Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
154. Today bercocok tanam


__ADS_3

Matahari telah terbenam menuju tempat persemayamannya dan kini meninggalkan bumi eropa dengan sejuta cahayanya yang slalu menyinari penduduk bumi. tampak Lulu dan Daffa sedang berjalan-jalan kaki sambil bercanda dan tertawa. dinginnya malam, untung saja keduanya membawa jaket mantel untuk persiapan kala dingin yang melanda.


"Sayang, lihat itu ada ice cream!" tunjuk Lulu mengarahkan jari telunjuknya ke arah penjuai ice cream.


"Dingin begini mau makan ice cream?" tanya Daffa heran dan diangguki oleh Lulu dengan gaya imutnya.


"Kau ini, ayolah.. kau mau rasa apa?" tanya Daffa sambil melangkahkan kakinya celingak celinguk ke kanan kiri untuk menyeberang.


"Mau coklat campur strawberry" jawab Lulu.


Hingga tibalah ke pedagang itu, Daffa memesan dua ice cream dengan rasa yang sama. dengan porsi yang banyak, membuat Lulu tercengang dan tidak tahan lagi untuk menyantapnya.


"Ini untukmu" ucap Daffa membuyarkan lamunan Lulu.


"Eh, terima kasih sayang" ucap Lulu meraih ice cream itu. kini keduanya melanjuti perjalanan pulang ke hotel. Daffa sudah lelah hari ini berjalan-jalan mengelilingi paris dan singgah ke tempat wisata. ingin rasanya Daffa menyalurkan kecebongnya ke dalam tempat yang sesungguhnya.


Kebetulan melewati museum louvre, Lulu singgah dahulu untuk mengambil potret dirinya di benda segitiga seperti piramida yang bening itu.



"Sayang, fotoin dulu pliis" pinta Lulu memberikan kamera yang menggantung dilehernya.


"Tapi siap ini kita pulang, aku sudah lelah" tegas Daffa.


"Iya baiklah, kita berfoto dulu" ucap Lulu memanyunkan sedikit bibirnya.


Didepan louvre, Lulu merentangkan kedua tangannya, mencondongkan badan ke samping dan kaki sebelah yang ikut direntangkan pula tak lupa Lulu tersenyum menampakkan gigi yang berjejer rapat. sangat manis sekali.


Cekrek


Cekrek


Cekrek


Banyak model yang dipasang Lulu, salah satunya menempelkan ice cream kedepan mulut dengan kedua tangannya, sangat menggemaskan.


"Sudah" ucap Daffa. Lulu menghampirinya, dan meminta untuk mengambil potret bersama.


"Sekarang kita, untuk mengambil kenangan disini" ucap Lulu dan Daffa pun menurutinya.


Cekrek cekrek


Beberapa gambar lagi untuk mereka berdua, sangat cute dan romantis apalagi Daffa dan Lulu saling berciuman didepan kamera itu, membuat hati meleleh bila membayangkannya.


Kini keduanya telah tiba di hotel yang mereka tempati, berjalan cepat untuk tiba di kamar namun Lulu masih berjalan lamban karna sambil melihat potret mereka. Lulu tersenyum puas karna hasilnya juga sangat memuaskan.


"Ayo cepat" desak Daffa, namun Lulu tak menghiraukannya. Daffa geram, segera ia menggendong istrinya yang lamban itu, berjalan cepat menuju lift hotel.


"Sayang, turuni.. malu tau" pinta Lulu mengedarkan pandangannya.

__ADS_1


"Disini tidak ada yang namanya malu kecuali malu-maluin. kau tak pernah melihat saja, banyak yang berjalan sambil berciuman" ujar Daffa.


"Tapi ditempat kita tidak ada yang begitu" ucap Lulu.


"Jelas saja tidak ada. indonesia itu negara hukum dan agama, berbuat seperti itu langsung disikat!" ujar Daffa geram melihat istrinya yang polos atau memang sok polos. Lulu pun diam, tak menyahuti lagi. hingga mereka telah tiba dikamar, Daffa langsung mengunci pintunya dan membanting Lulu diatas kasur.


"Jangan macam-macam" ujar Lulu melihat gelagat aneh dengan suaminya.


"Aku menahannya daritadi yang, kita harus bercocok tanam biar jadi" ujar Daffa menindih tubuh sang istri. Lulu langsung membelalakkan matanya, suaminya agresif langsung melahap habis bibirnya. Lulu mengikuti alur, mengalungkan kedua tangannya dileher suami, menikmatinya hingga Daffa berpindah jalur. kini keduanya sudah tampak tidak memakai benang, kulit putih tampak seluruhnya dan Daffa segera melancarkan aksinya memompa tempat semayam para kecebongnya.


Beberapa jam mereka bercocok tanam, hingga jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Lulu mengerjak-ngerjapkan kedua matanya, dirasa Daffa sudah menghentikan permainannya. Lulu menoleh ke arah jam, ternyata sudah empat jam mereka bermain.


"Daf, lapar" rengek Lulu yang mulai kelaparan. wajar saja, makan malam mereka terlewati akibat Daffa yang menghajarnya habis.


