
Sinar mentari menelusup masuk menembus gorden bilik suami istri tersebut dengan pancaran sinarnya yang begitu menyilaukan menyoroti langsung wajah Ibu beranak satu itu. Pancaran cahaya yang membuat siapa saja pasti akan terganggu dan mengerjapkan matanya sedikit demi sedikit. Lulu sangat kesilauan akan sinar mentari yang menusuk matanya, memaksanya bangun dan bangkit dari tidur panjangnya itu.
"Eemmh..." Lulu berdecak sembari menutupi wajahnya dengan selimut dan kembali tidur memeluk suaminya yang masih terlelap. Ini hari libur, baik libur kantor maupun libur sekolah jadi Lulu lebih leluasa untuk bersantai terlebih dahulu.
"Ammi..... appi.....!!"
Gubrak! gubrak!
"SHIT!!" sontak saja Daffa dan Lulu terbangun dan terduduk mendengar gedoran pintu dan teriakan sang putri yang begitu kencang dan kuat. bisa menghindar dari pancaran sinar mentari tapi tidak bisa menghindari teriakan sang putri yang sepertinya kompak bersama mentari yang harus membangunkan orang tuanya itu.
"Miiiii!" sekali lagi teriakan sang putri memaksa Lulu untuk bergegas turun dari ranjang. sedangkan Daffa, kembali membaringkan tubuhnya dan tertidur dengan lelap. Lulu pun telah tiba didepan pintu kamarnya, memutar kunci lalu menekan handle pintu.
Ceklek,
Terlihat sang putri tengah memanyunkan bibirnya dengan kedua tangan yang menyilang bersedekap didepan dada. wajah kusut, rambut berantakan dan mengenakan baju tidur hello kitty yang sangat lucu, membuat Lulu gemas melihat putrinya.
"Ah Ayura, kau mengganggu ammi saja" gerutu Lulu menjongkokkan tubuhnya mensejajari tinggi badan dengan sang putri.
"Ammi, ini sudah siang. Kenapa ammi masih tertidur?" tanya Ayura menatap amminya.
"Ammi sangat lelah, appi mu terus menghajar ammi" adu Lulu dengan setengah sadar. sontak membuat Yura begitu kaget.
"Hajar?? appi jahat sama ammi?" tanyanya kembali seperti tengah mengintrogasi penjahat. Lulu pun mengangguk dengan mata yang masih sayu.
"Appi kurang asam! appi....!!!!" gerutu Yura berteriak memanggil sang appi. Daffa tak menyahutinya, ia pun juga begitu kelelahan menghajar Lulu tengah malam tadi walaupun dengan pelan dan menembak dari luar tapi cukup membuat keduanya sangat lelah.
Yura melihat Daffa yang masih berbaring dengan wajah yang ditutupi selimut. tanpa berlama-lama, Yura menaiki ranjang dan menghempas tubuhnya tepat diatas perut Daffa.
"Aaww" rintih Daffa yang merasakan sesuatu menimpa dirinya. Yura pun bergenjot-genjot di tubuh appi dengan tawa kecil yang terukir dibibirnya. membuat Daffa membuka matanya lebar dan menyibak selimut yang menutupi wajahnya lalu menatap sang putri yang bergenjotan diatas perutnya.
"Aduh Yura, turunlah.. sakit perut appi" gerutu Daffa.
__ADS_1
"Gak mau! ini hukuman appi yang sudah menghajar ammi sampai ammi gak mau bangun" ujar bocah tengil tersebut memberi hukuman untuk Daffa.
"Appi gak menghajarnya sayang, hanya mengun--- aduh Yura, sudahlah" Daffa mengangkat tubuh anaknya dan membaringkan Yura diatas kasur tepat disampingnya. Daffa memeluk Yura layaknya guling, Yura memberontak meminta untuk dilepaskan. Namun Daffa enggan agar sang putri tidak terus mengganggunya.
"Appi, lepaaas!" berontak Yura seperti cacing kepanasan.
"No! temani appi tidur aja" ucap Daffa tersenyum seringai.
Uweeek! uweeeek!
Lulu memuntahkan isi perutnya yang kosong, tidak ada makanan apapun hanya air yang keluar dari mulutnya. Lulu tampak pucat sekali, muntahnya tiada henti hingga Daffa dan Yura mengedor pintu kamar mandi untuk dibukakan.
"Sayang, buka pintunya!!" teriak Daffa.
"Ammi, are you oke? buka pintunya mii" Yura pun tak kalah panik seperti sang appi. Lulu terus saja muntah hingga tak menghiraukan orang tercintanya yang begitu panik.
