
.Daffa berlari mendekati Lulu yang sudah tergeletak ditengah jalan, ia tidak percaya ini semua terjadi. para tetangga yang mendengar kegaduhan tadi segera keluar dari gerbang rumah mereka untuk melihat tetangga sebelahnya yang sudah tergeletak.
"Lulu sayang, banguuun.. hiks hiks" teriak Daffa.
"Apa yang terjadi mas,? ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang mas" suruh pak tetangga. Daffa yang fokus memeluk istrinya pun hanya mengangguk iya pada tawaran itu lagian benar Lulu harus dibawa kerumah sakit segera. Daffa segera bangun menggendong istrinya yang tidak berdaya dan memasuki mobil tetangganya.
Daffa telah tiba dirumah sakit, dengan langkah kaki yang terbirit-birit ia teriak kesana kemari memanggil dokter.
"Dokter.. suster.... tolong!!" ucapnya.
Hingga yang dipanggil pun datang membawa brankar mereka mendorongnya hingga mendekati Daffa yang terlihat gelisah. Daffa segera meletakkan Lulu di atas brankar itu dan didorong menuju ruang operasi.
"Tuan disini dulu yaa.. kami akan menangani pasien" tegas suster itu.
"Lakukan segera! selamatkan istriku!" ucapnya hingga pintu ruang operasi pun ditutup. Daffa yang tak berdaya lagi dan frustasi, terduduk diatas lantai menarik rambutnya hingga mengacaknya. Daffa merasa ini adalah ulahnya yang mendiami Lulu.
"Ini semua salahku andaikan ku tak mendiaminya tadi.. hiks hiks" gumamnya menangis.
Daffa segera mengambil ponsel disaku celana tetapi tidak ada. ia lupa kalau tidak membawa apa-apa ke rumah sakit.
"Kamu mau ponsel?" ucap pak tetangga. Daffa menegadahkan kepalanya melihat tetangganya dan mengangguk.
"Ini.. hubungi keluargamu" ucapnya memberi ponsel miliknya.
"Terima kasih pak" ucap Daffa dan segera menghubungi Mama Sonya dan Mama Sarah. setelahnya Daffa mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya.
"Ini pak, terima kasih banyak sudah membantu kami" ucap Daffa.
"Tidak masalah, kita tetangga jadi wajar toh saling membantu. kebetulan saya tadi baru pulang jogging sore" ucap si bapak tetangga. Daffa diam dan kembali menangis mengingat kejadian tadi
"Ini semua gara wanita sial itu!!" gumamnya dalam hati mengepalkan tangannya.
"Kamu yang sabar, istrimu pasti akan sadar kembali" ucap bapak itu mengelus punggung Daffa.
"Kalau begitu saya permisi dulu yaa" pamitnya dan diangguki oleh Daffa.
Beberapa menit kemudian, dari jauh Mama Sarah dan Papa Adi beserta Orang tua Daffa segera berlari menuju ruang operasi dengan wajah mereka yang khawatir. Mama Sarah sangat shock mendengar anaknya kecelakaan. apalagi Mama Sonya yang langsung gemetaran mendengar kabar itu hingga akhirnya mereka pergi bersama-sama ke rumah sakit.
"Daff, bagaimana keadaan Lulu?" tanya Mama Sarah begitu sampainya.
"Daffa gak tau ma, Lulu masih didalam" ucapnya sendu lalu memeluk Ibu mertuanya itu.
"Maafkan Daffa, hiks hiks... ini semua salahku Ma" ucap Daffa menangis dipelukan Mama Sarah.
"Sabar nak, tenang.. Lulu pasti akan baik-baik saja" ucap Mama Sarah mengelus punggung menantunya untuk menenangi suami anaknya itu.
"Daff, apa yang terjadi pada Lulu.. apa yang kamu perbuat" tanya Mama Sonya yang sepertinya mulai marah.
"Tenang Ma" ucap Papa Mahesa. Daffa pun melepas pelukannya itu dan mulai menjelaskan kronologi akibat Lulu kecelakaan.
__ADS_1
"Apa?!!!" ucap Mama Sonya shock.
Plaaak!!
"Jeng jangan.. ini bukan salah Daffa tetapi wanita itu. jangan tampar menantuku lagi" ucap Mama Sarah melerai besannya itu.
Ceklek, suster membuka pintu ruangan dan menghampiri mereka dengan tergesa-gesa.
"Apakah kalian keluarga pasien Lulu?" tanya suster itu.
"Iya sus saya suaminya bagaimana keadaan istri saya?" tanya Daffa cemas.
"Tenang tuan, nyonya Lulu harus membutuhkan donor darah A+" ucapnya.
