
Empat bulan kemudian, hari berjalan begitu sangat cepat dengan diiringi dentingan jam yang berlalu dengan cepat hingga tidak terasa kehamilan Lulu sedang berada di akhir trimester kedua. Lulu mulai merasakan lelah yang amat cepat dari kehamilan trimester pertama hingga membuatnya gampang tertidur apabila sedang bekerja. Daffa telah melarang sang istri untuk bekerja lagi dan lebih memilih mencari pegawai baru pengganti Lulu hingga sekretaris dulunya selesai cuti. Namun, Lulu tetap kekeuh untuk mempertahankan kursi sekretaris tersebut dengan berbekal kekeras kepalaannya.
"Sayang, pliss kamu dirumah saja yaa" ujar Daffa saat Lulu sedang menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.
"Enggak mau, aku masih kuat kok" tukas Lulu yang tetap pada pendiriaannya.
"Yang ada kamu cepat lelah yang, aku gak tega kalau kamu harus bekerja" ucap Daffa meringis melihat perut yang membesar itu.
"Aku gak lelah, kalau lelah ya istirahat sebentar" ujar calon Ibu yang mengandung enam bulan itu.
"Nanti siang jadwal kita check-up kan?" sambung Lulu alih-alih mengalihkan pembicaraan.
"Iya yang, aku harus menanyakan tentang kehamilan enam bulan mu" ujar Daffa melahap sarapannya.
"Delapan bulan nanti aku berhenti" ucap Lulu setelah berfikir cukup lama. ia juga merasa kasihan kepada Daffa yang slalu menyuruhnya dirumah.
"Aku harap sekarang kamu berhenti" tukas Daffa.
"Kamu memecatku?" ucap Lulu.
"Eh, bukan. kau ini" Daffa bingung harus ngomong apa pada istrinya itu dan memilih diam saja.
Kini keduanya telah berada di dalam mobil, Daffa menekan pedal gas lalu melajukannya hingga keluar dari perkarangan rumahnya. jalanan yang sangat padat oleh kendaraan lainnya sebab dari mereka berbondong-bondong untuk mencari nafkah dan memulai aktivitas lainnya yang mewajibkan umat pada pagi itu. Lulu membuka sedikit kaca jendelanya karna ia merasa pengap berada diruangan mobil itu. semilir angin yang menggebu menyentuh kulit wajah Lulu hingga pucuk rambutnya beralun-alun diudara. Daffa melihat jendela samping istrinya sekilas, merasakan hembusan angin yang sangat dingin merasuki kulitnya. Ia pun menekan suatu tombol yang mengotomatiskan kaca jendela tertutup sendiri. Lulu mendengkus kesal, menatap suaminya dengan tajam, tampak tidak suka melihat Daffa yang menutup kaca jendelanya.
"Kenapa ditutup?" tanya Lulu.
"Dingin banget yang, nanti kamu masuk angin" ujar Daffa.
"Tapi disini pengap banget, aku pengen menghirup udara" tukas Lulu.
"Gak bagus kalau kamu hirup udara disini, polusi yang" jelas Daffa kemudian menggelengkan kepalanya. Lulu pun hanya diam sembari mencebikkan bibir mungilnya.
Mobil berwarna dongker itu pun telah tiba di gedung perusahaan yang menjulang tinggi tersebut, telah banyak para pegawai yang terburu-buru memasuki gedung itu untuk memulai pekerjaan mereka yang tertunda pada hari kemarin. Daffa dan Lulu baru saja keluar dari mobil, Daffa memegang tangan istrinya, sedangkan Lulu memegang perutnya yang membuncit besar itu.
"Selamat pagi Presdir, Nyonya" sambut mereka yang melihat kedatangan orang nomor satu tersebut. Lulu tersenyum lebar menyahuti sambutan mereka. berjalan dengan gontai hingga tibalah didepan lift, sepasang suami istri itu memasuki ruang kecil bersegi empat tersebut dan mengantarkan mereka pada lantai tujuan dengan aman tanpa hambatan sedikitpun.
"Apa jadwalku hari ini yang?" tanya Daffa.
"Pertemuan klien jam sepuluh nanti" jawab Lulu memeriksa jadwal suaminya.
__ADS_1
"Aku akan pergi bersama Roni. kamu disini saja ya yang" ujar Daffa.
"Baiklah" turut Lulu hingga pintu lift pun terbuka, Daffa dan Lulu pun keluar meninggalkan lift itu dan berjalan menuju ruangannya.
"Lulu!" panggil seseorang setelah sang Presdir meninggalkan sang istri. Lulu menoleh ke samping, ternyata Rani yang tengah memanggilnya tersebut. Rani pun menghampiri Lulu lalu memeluknya dengan erat.
"Eeemh, lo buat dada gue sesak" rintih Lulu merasakan pelukan Rani yang begitu erat.
"Hehehe sorry-sorry, habis gue senang banget ketemu Nyonya gendut ini lagi" ujarnya menguyel-uyel pipi Lulu yang gendut. tidak hanya pipi, namun seluruh badan Lulu telah berubah drastis.
"Apaan sih, jangan ejek gue. lo udah mulai bekerja?" tanya Lulu heran.
