Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
140. Gara-gara tiket Thai-Kor


__ADS_3

Kini mereka telah berada di ruang makan, sebenarnya Mama Sonya dan Papa Mahesa sudah merasa kekenyangan sebab mereka telah sarapan sebelum berangkat ke kediaman anak dan menantunya. Lulu mengambilkan nasi untuk suaminya, mereka lebih senang bila sarapan pagi tidak hanya satu menu melainkan beragam menu yang berganti-ganti agar tidak bosan. setelahnya ia mengambilkan untuk dirinya sendiri namun Daffa terkejut porsinya tidak membludak kemarin.


"Tumben tidak penuh. mungkin dia malu sama mama papa, hahaha" gumam Daffa dalam hati sambil cengengesan.


"Daf, makan yang benar! masa makan sambil cengengesan" ledek Papa Mahesa. Daffa hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka sarapan dengan lahap, hanya dentuman sendok dan garpu yang menggema diruangan itu. saking lahapnya, mereka tidak bicara sama sekali dan fokus pada makanan lezatnya. Lulu salut pada dua bibi itu, mereka pintar sekali memasak membuat Lulu semakin berselera.


"Sayang, enak banget ya lauknya sampai nambah lagi?" tanya Mama tersenyum.


"Enak banget ma, Daffa tidak salah pilih pembantu nih" lirihnya melirik Daffa yang menatapnya.


"Syukur deh sayang, asal kamu kenyang. Mama senang melihatnya" ujar Mama tersenyum lalu menyuapi nasi ke dalam sendoknya.


"Ngomong-ngomong kamu sudah hamil nak?" tanya Papa Mahesa.


Pfffft.....


Daffa dan Lulu terkejut akan pertanyaan papa Mahesa, kedua insan itu saling bertatapan dan kembali menatap papanya.


"Belum pa" jawab Lulu dan diangguki papa Mahesa.


"Papa tenang saja, Daffa akan mengirim seribu pasukan kedalam rahimnya dan menjadikan keturunanku. dua hari lagi kami akan honeymoon, iya kan sayang?" ujar Daffa menatap istrinya.


"Iya pa" timpal Lulu yang wajahnya sudah bersemu merah. bagaimana tidak, Daffa seenak jidatnya mengatakan akan mengirim pasukan kedalam rahimnya membuat Lulu gusar dan menjadi salah tingkah.


"Kebetulan sekali papa ingin memberi kalian tiket bulan madu ke korea dan thailand" ucap Papa tersenyum. mendengar negara itu membuat Lulu menjadi semangat sontak ia berdiri dari duduknya mencondongkan tubuhnya menghadap mertuanya.


"Apa pa????? serius?! ke negara itu?" tanya Lulu dengan antusiasnya. Daffa yang melihatnya langsung menghentakkan kepalanya diatas meja merasa heran melihat kepolosan itu. sedangkan Mama dan Papa hanya terkekeh melihat menantunya yang antusias.

__ADS_1


"Iya sayang, sebenarnya kami sudah bertanya pada Mama Sarah, kamu itu sukanya pergi kemana.. kata mamamu kamu suka ke Korea dan Thailand apalagi bertemu oppa-oppa disana, iya kan?" jelas Mama Sonya.


"Benar banget Ma, ya ampun akhirnya terwujud juga. terima kasih Ma, Pa, Lulu gak sabar lagi" ucapnya kegirangan hingga berloncat-loncat saking senangnya.


"Astaga yang, duduklah. kau merusak pemandanganku saja" gerutu Daffa.


"Kau, bilang saja iri. dasar suami" ketus Lulu segera ia duduk.


"Ma, Pa, kenapa harus kesana sih? yang ada gak jadi bikin anak malah Daffa yang dicuekin entar" keluh Daffa cemberut.


"Kalian bikin anaknya di Negara yang mau kamu kunjungi saja. dua negara tadi biar istrimu senang bertemu dengan idolanya. kau ini tidak bisa memberi hiburan" ujar Papa Mahesa.


"Aaah, kenapa diperjelas segala sih bilang bikin anak" gumam Lulu dalam hati menatap tajam suaminya.


