
Abigail terus memperhatikan raut wajah putranya yang terlihat murung. Sejak mereka masuk ke dalam pesawat, buaya ini terus saja membungkam diri. Abigail tentu tahu apa penyebabnya. Siapa lagi kalau bukan karena Luri, gadis cantik yang memang sedang di dekati oleh putranya.
"Darling, ada apa?" tanya Mattheo penasaran.
"Lihatlah putramu, Matt. Sejak kita meninggalkan Negara N dia terus saja terlihat murung. Ini baru pendekatan, aku rasa Fedo bisa langsung melompat keluar dari dalam pesawat jika kita memaksanya pulang di saat dia dan Luri sudah berpacaran. Padahal setahuku Fedo tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya. Dia bahkan terkesan sangat dingin jika ada wanita yang datang merengek," jawab Abigail panjang lebar.
Mattheo segera melihat ke arah putranya yang sedang melamun sambil menempelkan kepalanya di kaca mobil. Ya, saat ini mereka sudah sampai di Jepang dan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Hei bung, kau kenapa hah? Kenapa wajahmu terlihat seperti ayam yang terkena flu burung?" tanya Mattheo asal.
Mendengar pertanyaan ayahnya yang sangat tidak manusiawi, Fedo pun berdecak kesal. Sudah tahu dirinya sedang galau tingkat tinggi, masih saja di ledek seperti itu.
"Biasalah Yah. Sang Casanova kita sedang galau," ledek Kayo sambil terkikik pelan.
"Jangan membuat masalah, Kay. Aku sedang tidak mau berdebat denganmu," sahut Fedo malas.
"Siapa juga yang mencari masalah, Kak. Aku kan hanya bicara fakta."
Fedo berdecih. Setelah itu dia kembali larut dalam lamunannya yang sibuk memikirkan apa yang tengah dilakukan oleh Luri. Baru beberapa jam tidak melihatnya saja Fedo sudah di dera perasaan rindu yang begitu besar. Padahal semalam mereka sudah sempat bertemu, tapi masih saja hal ini tidak membuatnya merasa puas. Fedo sekarang benar-benar tidak bisa lepas lagi dari bayang-bayang gadis desa itu. Hati dan perasaannya sudah terkunci hanya untuk memikirkan Luri, Luri, dan Luri.
"Bu, semalam ada kejadian yang sangat menyedihkan. Ada satu pria yang cintanya ditolak mentah-mentah oleh seorang gadis. Aku sungguh sangat iba pada nasibnya. Padahal pria itu sudah merencanakan kejutan dengan sangat romantis, eh malah si gadis tidak mau menjadikannya kekasih. Menyedihkan sekali bukan?" ucap Kayo sembari melirik ke arah kakaknya yang sedang tersesat dalam lamunan.
"Pria menyedihkan mana yang cintanya ditolak seorang gadis, Kay? Apa kau mengenal pria itu?" tanya Abigail penasaran.
"Iya sayang, siapa pria itu? Ayah jadi penasaran kenapa dia bisa sampai di tolak. Apa dia ditolak karena memiliki wajah yang buruk rupa atau bagaimana?" cecar Mattheo yang ikut merasa penasaran seperti sang istri.
Sebelum menjawab pertanyaan orangtuanya, Kayo terlebih dahulu melihat ke arah sang kakak yang masih belum sadar kalau privasinya sedang di bicarakan. Dia lalu menggelengkan pelan, tak habis fikir melihat kakaknya bisa begitu sedih karena berpisah dengan Luri.
"Pria menyedihkan itu adalah pria yang duduk di sebelahku, Ayah, Ibu. Iya, Kak Fedo orangnya."
__ADS_1
Abigail dan Mattheo sontak menatap horor ke arah putra mereka. Benarkah ada seorang gadis yang mempu menolak pesona seorang Fedo Eiji? Luar biasa. Kejadian ini harus mendapat apresiasi yang sangat besar. Akhirnya, setelah bertahun-tahun mematahkan hati banyak wanita, kini putra mereka bisa merasakan apa yang di sebut penolakan. Abigail dan Mattheo sungguh tidak menyangka kalau putra mereka akan di tolak oleh seorang gadis biasa yang berasal dari pedesaan. Ini kabar yang sangat menggembirakan bukan?
"Akhirnya ya Matt, setelah merajalela sesuka hati kini dia mendapat azab dari Tuhan. Sebagai orang yang telah melahirkannya aku sungguh merasa sangat bersyukur hari ini," ucap Abigail lega.
"Iya darling, akupun sama. Tapi, apa masalah ini tidak akan berdampak pada kejiwaannya? Lihatlah, Casanova itu terus saja mengunci mulut seperti orang yang sedang depresi akut," sahut Mattheo sambil menggerakkan dagu ke arah putranya yang masih melamun.
"Itu tidak akan terjadi, Ayah. Meskipun sudah di tolak, Casanova ini berhasil menyempatkan sebuah kalung indah di leher gadis desa itu sebagai pertanda cintanya. Dan Ayah tahu tidak seperti apa respon gadis itu?" tanya Kayo sambil menahan tawa.
"Memangnya seperti apa respon gadis itu, Kay?"
"Gadis itu bilang begini... Lihat bagaimana nanti ya Kak. Kalau jodoh pasti tidak akan kemana," jawab Kayo menirukan ucapan Luri.
