
Daffa menggendong Lulu dan Lulu memberontak untuk melepaskannya karna ia malu sama Bibi yang melihat mereka. Bibi hanya tersenyum dan itu diketahui oleh Lulu.
"Lepasin ih! malu tau dilihat bibi" rengek Lulu.
"Masa bodoh ah. aku gak mau lepasin kamu lagi" ucap Daffa tertawa senang melihat Lulu yang merengek-rengek.
"Jahat ih! aku bisa berjalan sendiri tau" ucap Lulu memanyunkan bibirnya.
"Jangan manyun gitu ntar ku haap baru tau" ucap Daffa yang memerhatikan ekspresi wajah Lulu.
"Biarin aja" ucap Lulu santai.
"Oke baiklah, aku ku habiskan kau. hahaha" ucap Daffa tertawa.
"Heh!! jangan tertawa! jigongmu bau. lihat jalan dari pada gue jatuh" ucap Lulu memukul pipi Daffa untuk menyadarkannya. Bibi yang melihat pun hanya menggeleng kepalanya.
"Senang banget tuan dan nyonya akur kembali" gumam Bibi yang melihat mereka.
Sesampai dikamar Lulu, Daffa menjatuhkan istrinya diatas kasur empuk itu. Lulu langsung bangkit sedangkan Daffa berkacak pinggang melihat Lulu.
"Heeem... kamu terlihat sangat cantik sekali kalau berada dikasur itu sayang" ucap Daffa.
"Aku emang cantik" lagak Lulu lalu ia melempar bantal ke wajah Daffa. Daffa segera menangkap bantal itu lalu membuangnya. Daffa pun langsung merangkak diatas kasur untuk menggapai Lulu dan menarik kakinya.
"Kamu mau ngapain ha?" tanya Lulu.
"Mau menagih pinta ku karna kamu yang sudah cemberut tadi, apa kamu sudah pikun?" ucap Daffa mengingatkan.
"Astaga.... jangan sayang, mulut mu bau jigong mending mandi sana gih" elak Lulu menahan wajah suaminya yang sudah ingin memajukan wajahnya. Daffa tidak mau mendengarkan dan dia langsung ambil sikap dengan menahan kedua tangan Lulu.
Haaaaap......
Lulu mendorong tubuh suaminya dengan kuat namun sialnya kekuatan Lulu tidak menyanggupi kekuatan tubuh Daffa yang kekar. ia hanya bisa pasrah, membiarkan suaminya melakukan tindakan itu.
Lulu terhanyut dan terbuai, Daffa yang sudah memikirkan ini adalah nafkah bathin yang harus ditunaikan, ia langsung membuka balutan benang yang menutupi kulit halus Lulu dan melepaskannya hingga Lulu sudah terlihat sangat malu dan wajahnya bersemu merah.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Lulu merasa malu lalu menutupi kedua mahkotanya.
"Meminta hakku sayang" ucap Daffa lalu segera melakukan yang seharusnya menjadi kewajiban.
Darah Lulu berdesir hebat, ia meremang tak karuan. rasanya badannya seperti tersengat listrik oleh perlakuan itu.
Daffa menghentikan sebentar, melirik kebawah lalu melepaskan balutan benang yang masih melekat.
"Astaga" ucap Lulu terkejut melihat dirinya sendiri, apalagi melihat sosok asli Daffa untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Tidaaaaaaak.......!!!" teriak Lulu yang melihat sebuah tongkat sakti yang begitu berbeda dan sontak ia menutup matanya. Daffa yang melihat ekspresi Lulu pun hanya tersenyum dan menggeleng-geleng. menurutnya Lulu sangat lucu.
"Gimana sayang?? sosok asliku bagus kan?.ayolah.. buka matamu." goda Daffa.
"Gak mau ah" elak Lulu. tapi Daffa bersikeras dan meraih kedua tangan itu dan menaruhnya disisi kanan dan kiri kepala Lulu.
Ditempat Sheila tepatnya diapartement Nathan, anak buah Nathan telah tiba dan kini mereka sedang duduk disofa menunggu bosnya yang sedang mandi dikamar mandi bersama boneka hidupnya. anak buahnya itu sudah merasa jenuh menunggu mereka yang lama sekali keluar dari kamar itu.
"Mana bos ini? kenapa lama sekali!" gerutunya.
"Sabar boos.. perempuan kalau mandi emang lama , kita tinggal minta lebih aja karna sudah menunggu." ucap si kurus.
"Pintar juga kamu." pujinya.
