
Daffa menghampiri mereka dengan perasaan marah yang sudah membuncah tapi ia segera menyadari dirinya yang berada ditengah keramaian itu. ia tidak ingin imagenya rusak karna cemburu yang ia rasakan. Daffa berjalan santai dengan gaya yang terlihat cool dan arrogant didepan semua pegawainya yang sibuk dengan santapan siang mereka.
"Ehem!" dehemnya. Rani dan Gibran terkejut atas kedatangan Presdir mereka. Gibran dan Rani saling pandang tapi tetap santai ditempatnya. hanya Lulu yang bersikap biasa saja. Daffa pun menyuruh Rani pindah di kursi sebelah Gibran dengan arah matanya. Rani mengerti tatapan itu, ia segera berpindah tempat duduk disamping Gibran.
"Hai sayang, kamu makan apa?" tanya Daffa memandangi istrinya.
"Apa kau tidak bisa lihat sendiri?" ketus Lulu masih melihat mangkoknya.
"Tidak bisa sayang, aku terlalu fokus dengan cantik wajahmu" gombal Daffa.
"Uweeeeek.... tidak mempan gombalanmu" ucap Lulu.
"Aku tidak menggombal sayang, bahkan aku tidak tau bagaimana caranya menggombal" ucap Daffa dengan senyumnya sambil menyelipkan rambut Lulu ke telinga yang menutupi wajahnya.
"Kau mau apa?? aku lapar jangan ganggu aku!" ucap Lulu geram mendengar ocehan suaminya itu.
"Mengambil hatimu" ucap Daffa.
"Pelayaaaaan......." panggilnya teriak memanggil pelayan kantin. pelayan itu pun segera menghampiri Daffa.
"Ya tuan?" tanyanya.
"Aku pesan menu yang sama dengan ini dan minumannya juga sama" ucapnya menunjuk mangkok Lulu.
"Baik tuan, tunggu sebentar yaa.." ucap pelayan lalu pergi meninggalkan mereka.
Karna suara Daffa yang menggema ditelinga semua orang yang asyik makan, mereka pun menoleh karna mereka tau itu suara Presdir,
"Itukan presdir?? kenapa dia ada disitu?" tanyanya.
"Entahlah, ternyata wanita itu pandai sekali memikat lelaki tampan" ucapnya.
Bagi mereka, Lulu seperti primadona perusahaan saja padahal Lulu adalah Nyonya diperusahaan itu.
Tak berapa lama, pesanan Daffa pun telah tiba. ia segera menyuruh Lulu untuk menyuapinya.
"Sayang, suapi aku dong" pinta Daffa.
"Minta suapi aja sama Gibran" ketus Lulu membuat Rani terkekeh sedangkan Gibran hampir tersedak oleh makanannya. Daffa pun menatap Gibran dengan malas.
"Aku mau sama kamu, kita main suap-suapan yaa.. kamu suap aku, aku suap kamu" rayu Daffa. kali ini Daffa benar-benar gila. Lulu pun menoleh pada makanannya dan makanan Rani lalu mengode Rani untuk segera pergi.
"Tapi sayang, makanan ku sudah habis. hahahahaha" ucap Lulu tertawa lalu ia beranjak dari duduknya diikuti Rani dan segera pergi meninggalkan Daffa dan Gibran.
"Byeee... selamat makan berdua" ledek Lulu dan mengejek suaminya.
Daffa yang ditinggal pergi oleh istrinya pun sudah tak berselera lagi untuk makan, tapi apalah daya perutnya juga sudah keroncongan. dengan terpaksa ia menghabiskan makanannya dengan cepat. sedangkan Gibran ia segera beranjak menyusul Lulu.
"Saya permisi tuan" ucapnya.
"Eh eh kau mau kemana? sini!!" suruh Daffa. Gibran pun menurut.
"Kenapa kau slalu mendekati istriku?!" tanya Daffa pada Gibran.
__ADS_1
"Karna istri anda cantik tuan, upz" jawab Gibran keceplosan.
"Apa!!!!" ucap Daffa memukul meja dengan keras menyebabkan semua orang terkejut akan ulahnya.
"Hehe becanda, santai bos" ketus Gibran dengan santai walaupun jantungnya dag dig dug.
"Beraninya kau!" geram Daffa tapi bisa menyetabilkan amarahnya. ia segera menghabiskan makanannya dan pergi meninggalkan Gibran. setelah kepergian Daffa, Gibran mengeluskan dadanya.
"Ya ampun, aku hampir serangan jantung" gumam Gibran dan segera pergi menuju ruangannya.
Ditempat Lulu, ia tertawa ngakak bersama Rani karna ulahnya. kini mereka sedang ditoilet untuk mencuci wajah mereka agar lebih segar atas drama hari ini.
"Ya ampun lu, lo senang banget ngerjain suami lo" ucap Rani.
"Ya iya dong.. ini seperti hiburan buat gue. Lo tau?? aku sebenarnya masih marah padanya karna didepanku ia berhubungan dengan Sheila" ucap Lulu kemudian sedih.
