
Tiga hari kemudian, Daffa dan Lulu sedang bersiap-siap untuk menghadiri acara akad nikah Assisten Roni dan Karin, Lulu memakai long dress yang sangat anggun berwarna merah muda sangat cocok untuk kulit putihnya. sedangkan Daffa memakai tuxedo berwarna hitam yang membuatnya sangat tampan ditambah dengan rambut klimisnya. Lulu sempat terpukau pada suaminya apalagi orang lain, Lulu tidak akan membiarkan wanita lain menatap suaminya itu.
"Sayang, kau cantik sekali" puji Daffa yang melihat istrinya sedang memakai anting didepan meja rias.
"Tentu dong, emang kamu saja yang bisa tampan" ucap Lulu.
"Jadi aku tampan yaa?" tanya Daffa merapikan rambutnya
"Biasa saja sih" jawab Lulu mengedikkan wajahnya.
"Hahahaha kamu itu secara tidak langsung sudah memuji aku.. ya ya ku tau ku tampan" ucapnya bangga memegang jasnya.
"Serah deh" pasrah Lulu yang kini sedang memakai high hellnya.
Hingga mereka pun berangkat ke gedung pernikahan Roni, diperjalanan sesekali Daffa diam-diam melirik istrinya. tidak pernah ia lihat sebelumnya Lulu secantik itu terakhirnya pada waktu pernikahan mereka. kini Lulu telah pandai merias karna sering menonton tutorial make-up di youtube. Daffa tidak mempermasalahkannya asal jangan memakai make-up di kantor.
Mobil yang membawa pasangan suami istri itu akhirnya telah tiba disebuah gedung, Daffa memarkirkan mobilnya lalu turun dari mobil dan menjemput istrinya.
"Ayo Nona manis" ucapnya tersenyum mengulurkan tangan ke arah Lulu.
"Terima kasih pangeranku" ucap Lulu menyambut tangan itu. mereka masuk melewati pintu utama dengan gandengan layaknya ratu kerajaan. banyak yang melirik mereka, dari pria hingga wanita. Lulu yang melihat semakin mempererat rangkulannya dan Daffa tersenyum manis melihat tingkah sang istri.
Yang ditunggu telah tiba, acara pun dimulai. terlihat dari ujung sana Karin dan Roni sedang bergandengan mereka pun berjalan diatas karpet merah dan kanan kiri mereka terdapat banyak polisi yang berdiri sejejeran sedang memegang pedang. Roni terlihat sangat gugup tapi ia harus menepisnya. mereka pun berjalan dengan pelan dan polisi tadi mengangkat pedangnya ke atas hingga mereka telah tiba dimeja akad nikah. Roni dan Karin pun duduk dengan perasaan gugupnya.
Daffa dan Lulu sangat terpukau dengan konsep pernikahan itu terlihat sangat sakral hingga mereka pun melihat Ronni dan kebetulan Roni menatap balik. sontak Roni memasang mimik wajah yang menunjukkan ia tengah gugup. Daffa yang melihatnya hanya cekikikan, bukan memberi semangat malah terkekeh. sedangkan Lulu tengah memperhatikan satu persatu pak polisi yang keseluruhan mereka sangat tampan. Daffa beralih menatap istrinya ternyata Lulu sangat fokus menatap yang lain.
"Ehem! ingat suami!" sindir Daffa.
"Ingat kok, emang kenapa?" tanya Lulu dengan polosnya.
"Jaga matamu! tak seharusnya menatap mereka. aku lebih gagah apalagi ranjang" ucap Daffa.
plaaak!!
__ADS_1
Lulu memukul lengan suaminya melirik sekelilingnya apakah mereka mendengar ucapan Daffa atau tidak.
"Kamu ngomong itu pelan-pelan, ngomongi ranjang segala. malu tau ada yang dengar" ucap Lulu memanyun bibirnya dan melipat tangan didada.
"Makanya jangan lihat yang lain, tatap suamimu yang tampan ini" suruhnya mengarahkan wajah Lulu untuk menatapnya.
"Bosan" ketus Lulu. hingga acara akad nikah pun dimulai membuat adu mulut itu selesai dan kembali fokus pada Roni yang akan mengucapkan ijab qobul.
"Saaaah........" sorak para saksi membuat Roni dan Karin kembali tenang dan bernafas lega. mereka saling menatap daan tersenyum.
