
"Sssssstt... jangan teriak! nanti mereka bisa mendengar!" ucap Lulu.
"Yang, kenapa kita jadi mengintip mereka?" tanya Daffa heran.
"Kau tidak mau menonton tontonan gratis?? lihatlah mereka kembali berciuman" ucap Lulu memperhatikan mereka.
"Astaga bocah itu, apa mereka tidak takut ketahuan warga?" gerutu Daffa.
"Anak jaman sekarang tidak takut apapun. mereka slalu mencoba ditempat tempat seperti itu" tukas Lulu.
"Heeem, kau tau sekali yaa.. jangan-jangan kau pernah seperti itu dengan mantanmu" tebak Daffa menilik Lulu.
"Enak saja mulutmu ngomong! aku belum prnah sepertu itu! ciuman saja baru kamu yang pertama mengambil kiss first milikku" tukas Lulu tampak kesal.
"Syukurlah. daripada lihat gituan, mending kita bermain yuk yang" ajak Daffa dengan nada sensualnya.
"Ah apaan sih, gak! mending kita hantui mereka yuk" ajak Lulu. namun Daffa tampak tak semangat karna ia juga menginginkan perihal seperti ABG itu.
"Ah yang, kau ini mengganggu mereka saja" gerutu Daffa.
"Harus! kita harus berantas permesuman" tungkas Lulu yang sedang mengambil piring bekas cake tadi dan pena yang ada didalam tasnya.
Ting ting ting
Bunyi piring yang begitu nyaring, hingga mereka yang sedang kasmaran pun menoleh mencari asal suara, sedang Lulu mengumpet dibalik dinding.
"Aaauuuuuuuuuuu..........." sambung Daffa menirukan suara serigala. Daffa dan Lulu terkekeh, kembali mengintip, tampak mereka yang mulai ketakutan.
"Lagi lagi" suruh Lulu.
"Aaaaaaauuuuuuuu......."
"Hihihihihihi....."
Gaduh Daffa dan Lulu yang meniru suara kuntilanak, sontak mereka berdua langsung kocar kacir berlari melewati semak-semak yang dipenuhi oleh ilalang. Lulu memerhatikan mereka, berjalan mengendap-ngendap memerhatikan daerah sekitar, tampak sepi dan mereka menuju motor yang terletak ditepi pohon.
"Akhirnya, lega diriku mengusir mereka. dasar bocah tengil, sudah pandai begituan" ucap Lulu memandangi kepergian mereka.
"Siapa saja pandai begituan, termasuk kita. ayo sayang kita lakukan, tongkatku sudah menegang" ucap Daffa di telinga Lulu. membuat Lulu bergedik geli sebab Daffa menghembus daun telinganya.
"Iya, mandi dulu" ucap Lulu segera memasuki kamar dan mengambil handuk.
"Yeeeeeeees!!!" sorak Daffa segera memasuki kamar dan duduk diatas kasur sambil menonton tv. kebetulan ada film romantis barat, tampak pemeran melakukan adegan wik wik membuat Daffa menelan ludah kasar, dan anunya mengerang hebat.
"Shiit!!" umpatnya. namun matanya masih fokus pada adegan itu.
__ADS_1
Daffa mondar mandir dengan balutan handuk yang meliliti pinggangnya, menunggu Lulu yang lama sekali. ditekannya gagang pintu, masih terkunci.
"Ah sial Lulu!" gerutu Daffa menggigit jarinya.
Tok tok tok tok
"Cepatan!!" teriak Daffa.
"Iya tunggu! sabar kenapa!" sahut Lulu dari dalam yang sedang membilas tubuhnya dengan guyuran air shower.
Ceklek,
Tampak Daffa yang masih mondar mandir, terlihat kesal menunggu istrinya yang lama sekali mandi.
"Ehem! segitunya yaaa" ucap Lulu berdiri diambang pintu.
"Kenapa lama sekali, hm?! habis kau aku makan" geram Daffa menarik tangan Lulu dengan kuat lalu mendorongnya ke ranjang.
"Aaaah yang, santai kenapa? untung saja kasurnya empuk seempuk empuknya" gerutu Lulu.
"Banyak ngomong!" tungkas Daffa.
Haaaaaap!!!
"Uh perihnya" rintih Lulu memegang bibirnya yang membengkak dan terkelupas.
"Itu akibatmu lama sekali" seru Daffa segera menindih kembali tubuh itu.
"Stop! kau ini kerasukan apa sih?" tanya Lulu memegang bibirnya.