"Apa??? ya ampun.. kenapa lo gak pernah cerita sama gue" ucap Rani.
"Tidak apa-apa" ucap Lulu tersenyum yang dipaksa.
"Tapi, kenapa dia masih bersama Sheila jika ia sudah menikah dengan lo" heran Rani.
"Karna ia masih mencintai wanita itu goblek! kami ini dipaksa menikah" jelas Lulu.
"Oh gitu, tapi dia sekarang ngejar lo yaa.. apa mungkin Presdir sudah putus dengan Sheila? kalau sudah, bagus dong.. kebahagiaan mu telah datang Lulu sayang" ucap Rani bawelnya.
"Sudah ah, yuk balik" ajak Lulu dan mereka keluar dari toilet dan menuju meja kerja mereka.
Kini Sheila sudah berkumpul dengan anak buah Nathan yang dulu pernah mencelakai Lulu.
"Aku mau kalian cari tahu siapa istri dari Pria ini!" perintah Sheila memperlihatkan wajah Daffa.
"Oke bos, siap laksanakan" ucap si botak.
"Bagus! kalian cari tahu lewat perusahaannya dan ikuti ia sampai rumah. kalau belum juga terlihat istrinya, kalian harus standby didepan rumah itu" jelas Sheila.
"Baik bos! akan kami atur" ucap si gendut.
"Bagus! ini uang muka untuk kalian" ucap Sheila dan berlalu pergi.
Setelah mendapatkan perintah dari bosnya, anak buah Nathan itu pun segera ke lokasi untuk menguntit Daffa. Mereka pun menaiki mobil dan melajukan mobilnya menuju perusahaan itu.
Ditempat Daffa, ia sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya untuk bekerja sama diruang rapat. Daffa dan Roni sedang membicarakan kelebihan dan kehebatan perusahaannya begitu juga dengan kliennya hingga dirasa telah setuju, Daffa pun menandatangani berkas itu. Lulu datang membawa minuman untuk mereka bertiga karna Daffa yang menyuruh. Lulu kesal kenapa harus dia, ternyata petugas pantri sedang libur karna sakit.
tok tok..
Roni segera membuka pintu itu karna ia tau pasti Lulu yang sedang membawa pesanan mereka. Lulu pun masuk dan meletakkan minuman itu diatas meja.
"Silakan diminum tuan" ucap Lulu pada klien Daffa. Pria itu menatap Lulu yang sedang menaruh gelas diatas meja. Daffa memperhatikan dan ia sangat tidak suka dengan tatapan itu.
"Ehem!!" dehem Daffa. hatinya sudah merasa kesal. ingin sekali dia mengusir pria itu.
"Sebentar tuan" ucapnya pada Daffa.
__ADS_1
"Hai gadis cantik, nama kamu siapa?" tanyanya pada Lulu.
"Lulu, tuan" jawab Lulu.
"Kamu cantik, kok mau bawain kopi" godanya.
Lulu merasa ada gelagat aneh tapi ia tetap menjawab pertanyaan itu.
"Karna itu tugas saya" ketus Lulu.
"Ooh... ternyata Tuan Daffa memperlakukan semuanya sama yaa.. Office girl juga berpakaian cantik begini dengan pegawai lainnya" ucap Pria itu.
"Apa-apaan tua bangka ini!!" geram Daffa dalam hatinya.
"Ya ampun orang ini, apa maunya" gumam Lulu dalam hati
"Waduh bakal ada peperangan nih" gumam Roni dalam hati.
Lulu hanya tersenyum menanggapinya dan berlalu pergi tetapi tangannya malah ditahan oleh pria parubaya itu.
"Tunggu" ucapnya.
"Ya ada apa?" tanya Lulu matanya menatap Daffa seolah minta pertolongan.
"Tanganmu mulus sekali" pujinya mengelus tangan Lulu berkali-kali. Daffa yang melihat pun geram dan menggebrak meja.
"Hentikan!!!" bentak Daffa.
bruk!!
Daffa segera bangkit dan menepis tangan pria itu.
"Jangan pernah menyentuhnya!!" berang Daffa kini wajahnya memerah padam.
"Kenapa anda marah tuan? dia hanya Office girl" ucap Pria itu. Lulu segera mundur melihat pertengkaran yang akan terjadi itu.
"Dasar kau tua bangka! walau berbeda status, disini harus menghormati semua wanita!! silakan pergi atau aku akan menghajar kau!" usir Daffa kali ini ia sudah sangat marah sekali pada kliennya itu.
"Baik!! kerja sama kita batal!" ucap Pria itu dan berlalu pergi.
Daffa pun lega, dia tidak akan membiarkan istrinya diganggu oleh seorang pun bahkan ia rela kehilangan kerja sama itu. lagian Daffa masih beruntung karna kliennya tadi hanya memiliki perusahaan kecil.
"Maaf"
°
°
°
°
°
__ADS_1