Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
141. Bertemu Mantan


__ADS_3

Ceklek,


"Astaga yang, kenapa kau uring-uringan begitu?" tanya Daffa melihat tingkah istrinya.


"Aku lagi nonton ini, hahaha.."jawab Lulu menunjukkan ponselnya. Daffa datang menghampiri lalu merebut ponsel yang sedang ditatap Lulu.


"Kau..! mari sini ponselnya!" pinta Lulu cemberut menengadahkan tangannya untuk meminta ponselnya kembali.


Daffa melihat apa yang dilihat istrinya lalu menggeleng-gelengkan kepala hanya karena menonton oppa korea ia bisa tertawa terpingkal-pingkal begitu seperti orang tidak waras. ah Daffa ini seperti orang kamseupay saja.


"Hanya karena mereka kau sudah seperti orang gila???" tanya Daffa mengangkat ponselnya ke udara.


"Mereka sangat lucu, mari sini!" pinta Lulu lagi.


"Tidak, aku sebenarnya mau ajak kamu belanja buat kita berliburan sekaligus honeymoon. tapi kau malah menonton mereka yang tidak kenal samamu" ucap Daffa.


"Apa????! kita mau belanja?! ayo ayo ayo.. aku harus beli ini itu dres yang paling cantik untuk bertemu oppa. haaaaaa......... tidak sabarnya" ucap Lulu penuh euforia sampai teriak ngakak seperti melihat idola dari jarak dekat dan berlompat-lompat diatas kasur.


"Ya ampun yang, suara cemprengmu berisik sekali" gerutu Daffa menutup kedua telinganya.


"Tunggu aku, oke?? aku akan berganti pakaian" ucap Lulu lalu segera berlari ke ruangan ganti untuk mengambil pakaian didalam lemari. begitupun Daffa yang menyusul istrinya untuk mengambil baju yang akan dikenakannya. Daffa memilih baju kaos dan celana panjang lalu mengenakannya dengan cepat. diliriknya Lulu, masih terlihat memilih-milih baju.


"Kau mau belanja atau mau ketemu jantan?? pilih baju lama sekali" ucap Daffa.


"Sabar kenapa, sensitif banget" ucap Lulu lalu membuka bajunya dan memakainya.


Daffa meninggalkan istrinya sendirian diruang ganti lalu turun menuruni tangga untuk pergi ke garasi. Daffa memasuki mobilnya lalu mengeluarkan mobil menuju halaman rumah. tak berapa lama, Lulu turun dari tangga mencari keberadaan suaminya. Lulu berpapasan dengan bibi yang sedang bersih-bersih.


"Bi, lihat Daffa ga?" tanya Lulu.


"Tadi Tuan diluar Nyonya" jawab Bibi.


"Terima kasih bi" ucap Lulu lalu pergi keluar untuk menemui suaminya. terlihat Daffa yang sedang mengobrol dengan mang Fais, penjaga baru mereka yang kedua. mang Fais dan mang Asep bekerja menggunakan shif atas keinginan Daffa supaya tidak ada lagi yang merasa keteledoran dalam bekerja.


"Sayang, ayo berangkat" ajak Lulu menyamperin mereka.


"Kamu lama amat." ketus Daffa.


"Mang, duluan yaa" pamit Daffa lalu menuju mobilnya berada. mang Fais segera membuka gerbang agar mobil majikannya segera keluar.

__ADS_1


Didalam perjalanan, hanya hening. Lulu tidak sabar untuk membeli baju yang akan ia kenakan selama liburan. karena disana memasuki musim salju, Daffa berinisiatif mengajak istrinya membeli mantel untuk menghangatkan tubuh mereka. tidak lupa juga didalam pikiran Daffa ia akan berencana membelikan sesuatu untuk sang istri.


Daffa melirik istrinya, tersenyum-senyum sendiri membuat Daffa heran dan segera mengecek dahi istrinya. Daffa menaruh telapak tangannya didahi Lulu merasakan apakah dahinya panas atau tidak.


"Sayang, apaan sih?" ucap Lulu melepaskan tangan suaminya dari dahinya.


"Memeriksa apakah kamu demam atau tidak" jawab Daffa.


"Ya tidak lah" ucap Lulu.


"Trus kenapa senyam senyum gak jelas" gerutunya.


"Karna aku lagi bahagia, itu aja tidak tau" ujar Lulu. Daffa memilih diam dan tidak menghiraukan istrinya lagi.


Tibalah disebuah Mall, Daffa segera memarkirkan mobilnya. mereka turun dan bergandengan memasuki area Mall yang terkenal di Jakarta itu.


