Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love

Pengkhianatan Cinta: 2 Heart Will Love
223. Yura dan boneka panda


__ADS_3

Dua tahun kemudian, tak terasa Ayura sudah berusia 2 tahun. Bibi kewalahan menghadapi Nona mudanya yang begitu nakal dan aktif. Namun ia juga senang melihat keceriaan dirumah itu. tampak Lulu sedang menonton televisi diruang keluarga sembari menjaga Ayura yang sedang bermain alek-alek bersama bonekanya. terkadang Yura pergi ke dapur untuk mengambil air minum buat si boneka panda yang comel. Lulu sudah melarangnya namun ia enggan dan tetap kekeuh pada pendirian bocah itu.


"Yura, mau kemana nak?" tanya Lulu menatap Yura yang baru berjalan membawa cangkir mini alek-aleknya.


"Uya au mbil enum uat neka" jawabnya menatap ammi.


(Yura mau ambil minum buat boneka)


"No sayang, nanti airnya berserak. kasian Bibi" ucap Lulu menghampiri sang anak.


"Pi neka na auuuus mii... ia ntak inum" ucap bocah tengil itu.


(Tapi bonekanya haus mii.. dia minta minum)


"Yasudah sini cangkirnya, biar ammi ambilkan" ucap Lulu menengadahkan tangannya.


"No ammi! mi nton ja ya. neka na cuyuh uya mbilkan" (No ammi! ammi nonton aja ya. bonekanya suruh Yura ambilkan) ucapnya menggelengkan kepala sembari mengumpetkan cangkir yang ia pegang ke belakang tubuhnya.


"Baiklah." ucap Lulu pasrah. Ayura pun gembira, giginya yang berjarak dan ada bercak hitamnya karna sering makan permen itu pun langsung tersenyum dan memeluk sang ammi yang ia sayangi. Ayura emang susah dibilang karna ia juga melihat situasi apabila orang tuanya tengah sibuk dan memilih untuk beranjak sendiri. Ayura pun melepas pelukannya dan segera berlari ke dapur dengan kakinya yang mungil itu. Lulu tersenyum, dan mengikuti anaknya yang tengah berlari.


"Ibik-ibik! bica mbilkn inum?" (Bibi-bibi! bisa ambilkan minum? ) tanya Yura menghampiri Bibi yang tengah memasak hidangan siang.


"Sini ammi ambilkan ya.." sahut Lulu dari belakang anaknya. Yura menengadahkan kepalanya menatap Ammi yang menengadahkan tangan padanya. Yura pun mengernyitkan dahinya, merasa tak suka melihat Ammi yang mengikutinya.


"Mi napa cini? uya kan culuh mi nton ja" ucapnya cemberut.


(Mi kenapa sini? Yura kan suruh ammi nonton aja)


"Karna ammi gak mau kamu nyusahi bibi lagi sayang.. ayo berikan cangkirnya dan kita akan bermain lagi. kasihan bonekanya nunggu lama" ucap Lulu memberi arahan untuk anaknya. Ayura pun mengerti dan manggut-manggut paham lalu memberi cangkir itu pada Amminya. segera Lulu menuangkan sedikit air pada cangkir mini tersebut.


"Kali ini ammi yang bawain" ucap Lulu dan Yura pun manggut-mangggut dan segera berlari mendahului amminya.


"Neka.... neka... inum na dah ataaaang..." (Boneka.. Boneka.. minumnya sudah datang..) teriak Yura disela berlarinya.


"Berjalan sayang. jangan berlari" teriak Lulu menggelengkan kepala.

__ADS_1


"No! neka dah angen ma uya" (No! boneka udah kangen sama Yura) ucapnya menoleh pada Lulu lalu kembali berlari pada bonekanya yang tengah menunggu.


"Uya tapek. cabar ya neka. ittuuuu ammi uya" (Yura capek. sabar ya boneka. itu ammi Yura) lapornya pada boneka yang sebesar dirinya itu. boneka yang hanya bisa diam tanpa manggut ataupun menggeleng dan pastinya tiada senyum sedikit pun. tapi bagi seusia Yura, ia belum mengerti apapun dan yang ia tau hanya bermain dengan bonekanya yang comel tersebut.


"Tadaaaa... ini minumnya ya" ucap Lulu memberikan cangkir mini pada putrinya. Yura melihat isi cangkirnya, sangat sedikit sekali membuatnya menatap Ammi Lulu dengan tajam.


"Ammi...... air na manaaa? huaaaaa....." ucapnya bertanya-tanya kemana kah airnya yang tidak penuh itu.