"Darah saya dok" ucap Papa Adi.
"Pa, papa terkena diabetes mana mungkin bisa" tutur Mama Sarah.
"Benar pa, pengidap diabetes tidak boleh mendonor" ucap suster.
"Astaga...." ucap mereka semua.
"Ini harus didapatkan segera.. stock dirumah sakit hanya ada tiga kantong, Lulu harus mendapatkan dua kantong lagi" tutur suster itu yang sudah tampak panik.
Daffa segera meminjam ponsel papanya untuk menghubugi Roni siapa tau darah Roni memiliki darah yang sama.
"Halo ron, golongan darah kamu apa?" tanya Daffa tergesa gesa.
"Sial!!! carikan golongan darah A+ sekarang, tanya Karin atau Rani atau Gibran atau siapapun" ucapnya lalu mematikan ponselnya.
"Gimana daff?" tanya Papa Adi.
"Belum dapat, tunggu sebentar Roni akan mencarinya" ucap Daffa.
Disana Roni segera menghubungi kekasihnya dan Rani hingga Gibran untuk menanyakan golongan darah tersebut. akhirnya Roni bisa bernafas lega karna ia menemui pemiliknya.
"Hallo tuan, emang ada apa anda menanyakan darah saya?" tanya Rani.
"Tunggu sebentar saya akan hubungi lagi presdir" ucapnya.
Dirumah sakit, Daffa tampak kegirangan akhirnya ia menemui pemilik darah itu. setengah jam kemudian, Rani dan Roni berlari menghampiri mereka.
"Ron, siapa pemiliknya?" tanya Daffa.
"Rani tuan" ucapnya.
"Syukurlah" ucap Daffa.
"Ayo nona, kita harus segera mengambil darahmu" ucap suster itu.
__ADS_1
"Tapi untuk siapa sus?" tanya Rani.
"Pasien Lulu, ia harus membutuhkan ini" ucap suster itu.
"Astaga Lulu, apa yang terjadi" gumamnya. hingga darah Rani pun diambil dan akhirnya selesai. suster kembali masuk keruang operasi meninggalkan Rani yang masih lemas. Mama Sarah pun menghampiri Rani yang tidur diatas brankar.
"Nak Rani ya?" tanya Mama Sarah.
"Iya tante" jawab Rani. sontak Mama langsung memeluk Rani,
"Terima kasih nak berkat kamu Lulu mendapatkan darah itu" tutur Mama sarah.
Ditempat Sheila, ia baru saja turun dari tangga rumah Daffa dan menuju keluar rumah. Nathan pun datang setelah ia menabrak Lulu dengan kencang dan kembali lagi memutari mobilnya untuk menghampiri kekasihnya Sheila. ya kini mereka berhubungan hanya sekedar untuk memenuhi hawa nafsu mereka.
"Bagaimana sayang, aku hebat kan?" tanya Nathan.
"Sangat hebat" ucap Sheila yang tadi memerhatikan mereka dari atas balkon.
"Akhirnya rencana kita berhasil juga semoga wanita sial itu akan segera berakhir dari dunia ini" ucap Sheila menatap lurus dengan wajah devilnya.
"Kita harus merayakan kemenangan kita, ayooo kita pergi sebelum ada yang melihat" ucap Nathan dan mereka pun segera memasuki mobil.
"Lo yakin kan perbuatan kita ini aman?" tanya Sheila yang duduk.disamping Nathan.
"Sangat aman, anak buahku sudah mengecek semuanya" ucap Nathan tersenyum seringai hingga akhirnya mobil berhenti di sebuah Bar miliknya. disana juga sudah terdapat anak buahnya yang sedang berjoget dengan wanita malam.
"Asyik... Kita akan merayakan ini dengan Wineeeee.. huuuuuuuuu" ucap Sheila girang meneguk botol minumannya sambil berjoget.
"Akhirnya akhirnya.. mereka berpisah dan aku bisa mendapatkan kekasihku kembali. hahahahaha...." ucapnya yang ngelantur akibat alkohol yang telah habis ia minum.
Dirumah sakit, mereka semua menunggu Lulu selesai dioperasi. Daffa sudah mulai gelisah mondar mandir kesana kemari memikirkan keadaan istrinya.
"Daf duduklah.." ucap Papa Mahesa.
"Ini sudah empat jam pa, lama sekali!" ucapnya menendang tembok karna rasa kesalnya.
tring
Lampu operasi telah mati pertanda operasi telah selesai. tak berapa lama dokter pun datang menghampiri mereka.
"Bagaimana dok keadaan istri saya?" tanya Daffa.
Heeeemmm....
°
°
°
__ADS_1
°
°