
Begitu sampai di acara resepsi temannya, Kayo tidak sengaja melihat kehadiran seseorang yang langsung membuat moodnya berubah jelek. Kanita, wanita tidak tahu malu itu sekarang tengah berbincang dengan si mempelai pria. Dari keakraban yang terlihat, sepertinya Kanita memiliki hubungan yang cukup dekat dengan suami dari temannya itu. Hal ini semakin membuat mood Kayo kian memburuk.
"Sepertinya aku harus mandi kembang untuk menghilangkan kesialan karena terus-terusan melihat dan mendengar nama wanita tidak tahu malu itu. Huffttt, membuat jengkel saja," gumam Kayo sebelum akhirnya datang menghampiri temannya untuk memberi ucapan selamat.
Kanita yang melihat kedatangannya Kayo nampak tenang-tenang saja seolah tidak pernah terjadi sesuatu apapun pada mereka berdua. Gaya ini dia pelajari dari ibunya setelah dia mengadukan kalau beberapa waktu lalu Kayo pernah menampar dan mempermalukannya di depan umum.
Jangan balas sikap bar-bar gadis itu dengan kebar-baran juga, Kanita. Tapi balaslah kelakuan gadis itu dengan cara yang elegan. Yaitu dengan tidak menganggap penting pertengkaran kalian kemarin. Dengan begini gadis itu pasti akan merasa heran dan juga penasaran. Dan Ibu jamin calon adik iparmu itu akan mendekat dengan sendirinya.
Kurang lebih seperti itulah nasehat yang di berikan oleh ibunya sebelum datang ke acara ini. Ya, si mempelai pria adalah salah satu teman clubbing Kanita. Dan secara tidak sengaja Kanita mendengar kalau Kayo adalah sahabat dekat si mempelai wanita. Jika bukan demi memperlihatkan sikap yang elegan ini, Kanita tidak akan sudi untuk menghadiri acara yang mana sangat tidak sesuai dengan seleranya. Terlalu murahan, begitu pikirnya.
"Hai, selamat ya untuk pernikahan kalian. Semoga kalian selalu bersama seumur hidup dan calon keponakanku bisa lahir dengan selamat," ucap Kayo kemudian mencium pipi temannya.
"Terima kasih banyak atas doanya, Kay. Oh ya, perkenalkan, dia Kanita. Salah satu teman suamiku."
"Kami sebelumnya sudah saling kenal. Jadi kau tidak perlu lagi memberitahuku siapa nama wanita ini."
Tangan Kanita terkepal kuat saat mendengar ucapan Kayo yang begitu angkuh. Dia mencoba menekan emosinya dengan berpura-pura tersenyum semanis mungkin. Kanita sengaja ingin memprovokasi kemarahan Kayo agar orang-orang yang ada di acara ini mengetahui boroknya.
"Halo Kay, apa kabar? Lama tidak berjumpa," sapa Kanita berbasa-basi.
"Kabarku selalu baik, Kanita. Dan... apa kau yakin kita sudah lama tidak berjumpa? Seingatku beberapa waktu lalu kita baru saja bertemu di salah satu gedung pusat perbelanjaan. Memangnya kau sudah lupa dengan tamparan yang ku berikan waktu itu?" tanya Kayo dingin.
__ADS_1
Wajah Kanita merah padam menahan malu saat semua mata menatap kaget ke arahnya. Dia sungguh tidak menduga kalau Kayo akan mengungkit tentang kejadian memalukan itu di hadapan teman-temannya. Tak ingin di permalukan untuk yang kedua kali, Kanita segera memikirkan cara agar pikiran semua orang bisa teralihkan. Dia kemudian mengambil segelas minuman lalu memberikannya pada Kayo yang tengah mengobrol dengan mempelai wanita.
"Kau terlalu pandai bermain komedi, Nona Kayo. Membuatku kaget saja."
"Mencoba melarikan diri dari kenyataan yang sebenarnya, eh?" sahut Kayo sembari menerima minuman yang di berikan oleh Kanita. Dia lalu menyesapnya perlahan-lahan. "Emm, rasa minuman ini cukup baik. Aku suka."
Kanita tertawa. Dia ikut menyesap minumannya sambil terus melirik ke arah adiknya Fedo. Entahlah, di pikirannya sekarang, dia begitu ingin memberi pelajaran pada gadis ini. Kayo sudah kelewat batas dalam mempermainkan harga dirinya. Namun saat teringat dengan pesan ibunya, Kanita buru-buru menepis keinginannya itu. Dia tidak ingin bertindak ceroboh yang mana bisa menghancurkan rencana yang telah dia buat bersama dengan ibunya.