"Itu karna film barat, membuatku semakin nafsu" ujar Daffa. Lulu menoleh ke arah tv, tampak pemerannya melakukab adegan begitu.
"Astaga yang, kenapa kau menonton po*no begitu.. kau masih bocah sudah berani nonton gituan" seru Lulu mendudukkan dirinya.
"Bocah???? sudah gagah begini kamu bilang aku bocah?" tanya Daffa berdiri tegap.
"Emang berapa sih umurmu?" tanya Lulu.
"Dua puluh empat tahun" jawab Daffa.
"Masih bocah namanya, tidak boleh menonton untuk yang masih 25 tahun ke bawah" seru Lulu menggerakkan jari telunjuknya ke kanan kiri.
"Astaga, kau ini lucu sekali. ayolah kita mulai lagi, jangan cerewet! aku akan melakukannya secara lembut" seru Daffa kembali mendorong tubuh istrinya hingga tertidur. Lulu tidak bisa memberontak lagi, Daffa sudah siaga untuk menahan kekuatan tubuhnya agar Lulu tidak mendorongnya. Daffa ******* lembut bibir itu, dan Lulu ikut terbuai dengan permainannya. hingga tibalah dititik terpuncak, Daffa memasuki juniornya dan menari-nari disana agar kecebongnya segera keluar dan memasuki rumahnya bersemayam atau bertapa selama sembilan bulan lamanya. Ah Daffa begitu berharap kecebongnya berubah wujud jadi keturunannya kelak, begitupun Lulu yang juga sangat menginginkan.
Akhirnya permainan pun selesai dua jam lamanya, sudah diliputi keringat disekujur tubuh mereka walaupun ruangan kamar memakai Air Conditioner, namun saking bergairahnya tubuh mereka dipenuhi air badan itu.
__ADS_1
"Lelahnya" gumam Daffa berbaring diranjang.
"Aku sudah mandi dan kini kamu membuat tubuhku berkeringat kembali" gerutu Lulu menatap langit-langit kamar.
"Tapi kamu menyukainya bukan?" tanya Daffa tersenyum seringai. Lulu diam, tidak menjawab mungkin merasa malu untuk mengakuinya.
"Pergilah mandi sana" usir Lulu.
"Males, besok pagi juga bakal mandi lagi" seru Daffa.
"Dasar jorok! udah ah, aku mandi dulu sebentar lagi makan malam dan harus packing kembali" ucap Lulu menyibakkan selimutnya, meraih kimono yang ada dilantai lalu mengenakannya.
Lulu mengguyur tubuhnya dengan air shower, menyabuni tubuhnya dan mengkeramas lagi rambutnya yang sudah apek. dalam sekejap akhirnya selesai membersihkan badan yang lengket itu.
Daffa dan Lulu sedang makan malam,.tampak nikmat sekali. namun Daffa kembali mengganggu istrinya, meminta untuk disuapi layaknya anak kecil.
"Yang, aaak... suapin dong" pinta Daffa menggeser kursinya mendekati Lulu. Lulu memutar bola matanya merasa jengah, suami yang menyebalkan dan mulai manja kepada sang istri. untung Lulu berpribadi dewasa jadi dia dengan sabar menghadapi suaminya.
"Kau ini mengganggu saja! aaaaak..." gerutu Lulu lalu menyuapi Daffa dengan sendoknya.
"Nyam nyam, enak yang. ketagihan sama suapanmu." puji Daffa senang.
"Bisa saja. ayo habiskan" titah Lulu kemudian menyuapinya kembali hingga selesai.
Kini mereka telah berada dikamar, tampak Lulu sedang menyusun pakaian kedalam koper, tampak sangat rapi. Daffa menatap suaminya yang sedang bermain free fire, membuat Lulu kesal tidak ada yang membantunya.
"Hei! jangan main mulu, bantuin nih" teriak Lulu yang sedang menyusun bajunya.
"Sebentar sayang!" sorak Daffa yang masih asyik bermain game online.
"Kamu ini cantik-cantik galak. untung cantik" gumam Daffa.
Beberapa menit kemudian, Daffa menyimpan ponselnya lalu menghampiri Lulu yang sedang menyusun bajunya.
"Nah gitu dong, istri sholeha" puji Daffa. Lulu diam saja tidak menyahutinya, menganggap Daffa tidak ada.
"Aku harus apa yang?" tanya Daffa yang bingung harus mengerjakan apa.
"Keloni saja game onlinemu"
°
°
°
__ADS_1