Beberapa menit kemudian pun, mual itu terhenti seketika. Lulu memandang wajahnya didepan cermin. wajah yang pucat, sayu dan terlihat sangat lesu. Lulu teringat akan kedua orang tercintanya yang sedari tadi memanggil dirinya, segera ia membilas wajah dan mulut dengan air keran yang berada tepat didepannya.
Ceklek,
"Sayang, Yura, kenapa disitu?" tanya Lulu. Daffa dan Yura pun beranjak bangun dan memeluk Lulu. Lulu tersentak kaget akan perlakuan mereka berdua.
"Maaf, seharusnya aku yang mual seperti dulu" ujar Daffa merasa iba.
"Tidak, ini memang konsekuensi ibu hamil." ucap Lulu tersenyum.
"Ammi tidur saja yaa" sahut Yura menengadahkan kepalanya menatap Lulu. Lulu pun mengangguk sembari tersenyum.
Kini ketiganya sarapan pagi didalam kamar sembari menonton spongebob ditelevisi. Lulu memaksa perutnya untuk menerima bubur ayam itu memasuki lambungnya agar sang jabang bayi tetap mendapatkan nutrisi yang baik. pelan namun pasti, sedikit demi sedikit, bubur itu sudah cukup termakan oleh Lulu walaupun sedari tadi Yura dan Daffa telah selesai melahapnya hingga habis. Yura menatap amminya, merasa kasihan pada sang ibunda. Yura pun memeluk Lulu dari samping sembari menatap perut ibunya.
"Adek yang sabar ya, ammi akan menghabiskan buburnya untuk adek" ujar Yura mengelus perut datar itu. Lulu dan Daffa pun tersenyum mendengarnya dan kompak mengelus kepala putri mereka.
__ADS_1
"Adek kan kuat, ia juga bersabar. lihatlah, bubur ammi sedikit lagi habis" ucap Lulu tersenyum.
"Ammi, apa mungkin adek gak suka sama bubur?" tanya Yura menatap amminya.
"Sangat suka dong. katanya sedap, maknyus" ucap Lulu.
"Tapi kenapa ammi sangat tidak berselera?" tanyanya kembali yang begitu ingin banyak tau. Daffa menggeleng-gelengkan kepala mendengar ocehan anaknya yang cukup cerewet.
"Adek gak mau makanannya cepat habis. sekarang ayo kita mandi berdua didalam bathup" ajak Daffa segera menggendong putrinya.
"Asyiiik.... banyaki busanya yaa appi" ujar Yura kegirangan.
"Siap bos. sekarang biarkan ammi sendiri dulu ya" ucap Daffa dan diangguki oleh Yura. hingga Daffa dan Yura pun berendam didalam bathup sembari bermain busa dan bercerita dongeng. Yura hanya mendengarkan sembari menghembus busa yang berada ditangan mungilnya.
"Dulu ada seorang putri dari istana yang berpenampilan biasa saja, hingga ia dijodohkan dengan pangeran tampan dinegeri seberang. pangeran itu tampak acuh pada sang putri karna ia sangat menyukai ratu sihir yang teramat cantik. setelah menikah, ratu sangat jahat mengetahui pangerannya menikah dengan putri yang biasa saja hingga mengutuk putri tersebut menjadi putri yang terus murung. semakin lama pangeran merasa kasihan padanya dan sedikit demi sedikit ia memiliki rasa pada sang putri."
"Kamu mau tau kelanjutannya?" tanya Daffa pada Ayura. Yura pun mengangguk tanda tak sabar mendengar lanjutan cerita appi.
"Cinta sang pangeran itulah yang membuat kutukan sang putri terlepas hingga ia kembali ceria dan berubah wujud menjadi putri yang sangat cantik. sang ratu yang dulunya dicintai pangeran, kini ia tercampakkan dan mendekap dijeruji besi istana. putri dan pangeran pun berpelukan hingga rumah tangga mereka pun terlengkapi dengan kehadiran bayi yang sangat lucu seperti kamu" jelas Daffa panjang lebar akan cerita dongengnya.
"Cerita yang sangat bagus pi. kasihan sekali putri terkena kutukan tapi beruntung pangeran mencintainya" ucap Yura yang sangat menyimak cerita appi.
"Begitulah cinta sejati sayaang, dari benci menjadi cinta hingga kekuatan cinta mereka sangat kuat dan memusnahkan yang jahat. mereka pun hidup bahagia karna tidak ada lagi yang mengganggu mereka" ucap Daffa tersenyum sembari memikirkan kisahnya bersama Lulu.
Β°
Β°
Β°
Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa ππ
__ADS_1