Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
231. Chef andal


__ADS_3

Lulu, Daffa dan Ayura menghabiskan waktu duduk ditaman belakang yang akan menembus ke arah samping kediamannya. tampak Ayura tengah mendengkus aroma wangi bunga mawar merah dan ada juga yang berwarna putih. kupu-kupu berterbangan menghiasi suasana hari itu, Yura semakin kegirangan melihat kupu-kupu yang menghampirinya dan berdiam diri di daun bunga tepat didepan wajah gadis itu.


"Hihihi, kupu-kupu cantik" soraknya dengan penuh euforia. Yura pun mencoba menangkapnya dengan pelan dan hati-hati, namun si kupu-kupu yang tau akan seseorang mau menangkapnya ia pun segera terbang meninggalkan jejaknya pada bunga itu.


"Yaaaa malah terbang" gumamnya sedikit kesal. Yura pun tak pantang menyerah, ia terus mengejar kemana kupu-kupu itu pergi.


"Yuraaaa.... lihat-lihat jalan!" teriak Lulu yang sedang memakan salad di Gazebo bersama Daffa yang berbaring dipangkuan sang istri.


"Iya ammi" sahut Yura yang masih fokus mengejar kupu-kupu tersebut. Lulu yang memerhatikan putrinya itu tampak was-was merasa cemas karna Yura malah pergi ke pepohonan buah-buahan. Lulu pun mendorong kepala suaminya yang sedang mencium perut sang istri. sontak Daffa pun terkaget dengan serangan Lulu yang menghempaskan kepalanya ke lantai.


"Aduh sayang, kalau mau berdiri bilang-bilang dong" gerutu Daffa memegang kepalanya.


"Kamu itu bukannya lihatin Yura malah tiduran disini!" omel Lulu kesal lalu pergi menyusul sang putri. begitu pun Daffa yang mengedarkan pandangan, tidak terlihat lagi dimana Ayura hingga Daffa mengikuti Lulu yang tengah mengejar sang anak.


"Ra.. turun!!" teriak Lulu melihat sang putri tengah memanjati pohon jambu.


"Tidak mi. lihatlah kupu-kupunya sudah dekat" ucapnya tersenyum girang. Lulu yang takut anaknya terjatuh pun segera ikut menaiki pohon tersebut. Namun Lulu menghentikan langkahnya sebab Daffa langsung melarang sang istri.


"Aku yang akan memanjat!" ujar Daffa lalu memanjati pohon itu. Lulu menggeleng-gelengkan kepala melihat Ayura yang sudah mencapai ketinggian. Namun Yura tetap berhati-hati untuk mengejar kupu-kupu tersebut.


"Dapat kamu gadis nakal! kita turun!" gertak Daffa.


Dari pintu samping yang terhubung ke kolam renang, seseorang mengedarkan pandangan mencari keluarga kecil itu yang entah kemana. Bibi bilang, mereka tengah bermain ditaman. Namun seseorang yang ternyata Mama Sarah itu tidak mendapati anak cucunya. hingga sayup-sayup ia mendengar suara Yura yang sedang berteriak. Mama pun segera mempercepat langkahnya menuju ke asal suara hingga ia terkaget mendapati Yura dan Daffa berada diatas pohon jambu.


"Astaga, Yuraaa......" teriak mama Sarah berjalan menghampiri Lulu berdiri.


"Mama?" gumam Lulu.


"Omma....lihatlah appi!" teriak gadis kecil itu.


"Kamu ngapain disana, Yura. ayo turun!" sorak mama Sarah kepada cucu perempuannya itu.

__ADS_1


"Lihatlah cucu mama ini, sangat nakal" adu Daffa menggendong anaknya dan bergegas turun dari pohon itu. sedangkan Lulu menengadahkan tangan untuk menyambut putrinya yang nakal.


"Anak nakal! jatuh baru tau" omel Lulu mengambil anaknya dari Daffa yang masih berada diatas.


"Ammi, Yura mau ambil kupu-kupunya" gerutu Yura mencebikkan bibir mungilnya.


"Tidak! biarkan kupu-kupu terbang bersama temannya. tidak boleh diambil" ucap Lulu.


"Benar sekali sayang, daripada kejar kupu-kupu mending kita makan cupcake" seru mama Sarah menunjukkan cake box pada cucunya. seketika mata Yura berbinar-binar melihat box itu.


"Cup cake?? asyiiiiik...." girang bocah itu hingga membuat Lulu gemas pada tingkahnya. mereka pun kembali ke gazebo untuk bersantai sembari mengemil makanan yang dibawakan mama Sarah.


