Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
101. Dicueki karna Drakor


__ADS_3

Hari sudah mulai gelap, pertanda malam akan tiba dan matahari yang berdiam diri telah pergi meninggalkan bumi. kini telah berganti giliran, bulan dan bintang belum juga muncul mungkin kini mereka sedang berbincang dengan matahari. bagaimana bumi siang tadi? bumi sangat padat sekali sampai aku tidak melihat dimana para readersku berada. hahaha.. author ada-ada saja.


Lulu dan Daffa baru saja tiba dikediaman mereka, mang Asep membuka pintu gerbang untuk mempersilakan kedua majikan mudanya itu untuk masuk. Daffa turun dari mobil dan mengitarinya untuk membuka pintu agar istri tercintanya segera turun. dengan romantisnya, Daffa mengulurkan tangannya dan sedikit menjongkokkan tubuhnya.


"Mari nona, kakanda akan mengantarkanmu ke istana kita" ucap Daffa membuat Lulu merasa geli. Lulu pun hanya tersenyum sedikit tertawa kecil melihat tingkah konyol suaminya itu.


"Terima kasih kakanda" ucap Lulu menggapai telapak tangan Daffa. dengan tubuh tegapnya, Daffa berjalan seperti raja istana yang digandeng sang ratu. Lulu merasa geli ia tidak bisa menahan tawanya lagi.


"Hahaha.. sayang lebay ih kayak raja saja" ucap Lulu melepas rangkulan itu.


"Aku kan emang raja kamu sayang dan kamu ratunya" goda Daffa.


"Iya deh iya, yang penting kamu puas" ucap Lulu mengalah. tiba-tiba ia teringat akan barang bawaannya.


"Ya ampun sayang, kita melupakan sesuatu" ucap Lulu terhenti berjalannya.


"Apa sayang?" tanya Daffa bingung.


"Bunga kita lho.. dasar pelupa" ucap Lulu.


"Astaga, kamu benar kita sama-sama pelupa" ucap Daffa mengeplak kening istrinya.


"Aw kok aku sih yang dikeplak" rintih Lulu.


"Ah ya ampun, aku bahkan lupa keningku disini" ucap Daffa penuh drama. ia pun terkekeh atas kekonyolannya.


Sedang ditembok gerbang rumah Daffa, Seseorang tengah memerhatikan mereka dengan rasa jengkelnya. siapa lagi kalau bukan mantan kekasih Daffa itu. ia pun mengepalkan tangannya seolah ingin meninju musuhnya.


"Kurang ajar!! awas kalian" ucapnya lalu pergi meninggalkan kediaman itu.


Daffa pun segera membuka bagasi mobil dan menurunkan bunga yang dibawanya. mang Asep pun datang untuk membantu majikannya.


"Saya saja yang menurunkannya tuan" tawar mang Asep.


"Kita lakukan bersama saja" ucap Daffa. sedangkan Lulu memegang bunga itu. sangat cantik dan indah sekali, Lulu pun membawanya meletakkan disejejeran bunga lainnya.


"Lihat lah sayang, bunganya sangat enak dipandang. kapan-kapan kita beli lagi yaa.. aku pengen semua macam bunga ada disini" pinta Lulu pada suaminya.


"Siap bos! untuk kamu apa sih yang gak" ucap Daffa. mereka pun masuk ke dalam rumah, menaiki tangga dan memasuki kamar.


"Sayang, kamu istirahatlah aku akan keruang kerja dulu" pamit Daffa.


"Baiklah, pasti Roni kesusahan gara kamu tinggalkan" ucap Lulu.

__ADS_1


"Tidak kok sayang, ohya aku sudah bolehkan tidur dikamar ini?" tanya Daffa.


"Tentu, aku bantu pindahin barang kamu ya?" tawar Lulu.


"Tidak usah. kamu istirahat saja sayang, pasti kelelahan banget" tolak Daffa.


"Iya deh, cuup" bibir Lulu mendarat dibibir suaminya. Daffa pun menjadi gemas melihat istrinya yang agresif, ia pun membalas ciuman itu menjadi lebih ganas. setelahnya Daffa pun pergi keruang kerjanya.


Lulu memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil membayangi wajah suaminya.


"Ternyata Daffa baik banget, dia sedikit konyol" gumam Lulu tersenyum.


