Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
64. Meminta Setoran


__ADS_3

Di ruangannya, Daffa sedang sibuk bekerja dan Lulu sedang membaca buku mempelajari lebih dalam dunia bisnis. Daffa yang melihat keseriusan Lulu, langsung tersadar dengan ajakan Lulu di Lobi tadi.


"Katanya mau belajar komputer" ucap Daffa membuyarkan keseriusan Lulu.


"Tidak perlu. Gue sudah pandai kok" ketus Lulu.


"Jadi lo bohong??" tanya Daffa yang mulai kesal Lulu membohonginya.


"Emangnya gue terlihat tidak pandai apa-apa??" jawab Lulu dengan pertanyaan balik.


Daffa pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, malah dirinya yang tengah dibodohi. membuat Lulu yang tertawa lebar mengejek kebodohan Daffa.


"Hahahahahaaa" tawa Lulu.


"Diamlah! tawamu seperti nenek sihir" ledek Daffa. "Kembalikan dompetku! kau tak ada Hak" sambung Daffa.


"Bekerjalah tuan.. nanti setelah selesai akan ku kembalikan. seharusnya lo jangan mau nuruti kekasih lo terus.. bisa habis ntar nafkah harta buat gue" ucap Lulu yang menyindir.


"Soal Sheila bukan urusanmu! kalau kau mau uang dariku, bekerjalah. jangan mengganggu urusanku" tegas Daffa.


"Baiklah.. lagian gue tidak berharap dengan uang lo!" gumam Lulu dalam hati. dan lebih memilih melanjutkan membaca buku.


Hening...


Lulu yang sedang memperdalam ilmu dengan membaca pun mulai merasa bosan dan ia lebih memilih menonton horor jepang ketimbang drakor. Lulu pun membereskan bukunya menaruh di atas meja stelahnya menonton sambil tiduran di sofa. sedangkan Daffa kembali bekerja.


Satu jam kemudian, ada yang mengetuk.pintu ruangan Daffa.


Tok.. tok..


"Masuuuk!" seru Daffa. seseorang pun masuk keruangannya dan melihat ada seorang wanita tengah berbaring sambil menonton.

__ADS_1


"Tuan, perusahaan felixsius mengajak pertemuan di kafe xx untuk membicarakan kerja sama" ucap Assisten Roni.


"Semendadak ini??" tanya Daffa.


"Iya tuan, karna nanti siang beliau akan keluar kota mendadak" jelas Roni.


"Oh astaga... Ayolah" ajak Daffa lalu berdiri dan menuju pintu. tetapi sebelumnya, ia menoleh melihat Lulu yang tengah serius.


"Hei you!" panggil Daffa.


"Hemmm??"


"Pulanglah. aku akan pergi bertemu klien dan kembalikan dompetku untuk membeli sesuatu" ucap Daffa menegadahkan tangannya.


"Aku akan disini sampai kau kembali. ini uangmu 200 ribu jadilah.." ucap Lulu mengambil uang didompet Daffa lalu meletakkannya ditangan pria itu.


"Kau benaar-benaaar!!" ucap Daffa kesal.


Setelah Daffa pergi, Lulu pun melanjutkan nontonnya hingga selesai. tak terasa ia pun mengantuk dan tertidur dengan ponsel yang masih bersuara.


*


*


*


Ditempat Rina, Rina sedang menjemur pakaian yang telah ia cuci. sesekali mengelus perutnya yang sudah terasa membuncit. sedangkan Agus ia sedang meminta setoran uang harian kepada penjual-penjual di pasar.


"Heh pak! mana setoran hari ini?!" pinta Agus dengan suaranya yang besar membuat si bapak takut.


"Ini tuan" ucap bapak memberikan uang sepuluh ribu.

__ADS_1


"Hanya segini kau kasih??!" bentak Agus.


"Saya baru dapat segitu tuan" ucap bapak menundukkan kepalanya.


"Kau kira aku bodoh haa tua bangka! anak buahku sudah mengecek kalian semua disini dan banyak pembeli yang mendatangi kalian" bentak Agus mengarah ke semua orang. membuat semua penjual ketakutan akan kata-kata itu yang memang benar bahwa jualan mereka ramai pembeli.


sedangkan calon pembeli yang ingin berbelanja pun langsung lari mendengar kegaduhan itu.


"Ingat yaa kalian semua.....!! kalau kalian tidak memberi uang harian yang sudah ditentukan, akan aku hancurkan lapak kalian!!" ancam Agus.


Ya, Agus meminta uang sebesar enam puluh ribu kepada setiap penjual pada siang hari. mungkin bagi mereka uang segitu cukup besar, jadi ada yang merasa keberatan dengan uang sejumlah itu.


Terpaksa bapak itu pun memberikan lagi uang lima puluh ribu kepada Agus dengan terpaksa.


"Ini tuan" ucap si bapak memberikan uangnya.


"Begini kan bagus.. Dasar tua bangka" ucap Agus lalu pergi ke lapak lain.


Dirumah Rina, setelah selesai menjemur pakaian ia pun bersantai karna semua kerjaan telah selesai. Rina pun lebih memilih menonton televisi sambil menunggu kepulangan Agus.


Sedang asyik menonton dengan tawanya yang cekikikan, Ada seseorang yang diam-diam membuka pintu tanpa sepengetahuan Rina dan memperhatikan Rina yang terlihat ceria ditambah lagi ia memakai daster yang mempelihatkan bodynya yang aduhai.


Pria itu pun mendekat dengan matanya yang penuh nafsu


Β°


Β°


Β°


Siapa ya kira-kira????

__ADS_1


Jangan lupa Like, koment beserta Votenya yaaa... 10 poin pun jadi 😁😁


__ADS_2