
Lulu pun telah tiba didepan kamar, saat membuka pintu tiba-tiba kepalanya kejedug oleh sesuatu.
"Aaaaaw......." ringisnya memegang dahi. dilihatnya apa yang telah menubruknya, ternyata Daffa yang baru saja mau keluar kamar. Lulu menatap suaminya, sangat tampan memakai sarung dan peci. Lulu terpana hingga matanya tak lepas dari pandangan itu. hingga Daffa membuyarkan lamunan sang istri dengan menggerakkan telapak tangannya ke atas bawah tepat didepan wajah Lulu.
"Jangan terus memandangku, aku tau aku sangat tampan" ucap Daffa menaiki salah satu alisnya. Lulu tersadar, dan menetralkan perasaannya hingga ia menjadi salah tingkah didepan suaminya.
"Ih apaan sih, siapa juga yang memandang kamu" elak Lulu menyedekapkan kedua tangannyaa sembari memandang ke arah lain.
"Idih gak ngaku. ayo masuk, kita sholat. tadinya mau nyusul kamu ternyata sudah nongol duluan kayak kunti" ujar Daffa.
"Is apaan sih! jangan ngomong gitu ah" ucap Lulu segera memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Daffa menggelengkan kepala menatap punggung istrinya sembari tersenyum. Daffa pun bergegas membentangkan dua sajadah, mengambil mukena sang istri dan juga dua Al-Qur'an. Kini pasangan suami istri itu pun menunaikan sholat maghrib berjamaah bersama sang bayi yang masih berada didalam perut.
Didalam perut, sang anak Adam tertidur sambil tersenyum mendengar lantunan ayat suci yang dilantunkan oleh sang Ibu. Suara yang sangat merdu, yang begitu menenteramkan bila saja siapa yang mendengarnya. Kini Lulu dan Daffa, orang tua si anak Adam sedanng mengaji, menambah kehangatan dalam tidur nyenyaknya. Ia bergeliat ke kiri dan ke kanan sembari tersenyum saking indahnya lantunan ayat suci itu hingga Lulu merasakan perutnya bergerak lagi.
Lulu mengaji sembari mengelus perutnya, menenangkan sang anak yang tampak riang didalamnya. didalam hati, Lulu merasa senang karna si anak juga ikut nimbrung dalam aktivitas orang tuanya dalam melantunkan ayat suci. hingga pada akhirnya mengaji pun telah selesai walau hanya dua halaman.
Lulu membuka mukena, melipatnya kembali dan menaruhnya pada tempatnya. begitu pun dengan kitab dan sajadah. Lulu teringat akan kuenya, segera ia melangkahkan kaki menuju keluar kamar.
"Kemana lagi?" tanya Daffa yang menaruh peci pada tempatnya.
"Ke dapur. lihat cake yang aku buat" ucap Lulu tersenyum dan segera ia meninggalkan suaminya. menuju dapur, aroma wangi kembali menyeruak masuk kedalam panca inderanya, sudah sangat yakin ini adalah aroma kue yang ia buat. ternyata benar, brownies cokelat yang sangat menggugah selera. Lulu segera mengambil piring yang diatasnya brownies itu dan mendengkusnya dengan lekat.
"Bi, ini yang Lulu buat kan?" tanya Lulu.
"Iya Nyonya, hasil yang sempurna. Nyonya emang hebat" puji Bi Tuti.
"Ini berkat Bibi lho, Bibi yang hebat" puji Lulu balik dan dibalas senyum olehnya. Lulu melihat Bibi tengah menakar tepung, Luku pun mendekatinya dan kembali bertanya pada sang Bibi.
"Ini brownies juga bi?" tanya Lulu.
"Iya Nyonya, untuk Tuan" jawabnya.
"Ah Bibi, dia itu gak usah dibuatin lagi. punya Lulu juga ada" ucap Lulu.
__ADS_1
"Tadi kata Nyonya, itu cuma untuk si dedek, yaudah Bibi buat dua aja biar gak cepat habis gitu lho Nyonya" ujar Bi Tuti.
"Eh hee, iya juga yaa. ntar yang itu Bibi buat dua cetak aja. satunya untuk Bibi" suruh Lulu.
"Nyonya, makan malam telah siap" timpal Bi Ningsih dari pintu dapur.
