
📢 BOM KOMENTAR
"Kay, kau mau pergi kemana?" tanya Abigail sambil memandang putrinya yang tengah berjalan menuruni anak tangga. Penampilan putrinya ini terlihat berbeda dari biasanya, membuat Abigail jadi merasa penasaran.
Kayo segera berjalan menghampiri sang ibu kemudian memeluknya. Setelah itu dia tersenyum, menatap dalam ke arah wanita yang baru saja di peluknya.
"Kau belum menjawab pertanyaan Ibu, Kay. Penampilanmu sangat rapi, ingin pergi kemana, hm?"
"Aku ingin pergi mencari bukti-bukti kalau Kak Fedo tidak ada hubungannya dengan kehamilan Kanita, Bu. Semalam aku sudah menghubungi Jackson, dia bilang akan mengutus orang untuk menemaniku pergi berburu informasi," jawab Kayo.
"Sayang, kau tidak perlu lagi mencari bukti-bukti itu karena kakakmu memang bukan ayah dari bayi yang di kandung Kanita. Malam setelah mereka bertemu di hotel, Kanita tidur dengan seorang pria asing. Dan alasan kenapa anak buah Ibu tidak menemukan informasi itu adalah karena pria asing tersebut sengaja menyuruh seseorang untuk menghapus semua rekaman dimana dia ada di dalamnya. Bahkan rekaman saat Kanita bertemu dengannya di club pun di hapus. Jadi kau tenang saja, kakakmu bersih dari masalah ini," ucap Abigail sambil tersenyum lega.
Orangtua mana yang tidak akan merasa lega setelah tahu kalau anak mereka tidak terlibat dengan suatu masalah yang cukup rumit. Dan hal inilah yang sedang di rasakan oleh Abigail sekarang. Awalnya dia sudah ketar-ketir sendiri saat membayangkan kemungkinan bahwa putranya adalah ayah dari janin yang sedang di kandung oleh Kanita. Karena selain Abigail yang mengkhawatirkan reputasi keluarga besar Eiji jika sampai mengetahui kabar tak mengenakan ini, juga karena dia yang mencemaskan kebahagiaan Fedo tentang hubungan dekat yang sedang di jalinnya bersama Luri. Abigail yakin sekali kalau perasaan Fedo dan Luri akan sama-sama hancur jika seandainya tidak ada rekaman CCTV yang bisa membuktikan bahwa putranya bukanlah orang yang harus bertanggung jawab pada apa yang terjadi di diri Kanita.
"Apa Ibu yakin masalah ini akan usai begitu saja? Kanita adalah rubah yang sangat licik, Bu. Aku khawatir dia akan membalik keadaan dengan tetap menuduh Kak Fedo yang menjadi ayah dari bayinya. Belum lagi dengan Nyonya Mili. Bukankah malam itu Kak Fedo sempat menyerangnya di hotel? Aku rasa ujung dari masalah ini tidak akan sesederhana yang kita pikir terlepas dari bukti rekaman CCTV yang sudah Ibu lihat!" tanya Kayo meragu.
__ADS_1
"Memang benar kalau kita tidak boleh memandang masalah ini dengan sederhana. Akan tetapi yang paling penting kakakmu mempunyai bukti kalau dia tidak melakukan apa-apa pada Kanita. Kalau pun memang nanti mereka menuntut kakakmu untuk bertanggung jawab, maka Ibu tidak akan tinggal diam. Tidak peduli seberpengaruh apa latar belakang dari pria yang sudah tidur dengan Kanita malam itu, Ibu pasti akan menyeretnya ke hadapan Nyonya Mili dan juga Tuan Dominic. Mereka harus tahu kalau bukan kakakmu yang sudah meniduri Kanita, tapi pria lain," jawab Abigail dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
Meski hatinya belum terlalu merasa tenang, Kayo berusaha untuk menerima fakta bahwa masalah ini sudah ada jalan penyelesaiannya. Setelah itu Kayo mengajak ibunya untuk duduk di sofa, membahas tentang pernikahannya dengan Jackson.
"Bu, Jackson bilang Bibi sudah menemukan tanggal yang baik untuk pernikahan kami. Menurut Ibu kita perlu membicarakan hal ini dengan para tetua keluarga Eiji tidak?"
"Tentu saja itu sangat perlu, sayang. Sebagai yang muda, kita tidak boleh melangkahi orang-orang yang jauh lebih tua di keluarga ini. Apalagi kau itu menyandang satu nama marga yang cukup besar, jadi kita tidak boleh sembarangan mengambil keputusan. Kau adalah bunga di keluarga Eiji, dan kau baru boleh menikah setelah mendapat izin dari para tetua. Pernikahanmu baru akan di anggap sah dan di akui oleh mereka setelah melakukan ritual adat yang ada di keluarga kita. Jangan khawatir, Ibu yakin para tetua tidak akan mungkin mempersulit pernikahanmu dengan Jackson. Karena kalian berdua sudah mengantongi restu dari seluruh keluarga besar Eiji," jawab Abigail memaklumi kekhawatiran putrinya.
"Apa dulu saat Ayah dan Ibu menikah, kalian juga melakukan hal yang sama dengan meminta restu dari para tetua?"
