
Pria itu pun mendekat dengan matanya yang penuh nafsu.
Rina yang merasa ada yang berjalan kearahnya pun menoleh melihat ke samping ternyata adalah ayah mertuanya.
"Eh bapak.. datang kok gak bilang-bilang biar Rina masak banyak" ucap Rina lalu menyalimi mertuanya. setelah mencium punggung tangan mertuanya, Rina pun melepaskan tangannya dari telapak tangan pak mertua tetapi malah ditahan oleh si bapak dengan senyum seringainya.
"Pak, duduk duluu" ucap Rina mencoba lepas dari pegangan pak mertua.
"Tidak perlu.. bapak sudah nyaman begini" ucap bapak penuh goda mengelus-ngelus lengan putih mulus Rina.
"Apa maksud bapak?" tanya Rina yang merasa tidak beres dengan mertuanya.
Pak Burhan pun terkekeh mendengar ucapan polos Rina yang belum mengerti, Pak Burhan pun akan menjawab pertanyaan menantunya dengan meletakkan Rina di sofa lalu segera menghimpitnya.
"Ba...ba..bapak mau nga..pain??" tanya Rina mulai takut.
"Memberikanmu kenyamanan sayaang" jawab Pak Burhan . Lalu ia pun mencium tengkuk leher Rina tetapi Rina langsung menahan wajah mertuanya yang hampir menyentuh lehernya. dengan rasa takut yang memuncak, Rina pun berfikir apa yang akan ia lakukan sebelum mertuanya makin liar.
"Lepasin!!" bentak Rina dengan suara yang keras tetapi bapak tidak menghiraukannya dan makin menjadi-jadi memegang barang milik Rina.
"Kamu nikmati saja permainan bapak" ucap Pak Burhan.
"Jangan pak.. Rina mohooon" ucap Rina menangis lalu meraih gelas yang ada diatas meja dengan susah payah dan langsung memukul mertuanya dengan gelas kaca itu hingga pecah dan mengeluarkan darah di atas kepala belakang Pak Burhan.
Merasakan sakit dan nyeri yang mencuat, Pak Burhan pun menghentikan aksinya dan bangkit dari tubuh Rina. merasa tak terima dengan perlakuan menantunya, Pak Burhan pun marah, geram, hingga ia pun menampar Rina.
Plaaaaak..
"Kurang ajar kamu!!" ucap Pak Burhan berang.
"Bapak yang kurang ajar sudah menyentuh istri anak sendiri!" teriak Rina yang penuh emosi.
__ADS_1
"Beraninya kaaau!!!!" ucap Pak Burhan yang murka lalu ingin menampar Rina sekali lagi tetapi sayangnya ada sebuah tangan yang meghalangi tangannya. Pak Burhan pun menoleh siapa yang berani sekali menghentikannya.
"Ibuuuuk.." ucap Pak Burhan yang nada suaranya mulai melembut.
"Apa yang bapak lakukan! kenapa ingin menampar Rina?!" tanya sang Istri yang menghentikan suaminya.
"Ibuuuk... Bapak ingin memperkosa Rinaa" tutur Rina menangis lalu bersembunyi dibelakang Ibu mertuanya.
"Apaaa!!!!" kaget Ibu menoleh ke Rina lalu kembali melihat suaminya.
"Apa benar itu pak?!!" Bentak Ibu.
"Mana mungkin bu.. lihatlah ini.. menantumu itu memukul kepala bapak dengan gelas" Adu Pak Burhan. Bu dewi pun melihat kepala suaminya yang berdarah. Lalu menatap tajam Rina hingga menjambak rambut menantunya.
"Kurang ajar sekali kaau!! anak tak tau diri!!" berang Ibu menarik rambut panjang Rina.
"Maaf bu.. Itu karna Bapak yang mau perkosa Rina" tangis Rina pecah.
"Dasar mura*an kau!!!!!" ucap Ibu semakin menarik rambut Rina dan lalu menampar pipi Rina. sedangkan Pak Burhan tersenyum puas melihat penderitaan Menantunya itu. Lalu tiba-tiba Agus datang dan kaget melihat Orang tuanya menghajar Lulu.
"Apa-apaan ini!" ucap Agus dan semuanya menoleh ke suara itu.
"Maaas...tolong!" ucap Rina meminta pertolongan.
"Lihatlah istrimu ini! berani sekali menggoda Bapakmu" ucap Bu dewi.
"Lepas bu! Sebaiknya kalian pulang" usir Agus yang sebenarnya Bapaknya lah yang buat ulah kepada Istrinya tetapi Bapak sangat pandai dalam membolak balikkan fakta.
"Kamu usir orang tuamu demi ja**ng ini??" tanya Ibu tak percaya.
"Bukan bu.. maksudku aku sangat lelah ingin istirahat." ucap Agus.
__ADS_1
"Baiklah.. dan Kaaaau!!! berani sekali lagi berbuat gini, habis keluargamu!" ancam Bu dewi sang mertua. Rina pun kaget dan terus menangis membayangi orang tuanya.
Setelah Ibu dan Pak burhan pergi, Rina pun merasa lega telah lepas dari mertuanya. tetapi perasaan itu akan segera pupus karna melihat Agus yabg menatapnya tajam. Agus pun segera membawa Rina ke gudang.
"Sini kaau!" ucap Agus menyeret Rina.
"Maaaas.... aku tidak menggodanya.. Bapak yang duluan" jelas Rina.
Agus pun mencuekinya dan sesampai digudang,
Plaaaaaaak.....!
"Kau akan ku kurung disini dan tidak mendapat makanan malam ini!" ucap Agus.
"Jangan mas... aku takut gelaap.. bagaimana anak kita" ucap Rina.
"Bukan urusanku!" ketus Agus. lalu meninggalkan Rina dan mengunci gudang yang gelap itu. Rina pun menangis sambil memeluk kedua kakinya.
"Hiks... hiks..... Ibu, Bapaaak....."
°
°
°
°
°
aku up lagi nih.. jangan lupa Like, koment dan Vote nya yaaaa 😊😊
__ADS_1