Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
104. Voucher gratis


__ADS_3

Daffa, Lulu dan yang lainnya telah tiba disebuah restoran. mereka memilih duduk dipojok dekat jendela yang memperlihatkan jalan raya yang padat. pelayan pun datang tanpa dipanggil, ia mempersilakan tamunya untuk memilih menu yang ada dibuku yang telah disediakan.


Setelah memesan pelayan itu pun pergi. Lulu dan Rani sedang asyik mengobrol membuat Daffa kesal ia diceuki sedangkan Gibran memilih memainkan ponselnya.


"Ehem!" dehem Daffa. Lulu pun menoleh


"Ada apa sayang?" tanya Lulu.


"Kalau dah ngobrol tu lupa sama yang lain yaa" sindir Daffa.


"Hehe" cengenges Lulu. hingga akhirnya pesanan mereka pun telah tiba, Rani menelan ludahnya kasar melihat menu yang sangat lezat itu. Lulu pun antusias membuat Daffa ingin menggodanya.


"Sayang, berhentilah seperti itu, ilermu sudah meleleh itu" ucap Daffa.


"Haa masa sih?" tanya Lulu lalu memegang bawah bibirnya untuk mengelap tetapi ternyata malah tidak ada sedikitpun.


"Ih nyebelin!! mana ada iler" rajuk Lulu.


"Hahahah habisnya kamu itu gemesin" ucap Daffa mencubit kedua pipi istrinya. Gibran yang mereka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sedangkan Rani tersenyum senang melihat lelucon mereka. ia tidak menyangka ternyata presdirnya juga konyol.


"Senang deh lihat Lulu kini bahagia, presdir juga konyol banget" gumam Rani dalam hati.


"Yasudah ayo makan" ucap Gibran untuk menghentikan mereka.


Akhirnya mereka pun makan dengan lahap. tetapi Lulu tiba-tiba mual dan segera beranjak dari duduknya.


"Aku permisi dulu, uweek" pamitnya pada Rani dan Gibran.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Daffa panik begitu pun Rani dan Gibran.


"Tidak tau tiba-tiba mual. kalian disini saja dulu" ucap Lulu dan mereka menuruti pinta Lulu untuk tetap duduk. dari belakang Gibran dan Rani, Lulu memberi kode pada Daffa yang masih memandangnya gelisah.


"Sini" ucap Lulu tanpa suara hanya tangannya yang memberi kode.


Daffa yang gelisah tadi mengeruti keningnya merasa heran kenapa Lulu menyuruhnya kesana, Daffa pun manggut.


"Saya temani Lulu dulu tiba-tiba perasaan saya tidak enak" ucap Daffa pada bawahannya.


"Baik presdir" ucap Rani dan Gibran serempak. Daffa pun berdiri dan berjalan menghampiri Lulu yang tersenyum membuat Daffa semakin heran.


"Ayoooo...." ajak Lulu menarik tangan suaminya.


"Katanya mual kok malah senyum gitu, apa perutnya gak mual lagi?" tanya Daffa heran menatap Lulu.


"Aku itu tidak mual, aku sengaja pergi mengajakmu untuk membiarkan mereka berdua" jelas Lulu. Daffa memutar bola matanya merasa lega ternyata istrinya itu mengerjai mereka.


"Dasar istri tengil, pintar sekali kamu" ucap Daffa mengacak rambut Lulu, ia sangat gemas sekali.

__ADS_1


"Pintar dong, yasudah ayo kita ke restaurant lain" ajak Lulu membuat Daffa sumringah.


Kini mereka telah berada didalam mobil dan Daffa menekan pedal gas mobilnya melajukan kendaraan itu memecah jalanan ibukota.


Ditempat Rani, Rani sudah krasak krusuk duduk di tempatnya karna Lulu dan Daffa belum kembali.


"Kemana mereka?" gumam Rani.


"Aku juga tidak tau" jawab Gibran santai tetapi hatinya dag dig dug duduk berdua dengan Rani. mereka pun menghabiskan makanannya segera untuk bisa kembali ke kantor, Rani sangat malas sekali kalau ditinggal berdua dengan Gibran.


"Akhirnya selesai" ucap Rani.


"Yuk pak kita ke kantor lagi" ajak Rani. Gibran pun menoleh pada Rani sambil menyeruput jus jeruknya.


"Ran, mulut kamu belepotan" ucap Gibran memberitahu.


"Haa dimananya?" tanya Rani memegang bibirnya.


"Disini" ucap Gibran menunjuk bibir Rani. Rani pun membersihkannya tetapi tidak ada kotoran dijarinya. Tak mau ambil pusing, Gibran segera membersihkan bibir Rani dengan jarinya.


