Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
170. Pasar, bensin habis


__ADS_3

"Itu masa lalu, gantilah pakaianmu atau kau akan menggunakan gamis" ujar Daffa menatap istrinya yang cemberut.


"Iya baiklah, kau ini bawel sekali" ujar Lulu memasuki ruang ganti. beberapa menit kemudian, Lulu keluar menampakkan dirinya pada Daffa yang sudah pindah posisi ke ranjang.


"Bagaimana??" tanya Lulu menggoyangkan tubuhnya.


"Kau memakai celana jeans?" tanya Daffa memerhatikan istrinya.


"Ya, emang ada apa?" tanya Lulu heran.


"Celana itu ketat. yang ada, anakku akan sesak nafas" ujar Daffa. Lulu pun kesal, ia mengacah pinggangnya dan menghampiri Daffa.


"Eeemh jangan dekat-dekat!" lerai Daffa.


"Jadi aku harus pakai apa?" tanya Lulu sedikit membesarkan suaranya.


"Pakai rok panjang dan bajumu yang tipis itu lapisi dengan jaket" ujar Daffa tersenyum seringai.


"Kaaau!!! menyebalkan!" decak Lulu merasa kesal. segera ia ke ruang ganti untuk mencari rok panjang dan jaket. Lulu berfikir apakah ia punya rok panjang atau tidak? Lulu berfikir sejenak dan mengacak-acak isi lemarinya.


"Suami menyebalkan! mau keluar saja banyak sekali perintahnya! rok panjang lagi, aku tidak pernah memakai rok. hari-hariku slalu pakai celana, astaga!!" gumam Lulu berkomat kamit mencari rok panjang.


"Daffa ini sudah tidak waras yaa.. pertama tinggal dirumah ini aku tidak pernah membawa rok, paling hanya dress. astaga.. kenapa aku tidak pakai dress saja?!" gumam Lulu bicara sendiri lalu menepuk jidatnya yang tidak ada nyamuk menempel. Lulu segera mengambil dress yang paling panjang, ya walaupun hanya sebetis. ia segera melepaskan kaos dan celananya lalu mengenakan dress yang dipilihnya. tidak lupa memakai jaket, atau Daffa akan berkoar lagi.


Selesai! perfect! Lulu segera keluar dan melihat Daffa duduk berselonjor menonton film Dora. entah apa yang terjadi, suaminya semakin aneh.


"Aku pergi dulu" pamit Lulu sedikit terkekeh.


"Gitu kan cantik, pergilah!" usir Daffa dan Lulu pun keluar kamar sembari berdecak kesal.


Lulu menuruni tangga dengan hati-hati, dan menuju garasi untuk mengambil motornya. segera ia nyalakan dan membuka gerbang garasi. Lulu mengeluarkan motor dan menaikinya. mang Asep melihat Nyonya-nya keluar, segera ia membukakan gerbang untuk Lulu.


Lulu menelusuri jalanan yang cukup ramai pada pagi menjelang siang itu. mengedarkan pandangannya mencari gorengan yang ingin ia beli hingga sudah merasa jauh berjalan, Lulu berhenti sebentar memikirkan dimana pedagang yang menjual gorengan tersebut.


"Harus kemana lagi ini?" gumam Lulu yang sudah berpelu.

__ADS_1


"Pasar! ya, pasar tradisional. pasti disana ada" gumam Lulu lalu dengan semangatnya ia kembali menyalakan sepeda motornya menuju pasar.


Setiba di pasar, Lulu mengedarkan pandangannya mencari pedagang gorengan hingga beberapa meter jarak mereka, Lulu menemukan pedangan gorengan yang ada diseberang sana. Lulu kembali menjalankan motornya, menyeberang dengan hati-hati sebab pasar tersebut sangat ramai pengunjung.


"Bu, beli gorengannya yaa yang tahu, bakwan, resoles dan pisang juga yaa" ujar Lulu


"Baik neng, berapa?" tanyanya.


"30.000 saja bu" pinta Lulu lalu menunggu Ibu itu mengambilkan pesanan Lulu. dalam sekejap, telah selesai. Lulu memberikan uang birunya dan dikembalikan dengan uang berwarna hijau.


"Terima kasih bu" ucap Lulu segera ia pergi meninggalkan lapak gorengan tersebut.


"Selagi di pasar, beli apa lagi yaa? lumayan nih sisa tujuh puluh ribu lagi" gumam Lulu mengendarai motornya celingak celinguk mencari apa yang ingin ia beli.


Lima puluh ribu! lima puluh ribu! kaos couple murah. lima puluh ribu! lima puluh ribu! yang sayang pasangan ayo kemari! hanya lima puluh ribu saja!


Sreeeeeet....!!