"Oh ya Kay, kau datang bersama Kak Fedo tidak?" tanya si mempelai wanita.
"Tidak. Dia baru saja pulang dari perusahaan, masih lelah katanya. Juga karena kakakku sedang sangat kesal karena seharian ini dia terus di ganggu oleh wanita tidak tahu malu yang terus memaksa ingin menjadi kekasihnya. Bahkan wanita itu dengan tidak tahu dirinya membuat kekacauan di perusahaan, makanya mood kakakku menjadi sangat buruk. Hmm!" jawab Kayo menyindir Kanita secara terbuka.
"Waahh, kenapa bisa ada wanita tidak tahu malu begitu ya? Setahuku Kak Fedo itukan tidak pernah berpacaran serius. Dia hanya sibuk mencari gadis-gadis yang bisa menemaninya bermain di ranjang. Aku rasa wanita itu terlalu terbawa perasaan, Kay. Menggelikan sekali!"
Sebenarnya tadi itu Kayo ingin mengajak kakaknya untuk ikut datang kemari. Tapi Kayo mengurungkan niat tersebut saat tidak sengaja mendengar pembicaraan ayah dan ibunya yang tengah membicarakan pertengkaran antara kakaknya dengan Kanita. Kayo yakin sekali kalau tindakan tidak tahu malu yang dilakukan oleh Kanita pasti membuat mood kakaknya menjadi sangat buruk. Itulah kenapa dia akhirnya memutuskan untuk datang sendiri ke pesta ini.
"Kalau boleh tahu nama wanita itu siapa, Kay? Aku sungguh sangat ingin melihat seperti apa rupa dari wanita tidak tahu malu itu."
"Oh, nama wanita itu sangat familiar kok. Bahkan sekarang dia ada di antara para tamu yang datang kemari."
"Oh ya? Yang mana Kay orangnya. Ayo tunjukkan padaku!" seru si pengantin wanita dengan sangat antusias.
__ADS_1
Telapak tangan Kanita mulai mengeluarkan keringat dingin saat Kayo tidak berhenti menyeringai ke arahnya. Dia sangat takut kalau gadis ini akan benar-benar membongkar kelakuannya di sini. Kanita tidak menyangka kalau saran dari ibunya akan berbalik pada dirinya sendiri. Niat awalnya yang ingin membalas perbuatan Kayo dengan elegan, sekarang malah harus berakhir dengan harga dirinya yang sedang di permainkan. Kali ini rencananya gagal total, saran dari ibunya malah membawa petaka yang tak terduga.
"Em maaf, sepertinya aku perlu ke toilet dulu. Perutku sedikit tidak nyaman," pamit Kanita kemudian pergi dengan terburu-buru.
Kayo yang melihat Kanita begitu ketakutan hanya tertawa dalam hati. Jangan pikir kalau Kayo tidak bisa membaca rencana yang coba di mainkan oleh Kanita. Dia itu putrinya Abigail, sangat mustahil jika dirinya tidak bisa membaca gelagat musuh dengan baik. Terlebih lagi dengan sikap Kanita yang mendadak jadi begitu ramah dan lemah lembut. Dalam sekilas saja Kayo bisa langsung tahu kalau wanita tidak tahu malu itu sedang memainkan suatu rencana busuk.
"Kay, kau belum memberitahuku siapa wanita tidak tahu malu itu. Ayolah, jangan membuat kami penasaran begini!"
"Tadinya wanita itu memang ada di sini, tapi sekarang dia sudah pergi. Mungkin dia takut saat tahu kalau aku juga datang kemari. Makanya dia buru-buru menghindar dariku!" sahut Kayo berkilah.
Mungkin untuk malam ini Kayo masih mau berbaik hati untuk tidak mempermalukan Kanita di hadapan teman-temannya. Hati nuraninya masih sedikit bekerja selama wanita itu tidak bertindak berlebihan yang mana bisa memancing emosinya seperti waktu itu.
Kau harusnya bisa belajar dari pengalaman waktu itu kalau aku bukanlah orang yang bisa kau provokasi, Kanita. Tapi jika kau masih berani mencari masalah, maka aku tidak akan segan untuk membuatmu merasakan rasa malu di hadapan semua orang. Aku janjikan itu, Kanita.
πππππππππππππππππ
πGengss... PESONA SI GADIS DESA versi lengkapnya ada di yutub emak ya. Nama ChanelnyaβΆ Mak Rifani, di sana sudah up beberapa bab lebih banyak. Silahkan mampir dan jangan lupa tinggalkan jejak ya..
...πJangan lupa vote, like, dan comment keuwuan felur ya gengss...
...πIg: rifani_nini...
__ADS_1
...πFb: Rifani...