"Emmmh, telpon saja pihak resto" ucap Daffa dengan suara yang tidak jelas. merasa lelah hingga Daffa tertidur namun masih bisa mendengar Lulu. Lulu meraih gagang telepon, menekan nomornya untuk memesan makan malam mereka.


Beberapa menit Lulu menunggu, sambil melihat pemandangan malam kota paris diatas balkon. sangat indahnya dengan banyak lampu yang kerlap kerlip di seluruh tubuh Eiffel.


Tok tok tok


Lulu mendengar ketukan itu, segera ia berlari menuju pintu.


Ceklek,


"Permisi nona, ini makan malam anda" ucapnya.


"Sayang, makan dulu yuk" ajak Lulu. namun Daffa tidak menyahuti, ternyata ia sudah terlelap hingga ke alam mimpi. Lulu pun pasrah, lebih memilih menyantap makan malam yang sudah telat itu.


Merasa kenyang, tidak sanggup menhabiskannya lagi. tersisa dua menu yang belum dilahap, Lulu membiarkannya saja dan menyisakannya untuk suaminya dikala terbangun nanti. Lulu segera menuju ranjang, dan menidurkan dirinya hingga ia terlelap dengan sangat pulas.


*


*


Keesokan harinya, sinar mentari sudah masuk menyoroti kedua insan itu. Daffa terbangun dari tidurnya, diliriknya Lulu masih tertidur lelap.


"Good morning hunny" bisik Daffa ditelinga sang istri sesekali ia menghembuskan nafasnya ke telinga Lulu.


"Emh, jangan mengganggu" gumam Lulu yang masih memejamkan mata.


"Ayo kita mandi dulu sayang, badanmu sungguh bau" bisik Daffa kembali.


"Biar saja bau agar kau tak menghajarku" ucap Lulu lagi.


"Oh gitu, baiklah. aku akan cari wanita bule yang sangat liar nan wangi untuk memuaskanku" ucap Daffa kembali sambil tersenyum seringai dan terkekeh pelan. Lulu yang mendengar itu, sontak langsung membuka kedua matanya.


"Apa???!!!! kau mau cari wanita lain?!" teriak Lulu dan diangguki oleh Daffa.


"Tentu, kebetulan disini kenapa aku menyiakan liburanku. mending cari wanita bule yang aduhai" ujar Daffa lagi mengambil handuk dan berlalu ke kamar mandi.

__ADS_1


Lulu geram, langsung menyibakkan selimut dan mengambil handuk kimononya.


"Buka!" teriak Lulu sedangkan Daffa cekikikan didalam kamar mandi sambil ber-yes ria.


Ceklek,


"Ada apa?" tanya Daffa melirik handuk yang Lulu bawa.


"Aku mau mandi!" ucap Lulu menerobos masuk. Daffa tersenyum puas lalu menutup kembali pintunya. Kini keduanya sedang duduk berdekapan didalam bathup yang berisi air hangat dan beraroma wangi. sesekali Daffa memegang barang sensitif milik Lulu membuat Lulu sedikit mengerang.


"Emh sakit tau" rintih Lulu. Daffa tak menyahutinya, segera ia mencium Lulu sambil tangannya bermain didalam sana hingga terjadilah mandi pagi yang menyenangkan dan berlangsung sangat lama.


Kini keduanya sedang menikmati sarapan pagi dengan penuh keromantisan. saling menyuapi, canda tawa hingga sesekali Daffa mengecup bibir sang istri.


"Kau nakal! mulutku penuh, kau main nyosor" gerutu Lulu memukul lengan suaminya.


"Hahaha, kita harus mencoba hal baru sayang. ingin mencoba suapan dari mulutmu" ujar Daffa mencubit pipi tembam sang istri.


"Jorok!" sahut Lulu membuat Daffa terkekeh.


"Seharian ini kita tak akan kemana-mana" ujar Daffa disela makannya. sontak Lulu meletakkan sendok diatas piring dan menoleh ke arah suaminya.


"Kenapa?" tanya Lulu.


"Bercocok tanam, no jalan-jalan hari ini. aku akan menghajarmu hingga malam" ucap Daffa tersenyum puas.


"Aaaah... capek tau" rengek Lulu menghentakkan kakinya.


Tidak ada jalan-jalan, Lulu merasa kesal namun harus menuruti suami. ia nyalakan televisi, untuk menemani dirinya seharian ini. sedang Daffa sedang tiduran dipangkuan sang istri diatas ranjang.


"Kenapa semuanya berbahasa prancis, tidak ada terjemahan indonesianya apa!" gerutu Lulu menatap tv.


"Itu tandanya kau tidak boleh menonton" ujar Daffa.


"Siapa bilang, mending nonton ini fashion show model terkenal" ucap Lulu tersenyum.


Dua jam menonton, membuat Daffa bosan. segera ia raih remote ditangan Lulu dan mematikan televisinya. Lulu kaget, menatap tajam suaminya.


"Sayaaaang!!!!!" teriak Lulu yang memekikkan telinga.


Hap!!!


Daffa menyumpal mulut istrinya agar diam, ******* kasar hingga Daffa segera membaringkan Lulu dan terjadilah bercocok tanam untuk kesekian kalinya.


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2