
Beberapa hari kemudian, saatnya Daffa dan Lulu memenuhi tiket gratis honeymoon ke Korea dan Thailand. kini keduanya telah berada di sebuah hotel yang berdekatan dengan pantai. Daffa dan Lulu tengah memandang alam sekitar kota Seoul yang tak kalah indahnya dari benua eropa. Lulu merasa takjub memandang desiran ombak pantai yang cukup kuat.
"Gak sabar main di pantai" ujar Lulu.
"Ayo kita kesana" ajak Daffa dan itu nembuat Lulu langsung menoleh kepada suaminya.
"Asyiiiik..... kita ganti baju dulu" ujar Lulu mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana pendek dibawah paha. keduanya telah berganti pakaian, tanpa berlama-lama keduanya langsung keluar kamar menuju pantai yang indah itu.
Di pantai, Lulu langsung berlari menuju air asin untuk menyentuh kakinya. Daffa menyusul sang istri yang telah berlari duluan. dengan penuh semangat Daffa langsung menggendong Lulu memutari tubuh mereka hingga terjatuh didesiran air tersebut.
"Woohoooooo....... Lulu....." sorak Daffa memutari tubuh mereka.
"Aaaaaa.... Daffa....." sorak Lulu mengalungkan tangan dileher sang suami. hingga sedikit pusing, Daffa menjatuhkan diri mereka di air pantai tersebut hingga sang ombak pun menerjang tubuh mereka.
"Aaah yang, enak banget disini" ujar Lulu lalu mencimpratkan air ke wajah suaminya.
"Pandai yaa.. rasakan ini!" ujar Daffa mencimpratkan balik air ke wajah Lulu hingga dengan rasa euforianya, kedua insan itu bermain air saling menyimpratkan ke wajah keduanya.
Merasa kelelahan, Lulu membaringkan tubuh diatas pasir, menatap langit biru dan membiarkan ombak menyentuh kakinya.
"Tenang banget disini yang" ujar Lulu memejamkan mata.
"Akhirnya keinginanmu di pantai, jadi juga kan?" seru Daffa dan diangguki Lulu. sedang menikmati desiran angin dan menatap langit yang menyilaukan, tiba-tiba lamunan Lulu buyar saat sebuah bola menyentuh kulit lengannya. Lulu beranjak duduk dan mengambil bola yang berbahan plastik itu.
"Hallo eonni, bolehkah ku meminta bolaku?" sapa anak kecil sekitar umur lima tahunan.
"Tentu sayang, ini ambillah. jangan terlalu jauh dari orang tuamu ya" ujar Lulu memberi bola itu.
"Terima kasih eonni" ucapnya dan segera pergi meninggalkan Lulu. sayup-sayup Lulu melihat anak kecil itu kembali menendang bolanya pada teman sebayanya. Lulu tersenyum melihat bocah itu.
"Kenapa senyam-senyum sendiri?" sahut Daffa yang baru datang membawa dua buah kelapa muda.
"Itu tadi anak kecil, lucu sekali" ujar Lulu langsung menyeruput kelapa mudanya.
__ADS_1
"Apa dia mengganggumu?" tanya Daffa.
"Tentu saja tidak, bolanya nyasar padaku dan aku memberikan padanya" jelas Lulu dan Daffa pun manggut-manggut mengerti.
"Bermain ski kayaknya seru nih" ujar Daffa.
"Kamu bisa?" tanya Lulu.
"Tentu saja dong,.mau lihat kehebatanku?" ucap Daffa dengan bangganya.
"Tentu" ucap Lulu mengangguk-angguk. Daffa segera berdiri menghampiri penyewa skiboard, setelahnya Daffa membawa benda itu ketengah laut dan mulai menaikinya.
"Woohooo... hebat bukan?" sorak Daffa melawan arus ombak itu dengan keahliannya.
"Hati-hati yaaaang" sorak Lulu menatap suaminya yang sudah mulai menjauh dari permukaan. Lulu sedikit takut menatap arus laut itu, berharap Daffa akan berhati-hati dan segera tiba menghampirinya. Lulu kembali duduk diatas pasir sambil memakan cemilan yang Daffa bawa tadi sembari menilik Daffa yang sedang bermain. cukup lama ia bermain ski, akhirnya Daffa pun kembali menghampiri istrinya.
"Sudah selesai?" tanya Lulu.
Seharian di pantai, hingga menjelang sore pun masih banyak pengunjung yang menikmati panorama senja apalagi menunggu sunset yang mulai pergi ke persembunyiaannya.
"Apa mereka pengunjung hotel juga yang?" tanya Lulu membaringkan tubuh dipaha suaminya.