"Panggil Tuan ya bi" suruh Lulu dan diangguki olehnya. Lulu mengambil pisau dan piring lalu bersiap untuk bertempur dengan pedang power ranger dan alat pelindungnya. eh, maksudnya bersiap untuk memotong kue lalu menaruhnya dipiring. hahaha ...
Daffa telah berada di meja ruang makan, melihat sang istri yang sedang mengambilkan nasi juga lauk pauk yang sangat sehat dan penuh gizi. malam ini menu mereka ialah semur ayam, tempe bacem dan sayur kangkung terasi, sangat menggiurkan walaupun itu adalah lauk pauk kalangan masyarakat menengah. tapi Lulu dan Daffa tidak mempermasalahkannya asalkan sehat untuk nutrisi mereka.
"Lauknya sedap banget yang" ucap Daffa.
"Yaiya dong. siapa dulu yang buat" sahut Lulu mengambilkan lauk untuk suaminya.
"Banyakin lagi sayurnya sayang" suruh Daffa.
"Ini sudah banyak tau, untuk ucul nanti gak ada" ucap Lulu memanyunkan bibirnya.
"Untuk ucul atau untuk kamu, hm?" tanya Daffa penuh selidik.
Ting tong,
Bunyi bell menghentikan tangan Lulu menyuapi cake kedalam mulut. Lulu segera beranjak dari duduknya namun Bibi sudah duluan berjalan cepat menghampiri pintu utama. Lulu kembali menduduki tubuhnya dan melanjuti memakan cake.
"Kenapa duduk lagi yang, ada tamu" ucap Daffa keasyikan nonton On the spot di Trans7.
"Ada bibi yang bukain" ucap Lulu yang juga ikut menonton, menyimak acara yang memberi ilmu pengetahuan juga cerita-cerita misteri itu. Tiba-tiba tamu tadi menghampiri mereka dan menyapa Tuan rumah yang tengah serius menatap layar itu.
"Asyik banget nontonnya" ucap seseorang. Lulu menoleh dan kegirangan melihat Rani dan Gibran yang datang mengunjunginya.
"Waaah Rani, tumbenan main kesini. duduk dulu yuk. lihat ini, gue buat sendiri lho" ucap Lulu menunjukkan cake yang ada dipiringnya.
"Heeem, boleh gak gue coba?" tanya Rani.
__ADS_1
"Tentu saja. makanlah" suruh Lulu dan diambil oleh Rani hingga Rani mulai ketagihan pada cake itu.
"Ini sangat enak. lo hebat deh" ujar Rani memujinya.
"Tentu saja. gue gitu loh" ucap Lulu dengan bangganya. tidak berapa lama, Bibi pun datang membawa dua gelas juice jeruk dan cake brownies diatas nampan. Lulu semakin kegirangan dan menyuruh Rani dan Gibran untuk mencobanya.
"Terima kasih Bi. ayo minum dulu dan makan cake buatanku" suruh Lulu dengan senyum semringahnya.
"Bangga ya bisa buat kue sendiri?" ledek Daffa.
"Ya bangga dong" ucap Lulu mengibaskan rambut pendeknya.
"Heleeeeh, padahal Bibi yang nunjukkin" ujar Daffa seakan-akan meremehkan kemampuan istrinya. sedangkan Lulu menatap sinis suaminya itu.
"Iri bilang bos!!" balas Lulu.
"Hahahahaha" tawa Rani dan Gibran. sedangkan Daffa tidak menggubris mereka yang menertawainya dan memilih menonton acara itu hingga Lulu dan Rani asyik mengghibah perihal trending topik masa kini yang lagi hangatnya, yaitu salah satu novel Indonesia yang diangkat menjadi sinetron yang dibawa oleh pihak televisi Korea.
"Sungguh?? novel apa??" tanya Lulu dengan girangnya.
"Apa ya judulnya? gue lupa sih." ucap Rani menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari berfikir.
"Hedeeeeuh Ran, kasih info kok setengah-setengah" gerutu Lulu yang seketika semangatnya menghilang. Rani pun hanya cengengesan sembari berfikir.
"Apa ya tadi?? ada tulisan tuan mudanya sih"
Β°
Β°
Β°
Jangan lupa Like, Koment dan Hadiah bunganya yaa ππ
__ADS_1
maaf hari ini imajinasiku agak blank π