya, ini... aaaaak" ujar Daffa dan Lulu pun tersenyum seringai.



"Hem, boleh juga" ucap Lulu mengunyah makananya.


"Enak kan? ini makanan lezat, gak kayak kamu" ujar Daffa melahap cemilannya.


"Biarin saja, cuma sekali ini juga" balas Lulu dan Daffa pun memilih diam saja menikmati cemilannya.


Kini keduanya telah kenyang, apalagi Lulu yang mudah mengantuk, Daffa pun memutuskan untuk kembali ke mobil sambil menggendong Lulu yang sudah mulai teroyong-oyong.


Berjalan beberapa meter, untung saja tidak terlalu jauh dari parkiran mobilnya. dengan pelan, Daffa meraih kuncinya dan menekan tombol untuk menyalakan mobil. setelah memasuki mobil, Daffa kembali melajukan mobilnya dengan pelan sebab banyak orang yang menyeberangi jalanan.


Tibalah dihotel, Daffa menggendong tubuh berat itu hingga ke kamar. menaruh Lulu dengan pelan diatas ranjang.


"Selamat tidur sayang, emuaach" ujar Daffa mengecup kening istrinya cukup lama lalu beralih ke perut Lulu, mengusapnya sebentar dengan penuh kelembutan.


"Selamat tidur juga uculnya Appi, bobo nyenyak disana ya. muuach" ujar Daffa mengecup perut Lulu yang sedikit buncit itu.


Setelah istrinya tertidur, Daffa memilih duduk di balkon sembari menikmati angin malam. meraih kamera yang dibawa Lulu untuk melihat koleksi-koleksi fhoto mereka seharian tadi. Daffa tersenyum-senyum melihatnya, apalagi saat Daffa memeluk Lulu dari belakang dan memegang perutnya membentukkan jarinya berbentuk love. ditambah lagi pose mereka saat Daffa berlutut dan mencium perut sang istri, sangat menggemaskan sekali.


"Bagus juga kalau foto ini akan dibuat figura, sebagai kenang-kenangan kalau ucul pernah ke Eropa sebelum lahir" gumam Daffa tersenyum menatap foto itu. merasa puas menatap foto mereka, kemudian Daffa menatap langit malam merasa bersyukur telah dikaruniai sang anak yang masih didalam kandungan sang istri.


"Terima kasih ya allah" ucapnya bersyukur. lalu kembali memasuki kamar, menaruh kamera diatas meja dan membaringkan tubuhnya disamping Lulu. Lulu mendengkur, berpindah posisi menghadap suaminya hingga tanpa sadar ia memeluk tubuh kekar itu. Daffa tersenyum, mendaratkan bibirnya dibibir Lulu yang mungil nan merah itu.


hingga tak lama kemudian, Daffa pun ikut tertidur memasuki alam mimpi dalam sekejap.


Β°


Β°


Β°

__ADS_1


Semoga kalian tetap menyukainya walaupun sudah mulai membosankan πŸ˜… terima kasih sudah mengikuti ceritaku sejauh ini.


Love you all 😘


__ADS_2