Lulu pun beranjak dari baringnya, ia meraih handuk dan memasuki kamar mandi. kali ini Lulu tidak berendam didalam bathup dikarenakan datang bulan yang sedang banjir-banjirnya itu. Lulu menghidupkan shower air dan menikmati sensasi air yang turun deras kepermukaan kulit putihnya itu.


"Segarnya" gumam Lulu.


Satu jam kemudian, Daffa kembali ke kamar utama yaitu kamar milik mereka berdua yang sebelumnya ditempati Lulu sendirian. Daffa menyeret kopernya yang berisi baju dan meletakkannya diruang pakaian.


"Sayang, kamu nonton apa?" tanya Daffa melihat istrinya yang serius nonton tanpa menoleh padanya.


"Drakor" jawab Lulu singkat jelas padat.


"Hem, ya aku tahu. kenapa wanita sangat menyukai drakor?" tanya Daffa. ia sengaja menganggu istrinya yang tengah serius itu apalagi Lulu juga membaca terjemahan yang berada dilayar bawah.


"Cowonya tampan-tampan" jawab Lulu masih memandang lekat pemainnya yang tak lain ialah Lee Min Ho.


"Tidak" ketus Lulu.


"Tampan bagaimananya mereka, tampanan suamimu ini" ucap Daffa membanggakan dirinya.


"Hus diamlah, kamu menganggu saja" ucap Lulu kesal mendengar celoteh suaminya itu.


"Iya tapi lihat aku dulu dong" pinta Daffa. Lulu memutari matanya merasa jengah sekali melihat tingkah suaminya itu. Lulu segera menoleh pada Daffa dan melihat wajahnya.


"Sudah" ucap Lulu dan kembali pada drakornya.


"Gimana, tampan kan?" tanya Daffa dengan jahilnya.


"Ya" ketus Lulu membuat Daffa mencebik kesal ia pun membaringkan tubuhnya dikasur itu sambil memainkan ponselnya. Daffa pun menchatting Roni untuk mengajaknya bermain mobile legend.


"Ron, gue suntuk nih main ML yuk" ajak Daffa dalam pesan WhatsApp.


Ditempat Roni, sepulang kerja dari kantor ia langsung menemui kekasihnya yang sedang dinas di pos polisi, mereka asyik mengobrol dengan seorang polisi pria. Roni yang tidak suka wanitanya dinas dengan seorang pria, ia segera menancapkan gas mobilnya menuju kekasihnya yang berprofesi sebagai polwan itu. disela-sela mengobrol, ponsel milik Roni pun bergetar. Roni meraihnya ternyata ada sebuah pesan dari Daffa.

__ADS_1


"Siapa sayang?" tanya Karin.


"Daffa yang" jawab Roni. setelah membaca pesan itu, Roni pun membalas


"Kau mengganggu saja. aku sedang mojok dengan tunanganku" balas Roni. tak berapa lama, Daffa membalas


"Apa dia tidak bekerja?" tanya Daffa.


"Kerja, aku harus menjaganya dari polisi pria itu. gila, dia tampan juga aku jadi was-was" balas Roni.


Disana Daffa tertawa membaca pesan Roni hingga membuat Lulu menoleh karna merasa terganggu dengan bisingnya tawa itu.


"Hei, turunkan volume tertawamu itu" suruh Lulu.


"Roni ada-ada saja. masa jagain tunangannya dari polisi tampan, hahaha" ucap Daffa pada Lulu.


"Baguslah, tidak seperti mu yang menjagain sampah" ucap Lulu membuat Daffa menghentikan tawanya.


"Kamu tau Sheila tidak baik?" tanya Daffa.


"Ya, aku pernah melihatnya masuk hotel bersama om-om" jawab Lulu. membuat Daffa terperangah


"Kenapa tidak memberitahuku?" ucap Daffa.


"Lebih baik kamu tahu sendiri. lagian saat itu kita baru kenal" jawab Lulu.


"Jadi kamu sudah tahu sejak lama?" tanya Daffa kembali. Lulu pun mengangguk.


"Sudah ah, aku mau nonton. kalau kamu ganggu lagi akan ku tendang bokongmu" ancam Lulu.


Daffa pun kesal ia merasa sedang dicueki gara drakor sialan itu. Daffa kembali membalas pesan Roni,


"Jadi lo tidak mau bermain ML sama gue?" tanya Daffa.


"Tidak" balas singkat Roni.


Daffa semakin kesal dan ia memilih menutup wajahnya dengan bantal.


"*Nasib nasib punya istri demen drakor"


°


°

__ADS_1


°


°*


__ADS_2