"Ku rasa iya yang" sahut Daffa menatap orang sekitar.
"Wah sudah ada sunsetnya" ujar Lulu mendudukkan tubuhnya, menatap sunset di senja hari menjelang malam itu. pelan namun pasti, matahari yang dibilang panorama sunset itu pun mulai meninggalkan bumi dan kembali ke persemayamannya. Lulu terus memerhatikan sembari memeluk lengan suaminya. puas menatap sunset yang sudah hilang, Daffa menatap wajah Lulu yang begitu cantik. ia pun segera mencium bibir istrinya dengan pelan hingga lidah mereka saling menari didalamnya.
"Eeeemh....." desah Lulu. Daffa segera mengangkat tubuh sang istri, melepaskan pagutan mereka dan berlari menuju hotel atau resort yang mereka tempati.
Setiba dikamar, Daffa segera membawa Lulu ke kamar mandi dan langsung melahap bibir dengan lum*tan yang penuh gelora. sangat panas, darah mereka berdesir hebat, tidak tahan lagi keduanya saling membuka balutan benang di tubuhku walau masih berpagutan.
Emmmh...
__ADS_1
Daffa mengangkat Lulu, menduduki istrinya diatas wastafel sembari bermain melahap seluruh tubuh istrinya yang polos itu hingga terjadilah apa yang seharusnya menjadi kewajiban mereka hingga berlangsung satu jam dikamar mandi tersebut. namun, hasrat yang menggelora, Daffa masih belum puas dan menyalurkan hasratnya diatas ranjang tersebut.
Daffa dan Lulu baru saja selesai bertempur membuat adonan namun adonan tidak dimasak didalam, melainkan diluar. Daffa tidak mau menyemburkan api kepada jabang bayinya yang mulai tumbuh. Lulu dan Daffa menatap langit-langit kamar dengan nafas yang masih terengah-engah, tubuh yang masih dibaluti selimut, Lulu menoleh menatap suaminya kemudian memeluk tubuh itu menempelkan wajah pada dada bidang milik suaminya. dalam sekejap Lulu pun tertidur dalam dekapan itu.
"Selamat tidur sayang" ucap Daffa mengelus rambut sang istri. hingga ia pun ikut tertidur.
Lulu terbangun ditengah malam, tepatnya pukul satu dinihari. perutnya perih dan beberapa kali terdengar suara demoan para cacingnya dan sang jabang bayi yang tengah lapar. Lulu meraih telepon yang terletak diatas nakas, memencet tombol pihak resto untuk mengantarkannya makan malam.
Sembari menunggu, Lulu mengambil pakaiannya terlebih dahulu. setelahnya menyalakan tv untuk menonton drama korea. Beberapa menit kemudian, pintu kamar pun diketuk.
Tok tok tok
Lulu segera menuruni ranjang dan menghampiri pintu, memutar kunci lalu membukanya. dilihatnya seorang pramusaji pria tengah membawa meja dorong berisi banyak makanan lezat.
"Terima kasih, taruh disini saja" ucap Lulu dan pria itu pun menunduk hormat dan berlalu pergi. Lulu segera menutup pintunya kembali, membawa meja dorong itu tepat didepan ranjang. sedang Lulu menduduki dirinya diatas ranjang sambil melahap makan malamnya sembari menonton televisi.
"Hemmmm..... wanginyaa" gumam Daffa yang masih memejamkan mata. Lulu menoleh menatap suami, tampak Daffa mendengkus-dengkus dan mengerjapkan matanya.
"Kau sudah bangun? ayo makanlah. kita belum ada makan malam karna ulahmu" seru Lulu yang sedang mengunyah. Daffa bangkit, mengucek matanya yang masih terkantuk, menatap Lulu yang tengah melahap makan malamnya.
"Enak sekali, kenapa kau pesan segini?" ujar Daffa yang melihat sajian makanan itu tidak terlalu banyak.
"Karna tidurmu enak sekali makanya aku memesan segini. orang cuma untukku dan ucul doang kok" ujar Lulu yang masih menatap televisi.
"Jadi aku gak boleh makan?" tanya Daffa dengan wajah yang sedu.
"Kau ini. tentu saja boleh.. makanlah, atau nanti si ucul akan menangis didalam sini melihat appinya yang kelaparan" ujar Lulu.
"Terima kasih ucilku, kamu tau saja appi tengah lapar" ujar Daffa mencium perut Lulu hingga membuat Lulu bergeliat merasa geli apalagi dengan isengnya Daffa menyentuh barang sensitif miliknya.
"Jangan nakal!!"
°
__ADS_1
°
°