
Canda mereka terbuyarkan sebab Bibi Ningsih datang menghampiri dengan nampan ditangannya. Lulu segera mendorong Daffa untuk menjauh sebab ia malu kalau Bibi melihat Daffa tengah mencium perutnya secara liar.
Bruuuuk..
"Awas!" dorong Lulu dengan tatapan menatap Bibi yang berjalan ke arahnya.
"Saya taruh dimana ini Nyonya?" tanya.Bibi.
"Disini saja Bi" ujar Lulu menepuk tepian kolam yang sedang ia sandari. Bibi menurut dan menaruh kedua juice jeruk dan cemilan yang berada diatas piring.
"Terima kasih ya Bi" ucap Lulu tersenyum namun dibalas senyum pula.
Lulu dan Daffa tengah menikmati minuman mereka dan sesekali mengemil dengan obrolan mereka.
"Sayang, aku pengen disana dibangun gazebo" rengek Lulu menunjuk halaman terbuka tersebut.
"Oke sayang, akan ku suruh orang untuk membuatnya" ujar Daffa.
"Aku tidak mau orang, tapi kamu yang membuatnya" rengek Lulu.
"Apaa?? aku?" tanya Daffa heran menunjuk dirinya dan dengan cepat langsung diangguki oleh Lulu dengan senyum semringahnya.
"Aah yang, mana mungkin aku yang membuatnya" ujar Daffa mencebik.
"Pokoknya harus kamu!! titik! ini demi si ucul" tegas Lulu menyedekapkan kedua tangannya didada sembari menoleh ke kiri dengan bibir yang manyun.
Daffa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, merasa bingung dengan pinta istrinya yang mengharuskan ia membuat Gazebo di tepian kolam itu.
"Iya-iya aku akan membuatnya tapi dibantu orang bolehkan?" tanya Daffa.
"Gak boleh!" ketus Lulu.
"Heeem, cuma arahkan bagaimana caranya saja kok.. nanti hasilnya jadi buruk gimana" ucap Daffa yang merasa yakin pasti Lulu akan menyetujuinya.
"Gak boleh! tengok di youtube" ujar Lulu tetap pada pendiriannya.
Daffa frustasi, ia tampak bingung, mana mungkin ia bisa mengerjakannya untuk membangun Gazebo pada tempat ini. sejenak Daffa membayanginya menatap langit sembari berkhayal.
"Aah yang, plis boleh yaa dibantu arahin aja kok oleh tukangnya" pinta Daffa dengan wajah yang memelas.
"Ya ya ya, tapi harus kamu yang ngerjain semua. orang itu cukup jadi mandormu saja" ujaar Lulu membuat Daffa mengelus dada merasa lega.
"Baiklah, aku akan membuat sebagus mungkin" ujar Daffa.
"Harus paling bagus, bukan mungkin" ucap Lulu.
"Ya ya ya, kamu bawel sekali" ucap Daffa memeluk sang istri.
Hari telah semakin sore, Daffa dan Lulu juga sudah lama berada di dalam air. kini keduanya pergi menuju kamar mereka dengan jejak tetesan air yang tertinggal sebab Daffa yang tidak membawa kimono untuk mengeringkan tubuhnya.
__ADS_1
"Basah sekali badanmu, lihatlah lantainya jadi basah" ujar Lulu menatap lantai yang basah sebab rintikan air dari celana Daffa.
"Tinggal suruh Bibi saja kok yang mngelapnya yang, jangan risau" ujar Daffa. Lulu menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya.
"Biiiii........!!" teriak Daffa.
"Ya Tuan?" sahut Bibi yang baru berlari sedari dapur.
"Ini nanti pel lagi yaa" titah Daffa menunjukkan lantai yang basah.
"Baik Tuan" ucapnya. Daffa dan Lulu pun segera menaiki tangga dan memasuki kamar. kini keduanya tengah mandi berdua didalam bathup sembari bermain busa yang memenuhi tubuh mereka.
"Kamu tau apa bedanya busa sama dirimu?" tanya Daffa memegang gumpalan busa tersebut.
"Gak tau, apaan?" tanya Lulu.
"Kalau busa ini, ia bisa melayang ke udara lalu akan menghilang dengan sendirinya. kalau dirimu, melayang ke hatiku dan tidak akan pernah hilang" ujar Daffa melambungkan busa ke udara.
"Aaaaaish.. gombalan apa pula itu" ucap Lulu.
"Bagus kan? hahahaha" ujarnya lalu tertawa.
Tak terasa, hari pun sudah malam, matahari telah meninggalkan secercah cahayanya yang lambat laun mulai menggelap bak matahari telah ditelan bumi. Lulu tengah asyik menonton sinetron pemeran Daniah dan Saga dengan ditemani oleh Daffa diatas kasur. Daffa sangat bosan sekali melihat sinetron itu yang terkadang mewek, mengesalkan namun ia juga penasaran dengan si Saga yang sangat arrogant.