"Air galonnya sudah habis sayang.. pakai yang itu saja ya" ucap Lulu memberi pengertian pada anaknya.


"Neka na auuus kali miii...." (Bonekanya haus sekali mii) ucapnya masih merengek. Lulu pun sudah geram, ia mendengkus menatap putrinya itu. ia pun kembali beranjak menghampiri putrinya yang tengah duduk dikarpet bersama boneka dan apel-alek masakannya.


"Coba dulu berikan, pasti dia gak haus lagi" ucap Lulu dan dituruti olehnya.


"Trima kasih Yura, sekarang aku gak haus lagi" ucap Lulu melengkingkan suaranya seolah yang berbicara itu adalah sang boneka.


"Yeeeeeee.... acih ammi...." (Yeee.. terima kasih ammi) ucap Ayura girang lalu memeluk boneka pandanya.


"Ammi gak dipeluk ni?" ucap Lulu menatap putrinya. Ayura pun langsung memeluk amminya dan beralih menciumi pipi Lulu hingga pipi sang ammi kemerahan akibat lipstick yang dikenakan Yura saat bermain tadi.


Hentakan sepatu terdengar jelas dilantai keramik berwarna silver itu, ternyata yang datang adalah Daffa dengan tangannya yang membawa boneka barbie. Daffa tersenyum sembari menggelengkan kepala melihat sang putri tengah menciumi amminya. Daffa berjalan mengendap-endap, berencana akan mengejutkan sang putri. Daffa pun menutupi mata Ayura dengan tangannya, Ayura yang sudah paham akan aroma appinya langsung berteriak dengan girang dan membalikkan tubuhnya menatap sang Appi.


"Haaaaaaa...... appi!!!!!" teriak Yura lalu membalikkan tubuhnya dan saat itu pula Daffa melepaskan tangannya dari mata sang putri.


"Baaaa!! appi ada sesuatu untukmu" ucap Daffa.


"Apa pi?" tanya Yura kegirangan.


"Tadaaaaaa.....!! kesukaan putri appi yang paling cantik sedunia" ucap Daffa menunjukkan box barbie berwarna pink itu. seketika Yura langsung mengambilnya dan membuka box itu.


"Acih appi" (terima kasih appi) ucap Yura tersenyum lalu memeluk Daffa dan memberi satu kecupan di pipi sang appi.


"Sama-sama.. mainlah dengan baik jangan susahkan ammi lagi" ucap Daffa mengelus kepala anaknya. Yura yang tidak fokus akan pembicaraan Daffa, ia pun hanya manggut sembari membuka box barbie tersebut.


Daffa beralih pada istrinya yang menatapnya dengan tajam sembari kedua tangan bersedekap didada. Daffa pun heran kenapa istrinya memandang seperti itu.

__ADS_1


"Bagus yaa,.belikan saja dia terus mainan" ucap Lulu.


"Biarkan saja yang. biar dia fokus bermain dan kita pun tidak terganggu saat mau membuatkan adik untuknya" ucap Daffa.


"Itu terus" gerutu Lulu.


"Itu pipi kenapa merah-merah?" tanya Daffa memegang pipi istrinya.


"Karna ulah anakmu lah mainin lisptickku sampai patah" gerutu Lulu menatap putrinya yang tengah bermain.


"Nanti kita beli lagi sayang" ucap Daffa mengecup bibir istrinya.


Plaak!!


"Ada Yura! gak sopan" gerutu Lulu menepuk pipi suaminya.


"Yasudah ayo kita ke kamar. suruh Bibi jaga Yura" ucap Daffa mengedipkan sebelah matanya.


"Bibi lagi sibuk. entar malam deh" ucap Lulu namun Daffa tak mendengarnya dan malah pergi ke dapur. Lulu mencebik kesal, dan menyandarkan tubuhnya di sofa.


Daffa pun kembali lagi bersama Bibi. tampak Bibi tengah membawa makanan siang untuk Nona mudanya.


"Ayura, makan dulu sama Bibi yaa" ucap Daffa.


"Ibik cuapin?" tanya Yura dan diangguki oleh Daffa.


"Aaaaak......" Yura memangapkan mulutnya, bersiap untuk menerima suapan dari Bi Ningsih. Yura sudah biasa disuapi sang Bibi dan terkadang Lulu juga yang menyuapinya.


"Anak pintar" ucap Daffa lalu menarik tangan Lulu untuk bergegas pergi dari sana.


°


°


°

__ADS_1


__ADS_2