
Mereka pun akhirnya pulang dari rumah rina. Setelah mereka pergi rina pun keluar kamar dan menghampiri orang tua nya.
"Buk, pak, jadi kuliah rina bagaimana?" tanya rina
"Kamu tidak usah kuliah lagi" jawab bapaknya
Rina pun menangis mendengar penuturan bapaknya ia pun langsung ke kamar merenungi nasibnya.
"Aku tidak terima perjodohan ini! cita citaku lenyap sudah! Hiks hiks hiks"
Ibu sri pun masuk ke kamar rina dan memeluk anaknya.
"Maafkan ibu sama bapakmu nak.. karena kami kamu kehilangan cita cita dan masa depanmu" ibu sri sedih dengan masalah perjodohan ini.
"Bu, Ibu jual saja rumah ini lalu kitaa pergi ke jakarta" pinta rina
"Tidak bisa sayang.. Rumah ini peninggalan kakekmu"
~
~
~
~
~
~
Di Jakarta
Lulu dan Tari sedang menikmaati makan siang mereka di kantin kampus. Lulu sangat menyukai mi ayam dan tari menyukai bakso.
Disela sela makan mereka mengobrol tentang liburan mereka dan tentunya tentang pengkhianatan dimas.
"Bagaimana disana bertemu dimas? pasti bahagia dong bisa melepas rindu" goda tari
Seketika itu lulu pun tersedak mendengar perkataan tari.
"Iya aku bahagia sekali" ucap lulu sambil tersenyum sinis
"Aciyeeeeee ciyeeeee......." goda tari
"Aku bahagia tuhan sudah menunjukkan kebusukannya" ucap lulu sinis
"Maksudnya" tanya tari bingung
"Lelaki berengsek itu selingkuh dibelakang gue" jelas lulu
"Yang benar saja?? Setau gue dia cinta matii banget sama lo." ucap tari terkejut
__ADS_1
"Lelaki itu hanya bisa mempermainkan perempuan dengan kata kata manisnya" jawab lulu santai
"Lo yang sabar yaaa jangan bersedih pasti suatu saat nanti akaan datang seorang pngeran dari khayangan" ucap tari menenangkan lulu
"Lo kira dongeng!" ketusnya
Sepulang dari kampus mereka pun pergi ke mall untuk makan disebuah foodcourt. Mereka memesan makanan jepang beserta desert.
Disaat sedang menikmati makanannya tari kebelet ingin buang air kecil. Ia pun permisi pada lulu.
"Aduh... Gue ke toilet dulu yaa"
Ketika baru keluar dari toilet tari pun tak sengaja menabrak seseorang.
"Aduuuuh soorry" ucap tari
"Seperti nya kita pernah bertemu tapi dimana yaaa" ucap lelaki bingung
"Oooh dibioskop" sambungnya
"Salah pak mungkin anda salah orang" cegah tari. "Permisi.."
"Ah bapak lagi" gumamnya.
"Heeeeei tunggu!! Aduh kebelet lagi"
~
~
~
"Lo knapa sih seperti dikejar setan saja" tanya lulu heran
"Haaah iya setan jelangkung" ucap tari
Dan tiba tiba datanglah seorang pria tampan
"Hei boleh duduk sini tidak?" tanya pria itu
"Tidak." ucap tari
Mereka seperti sudah kenal.. batin lulu
"Silakan" jawab lulu
Terima kasih
Mereka pun makan dengan lahapnya hanya tari yang tidak berselera makan karna ia masih merasa malu dengan kejadian itu.
Sedangkan di pria sambil menatap perempuan disebelah kiri lulu. Lulu yang melihat pria itu curi curi pandang, Ia pun berdehem.
__ADS_1
"Ehem!"
Dan itu membuat si pria dan tari kaget bersamaan.
"Kalau ada yang ingin pedekatean silakan" sindir lulu
"Apaan sih lu gue gak kenal sama cowok ini" bisik tari .
"Kenalan lah... Tu cowok kayaknya suka sama lo daritadi liatin lo mulu" bisik lulu kembali.
"Ehem.. Oh ya kenalin gue ferdi" sambil mengulurkan tangannya.
"Gue lulu "
"Dan wanita pemalu nan cantik itu siapa ?" tanyanya pada tari
Gila ni orang nyindir gue banget , bathin tari
Lulu pun menyenggol bahu tari supaya menjawab perkenalan pria itu
Nama gue gak penting" ketus tari
Jutek amat sih tapi beneran cantik, bathin ferdi sambil tersenyum.
"Lu, Kita pulang yuk gue gak berselera makan" ajak tari.
"Iya bentar" jawab lulu sambil melihat lihat isi tas nya.
"Aah baiklah kami duluan dulu ya ferdi.. Masih ada urusan"
"Baiklah" jawab nya bercemberut
Mereka pun brsalaman hanya tari yang enggan. Ferdi pun merasa sesuatu yang janggal di telapak tangannya. Dan ia pun melihat ada secarik kertas.
Ketika membuka lipatan kertas itu ferdi pun tersenyum sendiri dan merasa kesenangan .
Kira kira apa yaa isi kertas itu???
kalau ada yang tahu bisa dijawab dikomentar yaaaa ππππππ
Β°
Β°
Β°
Β°
Β°
Β°
__ADS_1