
"Acara yang tidak bagus. mending kita kunjungi ucul" ajak Daffa langsung menerkam Lulu dengan buasnya. Lulu memberontak, lagi tidak ingin untuk melakukan itu karna ia masih penasaran dengan cerita serial tadi. Namun Lulu yang tidak memiliki kekuatan tinggi tidak bisa untuk melepaskan diri dari serangan buas itu. Lulu pun pasrah, dan mulai terhanyut akan sesuatu yang diberikan suaminya.
"Heem aku merindukan aroma ini" bisik Daffa mendengkus tengkuk sang istri.
"Geli tau!" rintih Lulu.
"Kamu pasti juga merindukan ini kan?" tanya Daffa disela aktivitasnya. Lulu hanya diam tidak menjawab, menikmati desiran yang menyengat kulitnya. tidak mendapatkan jawaban, Daffa tersenyum seringai menatap sang istri yang memejamkan mata sembari bergeliat manja.
Daffa mulai merasakan tongkat saktinya mengeras, tanpa berlama-lama segera ia melepaskan tongkat itu dari sangkarnya. Ia pun mulai membuka seluruh balutan benang yang membaluti kulit putih nan bersih mereka hingga Daffa melihat hutan yang begitu lebat dibagian sumatera tengah. hutan lebat yang didalamnya terdapat sebuah goa yang dilindungi. goa yang indah, memiliki tembok berwarna merah muda namun goa itu memiliki pintu yang hanya bisa dimasuki oleh satu orang. goa yang sangat sempit namun sangat dalam hingga terlihat ada sebuah kamar yang terdapat sesosok makhluk anak adam yang tengah bersemayam. dapat diketahui, makhluk anak adam itu hanya bersemayam selama sembilan bulan sepuluh hari. setelah itu ia akan keluar dari goa tersebut untuk menemui orang-orang tercintanya. bagaimana tidak, makhluk itu bersembunyi sangat lama dalam goa itu namun ia bisa mendengar suara-suara yang menyejukkan hatinya. suara itu adalah suara orang yang tengah menunggu kehadirannya itu.
Kini, makhluk anak adam itu tengah dikunjungi oleh sebuah tongkat sakti yang memiliki urat, tongkat yang sangat besar hingga hampir menyentuhnya. anak adam itu merasa bingung, kenapa tongkat sakti itu keluar masuk kedalam tempat persemayamannya. ia sedikit takut, apakah itu ancaman baginya atau tidak. berkali kali tongkat itu keluar masuk hingga ia melihat ada sesuatu berwarna putih yang ingin keluar dari tongkat itu. Anak adam itu semakin bingung, apa yang terjadi pada si tongkat? banyak pertanyaan didalam pikirannya hingga ia pun tertegun dan memejamkan mata sembari melindungi wajahnya dari getah berwarna putih yang sangat lengket. anak adam itu menciumnya, sangat bau dan ia pun merasa jijik dan ingin muntah. ternyata tongkat itu bergetah, dan getahnya membanjiri luar kamarnya. Anak adam itu terus menunggu, sampai kapan tongkat itu keluar masuk tidak jelas hingga membuat kepalanya pusing menyaksikan itu. hingga dua jam kemudian, tongkat sakti itu pun keluar dari dalam goa dan tidak pernah kembali lagi, membuat anak adam begitu lega dan kembali tertidur walaupun rumahnya banjir getah namun kamarnya terlindungi dari sebuah balon.
"Terima kasih sayang" ucap Daffa mencium kening sang istri dan membaringkan tubuhnya disamping Lulu.
"Aku sangat lelah. kau tau?? anak kita muntah didalam sini akibat susumu yang bau itu" ucap Lulu.
"Biarin saja, setidaknya dia tau itu aroma dia berasal" ujar Daffa yang mulai mengantuk.
"Kau mengantuk?" tanya Lulu.
"Tentu saja, goanya sangat kecil membuat tongkatku kurang nyaman memasukinya" ujar Daffa.
"Kecilkan lagi tongkatmu. kalau perlu ku kikis pakai pisau seperti batang tebu" ujar Lulu.
"Aaaaaaiiish, manalah bisa sayang. kalau dikikis dia tidak bisa mengunjungi ucul kita lagi" ujar Daffa.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Lulu.
"Karna akan diperban dan membuatnya sulit untuk masuk kedalam sana. kalau dipaksa, dindingnya juga terkikis" jelas Daffa.
"Ih, sangat mengerikan. pasti sakit" ucap Lulu.