"Sayang, bolehkan aku habiskan uangmu?" tanya Lulu yang sedang menaiki eskulator.


"Tentu, terserah kamu saja" ucap Daffa.


"Asyiiik..." girangnya. Daffa yang melihat istrinya seharian ini tampak girang, ia ikut bahagia walau yang Lulu senangi bukan karna dirinya melainkan oppa thai-kor. terkadang membayangi artis itu membuat Daffa kesal namun ia menepisnya, berpikir positif bahwa mereka itu adalah idola para wanita yang wajar disukai bukan mencintai.


"Aduh" rintih Lulu menyenggol pinggang office boy itu.


"Aduh maaf nona" ucap Pria itu menundukkan kepalanya dan menangkupkan kedua tangannya memohon maaf.


"Tidak-tidak, saya yang salah tidak lihat jalan..maaf ya" ucap Lulu mengambil tasnya yang sempat terjatuh dan kemudian tak sengaja menatap wajah pria itu yang sedang menunduk.


"Dimas???" ucapnya kaget. lelaki itu pun berhenti menunduk dan berdiri tegap melihat wanita didepannya yang telah memanggil namanya. sontak ia kaget dan melepaskan gagang pel yang dipegangnya.


"Lulu???" ucapnya kaget. kemudian segera ia memeluk Lulu namun aksinya terhenti sebab Daffa yang mendatanginya.


"Sayang, kamu ngapain??" tanya Daffa yang baru tiba membeli ice cream sebab Lulu meminta ice cream yang ada disana.


"Tidak ngapa-ngapain yang, ayo kita pergi" ucap Lulu dengan suara yang datar namun matanya menatap Dimas. Daffa memperhatikan istrinya yang memerhatikan lelaki itu dengan lekat namun Lulu segera menarik tangan suaminya untuk segera pergi dari sana.


"Lulu!!" teriak Dimas yang memakai seragam office boy. Lulu mendengarnya namun tidak menghiraukan lelaki yang telah berkhianat padanya itu. tak terasa air matanya jatuh menetesi pipinya.


"Yang, pria itu siapa? kenapa memanggil namamu?" tanya Daffa ingin tau. namun langkah mereka terhenti sebab Dimas menghalangi jalan mereka.

__ADS_1


"Lulu" lirihnya. Lulu segera membuang muka dan menghapus air matanya.


"Ada apa lagi!" ucap Lulu yang tidak mau memandang wajah itu.


"Tunggu-tunggu! ada apa ini, siapa kau?" tanya Daffa yang kebingungan memerhatikan mereka daritadi.


"Sa...saya.. bisakah saya bicara berdua dengannya tuan?" tanya Dimas dengan sedikit ragu.


"Tidak! bicara saja disini! dan siapa kau?!" ucap Daffa.


"Saya mantan kekasihnya" jawab Dimas. Daffa yang mendengarnya hanya menghembus nafas kasar.


"Lu, aku minta maaf soal waktu itu. jujur aku menyesal" ucapnya didepan Lulu dan Daffa.


"Menyesal??? bahkan kau tidak merasa bersalah sedikit pun" ucap Lulu menatap ke arah lain dengan perasaan marahnya.


"Aa..aku benar-benar menyesal setelah itu, maaf lu.. aku tidak akan menganggu hubungan kalian" ucap Dimas.


"Sayang, ayo kita pergi" ucap Lulu menarik tangan suaminya.


"Sudah minta maafnya, pergilah!" ucap Daffa segera meninggalkan Dimas yang mematung. Lulu melangkahkan kakinya dengan cepat, berharap mantannya itu tidak mengikutinya lagi. serasa sudah cukup jauh berjalan, Daffa menghentikan langkahnya dan melihat ada sebuah kursi di depan toko milik orang.


"Sayang, duduklah" ucap Daffa dengan lembut menggiring Lulu menduduki sebuah bangku itu.


"Maaf" lirih Lulu menatap suaminya.


"Maaf apa? kau tidak salah. sekarang katakan apa dia mantanmu?" tanya Daffa berjongkok memegang tangan Lulu.


"Iya, dia mengkhianatiku. hiks hiks" ucap Lulu menangis lalu memeluk Daffa menumpahkan air matanya dibahu itu.


"Jangan menangis, justru bagus kau telah pisah dengannya. dan mempertemukanmu dengan diriku" ucap Daffa mengelus rambut istrinya.


"Hiks hiks, kau juga jahat! jahat sekali"


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2