Akad nikah telah selesai dan kini resepsi pernikahan, kedua pengantin itu duduk diatas pelaminan sambil mengobrol sesekali menatap undangannya yang tengah menikmati hidangan dan bercengkerama. begitu pun Daffa dan Lulu, tampak bergurau sambil main suap-suapan. orang yang melihat pasti mereka pasangan yang penuh cinta dan sangat romantis..padahal mereka tidak tau pada awal pernikahan, mereka seperti musuh yang tidak bersapaan.
"Sayang, salad buah ku habis kamu buat, ambilkan lagi" suruh Lulu.
"Oke-oke, hanya itu??" tanya Daffa.
"Heeem.. aku mau semua makanan bawa ke sini" ucap Lulu tersenyum sumringah.
"Siap tuan putri, stand by in here!" perintah Daffa.
"Permisi, hai nona manis" sapanya. Lulu pun kaget, dilihatnya kebawah lelaki itu duduk berdempetan dengan Lulu, Lulu segera bergeser menjauhi lelaki itu.
"Maaf tuan, silakan pergi atau suami saya akan menghajar kamu" ancam Lulu yang melihat gelagat tidak baik pada lelaki itu.
"Kamu.sudah bersuami?? aaah sayang sekali padahal aku sangat menyukaimu" godanya. Lulu tak menghiraukan, segera ia berdiri dan pergi tapi tangannya malah ditahan oleh pria itu.
"Jangan pergi nona, duduklah kita mengobrol dulu. siapa tau kita bisa dekat dan apabila kau bosan dengan suamimu kau tinggal hubungi aku aku siap melayangimu nona" ucapnya panjang lebar. Lulu yang mengerti akan maksud ucapan itu membuatnya sangat geram.
Plaaaaak!!!! Lulu melayangkan tangannya menampar pria itu yang sudah merendahi wanita.
"Aku bukan wanita murahan seperti yang kau kira yaa!! kau cari wanita lain saja yang siap meladeni pria rendahan seperti kau!!" erang Lulu menggertakkan giginya.
"Sayang, ada apa ini????" tanya Daffa yang tiba-tiba datang setelah mendengar suara istrinya yang sedang memarahi seseorang.
__ADS_1
"Pria ini berani sekali merendahkanku yang" adu Lulu langsung memeluk suaminya. mendengar itu membuat Daffa murka, ia segera menaruh makanan itu dimeja lalu menghajar pria itu.
"Beraninya kau!!!!" berang Daffa segera melayangkan pukulan dihidung pria itu.
"Sial!" gumamnya dalam hati memegang hidungnya yang mengeluarin darah.
"Lelaki macam apa kau menggoda dan merendahkan istriku!" ucap Daffa lagi segera melayangkan tangannya tapi belum sempat ia memukul, pria itu memohon ampun pada Daffa.
"Ampun tuan, ampun.. saya tidak akan ulangi lagi" pintanya mengatupkan tangan.
"Sekali lagi aku melihat kau merayu wanita lain, hajap kau!" ancam Daffa lalu mendorong pria itu hingga tersungkur. pria itu pun pergi meninggalkan kerumunan itu. Daffa pun segera kembali menghampiri istrinya.
"Sayang, kamu tidak apa?? apa dia menyentuhmu?" tanya Daffa lembut menduduki istrinya.
"Tidak, hanya dia memegang tanganku" adu Lulu.
"Kurang ajar" berang Daffa lalu mengambil sesuatu dari dalam sakunya yaitu handsanitizer lalu mengoleskannya ke seluruh tangan Lulu.
"Sayang tidak perlu seperti itu" ucap Lulu.
"Lebih baik begini untuk menghilangkan bekas tangannya" ucap Daffa dengan wajah dinginnya.
"Sayang, ayo kita lanjutkan makan" ajak Lulu setelah Daffa selesai mengolesi tangannya.
"Baiklah, segera habiskan makanan mu. rasanya aku ingin pulang" ucap Daffa yang sangat kesal dengan ulah pria itu.
"Jangan dipikirkan lagi pria itu, aku juga telah menghajarnya. aaaak... buka mulutmu" ucap Lulu menenangkan suaminya lalu menyuruh Daffa untuk mangap.
"Aaaaaak....."
Lulu pun segera mendaratkan makanan itu kedalam mulut suaminya hingga mereka pun saling siap-suapan dengan perasaan yang telah kembali normal.
°
__ADS_1
°
°