"Ya. jangan ngomong lagi. aku ingin tidur." ucap Daffa menutup wajahnya dengan bantal.
"Lalu bagaimana pekerjaanmu?" tanya Lulu.
__ADS_1
"Kau kan yang jadi CEO-nya, ya itu tugasmu" ucap Daffa dibalik bantal.
"Astaga!! aku hampir lupa. tapi biarinlah, kan ada Roni" gumam Lulu menepuk jidatnya. Daffa yang masih mendengar hanya terkekeh dibalik bantal itu.
"Jangan tutup wajahmu atau si ucul tidak akan melihat genderuwo lagi" ucap Lulu setelah beberapa saat terdiam. namun tidak ada sahutan dari suaminya, membuat Lulu menghembus nafas dengan kasar.
"Dia tertidur" ucap Lulu dan ikut memejamkan matanya. berharap bisa bertemu dengan si ucul didalam mimpi.
^^
Ammiiiiiii.........
Ucuuuuuuul.......
Ammi, aku ingin cerita
Cerita apa sayang? ayo katakan.
Tadi appi siramin rumah aku sama air-air warna putih gitu. aku cium ternyata sangat bau.
Itu supaya kamu cepat besar sayang.
Tidak pernah karna tidak bisa dibersihkan.
Aaaah appi sangat jorok!
^^
"Eeemh, hahahaha.. ada-ada saja" gumam Lulu mengigau. Daffa yang baru bangun pun mengerutkan keningnya mendengar sang istri berbicara sendiri didalam tidurnya. Daffa melihat istrinya dengan lekat, dan melototkan mata saat ia melihat Lulu tersenyum dengan liur yang membasahi bantal.
"Sangat jorok! apa dia mengigau?" gumam Daffa.
"Kau tidak bisa lagi mengunjungi anakmu. hahahaha" sambung Lulu didalam tidurnya membuat Daffa menepuk jidat dan segera menepuk pipi sang istri.
"Bangun woi! bangun! berhentilah mengigau" ucap Daffa.
__ADS_1
"Lihatlah ucul, dalam mimpi pun dia juga suka mengganggu ammi" ucap Lulu lagi sembari menaikkan ujung bibirnya ke atas.
"Banguuuuuuun!!!!!!!" teriak Daffa mengangkat kedua pundak sang istri. Lulu pun terbangun sembari melototkan matanya menatap Daffa yang berada diatasnya.
"Bangun!" ulangnya kembali.
"Aku sudah bangun. Ada apa? apa terjadi tsunami dirumah kita?" tanya Lulu melihat arah jendela.
"Kau membuatku gila dengan ngigaumu." ujar Daffa.
"Siapa yang ngigau?" tanya Lulu bingung.
"Dirimu. siapa lagi" ucap Daffa.
"Itu tidak mungkin" elak Lulu.
"Lihatlah bantalmu, kau nyences. sangat jorok" ucap Daffa bergidik geli. Lulu melihat bantalnya, basah, ternyata benar ia mengigau sampai air liurnya pun membasahi bantal.
"Aaaaah, kenapa bisa! kita tukaran bantal ya" ajak Lulu.
"No!! nikmati saja bau mulutmu" ujar Daffa membuat Lulu mencebik kesal. Lulu pun turun dari ranjang dengan gaya santainya dan belum tersadar kalau tubuhnya tengah polos. Daffa memerhatikannya lekat, tongkat saktinya kembali menegang dan ingin rasanya menerkam Lulu kembali.
"Ada lihat-lihat?!" tanya Lulu dengan suaranya yang cukup besar sembari berjalan menuju kamar mandi.
"Kau tidak menyadari tubuhmu? kau benar-benar ingin menggodaku ya?" ucap Daffa. Lulu terheran, dan menoleh ke bawah melihat tubuhnya. sontak Lulu terkejut dan menutupi tubuhnya dengan kedua tangan yang menyilang.
"Aaaaaaaaaaaa!! tidaaaaaak!!!!" teriak Lulu berlari menuju kamar mandi. namun sayang, ia tidak bisa memasuki kamar mandi sebab Daffa sudah duluan memasuki ruang itu.
"Apa?? mau bersembunyi dariku haa?" tanya Daffa tersenyum seringai. lalu menghampiri Lulu memegang kedua pundaknya dan mengangkat tubuh itu ke dalam kamar mandi.
"Tidaaaaak!!! si ucul tidak mau getah lagi!!!!!"
Β°
Β°
__ADS_1
Β°
Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa ππ