
Bibi tercengang dan mulai takut kalau ia ketahuan tengah memberi makan untuk sang Nyonya. Bibi pun segera menutup pintu agar Daffa tidak melihat isi kamarnya.
"Eh, iya Tuan?" tanya Bibi setelah sadar. sedangkan Lulu didalam kamar, segera menyimpan sarapannya dan mengumpet dibawah kolong tempat tidur. merasa was-was saat Daffa mulai curiga dan mencarinya dikamar ini.
"Semoga dia tidak masuk" gumam Lulu dalam hati.
Daffa mengerutkan dahinya, menatap Bibi dengan penuh tanda tanya apalagi Bibi dari tadi malam asyik melamun entah apa yang dipikirkannya.
"Bibi ada masalah? Daffa lihat asyik melamun saja" ujar Daffa menatap lekat wajah Bibi yang tengah menunduk.
"Eh, tidak Tuan" jawabnya gugup memegang handle pintu.
"Atau Bibi ingin pulang kampung?" tanya Daffa yang mulai mengerti.
"Tidak kok Tuan, Bibi merasa nyaman disini jadi gak ada kepikiran buat ke kampung. oh iya, Tuan ada apa nemuin Bibi?" tanya Bibi mengalihkan pembicaraan.
"Itu, siapa yang bersihin kamar?" tanya Daffa.
"Waduh, siapa yaa?" gumam Bibi. didalam kamar, Lulu mulai merasakan kalau Daffa tidak memasuki kamar itu. Lulu pun segera bangkit dan menguping dari balik pintu hingga ia mendengar suaminya bertanya siapa yang membersihkan kamar. Lulu pun terkejut, dan mulai ketakutan.
"Aduh! jangan sampai bibi mengatakan kalau itu aku" gumam Lulu dalam hati.
"Anu Tuan, Bibi yang membersihkannya. Bibi lihat dari balkon seberang, balkon kamar Tuan berantakan" ujar Bibi berbohong.
"Oh, terima kasih kalau gitu Bi" ucap Daffa segera pergi dari depan kamar itu dan melangkahkan kakinya ke ruang makan. tampaklah Bi Ningsih yang sedang menuangkan Bubur ayam ke mangkok Tuannya.
"Sarapannya Tuan" ucap Bi Ningsih menyajikan didepan Daffa.
"Terima kasih" ucapnya.
Dikamar bi Tuti, Lulu bernafas lega mendengar jawaban Bibi yang tidak mengatakan dirinya. dirasa sepi, Lulu pun membuka pintu dan terlihatlah Bibi yang baru saja melangkahkan kakinya.
Lulu kembali melanjuti sarapannya yang tertunda, hangat bubur itu sudah berkurang namun Lulu tidak mengeluhkannya. segera ia melahap sarapan pagi tersebut dengan penuh nikmat. tak lupa meminum susu rasa vanilla dan beberapa buah sebagai makanan penutup.
__ADS_1
"Kenyangnya" gumam Lulu mengelus perut buncitnya.
Daffa telah selesai sarapan pagi, sesekali ia memeriksa ponselnya yang ada diatas meja berharap Lulu akan menghubunginya namun ternyata nomor sang istri tidak aktif dari sejak malam. Daffa pun mendengus kesal, segera ia beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri mobilnya yang telah berada diluar.
"Mang, kalau Nyonya pulang, hubungi saya" perintah Daffa.
"Baik Tuan" ucapnya mengangguk. Daffa pun segera menekan pedal gas mobil dan melajukannya dengan kecepatan yang tinggi. sedangkan Lulu segera berlari dengan menenteng tasnya. Lulu tampak berbeda kali ini, ia mengenakan pakaian Bibi khas seperti gadis desa, lalu memakai wik yang berambut panjang dan dikepang dua antara sisi kiri dan kanannya, juga memakai kacamata dan menambah tahi lalat ditengah pipi kanan. Lulu juga tidak memakai riasan sedikit pun karna kulitnya juga sudah putih dan bibir yang berwarna merah muda seperti jambu air.
"Ini Nyonya?" tanya mang Asep saat Lulu menghampirinya.
"Tentu saja, cantikkan mang?" tanya Lulu membuat mang Asep menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha mang Asep bingung, ayo ah antarkan Lulu ke kantor Tuan" suruh Lulu hingga mang Asep segera ke garasi untuk mengambil mobil. Lulu menaikinya dan mobil pun berjalan memecahkan keheningan jalan.