Daffa pun memilih diam saja tanpa bicara lagi, walaupun disana nanti istrinya fokus ingin bertemu oppa-oppa yang penting istrinya bahagia. yang jelas, malamnya Daffa akan menghajar Lulu habis-habisan tanpa ampun. Oh my god, Daffa sadis sekali.


Sarapan pagi telah selesai dengan penuh kedramaan yang menghiasi ruangan itu. kini mereka telah berkumpul diruang keluarga sambil menonton televisi dan bercengkerama. Papa Mahesa pun memberi sebuah amplop yang berisi tiket honeymoon untuk sepasang anak muda itu. Lulu mengambilnya dari tangan Papa, ia buka dan ia lihat dengan senyum kembangnya. Mama dan Papa bersyukur bisa melihat senyum ceria yang terukir indah diraut wajah wanita pilihan mereka itu untuk anak semata wayangnya. Papa bersyukur ia tidak salah pilih menantu yang memiliki sifat berbanding terbalik dari Sheila wanita yang dicintai anaknya dulu.


°°


Tidak terasa sudah lama berada dirumah anaknya, Mama dan Papa berpamitan untuk pulang karna sebentar lagi mereka akan memenuhi undangan pernikahan anak temannya. setelah kepulangan orang tuanya, Daffa mengambil tiket yang slalu dipegang erat oleh istrinya.


"Lihat dong" ucap Daffa lalu merampas amplop itu dari pegangan Lulu disaat Lulu tengah lengah.


"Is apaan sih main rebut aja" gerutu Lulu. Daffa tak menghiraukannya dan membuka amplop ini dan melihat isinya. ia membolak balikkan tiket itu ke depan dan belakang dengan mimik wajah seolah cemo'oh.


"Apa bagusnya negara ini? biasa saja. beda sama eropa" gumamnya yang terdengar oleh Lulu.


"Bedanya itu mereka tampan-tampan.. aku gak sabar ingin bertemu Lee Min Ho, Hyun bin, Rain, Song joong ki, Mario maurer, Bas sudaret, aaaah ya ampun aku sangat menyukai mereka" girang Lulu membayangi wajah mereka satu persatu hingga ia bersorak bertepuk tangan.

__ADS_1


"Ampun dah" gumam Daffa menepuk jidatnya lalu terbaring diatas sofa memejam matanya merasa pusing.


"Aku harus simpan tiket ini sebelum Daffa merobeknya" gumam Lulu menatap sengit suaminya kemudian ia pergi ke kamar dan menyimpan tiket itu.


"Heem dimana ya tempat aman??" gumamnya berfikir. berjalan mondar-mandir menggigit jarinya berfikir dimana ia akan menyimpan.


"Ahaaaa!! sini saja. dibawah kasur" gumamnya kembali lalu memasukkan amplop berisi tiket itu ke bawah tempat tidurnya. setelahnya Lulu berbaring diranjang, membuka ponselnya lalu mencari film yang ingin ia tonton.


Daffa membuka matanya yang terpejam, merasakan tidak ada siapapun disekitarnya hanya keheningan. dilihatnya sekitar sangat sepi ternyata Lulu sudah tidak berada lagi didekatnya. Daffa mendengkus, ia ditinggalkan oleh Lulu.


"Dasar istri tidak ada akhlak, main pergi saja" gumamnya lalu segera pergi keruang kerja untuk menyelesaikan tugasnya.


Lulu tertawa cekikikan menonton acara komedi korea, walau ia tahu sedikit bahasa mereka, namun Lulu tau mana yang lucu dan yang tidak. Lulu terus tertawa hingga berguling-guling diatas kasur itu membuat seprai yang telah rapi kembali berantakan dibuatnya. Lulu benar-benar sudah gila dengan acara itu.


"Hahahahaha, aduh sakit perutku" gumamnya memegang perut.


Daffa yang sedang berada diruang kerjanya yang bersebelahan dikamar, sayup-sayup ia mendengar suara tawa istrinya membuatnya kehilangan fokus dan terheran-heran dengan istrinya itu.


"Sampai segitunya, ketawa kayak orang gila" gumam Daffa. ia pun segera menutup laptopnya, dab beranjak dari duduk segera ke kamar untuk melihat istrinya. Daffa penasaran apa yang diperbuat Lulu hingga tawanya menggelegar.


Ceklek,


"Astaga.....


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2