"Seharusnya aku juga sombong seperti dia yaa" ucap Daffa.
"Kau mau seperti dia? akan ku potong dulu itu mu" ketus Lulu membuat Daffa bergidik ngeri.
"Bentar ah ini mau selesai juga" ucap Lulu hingga beberapa menit kemudian sinetron itu pun telah selesai.
Waktunya untuk makan malam dimeja makan. Lulu dan Daffa bergegas menuju ruang makan untuk menyantap hidangan yang wanginya semerbak hingga penciuman mereka. terlihat Bibi tengah menaruh piring diatas meja makan lalu menuangkan air minum ke dalam gelas. Lulu dan Daffa menghampiri Bibi, Daffa menggeser kursi untuk istrinya dan lalu langsung diduduki oleh Lulu.
"Wangi banget Bi, masak apaan?" tanya Lulu.
"Asam padeh patin Nyonya" ujar Bibi. Lulu pun manggut-manggut sembari melihat lauk yang berkuah sangat merah itu.
"Aromanya sih enak banget." gumam Lulu dan segera mengambilkan nasi untuk suaminya lalu untuk dirinya. Daffa dan Lulu sangat menikmati masakan itu. walaupun namanya asam padeh, tapi rasa asamnya tidak terlalu ketara dan lebih dominan dengan pedas yang bercampur sedikit asam, sangat mengugah selera hingga Daffa dan Lulu pun menambahkan porsi makan mereka.
Setelah makan malam, Lulu dan Daffa duduk diruang keluarga sembari menonton televisi. tiba-tiba suara ketukan beserta bel membuyarkan tontonan mereka.
"Aku saja yang" ujar Daffa segera berdiri dan berjalan menuju pintu. Lulu tak menghiraukannya dan memilih menonton acara Pesbuker.
"Ngapain sih lo kesini, mengganggu saja" gerutu Daffa berbicara pada Roni.
"Bosan gue dirumah, mending disini saja" ujar Roni menduduki tubuhnya di sofa.
"Kak Karin dinas ya?" tanya Lulu.
"Ya gitu deh" ucap Roni mengambil keripik lalu melahapnya.
__ADS_1
"Sungguh malang nasibmu bro!" ledek Daffa.
"Tapi malam ini dinas terakhirnya, untung besok kami honeymoon jadi sungguh malang juga untukmu broo" balas Roni tersenyum seringai.
"Brengsek lo! pokoknya jatah kalian cuma seminggu" ujar Daffa menduduki tubuhnya disamping Lulu.
"Ya ya gue ngerti. lagian Karin tidak bisa cuti berlama-lama" ucap Roni.
Daffa dan Roni tengah asyik bermain game online hingga Lulu yang tengah menonton pun terasa terganggu dengan kebisingan yang mereka perbuat. umpatan demi umpatan keluar dari mulut keduanya. merasa telah kalah hingga meja pun ditendang oleh Daffa hingga membuat Lulu terkejut dan melototi matanya ke arah Daffa.
"Sial! sial!" umpat Daffa menonjok sofa.
"Hei! kalau main itu yang benar dong! meja sampai ditendang, kursi sampai ditonjok! lihatlah juice ku tumpah karna ulahmu!" berang Lulu merampas ponsel suaminya.
"Aduuuh yang, kembalikan dong" pinta Daffa.
"Tidak! bersihkan dulu kekacauanmu itu!" perintah Lulu menduduki ponsel suaminya.
Ppfffft....
"Suami yang malang" gumam Roni terkekeh.
"Apa kau bilang? ini ulah kau!" gerutu Daffa.
"Enak saja ulahku. orang situ kok yang buat. pergilah bersihkan dulu meja itu dan sekalian buatkan minumannya" perintah Roni seenak jidat.
"Betul itu Ron! ganti lagi minuman yang sudah tumpah tu! jangan suruh Bibi, buat sendiri!" perintah Lulu dengan wajah yang galak.
"Aaah kalian ini, awas kau Ron!" decak Daffa segera ke dapur untuk membuatkan juice jeruk sekalian mengambil kain lap.
"Suami yang malang" ucap Lulu dan Roni secara serempak.
Terasa lama sekali Daffa berada di dapur, entah apa yang diperbuatnya hingga membuat Lulu kehausan sedari tadi. sedangkan Roni tampak tersenyum sendiri dengan ponselnya, entah apa yang ia lihat hingga tersenyum.
"Usah senyum-senyum! kesambet lo!" sahut Daffa membawa nampan dan kain lap.
"Sirik lo!" ketus Roni yang masih memandang ponselnya.
"Lama amat sih yang, ngapain aja di dapur" tanya Lulu dengan wajah cemberutnya.
"Ngocok" ketus Daffa.
"Whaaaaat!!!!!"
°
°
°
__ADS_1
°
|