"Sudah dong, tiga hari setelah menikah gue dan Gibran masuk lagi" ujar Rani tersenyum manis memegang kedua tangan Lulu.
"Tiga hari?? tega amat si Daffa cuma kasih waktu tiga hari, setidaknya seminggu dong" gerutu Lulu.
"Kan juga sudah seminggu gue libur sayang. udah ah, lo duduk dulu pasti capek banget berdiri mulu" ujar Rani menduduki Lulu dikursi kebesarannya.
"Baiklah, ceria banget yaa pengantin baru ini" ledek Lulu.
"Bisa aja deh, gue buattin susu coklat dan kopi untuk presdir dulu yaa" pamit Rani segera berlari menuju pantri.
"Rani, Rani, gemesin banget" gumam Lulu menatap punggung sahabatnya. ya, Rani telah menikah sejak beberapa hari yang lalu. dan semenjak Lulu memasuki trimester kedua, Rani-lah yang menghidangkan kopi kesukaan Presdir dan susu hamil rasa coklat untuk Lulu. sebab Daffa sudah tidak mengizinkan sang istri untuk melakukan pekerjaan lainnya semenjak kehamilan yang membesar ini. bekerja sebagai sekretaris sebenarnya Daffa juga tidak mengizinkan namun Lulu yang keras kepala, Daffa terpaksa menyanggupinya.
"Serius amat buk" ledek Rani menaruh susu hamil coklat itu diatas meja Lulu.
"Biar cepat kelar, takut gue ntar capek lagi jadi berantakan nih pekerjaan" gerutu Lulu.
"Maka dari itu Nyonya, lo kudu dirumah aja, jangan bekerja lagi" peringat Rani.
"Gila lo, yang ada gue suntuk. andai Tari juga berhenti bekerja, gue juga mau biar main kerumahnya terus" ujar Lulu.
"Dasar kalian bumil yang keras kepala, udah ah gue ke ruang presdir dulu" pamit Rani dan berlalu menuju ruang Daffa. setelah selesai dengan rutinitas pagi melayani Tuan dan Nyonya-nya, Rani pun kembali ke meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya itu. pekerjaan yang sudah mulai menumpuk namun beruntung ada Cindy yang membantunya.
Lulu menyesap sedikit susu hamilnya, namun mata yang fokus pada layar itu. Lulu bertekad harus semangat untuk bekerja agar saat ia sudah lelah, pekerjaannya cepat terselesaikan dengan apik.
"Harus semangat ya ucul, ammi kangen banget sama kamu. sekarang kamu sudah besar didalam sini" gumam Lulu menatap perutnya. biasanya sambil bekerja Lulu juga menyelingkan waktu untuk mengobrol dengan sang buah hati yang masih berada di rahimnya agar ia tidak cepat lelah dan bosan.
Tidak terasa hari pun sudah menunjukkan pukul 09:30 pagi, Lulu mulai berberes-beres menyiapkan berkas yang akan dibawa oleh Daffa dan Roni. Roni keluar dari ruangannya, dan menghampiri meja kerja sekretaris Lulu.
__ADS_1
"Sudah siap Lu?" tanya Roni.
"Sudah, ini berkasnya" ucap Lulu memberikan berkas-berkas itu.
"Baiklah, terima kasih. kamu disini saja kan?" tanya Roni.
"Tentu, mana mungkin bosmu membolehkanku keluar. ke kantin saja tidak boleh, harus makan diruangannya" gerutu Lulu.
"Hahaha, dia mulai over protektif ya" ledek Roni.
"Ya begitulah, cemas banget gue capek. padahal baru enam bulan lho" gerutu Lulu.
"Itu tandanya dia sayang sama lo" ucap Roni tersenyum.
"Ehem!!" dehem seseorang dari pintu ruangan presdir. Lulu dan Roni pun menoleh, melihat Daffa yang telah berdiri diambang pintu.
"Ngomongin saya?" ucap Daffa mendekati sang istri.
"Eh, gaklah. perasaanmu saja. pergi sana, ntar telat lagi" usir Lulu menepuk lengan suaminya.
"Baiklah, kamu tetap disini, jangan kemana-mana!" perintah Daffa dan dipandang sinis oleh Lulu lalu berkomat-kamit entah apa yang dikatakannya.
Daffa dan Roni telah tiba disebuah restaurant mewah dimana tempat bertemu dengan Klien yang memiliki perusahaan yang cukup besar darinya. Daffa mencoba untuk bekerja sama dengan perusahaan itu agar perusahaannya juga ikut maju dan berkembang. Daffa dan Roni tengah duduk sembari menyeruput jus jeruknya, menunggu Klien yang sudah cukup lama belum juga tiba.
"Kemana Tuan Santoso ini, lama sekali" gerutu Daffa menatap jam tangannya.
"Nah, itu mereka baru datang" ucap Roni segera berdiri dan melambaikan tangan. Tuan Santoso pun datang menghampiri mereka dengan membawa sekretaris cantik nan seksi yang berada disampingnya.
"Silakan duduk Tuan, Nona" ucap Roni lalu mereka pun bersalaman.
"Pria itu kan,---"
Β°
Β°
Β°
Β°
__ADS_1
Hai readers, selamat pagi π
Jangan lupa Like, Koment, dan hadiah bunganya yaa ππ