Motor yang dikendarai Lulu langsung berhenti mendadak mendengar teriakan seorang Ibu pedagang yang menjual pakaian. untung saja jalan yang Lulu lewati tidak ada orang yang mau menyeberang. Lulu terperangah mendengarnya. segera ia menghampiri toko yang berada ditepi jalan itu dan memarkirkan motornya.


"Lima puluh ribu saja neng! murah tapi bukan murahan. mari sini lihat dulu bahannya" ujar Ibu yang berlogat batak itu mengajak Lulu melihat baju couplenya yang ia jual. Lulu pun mengikuti ibu itu sembari melihat baju-baju disekelilingnya yang cukup bagus.


"Ini neng, mari lihatlah! ini bagus sekali untukmu dan pasanganmu" ujar Ibu itu membentangkan baju kaos itu kepada Lulu.


"Bagus bu, ini lima puluh ribu keduanya kan?" tanya Lulu.


"Benar sekali, kita bungkus ya" ujar Ibu itu dan diangguki oleh Lulu. Lulu menatap baju lainnya yang bermodel sama dan membayangkan dirinya dan Daffa memakai baju itu.



"Bagus juga" gumam Lulu didalam hati sambil tersenyum.


"Hai neng! kenapa senyam senyum melamun gitu?" ujar Ibu pedagang membuyarkan lamunan Lulu.


"Tidak ada bu" jawab Lulu terkekeh.

__ADS_1


"Hehe saya tau, kau tidak sabar untuk menggunakannya kan? hahaha, ini ambillah semoga kekasihmu menyukainya" ketus Ibu itu yang asal menebak isi pikiran Lulu. Lulu mengambil kresek tersebut dan memberikan uang lima puluh ribunya pada sang Ibu parubaya tersebut.


"Terima kasih ya bu" ucap Lulu dan segera pergi menuju motornya.


"Beli apa lagi ya?" gumam Lulu memakai helmnya. lalu menjalani sepeda motornya dengan pelan dan hati-hati. celingak celinguk mencari jajanan yang murah seharga dua puluh ribu sebab uang yang Lulu bawa tersisa segitu.


"Kasihan sekali bapak itu" gumam Lulu melihat seorang bapak tua duduk lesehan dipinggir jalan. Lulu menghentikan motornya, dan berjalan menghampiri bapak itu yang sempat ia lewati dengan motornya.


"Neng, pak, minta sodakohnya" ujar bapak itu menengadahkan kedua tangannya. Lulu menatap bapak itu, tampak sangat rapuh apalagi sebelah matanya terkena katarak. Lulu merasa kasihan, ia segera merogoh uang dua puluh ribunya dan menaruh uang itu ditangan sang bapak.


"Bapak, ini ada sedikit rezeki. maaf ya hanya tersisa dua puluh ribu" ucap Lulu dengan nada lembutnya.


"Alhamdulillah, ini sudah sangat besar nak. terima kasih banyak" ucap Bapak itu dan Lulu pun tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi, assalamualaikum" pamit Lulu dan diangguki oleh si bapak. Lulu kembali pada motornya, segera menaiki dan menjalankannya.


"Belanja dan bersedekah, sama-sama saling menguntungkan" gumam Lulu menyalakan sepeda motornya dan segera untuk pulang kerumah.


Di perjalanan, Lulu sudah tidak sabar lagi untuk mencoba baju couple murah itu. Lulu menyukainya, sangat sederhana dan bahannya juga bagus. Lulu menatap jam tangan yang ia kenakan, sudah pukul sepuluh lewat lima belas menit. tandanya Lulu sudah cukup lama berada diperjalanan. hingga ditengah perjalanan, motor yang dikendarai Lulu tiba-tiba berhenti. Lulu bingung, dan segera turun dari motornya.


"Astaga, kenapa lagi ini motor!" gerutu Lulu melihat kedua ban motor yang masih bagus dan tidak kempes atau bocor. Lulu menggaruk kepalanya gatal, ia periksa didalam jok motor dan membuka penutup tempat bensin. Lulu menggoyangkan motornya dan mengintip didalamnya seperti kosong, tidak ada bensin lagi.


"Ya ampun. ternyata bensinnya habis" ujar Lulu lalu menutupnya kembali. Lulu mengedarkan pandangan, mencari pertamini. dari kejauhan Lulu melihat apa yang ia cari dan segera membawa motornya dengan kedua tangan.


"Hal seperti ini terjadi lagi! dulu bannya bocor, sekarang bensinnya habis" gumam Lulu mengelap keringatnya yang berceceran.


"Ohiya, uangku kan habis! gimana ini! malah gak bawa ponsel. Mamaaaaa......." rengek Lulu dengan wajah sedunya.


"Lulu???" teriak seseorang memanggil nama Lulu. Lulu menoleh ke belakang dan melihat siapa seseorang yang memanggilnya.


°


°


°

__ADS_1


°


__ADS_2