"Kenapa Nyonya berpakaian seperti itu?" tanya mang Asep.
"Mamang kepo ih" ujar Lulu.
"Hehehe maaf Nyonya" ucap mang Asep cengar cengir. Hening, tidak ada pembicaraan. mang Asep lebih memilih diam daripada bertanya perihal tadi. sedangkan Lulu tengah menatap jalanan yang padat. Lulu berharap Daffa tidak melihatnya sebelum rencananya selesai.
"Terima kasih mang" ucap Lulu.
"Sama-sama Nyonya" sahut mang Asep hingga mobil milik Lulu itu pun pergi dari pandangannya. Lulu segera melangkahkan kakinya memasuki perkarangan gedung. banyak orang-orang yang menatapi dirinya yang berpenampilan udik, dan ndeso namun Lulu tidak menghiraukannya dan malah tersenyum. hingga Lulu tiba di pos security, dan memulai menjalani aksinya dengan memberi sedikit skenario kepada pak security.
"Pak, bapak masih ingat'kan sama wanita yang diusir dari sini?" tanya Lulu.
"Ya, tapi kamu siapa?" tanyanya heran. Lulu menarik nafas dalam-dalam, mengedarkan pandangan agar tidak ada yang melihatnya, lalu menunjukkan jati dirinya dengan membuka kaca mata dan wiknya sehingga pak security pun mengerti.
"Nyonya?" ujarnya kaget.
"Ya, kalian saya berikan tugas. nanti jika wanita itu datang hubungi nomor ponsel saya" ucap Lulu mencatat nomor ponselnya diatas kertas.
"Baik Nyonya" ucap pak security mengambil kertas itu. Lulu pun segera pergi, tapi kali ini bukan memasuki gedung itu, yaitu suatu tempat yang sering dikunjungi saat jam istirahat. Lulu telah tiba, dan menduduki dirinya sejenak akibat kelelahan.
__ADS_1
"Permisi, ada yang mau dipesan?" tanya seorang pelayan wanita yang menghampirinya.
"Hem, siapkan mie tektek tapi buatkan kuahnya pedas dan berwarna merah" perintah Lulu. pelayan tadi pun menatap heran pada wanita itu karna seenaknya memerintah.
"Baik" ucapnya lalu pergi meninggalkan Lulu.
"Eeeeep, tunggu!" cegah Lulu menghentikan langkah kaki wanita itu.
"Iya apa ada lagi?" tanyanya.
"Buatnya sebentar lagi saat saya memberi perintah" ucap Lulu menatap pelayan yang tampak bingung dan sedikit kesal.
"Tidak usah cemberut, saya Nyonya Lulu" ujar Lulu membuka kacamata dan wiknya. seketika pelayan tadi pun terkejut dan meminta maaf pada Nyonya-nya.
"Aduh Nyonya, maaf, saya kira siapa" ujarnya memohon maaf.
"Tidak apa. bekerjalah. saya duduk disini dulu" ucap Lulu memakai wik dan kaca matanya. pelayan tadi pun memulai bekerja dengan membersihkan meja dan kursi. Tiba-tiba seseorang datang dan memanggil pelayan.
"Pelayan!" ujar seorang Pria mendekati pelayan itu. Lulu yang melihatnya langsung melotot dan sangat terkejut, Lulu menundukkan wajahnya berharap Daffa tidak melihatnya. Ya, pria itu adalah Daffa yang tengah menghampiri pelayan.
"Kenapa dia ada disini" gumam Lulu dalam hati.
"Tuan, ada apa?" tanya pelayan.
"Bawakan chicken kentucky dan jajanan seribuan yang pernah istri saya pesan. bawa keruangan saya" perintahnya.
"Baik Tuan" turut pelayan wanita itu. Daffa pun segera pergi, namun langkahnya terhenti sebab melihat wanita asing yang tengah duduk sembari menundukkan kepalanya. Lulu tampak gugup, jari jemarinya saling beradu diatas pahanya. Daffa memandang lekat, segera ia menghampiri wanita itu.
"Hallo" panggil Daffa.
Β°
Β°
__ADS_1
Β°
Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa ππππ