Fedo yang merasa tersindir akhirnya menoleh. Dia menatap adik, ayah dan ibunya dengan tatapan yang sangat kesal. Dan kekesalannya kian bertambah saat ketiga keluarganya malah tertawa puas sambil terus mengejeknya.
"Fedo-Fedo, Ayah tidak menyangka kau bisa mengalami patah hati juga. Bagaimana rasanya di gantung hah? Sedih tidak?" olok Mattheo sambil terus menertawai kisah cinta putranya.
"Ayah, sebaiknya Ayah berhenti mengolokku sebelum aku mengenalkan Ibu pada salah satu ayah temanku yang sudah lama menduda. Mau?" ancam Fedo.
Fedo langsung menatap bengis ke arah ayahnya. Dia lupa memperhitungkan kelicikan sang ayah yang sudah lebih dulu menyandang gelar sebagai mantan buaya darat. Kalau begini caranya sih bukan Fedo yang mengancam ayahnya, tapi dia yang menjadi korban atas ancamannya sendiri.
"Oh, jadi Ayah berniat memiliki istri muda ya?" tanya Kayo sambil memicingkan mata. "Bu, jangan khawatir. Begitu kita sampai di rumah, aku akan langsung membuka sayembara untuk mencari pria yang akan menjadi ayah tiriku. Tenang saja Bu, aku pasti akan mencarikan pria dengan bibit, bobot, dan bebet yang jauh lebih segala-galanya jika di bandingkan dengan Ayah. Ibu itu masih sangat cantik, aku yakin dalam waktu sebentar pasti langsung soldout."
Abigail tersenyum samar kemudian mengangguk. Dia acuh ketika Mattheo langsung menariknya ke dalam pelukan. Abigail sudah sangat hafal kalau sebentar lagi drama-drama perbucinan akan segera terdengar.
"Darling, aku itu hanya bercanda tadi. Aku mana mungkin menikahi wanita lain selain dirimu. Hanya kau satu-satunya wanita yang ada di hatiku. Sungguh!" ucap Mattheo ketakutan. "Kau juga Kayo, jangan mengompor-ngompori Ibumu untuk meninggalkan Ayah ya. Mau uang jajanmu Ayah potong?"
"Potong ya potong saja Yah, jangan ragu. Ayah lupa ya kalau Jackson kekasihku adalah dokter yang sangat kaya raya? Tanpa uang jajan dari Ayahpun aku masih tetap bisa bersenang-senang dengan uangnya Jackson. Jadi ancaman Ayah barusan sama sekali tidak mempengaruhiku. Iya kan Bu?"
Fedo yang tadi sedang galau akhirnya bisa tertawa juga setelah melihat sang ibu menganggukkan kepala. Memang hanya ibunya saja yang mampu membungkam kearoganan ayahnya selama ini. Sungguh suatu hiburan yang sangat menyenangkan setiap kali melihat ayah mereka menjadi tak berdaya di bawah kendali sang ibu. Ayahnya akan terlihat seperti kerbau yang di cucuk hidungnya. Bodoh karena cintanya yang sangat besar.
__ADS_1
"Rapihkan pakaian kalian. Sebentar lagi kita akan segera sampai di rumah sakit!" ucap Abigail mengingatkan suami dan kedua anaknya.
"Darling, jangan menikah lagi ya. Aku janji tidak akan bicara seperti itu lagi pada Fedo. Sungguh!" rengek Mattheo gelisah.
"Bicara juga tidak apa-apa, Matt. Kan aku sudah bilang kalau aku tidak keberatan menjadi seorang janda."
"Pokoknya tidak ada janda-jandaan. Selamanya kau hanya akan menjadi istriku. Titik!"
Fedo dan Kayo menyeringai puas melihat ayah mereka yang di acuhkan oleh ibu mereka. Bahkan mau sebanyak apapun ayahnya membujuk, ibunya seperti sudah tidak peduli lagi. Hal ini terus berlanjut hingga mobil memasuki halaman rumah sakit.
"Turunlah, kita sudah sampai!" ujar Abigail saat Mattheo masih terus memeluknya.
"Jawab kalau kau tidak akan meninggalkan aku, baru aku akan keluar," paksa Mattheo dengan sangat arogan.
"Mattheo!"
"Tidak menjawab maka aku tidak akan membiarkanmu keluar dari dalam mobil ini," sahut Mattheo kekeh memaksa. "Kay, Fed, tolong beri Ayah waktu untuk memaksa wanita cantik ini. Sepertinya Ibu kalian perlu diberi sedikit hukuman."
"Haissshh, Ayah mesum!" sahut Kayo dan Fedo berbarengan.
Abigail hanya bisa mendesah pelan ketika kedua anak dan sopirnya keluar dari dalam mobil. Bahkan sekarang Abigail bisa melihat seringai licik di bibir Mattheo begitu pintu mobil tertutup. Beginilah nasib jika mempunyai seorang suami yang arogan. Bercanda sedikit langsung berakhir dengan hukuman. Hmm, tapi Abigail sangat mencintainya. Dia sangat mencintai pria arogan yang sudah membuatnya melahirkan sepasang anak yang tampan dan juga cantik.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
✅ Hei gengss.. untuk kisah PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutup emak ya. Nama chanelnya @Mak Rifani, dan part 38-39 baru saja up. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak ya
...💜 Jangan lupa vote, like, dan comment keuwuan mereka ya gengss...
__ADS_1
...💜 Ig: rifani_nini...
...💜 Fb: Rifani...