Setengah jam kemudian, Sheila dan Nathan pun keluar dari kamarnya dan menghampiri anak buah mereka.
"Bagaimana?? apa kalian sudah menemukannya?" tanya Sheila tanpa berbasa-basi.
"Sudah bos, tenang saja. semuanya ada disini" ucap gondrong menunjukkan ponselnya.
"Bagus! berikan padaku" pinta Sheila menengadahkan tangannya.
"Ini booos" ucapnya memberi ponsel itu. Sheila pun segera menekan video itu lalu ia memerhatikan dengan saksama hingga matanya melotot seolah ia tahu siapa wanita itu.
"Kenapa sayang? kenapa raut wajahmu seperti itu?" tanya Nathan heran lalu merebut ponsel itu dan melihatnya.
"Kamu benar, ya ampun wanita itu! ternyata dia bukan sepupu Daffa?" tanya Sheila kaget.
"Mana ku tahu" ucap Nathan yang merasa ia sedang ditanya. Sheila pun berdiri dan mengepalkan tangannya. dia pun mondar mandir dan meninju tembok.
"Kurang ajar!!! jadi Lulu itu adalah istrinya. berani sekali mereka berdua menipuku!!" geram Sheila yang sudah merasa panas.
"Tenang Sheila, kita akan balas dendam pada mereka. disini bukan kamu saja yang ditipu tetapi aku juga" ucap Nathan tapi masih tenang. ia memikirkan cara untuk membalas mereka dan seketika ia pun menoleh pada anak buahnya.
"Kalian, pergilah!! ini bonus untuk kalian" usir Nathan.
"Baik bos. upah menunggu kami bos??" tanya si kurus.
"Astaga kalian ini.. ini ambillah dan pergi sana!" geram Nathan dan melempar uang lebih itu untuk mereka. setelahnya anak buah itu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Kita harus buat rencana" ucap Sheila
~
~
__ADS_1
~
~
Ditempat Lulu, mereka masih berperang diatas tempat tidur. Lulu sudah merasa lelah karna melawan Daffa yang begitu kuat menguasainya. Daffa merasa kasihan dengan Lulu, ia hentikan perperangan itu dan membaringkan tubuhnya disamping Lulu. dalam sekejap Lulu tertidur dengan lelapnya.
"Terima kasih sayang, maafkan aku dimasa lalu" ucap Daffa mengecup kening istrinya. tak terasa mata Daffa pun berkaca-kaca mengingat Lulu mendiamkannya hampir dua bulan lamanya. Daffa merasa bodoh tidak bisa melihat sisi gelap Sheila. Roni benar, ia telah dibutakan selama bertahun-tahun oleh Sheila. entah kenapa Daffa tidak menyadari sikap Sheila yang berubah sejak menjadi kekasih Daffa. hingga Daffa pun tertidur dengan pulas disamping istrinya.
Bibi yang sudah menyiapkan makan malam untuk mereka pun kembali menyimpan makanan itu karna Tuan dan Nyonyanya tak kunjung turun sejak satu jam yang lalu.
"Kita simpan saja ya mbak" ucap Bi Ningsih.
"Iya simpan saja, paling mereka lagi bercocok tanam" ketus bi Tuti.
"Is mbak ini ada-ada saja" ucap Ningsih.
"Hehe tapi kan memang benar. bercocok tanam bukan dikebun saja toh. Mbak senang banget melihat mereka akur." ucap Tuti.
"Iya mbak, Ningsih sedih sekali mendengar curhatan tuan tempo lalu kalau istrinya mendiaminya" ucap Ningsih mengingat curhatan tuannya sejak mereka baru bekerja.
"Iya. semoga saja ini awal kebahagiaan mereka yaaa" ucap Tuti.
Setelah menyimpan makanan itu, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Lulu pun terbangun karna perutnya yang terasa sakit. yaa, Lulu menyadari bahwa ia belum makan malam. Lulu pun segera turun ranjang dan ke kamar mandi.
"Aduuuh" rintihnya yang merasakan sesuatu terasa perih.
"Ya ampun, perih sekali" gumamnya tapi Lulu tetap berjalan pelan hingga tibalah ia dikamar mandi.
Setelah selesai mandi, Lulu membangunkan suaminya untuk makan malam.
"Sayang, bangun.." panggil Lulu.
"Eeemh, ada apa sayang?" tanya Daffa dengan suara khas bangun tidur.
"Bangun lalu mandi, kita makan malam" suruh Lulu.
"Baiklah, aku mandi dulu" ucap Daffa
°
°
°
__ADS_1
°
°