Deg,


"Apa-apaan ini kenapa jantungku berdegup kencang" gumam Rani dalam hati yang mematung.


"Sudah" ucap Gibran lalu duduk menatap luar jendela.


"Astaga, kenapa aku gugup sekali.. jantungku berdetak kencang" gumam Gibran dalam hati.


"Sudah, ayoo" ajak Gibran tetapi tiba-tiba pelayan kembali datang membawakan ice cream dan dessert untuk mereka berdua.


"Permisi, dengan tuan Gibran dan nona Rani?" tanya pelayan itu.


"Iyaa, ada apa mbak" tanya Rani. pelayan itu pun tersenyum dan menaruh makanan itu ke atas meja.


"Ini pesanan dari tuan Daffa dan nyonya Lulu.. silakan dinikmati" ucap pelayan itu dan berlalu pergi.


"Astaga, apa-apaan mereka" ucap Rani kaget. Rani dan Gibran kembali duduk memandang makanan itu.


"Sepertinya mereka mengerjai kita" timpal Gibran.


"Tapi tidak apa, ini kan gratis tampaknya sangat enak sekali" ucap Rani sumringah. Gibran memerhatikannya dan tersenyum tanpa ia sadari. Rani segera menyendokkan ice cream ke mulutnya.


"Hmmmm, ini enak sekali. ayo dong dimakan" ucap Rani menoleh pada Gibran. Gibran tetap tersenyum memerhatikan Rani membuat Rani salah tingkah.


"Ehem!" dehem Rani dan Gibran pun tersadar.


"Astaga ada apa denganku?" gumam Gibran dalam hati dan kembali memakan ice creamnya.

__ADS_1


"Apa dia memerhatikanku?? aku malu sekali" gumam Rani dalam hati.


~


~


Ditempat Lulu dan Daffa, mereka sedang main suap-suapan karna menu mereka yang berbeda. Daffa merengek minta disuapin karna ia ingin mencoba makanan Lulu.


"Lagi sayang, aaaak..." pinta Daffa.


"Huh kau ini! bisa-bisa ntar makananku habis" ketus Lulu karna kesal dari tadi makanannya asyik Daffa yang makan. Lulu pun menyuapinya layaknya menyuapi seorang bayi.


"Heeem... ternyata makananmu lezat sekali" puji Daffa. ia pun mengambil sendok dan menyuapi Lulu dengan makanannya hingga akhirnya makanan mereka telah habis.


"Kamu mau pesan apa lagi yang?" tanya Daffa yang ingin memanjakan istrinya itu.


"Aku pengen desert dan ice cream" rengek Lulu.


"Baiklah, pasti tadi kamu ngiler juga ya pas kita pesankan untuk mereka" ucap Daffa.


"Tau aja" ucap Lulu cengengesan. Daffa pun segera memanggil pelayan dan memesan pesanan yang diinginkan istrinya. selang beberapa menit kemudian, pesanan mereka datang.


"Ini nyonya, tuan.. silakan dinikmati. ohya karna hari ini adalah ulang tahun restauran ini dan tuan sering berlangganan disini, jadi kami memberi voucher makan gratis untuk enam orang" ucap pelayan itu memberikan vouchernya.


"Benarkah mbak??" tanya Lulu dan diangguki oleh pelayan itu dengan senyum ramahnya


"Terima kasih yaa" ucap Lulu kembali.


"Sama-sama Nona, saya permisi dulu" pamit pelayan itu. dan Lulu kembali menoleh melihat suaminya.


"Sayang, jadi kamu sering kesini?" tanya Lulu.


"Iya yang, sejak pertama kali kenal Sheila kami sering makan disini" ucap Daffa seketika Lulu yang gembira jadi cemberut mendengar penuturan Daffa.


"Oooh" ucapnya lesu. Daffa pun memerhatikan istrinya seharusnya ia tidak berkata seperti itu pada Lulu.


"Maaf yang, seharusnya aku tidak mengatakan itu" ucap Daffa.


"Tidak apa kok, justru bagus kamu terbuka sama aku" ucap Lulu memasang wajah datar dan meraih sendok mengambil desert dan menyantapnya. suasana menjadi sangat berbeda karna ucapan Daffa menyebut nama mantannya itu, ia segera meraih tangan Lulu, memegangnya dengan penuh kasih sayang.


"Maaf.. jangan cemberut lagi. Aku sama sekali tidak mencintai perempuan itu, sungguh. aku bersumpah" ucap Daffa tulus.


"Iya iya aku gak marah kok" ucap Lulu tersenyum hingga Daffa merasa lega dan kembali melahap makanannya.


°


°

__ADS_1


°


°


__ADS_2