"Oma, tante Vivi mana?" tanya Yura disela makan cupcakenya.


"Tante pergi bersama temannya, sayang. biasalah anak remaja yang suka menjelajah" ucap mama Sarah terkekeh.


"Ah Lulu jadi teringat masa remaja, ma" ucap Lulu yang ikut terkekeh.


"Dia nakal banget Daff, balap-balapan sama teman sekolahnya" adu mama Sarah.


"Ah mama, buka coki aja. masa itu kan keren banget" ucap Lulu tersenyum membayangi masa-masa sekolahnya dulu yang suka berbalap-balapan bersama teman pria. bahkan pernah manjat pagar sekolah karna sering telat. sangat lucu bila membayanginya. Daffa yang mendengarnya pun menggeleng-gelengkan kepala mendengar cerita sang istri dimasa remajanya.


"Pantasan saja penampilan kamu gak feminim ya, dasar istri tomboy" ucap Daffa mengacak-acak rambut Lulu.


"Ih gak tomboy juga kali" gerutu Lulu memandang sinis. sedangkan Yura tidak menghiraukan omongan orangtua dan ommanya, ia tampak sangat lahap menikmati cupcake dan brownies yang omma bawa.


"Ini anak keasyikan ngemil ya" ucap Daffa mencubit pipi sang putri.


"Ini enak appi, appi mau?" tawarnya memberi potongan brownies pada Daffa. Daffa hanya menggeleng sembari tersenyum.


"Sekarang lebih enakkan makan kue atau kejar kupu-kupu hm?" tanya Lulu menatap lekat putrinya.

__ADS_1


"Enak makan kue. hihi" jawabnya terkekeh.


"Dasar cucu oma" ucap mama Sarah mengelus rambut panjang cucunya.


Tak terasa hari pun sudah semakin terik, matahari menjunjung tinggi diatas sana. suhu cuaca siang itu sangat panas akan teriknya sang surya, seakan matahari terletak tepat diatas kepala umat manusia. Daffa, Lulu bersama Yura sedang berada didalam mobil menjelajahi jalanan Ibukota yang cukup padat pada siang itu. Mereka akan menuju ke rumah sakit untuk memeriksa kehamilan Lulu yang diperkirakan telah berusia 2 minggu. Yura yang ingin melihat adeknya itu pun tampak sangat tidak sabar untuk segera tiba ke rumah sakit. Yura terus saja mengelus perut Lulu yang masih datar, sesekali ia menciumnya dengan penuh kasih sayang. terlihat jelas bahwa Yura begitu mencintai sang adik yang masih sekecil kelereng. Lulu tersenyum melihat anaknya, seakan tidak sabar untuk mencapai sembilan bulan kemudian. Ingin rasanya ia kembali menimang bayi mungil dan memberinya ASI eksklusif seperti masa Yura waktu itu.


"Adek sayang cepat besar ya, kakak pengen banget main sama adek" ucap Yura mengajak adiknya mengobrol.


"Emang nanti kita mau main apa kak?" tanya Lulu menirukan suara anak kecil persis seperti dulu saat ia mengajak Yura mengobrol didalam perut.


"Heem, main alek-alek dong. nanti kakak masakkin buat adek" jawab Yura menatap amminya lalu kembali menatap perut datar itu.


"Hmm, enak gak masakannya?" tanya Lulu yang masih menirukan suara yang sama.


"Tentu saja. kalau kakak sudah besar akan jadi chef andal" ucap Yura menunjukkan otot bahunya. seketika Daffa dan Lulu pun tertawa akan tingkah anaknya yang begitu lucu.


"Hahaha sayang, kamu itu mau jadi chef atau guru beladiri sih?" tanya Daffa terkekeh.


"Dua-duanya, hehehe" ucap Yura ikut terkekeh.


"Kamu ini lucu sekali sayang, besok ammi akan coba masakan Yura yaa" ucap Lulu mencium dahi sang putri.


"Oke ammi, muuuach" ucap Yura mencium kedua pipi Lulu.


Hingga mereka pun telah tiba di rumah sakit, Daffa segera memarkirkan mobilnya diparkiran. Keluarga kecil itu pun memasuki lobi rumah sakit dengan perasaan yang bahagia. cukup aneh, biasanya orang ke rumah sakit dengan perasaan yang sedih, gugup, dan takut. Namun berbeda bagi keluarga kecil itu, mereka tampak bahagia untuk mengunjunginya. bagaimana tidak bahagia, yang akan mereka lakukan adalah memeriksa sang jabang bayi kepada dokter kandungan yang membantu persalinan Tari pada tempo lalu.


"Vivi????--


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2