
Lulu telah tiba digedung perusahaan dan memarkirkan motornya ditempat yang sudah tersediakan. dengan terburu-buru Lulu langsung berlari menuju lift dan menekan tombol untuk mengantarkannya ke lantai yang ia tuju.
Tring,
Lulu pun keluar dari lift dan berjalan dengan kecepatan tinggi. hingga ia tibalah dimejanya.
"Kamu kenapa kok buru-buru gitu?" tanya pegawai yang nyamperin Lulu.
"Aku takut telat, ntar bos marah lagi" jawabnya.
"Hehe kamu tidak telat kok biasanya presdir suka datang seenaknya" jelas pegawai wanita itu yang kini berteman dengan Lulu.
"Syukurlah" ucap Lulu mengelus dadanya.
"Kamu mau kopi gak?? aku mau ke pantri" tawar Pegawai wanita yang bernama Rani.
"Boleh juga tuh.. titip yaa" ucap Lulu dengan sumringah.
"Ashiyaaap itu mah" ucapnya dan lalu meninggalkan Lulu yang tengah menghidupkan komputernya.
Ditempat Nathan, ia tengah marah didalam kamarnya dan membanting ini itu yang ada ditangannya. Ia sangat malu sekali karena ulah Lulu yang membuat imagenya rusak dimata orang-orang.
"Awas saja kau Lulu, aku akan membalasmu!!" geramnya.
Dret dret dret..
Ponsel milik Nathan pun berbunyi dan Nathan melihat siapa yang memanggilnya, lalu ia pun mengangkat panggilan itu.
"Hallooo.." ucapnya.
"Hallo Nathan.. bagaimana?? apakah berhasil?" tanya Sheila diujung sana.
"Berantakan!! sangat berantakan!!" ucapnya penuh emosi dan menggebrak meja yang ditata dengan parfum, deodorant, sisir.
"Wow wow.. tenang say.. coba ceritakan ada apa?" tanya Sheila lagi.
"Yang jelas dia yang menukar minuman miliknya ke minumanku dan kamu tau?? dia malah mempermalukanku." jelas Nathan dengan cerita yang dialaminya.
"Oh astaga, kenapa kau bisa ceroboh?! Apa yang dia lakukan sehingga kau malu?" tanyanya seakan mengintrogasi.
"Tak perlu kau tahu" ucap Nathan mungkin ia merasa malu kalau ia menceritakan kejadiannya. Sudah cukup pencitraannya buruk dimata Orang. dan Nathan pun langsung mematikan teleponnya.
Ditempat Lulu, ia sedang menyesap kopi yang diberikan Rani padanya. tiba-tiba Assisten Roni datang menghampiri Lulu.
"Sekretaris Lulu, tolong persiapkan bahan-bahan untuk kita rapat nanti. dua jam lagi kita akan mengadakan rapat" ucapnya memberitahu.
__ADS_1
"Baik Assisten Roni, ngomong-ngomong dimana Presdir kenapa belum datang?" tanyanya.
"Hei Sekretaris Lulu, kamu kan calon istrinya kenapa bertanya padaku?" Goda Roni. Lulu pun malu-malu dan tersenyum kecut dan tiba-tiba pundak Roni ditepuk seseorang.
"Saat jam kerja dilarang mengobrol! Bekerjalah kalian!" ucap Daffa yang datang tiba-tiba tanpa mereka sadari.
"Baik presdir" ucap Lulu dan Roni bersamaan. Dan Roni pun kembali ke ruangannya.
"Oya kamu.. tiap pagi dan siang setelah istirahat, kamu wajib membuatkanku kopi kesukaanku" perintah Daffa dengan tatapan dinginnya.
"Apaa???!" sontak Lulu kaget. dan Daffa pun sudah kembali masuk keruangannya.
"Apa-apaan dia menyuruhku! disini kan ada OB kenapa tidak meminta bantuan mereka saja" gerutu Lulu bicara sendiri. Lalu ia pun pergi ke pantri untuk membuatkan Daffa kopi.
"Astaga, apa yaa kopi kesukaannya presdir?" gumam Lulu.
"Piccolo latte, Nona" jawab seseorang yaitu penjaga pantri yang mendengar gumaman Lulu.
"Oh terima kasih buk" ucap Lulu.
Lalu ia membuat piccolo latte untuk sang Presdir setelahnya ia mengambil nampan dan meletakkan gelas kopi itu keluar pantri dan menuju ruangan Daffa.
Tok tok
Lulu pun masuk dan meletakkan kopinya diatas meja Daffa.
"Kenapa lama sekali?" ucap Daffa.
"Haaa?? baru lima menit" ucap Lulu.
"Menjawab kamu!" ucap Daffa yang sibuk pandangannya ke laptop.
"Yasudah saya permisi" pamit Lulu lalu keluar dan kembali bekerja.
Hingga tibalah waktu untuk rapat, Roni menghampiri Lulu yang sedang siap-siap mengumpulkan berkas. lalu Mereka pun memasuki ruangan Daffa.
"Tuan, Rapat akan dimulai" ucap Roni.
"Ayoo" ajaknya Daffa dan mereka pergi keruagan rapat.
*
*
Waktu makan siang telah tiba dan Lulu siap-siap ke kantin bersama Rani tetapi ada seseorang yang menghampirinya.
__ADS_1
"Hai Lulu, mau gak makan siang bersamaku?" tanya Gibran kepala HRD.
Lulu pun melirik Rani berharap Rani juga akan ikut tetapi Rani yang paham pak Gibran sepertinya ingin dekat dengan Lulu pun lebih memilih pergi.
"Oya Lu, gue ke toilet dulu ya tiba-tiba mulas" ucap Rani dan langsung meninggalkan Lulu.
"Waduuuuh" gumam Lulu.
"Gimana? mau gak?" tanya Gibran.
"Baik pak" ucap Lulu.
"Jangan bapak.. Gibran aja" ucap Gibran.
Gibran dan Lulu sudah berada direstoran dan mereka memesan makanan italia. Beberapa menit kemudian, tibalah pesanan mereka.
"Silakan tuan,nona" ucap Pelayan tersebut.
"Terima kasih" jawab Lulu tersenyum.
Hingga mereka pun memakan makanan mereka dengan lahap sambil mengobrol. Lulu tampak nyaman mengobrol dengan Gibran karna menurutnya Gibran sangat baik dan terbuka juga sedikit konyol.
Sedang asyik mengobrol, Lulu tidak sengaja melihat Sheila dan Nathan yang baru saja masuk dalam restaurant dan Lulu pun langsung membuang mukanya dari arah sana agar wajahnya tak terlihat oleh mereka.
"Itukan Nathan dan Sheila, mengapa mereka bisa berdua?" gumam Lulu dalam hati.
"Hai lu? kamu lihat apa?" tanya Gibran.
"Eh tidak ada kok" jawab Lulu. lalu menyesap juicenya.
"Oh Daffa, untuk kesekian kalinya kamu pria yang malang" gumam Lulu dalam hati.
"Sungguh, mereka sama-sama pengkhianat" Sambung Lulu.
°
°
°
°
°
°
__ADS_1