"Bu, maaf jika pertanyaanku telah membuka luka lama di hati Ibu. Aku tidak bermaksud melakukannya," ucap Kayo penuh sesal.
"Untuk apa kau meminta maaf begini, sayang? Pertanyaanmu barusan sama sekali tidak menyakiti hati Ibu. Wajar kau bertanya seperti itu, dan Ibu sangat maklum. Tapi ...
Jeda sejenak. Dengan penuh sayang Abigail mengelus wajah cantik putrinya. Gadis kecil yang baru kemarin sore belajar berjalan bersamanya tidak terasa kini mulai menanyakan tentang pernikahan adat yang ada di keluarga ini. Kayo-nya sudah dewasa.
__ADS_1
"Tapi, suasana dan juga posisi kita tidak sama, sayang. Kau sudah terlahir sebagai bagian dari keluarga Eiji, dimana mereka semua sangat mencintaimu. Sementara Ibu, dulu hanyalah seorang wanita dingin tanpa latar belakang besar yang tiba-tiba di bawa masuk kemari. Pro dan kontra tentu saja ada, tapi Ayahmu tak pernah membiarkan mereka merendahkan martabat Ibu. Hingga pada akhirnya ada satu kejadian yang membuat keberadaan Ibu benar-benar di akui dan di terima oleh para tetua Eiji. Ingat ya, hanya para tetua saja yang menolak keras Ayahmu menikah dengan Ibu. Sedangkan untuk buyutmu, Kakek dan juga Nenekmu, mereka sangat menerima Ibu sebagai menantu di keluarga Eiji. Bahkan mereka turut membujuk meminta Ibu agar menerima pinangan dari Ayahmu. Dan ya, seperti inilah keluarga kita sekarang. Ibu melahirkan sepasang anak yang begitu di sayangi oleh orang-orang yang dulu tidak menyukai Ibu. Untuk sampai di titik ini sangatlah tidak mudah, Kayo. Butuh kesabaran dan juga pengorbanan besar hanya demi mendapat sebuah pengakuan. Itulah mengapa Ibu begitu menjaga keutuhan keluarga kita!" lanjut Abigail menceritakan perjuangannya dalam mendapatkan restu dari para tetua keluarga Eiji.
"Pantas saja Ayah begitu mencintai Ibu. Rupanya perjalanan kalian agar bisa di terima oleh para tetua tidaklah mudah. Hmmm ... semoga saja Jackson akan melakukan hal yang sama seperti dilakukan Ayah jika seandainya nanti keluarganya ada yang menolak kehadiranku!" ucap Kayo sembari menghela nafas.
"Bagaimana mungkin ada yang menolak kehadiranmu jika yang menjadi keluarganya Jackson adalah Bibimu dan juga kakak iparmu? Kay, jangan bilang kau lupa kalau Jackson itu tidak memiliki satupun keluarga selain Elea dan Bibi Liona," tanya Abigail meledek. Setelah itu dia tertawa melihat putrinya yang langsung menepuk kening. "Kau ini ya. Sudah dilamar masih juga lupa kalau calon suamimu itu yatim piatu. Kayo-Kayo."
Kayo meringis pelan ketika di goda oleh ibunya. Dia benar-benar lupa kalau Jackson hanya hidup sendirian di dunia ini. Bahkan calon suaminya itu tidak tahu siapa orang yang telah melahirkannya. Malas mencari keberadaan orang yang sudah meninggalkannya hidup sebatang kara di dunia ini, begitu jawaban Jackson setiap kali Kayo bertanya kenapa tidak mencari tahu siapa dan dimana kedua orangtuanya.
"Bu, saat menikah nanti kira-kira keluarganya Luri kita undang atau tidak ya, Bu? Aku menikah lebih dulu dari Kak Fedo, aku takut dia merasa malu dan sedih saat melihatku duduk di pelaminan bersama Jackson. Jika Luri dan keluarganya kita undang, setidaknya ada orang yang menghibur hatinya. Benar tidak?" ucap Kayo menanyakan pendapat pada sang ibu.
"Sudah pasti mereka harus kita undang, Kay. Lusi adalah bagian dari keluarga Bibimu, dan akan sangat tidak sopan jika kita mengundang Lusi tapi tidak mengundang keluarganya juga. Walaupun awalnya mereka hanya keluarga dari salah satu pelayan yang di pekerjakan oleh Gabrielle, kita tetaplah harus memanusiakan manusia. Mereka berhak untuk ikut merasakan kebahagiaan di pernikahanmu nanti. Karena mereka akan menjadi bagian dari keluarga kita juga. Ya hitung-hitung perkenalan sebagai calon besan," jawab Abigail dengan pasti.
"Haih, Casanova tengik itu pasti akan menjadi orang paling bahagia di pernikahanku jika tahu kalau gadis desanya juga di undang untuk datang. Aku jadi tidak sabar ingin menggoda mereka, Bu."
Abigail menggelengkan kepala mendengar niatan usil yang ingin dilakukan Kayo pada kakaknya. Setelah itu mereka berdua lanjut bercengkrama, menghabiskan waktu bersama sebanyak mungkin sebelum Kayo di boyong ke Shanghai oleh Jackson.
__ADS_1
*****